Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » (Ber) Adab; (Ber) Tetangga

(Ber) Adab; (Ber) Tetangga

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Jun 2022
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Minggu adalah hari bersantai buat saya setelah melewati hari-hari melelahkan untuk bekerja. Hari minggu selalu saya manfaatkan untuk berada di rumah. Adakalanya baca buku, bersih-bersih rumah, dan sesekali menulis perihal apa saja. Selain itu tentu hari minggu adalah hari yang selalu saya nantikan karena dapat beristirahat sepanjang yang saya mau. Kalau dalam bahasa kerennya, mager sepanjang hari.

Sore itu, saat saya tengah menyapu halaman, saya menyaksikan hal menarik. Ceritanya Ibu sedang berbicara jarak jauh dengan tetangga. Ibu duduk diteras rumah, dan tetangga saya berada diteras rumahnya. Rumah kami tak begitu jauh, maka tak heran jika mengobrol dengan jarak agak jauh dilakukan. Yang penting saling mendengar topik pembicaraan. Saya yang terlampau asyik menyapu tak menyadari jika ada seorang anak datang ke rumah dengan membawa sesuatu. Anak ini adalah cucu dari tetangga yang diajak bicara Ibu.

Lalu saya menoleh saat anak ini memberikan tiga bungkus kerupuk kepada Ibu.

 “Wah kok malah dikasih jajan to Mbah, matursuwun lho niki.”ucap saya kepada anak kecil ini, dengan sengaja mengeraskan volume suara agar terdengar pula oleh tetangga saya. Rupanya jajan yang diberikan ini merupakan pemberian saudara tetangga saya yang sedang berkunjung dan membawa buah tangan. Yang menarik perhatian saya adalah bukan dari barang apa yang dikasih atau berapa nominalnya, tapi bagaimana tetangga saya menunjukkan adab bertetangga yang baik.

Secara tak langsung tetangga saya memberikan pelajaran yang berharga bagi saya sebagai generasi muda yang suatu saat kelak akan menggantikan posisi mereka. Saya yang masih bau kencur ini sudah sepantasnya disadarkan dengan hal-hal yang sederhana namun memiliki dampak yang luar biasa seperti itu. Secara tersirat dibalik perlakuan tetangga saya ada satu hal yang saya dapat yaitu kalau mau dihargai orang, maka hargailah dulu orang lain. Begitu sebaliknya. Kamu tak mau menghargai maka kamu tak akan dihargai. Hidup bermasyarakat haruslah berkesalingan.

Tak dipungkiri, kita sebagai manusia tak akan pernah bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Seperti pernyataan Aristoteles bahwa manusia adalah Zoon Politicon, hewan yang bermasyarakat. Tak mudah memang hidup berdampingan dengan banyak orang. Ada yang ramah, ada yang suka marah dan ada pula yang selalu tampil wah. Lebih dari itu yang patut kita utamakan adalah bagaimana kita bersikap.

Membiasakan berperilaku baik, meski berat harus dipaksakan agar menjadi terbiasa. Meskipun kita tahu tak semua hal selalu baik dimata orang lain. Yang kita anggap baik belum tentu dimata orang lain terlihat baik pula. Orang akan selalu terlihat buruk dimata orang yang membenci. Apapun yang dilakukan selalu tampak buruk. Tak ada celah sedikitpun untuk kebaikannya. Begitu juga sebaliknya. Maka cara bersikap yang baik adalah melihat hal itu dari kacamata biasa saja. Jangan menjadi sombong ketika disanjung, dan jangan menjadi hina ketika direndahkan.

Disadari atau tak memiliki tetangga yang baik merupakan anugerah dari Allah Swt yang sangat patut untuk disyukuri. Oleh sebab itu, saya sangat bersyukur berada pada lingkungan yang para tetangganya ramah-ramah, sesekali ramah tamah dan memiliki sosial tinggi. Bayangkan jika tetangga saya tadi sudah kikir dari sejak lahir, maka kerupuk tiga bijipun tak akan diberikan cuma-cuma kepada Ibu saya. Bukan sebab nilai yang diberikan akan tetapi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) harus diaplikasikan, biar bukan sekadar di alamat KTP saja. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Tradisi Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Baru-baru ini ditetapkan, tradisi buka puasa bersama ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Menarik memang. UNESCO mencatat bahwa budaya berbuka puasa bersama menjadi daftar warisan budaya tak benda yang secara resmi diakui sejak 2023 lalu dan diklaim sebagai budaya warisan milik seluruh umat muslim di dunia. Menurut UNESCO, berbuka puasa diartikan […]

  • Diseminasi Karya, Dosen INISNU Jadi Reviewer 31 Jurnal Scopus pada 18 Negara

    Diseminasi Karya, Dosen INISNU Jadi Reviewer 31 Jurnal Scopus pada 18 Negara

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

      Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda selama tahun 2024 didaulat menjadi reviewer (peninjau) pada jurnal internasional terindeks Scopus sebanyak 31 jurnal. Hal itu terungkap dalam Diseminasi Karya Dosen dan Mahasiswa INISNU Temanggung pada Selasa (7/1/2025). Kegiatan tersebut […]

  • PC Pagar Nusa Dan LPBH NU dampingi Korban Penganiayaan

    PC Pagar Nusa Dan LPBH NU dampingi Korban Penganiayaan

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- Sebuah video viral di media sosial menggambarkan adanya mobil Calya berwarna merah menjadi sasaran perusakan massa. Tampak dalam video itu, mobil bernomor polisi H 1927 KR digulingkan oleh sejumlah warga. Diketahui, kejadian itu berada di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, pada Sabtu (6/5/2023) lalu. Usut punya usut, peristiwa itu terjadi karena warga setempat merasa […]

  • PCNU - PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Shodaqohnya WTS

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Seandainya WTS tersebut shodaqoh kepada faqir miskin atau masjid, sah atau tidakkah shodaqohnya ? Jawaban : Shodaqohnya tidak sah, karena syarat sahnya shodaqoh adalah halalnya harta yang disedekahkan. Referensi : Mau`idhot al-mu`minîn, Juz. 2 hal. 365 Faidl al-qodîr, Juz. 6 hal. 511 Bughyat al-mustarsyidîn, hal. 158-159

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 91
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

  • Ketua PCNU Ajak Warga Pati Jaga Kondusifitas, Polresta Ingatkan Masyarakat Tidak Terprovokasi

    Ketua PCNU Ajak Warga Pati Jaga Kondusifitas, Polresta Ingatkan Masyarakat Tidak Terprovokasi

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 82
    • 0Komentar

      Pati – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, menyerukan kepada masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kedamaian di tengah dinamika yang terjadi di wilayah Pati. Menurutnya, menjaga ketenteraman adalah wujud nyata dari menjalankan perintah Allah SWT dalam bingkai persaudaraan dan persatuan. “Kita semua harus yakin bahwa Pati ini cinta […]

expand_less