Dalam Sekejap, UPZIS NU Care-LAZISNU di Pati Himpun Belasan Juta untuk Santunan Yatama
- account_circle Musthofa Asrori
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 15.994
- comment 0 komentar

Para yatama berpose bersama para pengurus NU Care LAZISNU dan Ketua DKM Darussalam Grogolan, Dukuhseti, Pati pada Senin (29/6/2026). Foto: Dok UPZIS NU Care LAZISNU Grogolan)
Pati, NU Online
Semangat gotong royong warga Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali tampak dalam santunan anak yatim (Yatama) yang diinisiasi UPZIS NU Care-LAZISNU Grogolan. Lembaga tersebut berhasil menghimpun donasi lebih dari Rp13 juta hanya dalam hitungan hari.
Sebanyak 26 anak yatim menerima santunan masing-masing sebesar Rp500 ribu pada kegiatan yang digelar di Masjid Jami’ Darussalam Grogolan Lor, Dukuhseti, Pati, Jateng, pada Senin (29/6/2026).
Ketua UPZIS NU Care-LAZISNU Grogolan Lor, Siti Muyassaroh, mengungkapkan bahwa total donasi yang terkumpul bahkan masih terus bertambah. Sebab, hingga hari pelaksanaan masih ada masyarakat yang menyalurkan bantuan melalui transfer.
“Yang sudah kami hitung untuk dimasukkan ke amplop mencapai Rp13 juta, dengan perhitungan Rp500 ribu untuk 26 anak. Sampai hari ini masih ada yang transfer, sehingga totalnya lebih dari Rp13 juta,” ujarnya.
Saroh, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa besarnya partisipasi masyarakat membuat dana rutin LAZISNU yang memang dialokasikan untuk santunan yatama pada bulan Asyura tidak perlu digunakan. Dana tersebut akan dialihkan untuk santunan pada Ramadhan tahun depan agar tetap sesuai peruntukannya.
“Anggaran LAZISNU untuk yatim memang biasanya disalurkan dua kali, yakni pada Ramadhan dan Asyura. Karena dana dari masyarakat untuk Asyura sudah mencukupi, maka dana LAZISNU bisa dialokasikan untuk Ramadhan,” jelasnya.

Para pengurus NU Care LAZISNU Grogolan, Dukuhseti, Pati, berpose bersama usai gelaran santunan yatama yang digelar di Masjid Darussalam pada Senin (29/6/2026). Foto: Ova
Menurut kader Fatayat NU ini, langkah tersebut merupakan bentuk amanah dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah agar setiap donasi disalurkan sesuai niat para muzakki dan donatur.
Pemanfaatan Medsos
Saat ditanya tentang rahasia trik penggalangan dana, Saroh mengaku memanfaatkan teknologi digital dan media sosial (medsos). Prosesnya berlangsung sangat cepat. Pencapaian tahun ini menjadi yang tertinggi sejak program santunan yatama dijalankan sekitar enam tahun terakhir.
“Saya hanya membuat status di WhatsApp. Tidak sampai sehari semalam sudah masuk sekitar Rp2 juta. Bahkan, dalam sekejap setelah status diunggah sudah ada donasi yang masuk melalui BRImo. Tidak sampai seminggu, dana yang dibutuhkan sudah terkumpul sehingga bisa langsung kami siapkan untuk dibagikan,” ungkapnya.
Guru MI Minsyaul Wathon Grogolan ini mengaku takjub dengan antusiasme masyarakat desa yang begitu tinggi dalam berbagi kepada anak-anak yatim. “Kalau melihat tingkat penghasilan masyarakat desa tentu berbeda dengan di kota. Tetapi semangat berbagi mereka sangat tinggi. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” tuturnya seraya bersyukur.
Saroh menilai keberhasilan penggalangan dana tahun ini tidak lepas dari pemanfaatan media digital sebagai sarana mengajak masyarakat berdonasi. Selain memanfaatkan status WhatsApp, UPZIS NU Care-LAZISNU Grogolan juga menyebarkan flyer melalui media sosial dengan dukungan para relawan dari kalangan generasi milenial dan Gen Z.
“Penggalangan dana melalui status WhatsApp dan flyer di media sosial ternyata sangat efektif dan efisien. Apalagi dibantu teman-teman generasi milenial dan Gen Z yang aktif menyebarkan informasi, sehingga jangkauan donatur menjadi lebih luas,” terangnya.
Secara khusus, Saroh berterima kasih kepada segenap donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya. Terutama pengurus NU Care-LAZISNU Kecamatan Dukuhseti, yakni H Mustaghfirin dan Hj Faridatus Sa’adah yang turut hadir dalam kegiatan.
Kepedulian sosial
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami’ Darussalam Grogolan Lor, KH Ali Makhtum, saat menyampaikan mauidzah hasanah mengapresiasi pelaksanaan santunan anak yatim yang diinisiasi NU Care-LAZISNU Grogolan. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah baik dalam menguatkan kepedulian sosial warga Nahdliyin.
“Intinya, acara santunan yang merupakan program LAZISNU ini sangat kami apresiasi. Harapan saya, acara yang digelar pertama kali ini mudah-mudahan bisa istiqamah,” ujarnya.
Kiai Makhtum mengungkapkan, sebelum pelaksanaan kegiatan, pengurus NU Care-LAZISNU Grogolan Utara telah berkonsultasi dengannya terkait teknis penyaluran santunan. Saat itu ia berpesan agar seluruh dana yang dihimpun benar-benar disalurkan kepada anak-anak yatim yang berhak menerimanya.
“Saya memang berpesan bahwa dana yatim harus diberikan semua kepada yang berhak. Tadi dilaporkan memang demikian. Saya bersyukur pengurus sangat amanah,” tandas Ketua Yayasan Pendidikan Islam Minsya’ul Wathon ini.
Ia berharap kegiatan santunan yatim dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai salah satu wujud nyata kepedulian sosial Nahdlatul Ulama di tingkat desa.
“Keberhasilan menghimpun donasi lebih dari Rp13 juta dalam waktu singkat menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat kepada NU Care-LAZISNU sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat gerakan filantropi NU di Grogolan,” pungkas Kiai Makhtum. (Ova)
- Penulis: Musthofa Asrori

Saat ini belum ada komentar