Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
  • visibility 287
  • comment 0 komentar

Pertanyaan tersebut menggelitik seluruh elemen NU, khususnya pengurus dan kader-kader mudanya.
Jangan sampai NU menjadi al-kabiiru bilaa nidlaamin yaghlibuhus shaghiiru bi nidlaamin, organisasi besar tidak terorganisir yang dikalahkan oleh organisasi kecil yang terorganisir. NU harus menjadi al-kabiiru bi nidzaamin, organisasi besar yang terorganisir. Dengan organisasi yg baik, NU akan berkembang pesat, baik secara jamaah (komunitas) maupun Jam’iyyah (organisasi).
Potret Kemiskinan
Angka kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, sekitar 27.7 juta jiwa (BPS, 2015). Mayoritas adalah umat Islam, dan warga NU adalah representasi mayoritas umat Islam di Indonesia.

Maka, jihad ekonomi harus diprioritaskan untuk mengentaskan kemiskinan warga NU supaya mereka mandiri dan sejahtera, mampu mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan politik.
Jihad ekonomi menjadi tema strategis dibanding jihad fisik yang justru menodai kesucian agama karena menghalalkan segala cara dan membawa trauma psikologis yang panjang.
Galakkan Infak dan Sedekah
Sejak NU berdiri, foundhing fathers NU, khususnya KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hazbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Mahfudh Shiddiq, dan KH Abdul Wahid Hasyim serius memikirkan dan berjuang untuk kemandirian ekonomi warga NU.
Koperasi Syirkanul Inan dirintis untuk menggerakkan kemandirian ekonomi warga.
Para kiai tidak apatis dan pasif melihat ketimpangan ekonomi warga NU. Melihat aktif melakukan terobosan terobosan baru demi memberantas kemiskinan dan keterbelakangan umat. Gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dibangkitkan foundhing fathers dengan semangat berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
KH Masyhuri Malik, mantan Ketua PP Lazisnu PBNU 2010-2015, Hasil Muktamar Makasar 2010, dan Mas Amir Ma’ruf, mantan Direktur Lazisnu PBNU 2010-2015, menyatakan, ada langkah langkah yang harus dilakukan untuk menggapai kemandirian ekonomi warga NU.
Pertama, galakkan Infak dan Sedekah dari seluruh lapisan warga NU, pengurus, warga NU, yg kaya, setengah kaya, dan miskin. Budaya Infak dan Sedekah harus menjadi budaya yang dilestarikan dan dijunjung tinggi. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selagi mau menolong saudaranya.
Di Cirucuk Sukabumi Jawa Barat, Lazisnu Ranting NU berhasil Menggalakkan budaya bersedekah “sehari lima ratus rupiah” dengan anggota 1500 warga. Hasilnya luar biasa, mereka bisa mendirikan Klinik sehat, menerangi tempat ibadah dan jalan, membantu proses kematian sampai 7 hari, menghijaukan lingkungan, membantu keluarga yang tidak mampu, dan merintis ekonomi produktif, seperti ternak sapi atau kambing.
Di Sragen Jawa Tengah, koin NU berhasil menghimpun miliaran rupiah untuk membangkitkan semangat kemandirian warga untuk menghidupkan organisasi dan mendorong kewirausahaan warga NU.
Di Magetan Jawa Timur, uang recehan warga NU juga berhasil menggerakkan roda organisasi dan mendorong lahirnya benih-benih kemandirian ekonomi warga.
Galakkan Zakat
Langkah kedua, galakkan Zakat sebagai proyek Allah untuk mengentaskan kemiskinan umat. Zakat dgn potensi 280 trilyun pertahun adalah potensi dahsyat untuk menggerakkan potensi ekonomi umat. Sayang dan ironis. Potensi tersebut hanya mampu dihimpun 5 trilyun saja.
Ada banyak problem, mulai rendahnya profesionalitas Amil Zakat, rendahnya kesadaran berzakat umat, dan regulasi negara yang mempersulit pengelolaan zakat.
Membangunkan lembaga zakat (Lazisnu) dari tidurnya yang panjang membutuhkan kader kader muda yang militan, profesional, dan inovatif dalam menggerakkan zakat. Prinsip profesionalitas, totalitas, akuntabilitas, sinergitas, dan legalitas harus menjadi ruh pengelolaan lembaga zakat yg mendapat kepercayaan umat.
Tim yang solid mutlak dibutuhkan untuk menggerakkan potensi ekonomi warga NU sebagai persiapan menghadapi 1 abad NU pada tahun 2026 yang akan datang. (Dr. Jamal Makmur Asmani, Pati, 29-31 Desember 17)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • a couple of people walking down a dirty street

    Islam, Perang dan Perdamaian

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.070
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Perang di Timur Tengah sejak Ramadlan 1447 H. menyita perhatian publik, baik di dunia nyata maupun online. Perang terjadi secara offline dan digital. Isu agama mencuat tajam. Pihak Iran menyebut ini ada perang agama sehingga umat Islam dunia harus mendukung Iran. Sedangkan Amerika lewat Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ini adalah perang […]

  • MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi penyusunan kurikulum Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) pada Rabu (12/2/2025). Hadir Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK Hamidulloh Ibda, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Ketua PW IPPNU Jawa […]

  • PCNU PATI - Peserta Mengeluh, Proses Registrasi Kongres IPNU Dinilai Amburadul

    Peserta Mengeluh, Proses Registrasi Kongres IPNU Dinilai Amburadul

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panitia Pelaksana Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNI) ke-XX dinilai kurang persiapan. Sehingga, selama proses registrasi terkesan ambiradul. Diketahui, panitia mengumumkan peserta kongres diwajibkan registrasi ulang pada hari kamis (11/8) malam setelah tiba di lokasi kongres di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Namun, realita di lapangan registrasi peserta baru dibuka pada jum’at […]

  • Duet K. Alwan – H. Dhofir Pimpin MWC NU Winong

    Duet K. Alwan – H. Dhofir Pimpin MWC NU Winong

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    WINONG – Duet K. Alwan dan H. Dhofir Maqoshid, S.Ag. M.Pd.I akhirnya terpilih memimpin MWC NU Kecamatan Winong untuk masa khidmat 2019-2024. Keduanya terpilih menjadi Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kec. Winong melalui Konferensi yang digelar pada Ahad, 8 September 2019. Seperti diberitakan NU Pati sebelumnya, MWC NU dan PAC Muslimat NU Kecamatan […]

  • Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PCNU Pati menggelar Rapat Pleno I pada Ahad (13/7) pagi. Kegiatan wajib ini dilaksanakan di Gedung SMK NU Pati, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. KH. Minanurrahman, Rois Syuriyah PCNU Pati, dalam pengangarahannya menegaskan bahwa, konsen NU Pati adalah menjaga ukhuwah. Kalaupun terjun ke politik, lanjut dia, yang musti dipegang oleh pengurus NU adalah […]

  • Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Semarang – Perkemahan Prestasi Ma’arif NahdlatuI Ulama (Persimanu) I Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah resmi dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzammil di Bumi Perkemahan Munjuluhur Kabupaten Purbalingga pada pada Rabu (12/7/2023). Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan, bahwa kegiatan Persimanu I Jawa Tengah tahun […]

expand_less