Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
  • visibility 420
  • comment 0 komentar

Pertanyaan tersebut menggelitik seluruh elemen NU, khususnya pengurus dan kader-kader mudanya.
Jangan sampai NU menjadi al-kabiiru bilaa nidlaamin yaghlibuhus shaghiiru bi nidlaamin, organisasi besar tidak terorganisir yang dikalahkan oleh organisasi kecil yang terorganisir. NU harus menjadi al-kabiiru bi nidzaamin, organisasi besar yang terorganisir. Dengan organisasi yg baik, NU akan berkembang pesat, baik secara jamaah (komunitas) maupun Jam’iyyah (organisasi).
Potret Kemiskinan
Angka kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, sekitar 27.7 juta jiwa (BPS, 2015). Mayoritas adalah umat Islam, dan warga NU adalah representasi mayoritas umat Islam di Indonesia.

Maka, jihad ekonomi harus diprioritaskan untuk mengentaskan kemiskinan warga NU supaya mereka mandiri dan sejahtera, mampu mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan politik.
Jihad ekonomi menjadi tema strategis dibanding jihad fisik yang justru menodai kesucian agama karena menghalalkan segala cara dan membawa trauma psikologis yang panjang.
Galakkan Infak dan Sedekah
Sejak NU berdiri, foundhing fathers NU, khususnya KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hazbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Mahfudh Shiddiq, dan KH Abdul Wahid Hasyim serius memikirkan dan berjuang untuk kemandirian ekonomi warga NU.
Koperasi Syirkanul Inan dirintis untuk menggerakkan kemandirian ekonomi warga.
Para kiai tidak apatis dan pasif melihat ketimpangan ekonomi warga NU. Melihat aktif melakukan terobosan terobosan baru demi memberantas kemiskinan dan keterbelakangan umat. Gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dibangkitkan foundhing fathers dengan semangat berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
KH Masyhuri Malik, mantan Ketua PP Lazisnu PBNU 2010-2015, Hasil Muktamar Makasar 2010, dan Mas Amir Ma’ruf, mantan Direktur Lazisnu PBNU 2010-2015, menyatakan, ada langkah langkah yang harus dilakukan untuk menggapai kemandirian ekonomi warga NU.
Pertama, galakkan Infak dan Sedekah dari seluruh lapisan warga NU, pengurus, warga NU, yg kaya, setengah kaya, dan miskin. Budaya Infak dan Sedekah harus menjadi budaya yang dilestarikan dan dijunjung tinggi. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selagi mau menolong saudaranya.
Di Cirucuk Sukabumi Jawa Barat, Lazisnu Ranting NU berhasil Menggalakkan budaya bersedekah “sehari lima ratus rupiah” dengan anggota 1500 warga. Hasilnya luar biasa, mereka bisa mendirikan Klinik sehat, menerangi tempat ibadah dan jalan, membantu proses kematian sampai 7 hari, menghijaukan lingkungan, membantu keluarga yang tidak mampu, dan merintis ekonomi produktif, seperti ternak sapi atau kambing.
Di Sragen Jawa Tengah, koin NU berhasil menghimpun miliaran rupiah untuk membangkitkan semangat kemandirian warga untuk menghidupkan organisasi dan mendorong kewirausahaan warga NU.
Di Magetan Jawa Timur, uang recehan warga NU juga berhasil menggerakkan roda organisasi dan mendorong lahirnya benih-benih kemandirian ekonomi warga.
Galakkan Zakat
Langkah kedua, galakkan Zakat sebagai proyek Allah untuk mengentaskan kemiskinan umat. Zakat dgn potensi 280 trilyun pertahun adalah potensi dahsyat untuk menggerakkan potensi ekonomi umat. Sayang dan ironis. Potensi tersebut hanya mampu dihimpun 5 trilyun saja.
Ada banyak problem, mulai rendahnya profesionalitas Amil Zakat, rendahnya kesadaran berzakat umat, dan regulasi negara yang mempersulit pengelolaan zakat.
Membangunkan lembaga zakat (Lazisnu) dari tidurnya yang panjang membutuhkan kader kader muda yang militan, profesional, dan inovatif dalam menggerakkan zakat. Prinsip profesionalitas, totalitas, akuntabilitas, sinergitas, dan legalitas harus menjadi ruh pengelolaan lembaga zakat yg mendapat kepercayaan umat.
Tim yang solid mutlak dibutuhkan untuk menggerakkan potensi ekonomi warga NU sebagai persiapan menghadapi 1 abad NU pada tahun 2026 yang akan datang. (Dr. Jamal Makmur Asmani, Pati, 29-31 Desember 17)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferwil III, Bupati Pendekar Jadi Ketua Pagar Nusa Jateng

    Konferwil III, Bupati Pendekar Jadi Ketua Pagar Nusa Jateng

    • calendar_month Sen, 16 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Mimbar Konferwil III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah yang akhirnya memenangkan Arief Rahman, Bupati Blora sebagai ketua PW Pagar Nusa masa khidmat 2021-2026 UNGARAN-Konferwil (Konferensi Wilayah) III Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dihelat di Wuji, Bregas, Ungaran. Kegiatan ini memang telah usai Minggu (15/8) lalu, namun kisah unik di […]

  • NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Saya selalu senang dengan sikap NU. NU itu seperti organisasi Hezbullah di Lebanon. Hezbullah meski sebagai organisasi besar dan kuat di Lebanon, tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Lebanon. Lebanon itu negara demokratis parlementer. Sesudah perang saudara 15 tahun, mereka membangun sistem khusus di negaranya yang bernama konfesionalisme untuk menghindari kembali terjadinya perang sektarian. Disana, […]

  • Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    Rakercab Ma’arif Temanggung, Ma’arif Jateng Paparkan 10 Program Unggulan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU PCNU) Temanggung menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada Selasa (17/6/2025) bertempat di Hall Babussalam NU, Kompleks INISNU Temanggung. Kegiatan ini merupakan forum tertinggi LP Ma’arif NU di tingkat cabang yang bertujuan merancang program kerja jangka pendek tahun 2025 serta program strategis […]

  • Perdana, KPC IPNU IPPNU Pati Gelar Bimtek

    Perdana, KPC IPNU IPPNU Pati Gelar Bimtek

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

      17 peserta relawan KPC IPNU IPPNU Kabupaten Pati yang berasal dari PAC Cluwak, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Tayu, Juwana, Batangan, Trangkil, Kayen, Gabus dan Winong. PATI-Komisi Penjaringan Calon (KPC) PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi para relawan KPC. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung PCNU Lt 3 pada Senin (02/8). Abdul Ghofur, […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Pesan Literasi Nuzulul Quran

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.038
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Sekira tahun 610 M dulu, bertepatan 17 Ramadan telah terjadi peristiwa besar yang dialami Kanjeng Nabi Muhammad Saw, yaitu Nuzulul Quran di Gua Hira. Telah terjadi turun wahyu pertama kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Allah memerintahkan Kanjeng Nabi untuk membaca, belajar, dan menulis lewat Surat Al-aAlaq ayat 1-5 sebagai wahyu […]

  • Prodi PGMI INISNU Borong 11 Penghargaan Tingkat Nasional PD PGMI Award Indonesia

    Prodi PGMI INISNU Borong 11 Penghargaan Tingkat Nasional PD PGMI Award Indonesia

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Lampung – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung berhasil memborong 11 (sebelas) penghargaan PD PGMI Indonesia Award dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-10 di UIN Raden Intan Lampung pada Kamis (18/7/2024) yang akan berakhir Sabtu (20/7/2024) besok. Dalam kesempatan pembukaan Mukernas ke-10 tersebut, diumumkan […]

expand_less