Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
  • visibility 85
  • comment 0 komentar

Pertanyaan tersebut menggelitik seluruh elemen NU, khususnya pengurus dan kader-kader mudanya.
Jangan sampai NU menjadi al-kabiiru bilaa nidlaamin yaghlibuhus shaghiiru bi nidlaamin, organisasi besar tidak terorganisir yang dikalahkan oleh organisasi kecil yang terorganisir. NU harus menjadi al-kabiiru bi nidzaamin, organisasi besar yang terorganisir. Dengan organisasi yg baik, NU akan berkembang pesat, baik secara jamaah (komunitas) maupun Jam’iyyah (organisasi).
Potret Kemiskinan
Angka kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi, sekitar 27.7 juta jiwa (BPS, 2015). Mayoritas adalah umat Islam, dan warga NU adalah representasi mayoritas umat Islam di Indonesia.

Maka, jihad ekonomi harus diprioritaskan untuk mengentaskan kemiskinan warga NU supaya mereka mandiri dan sejahtera, mampu mengejar ketertinggalan di bidang ekonomi, pendidikan, teknologi, dan politik.
Jihad ekonomi menjadi tema strategis dibanding jihad fisik yang justru menodai kesucian agama karena menghalalkan segala cara dan membawa trauma psikologis yang panjang.
Galakkan Infak dan Sedekah
Sejak NU berdiri, foundhing fathers NU, khususnya KH M Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hazbullah, KH Bisri Syamsuri, KH Mahfudh Shiddiq, dan KH Abdul Wahid Hasyim serius memikirkan dan berjuang untuk kemandirian ekonomi warga NU.
Koperasi Syirkanul Inan dirintis untuk menggerakkan kemandirian ekonomi warga.
Para kiai tidak apatis dan pasif melihat ketimpangan ekonomi warga NU. Melihat aktif melakukan terobosan terobosan baru demi memberantas kemiskinan dan keterbelakangan umat. Gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dibangkitkan foundhing fathers dengan semangat berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang membutuhkan.
KH Masyhuri Malik, mantan Ketua PP Lazisnu PBNU 2010-2015, Hasil Muktamar Makasar 2010, dan Mas Amir Ma’ruf, mantan Direktur Lazisnu PBNU 2010-2015, menyatakan, ada langkah langkah yang harus dilakukan untuk menggapai kemandirian ekonomi warga NU.
Pertama, galakkan Infak dan Sedekah dari seluruh lapisan warga NU, pengurus, warga NU, yg kaya, setengah kaya, dan miskin. Budaya Infak dan Sedekah harus menjadi budaya yang dilestarikan dan dijunjung tinggi. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selagi mau menolong saudaranya.
Di Cirucuk Sukabumi Jawa Barat, Lazisnu Ranting NU berhasil Menggalakkan budaya bersedekah “sehari lima ratus rupiah” dengan anggota 1500 warga. Hasilnya luar biasa, mereka bisa mendirikan Klinik sehat, menerangi tempat ibadah dan jalan, membantu proses kematian sampai 7 hari, menghijaukan lingkungan, membantu keluarga yang tidak mampu, dan merintis ekonomi produktif, seperti ternak sapi atau kambing.
Di Sragen Jawa Tengah, koin NU berhasil menghimpun miliaran rupiah untuk membangkitkan semangat kemandirian warga untuk menghidupkan organisasi dan mendorong kewirausahaan warga NU.
Di Magetan Jawa Timur, uang recehan warga NU juga berhasil menggerakkan roda organisasi dan mendorong lahirnya benih-benih kemandirian ekonomi warga.
Galakkan Zakat
Langkah kedua, galakkan Zakat sebagai proyek Allah untuk mengentaskan kemiskinan umat. Zakat dgn potensi 280 trilyun pertahun adalah potensi dahsyat untuk menggerakkan potensi ekonomi umat. Sayang dan ironis. Potensi tersebut hanya mampu dihimpun 5 trilyun saja.
Ada banyak problem, mulai rendahnya profesionalitas Amil Zakat, rendahnya kesadaran berzakat umat, dan regulasi negara yang mempersulit pengelolaan zakat.
Membangunkan lembaga zakat (Lazisnu) dari tidurnya yang panjang membutuhkan kader kader muda yang militan, profesional, dan inovatif dalam menggerakkan zakat. Prinsip profesionalitas, totalitas, akuntabilitas, sinergitas, dan legalitas harus menjadi ruh pengelolaan lembaga zakat yg mendapat kepercayaan umat.
Tim yang solid mutlak dibutuhkan untuk menggerakkan potensi ekonomi warga NU sebagai persiapan menghadapi 1 abad NU pada tahun 2026 yang akan datang. (Dr. Jamal Makmur Asmani, Pati, 29-31 Desember 17)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Juan Domenech

    Kembali Belajar

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini jadwalnya saya menulis. Awalnya ada banyak ide berseliweran yang ingin saya tuliskan, namun saya malah bingung bagaimana memulainya. Saya mengambil keputusan cerita perihal kejadian tadi pagi lah yang saya pilih untuk tulisan ini.  Pagi tadi seperti biasa setelah bangun tidur, ibu memberi pesan sebelum berpamitan berangkat bekerja. Saya dimintanya […]

  • Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Syaikh Ahmad Mutamakkin banyak disalahpahami sebagai tokoh aliran kebatinan dengan ajaran Dewa Ruci. Beliau dianggap menyimpang dari syariat Islam yang mapan karena meneruskan doktrin wahdatul wujud (Manunggaling Kawulo Gusti) ala Al Hallaj, Al Farabi, dan Ibnu Arabi. Ilustrasi: Komplek makam Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen dilihat dari atas Ketib Anom, Sang Pendekar Syariat (Fiqh) mencoba menggiring […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Peresmian RSIA Ultima, Ini Harapannya

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati hadiri peresmian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ultima yang berada di Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. RSIA pertama di Bumi Mina Tani ini diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, Selasa (27/2/2024) pagi. Turut hadir pula dalam peresmian itu, di antaranya Rais Syuriah […]

  • Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda. “Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam […]

  • PCNU PATI - PKD GP Ansor Margoyoso Diikuti Kalangan Akademisi

    PKD GP Ansor Margoyoso Diikuti Kalangan Akademisi

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Pelatihan Kepemimpinan sudah menjadi hal pokok bagi setiap organisasi. Tak terkecuali, sayap pemuda NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Jumat (12/8) pagi, PAC GP Ansor Kecamatan Margoyoso baru saja melangsungkan agenda pembukaan PKD (Pelatihan Kepemimpinan dasar). Kegiatan yang rencanannya berlangsung sampai Minggu (14/8) tersebut, digelar di Kampus Institut Pesantren Matholi’ul Falah (Ipmafa), Margoyoso. Dalam […]

  • Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    Berkat Koin NU, MWC Batangan Bangun Gedung Baru Senilai 2 Milyar

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (jongkok), dalam seremoni peletakan batu pertama pembangunan gedung MWC NU Kecamatan Batangan, Minggu (12/9) pagi. BATANGAN – Koin NU memberikan dampak besar bagi organisasi dan masyarakat luas. Di berbagai daerah, manfaat gerakan sosial ini telah dirasakan oleh banyak kalangan.  Mulai dari santunan paling sederhana, misalnya bantuan kemanusiaan untuk warga miskin, santunan yatim, […]

expand_less