Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belajar dari Gus Dur

Belajar dari Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Mar 2022
  • visibility 618
  • comment 0 komentar

 

“Dengan lelucon, kita sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat.”

Kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Honoris Causa” itu sudah biasa.  Sedangkan kalau ada orang yang mendapatkan gelar bertitel “Doktor Humoris causa” itu baru luar biasa. Kira-kira itulah gelar yang pas untuk disematkan kepada KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab dipanggil Gus Dur, seorang tokoh nasionalis yang humanis dan humoris.

Sebagai seorang tokoh nasional, Gus Dur dikenal sebagai kiai humor. Beberapakali, guyonan, lawakan, joke, anekdot, dan beragam selorohan mewarnai komentar, ungkapan, ceramah, bahkan pidato sekalipun. Sehingga agak sulit untuk membedakan antara keseriusan dan guyonan Gus Dur.

Gus duru memiliki rasa humor yang luar biasa, yang memang dia asah sejak kanak-kanak, sehingga dia bisa menggunakannya secara spontan dalam situai apa pun dan ketika bertemu siapa pun. Dia tahu kekuatan humor dan tahu cara membawakannya dan sering juga menggunakannya untuk meledek dirinya sendiri. Dalam pengantar buku kumpulan lelucon Mati Ketawa Cara Rusia, 1986, Gus Dur menyampaikan pentingnya kemampuan menertawakan diri sendii. Di situ dia menulis; “orang harus mengenal diri sendiri sebelum mampu melihat yang aneh-aneh dalam perilaku diri sendiri itu.” Hlm (50)

Gus Dur sendiri, seperti yang kita ketahui, selain sebagai orang yang berlatar belakang pesantren, sebuh dunia santri yang kaya dengan humor, serta alegori-alegori kearifan humor yang khas. Beliau juga adalah alumnus sebuah Universitas di Mesir (al-Azhar), yakni sebuah negara yang ditempa oleh pengalaman eksistensial yang panjang sekaligus menyimpan kekayaan humor-humor cerdas yang menyegarkan.

Dari latar belakang inilah yang kurang banyak diketahui oleh masyarakat, bahwa Gus Dur memiliki kecerdasan tingkat dewa dalam intellectual chains serta humor-humor yang mencerdaskan nan menyegarkan terus mengalir hingga kini.

Gus Dur berfikir dan beraksi -sendiri

Yang istimewa dari Gus Dur adalah dia tidak sekadar bergelut dengan gagasan, tetapi juga bergulat, berupaya sangat keras, untuk mencari jalan agar gagasan-gagasannya membumi dan menjadi solusi bagi realitas. Gus Dur bergulat di semua level masyarakat; dia bergulat di dalam budaya, di dalam gerakan sosial, di dalam politik-di semua level, karena memang masalahnya multidemensional, sebab jika tidak ketuntutan, jadinya ya kemelut yang kronis seperti hari ini.

Sayangnya, kapasistas energi Gus Dur ternyata tidak mencukupi untuk menangani semuannya seorang diri, tetapi dia telah melakukan kerja besar. Dia selamanya akan menjadi inspirasi.

Menghidupkan Gus Dur adalah mengoperasikan gagasan-gagasan yang Gus Dur tawarkan sebagai solusi dan sekaligus memperjuangkan keterwujudannya, sebagaimana Gus Dur dulu melakukannya, nyaris seorang diri. Ia belum sempat membangun konstruksi struktural, dan itu menjadikan daya jangkau upayanya lebih terbatas.

Adapun yang perlu kita lakukan sekarang adalah melipatgandakan energi Gus Dur dengan cara membangun konstruksi struktural. Nahdlatul Ulama (NU) salah satunya. Kita masih memerlukan konstruksi struktural di berbagai sektor lain, termasuk di arena internasional. Hlm (143).

Dengan demikian, menghidupkan Gus Dur adalah melaksanakan gagasan-gagasan Gus Dur serta gagasan-gagasan yang menjadi solusi bagi realitas kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa.

Mari kita bangun bangsa dan hindari pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali.

 

Judul Buku      : Judul Buku      : Menghidupkan Gus Dur; Catatan Kenangan Yahya Cholil Staquf

Penulis             : AS Laksana

Penerbit           : LBBooks

Tahun Terbit   : 2021

Tebal               : 158

Peresensi         : Siswanto (Penikmat Buku)

 

  

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Seminar Hasil Riset Dosen pada Kamis (15/8). Bertempat di Ruang Meeting Rektorat IPMAFA, acara tersebut diikuti oleh penerima Hibah Peningkatan Mutu Penelitian LPPM IPMAFA Tahun 2019 dan civitas akademika lainnya. Presentasi hasil riset dosen IPMAFA di ruang meeting IPMAFA Kamis (15/8) […]

  • PCNU-PATI

    Ketika Kapal Titanic Menabrak Gunung Es

    • calendar_month Sen, 8 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Gunung es adalah bongkahan besar es air tawar yang berada di tengah lautan. Separuh badan gunung berada di dalam laut, sedang separuhnya lagi berada di permukaan. Tapi, tahukah Anda, yang berada di permukaan hanyalah 10% saja, sedang 90% berada di dalam lautan. Kita hanya melihat puncak gunungnya saja yang tampak […]

  • Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 624
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso kembali membuat harum nama Kabupaten Pati di kancah Nasional. Setelah 3 Santri MA Salafiyah yang berhasil menyabet 3 medali dalam perhelatan pencak silat Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019, kini beredar kabar dua santri MTs dan satu santri MI juga membawa pulang medali dari ajang yang sama. Para peaerta didik […]

  • Innalillahi, Istri Mbah Maimoen Berpulang

    Innalillahi, Istri Mbah Maimoen Berpulang

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 630
    • 0Komentar

    REMBANG – Kabar duka menyelimuti NU. Istri salah satu sesepuh NU, KH. Maimun Zubair meninggal dunia pada Kamis (1/9) tadi. Kepulangan Nyai Hj. Heni Maryam Maimoen Zubair tersebut sudah tersebar via media-media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp. Kabar ini pun dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak keluarga. Dikutip dari NU Online, KH. Taj Yasin Maimoen, putra KH. […]

  • PCNU-PATI

    IPMAFA Pati luluskan 274 Wisudawan Sarjana Santri

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pati- IPMAFA (Institut Pesantren Mathaliul Falah) menggelar upacara pelepasan wisuda ke 12. Bertempat di Adelia Bollrom New Merdeka Hotel pada (16/12/23). Wisuda juga dihadiri oleh para tamu undangan dari sahabat perguruan tinggi, IAIN Kudus, Universitas Safin Pati, STAIP, STTP, STIBI Pati, dan IAI Khozinatul Ulum Blora. Selain itu juga turut hadir Rais Syuriah PCNU […]

  • Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    Rakerwil I, LP. Ma’arif NU Jateng Paparkan Program dari 12 Bidang

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    Wonosobo – Bertempat di Ruang Sinensis, Tambi Tea Resort Wonosobo, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 bersama Ketua dan Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten/Kota se Jawa Tengah melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024). Dalam sesi pemaparan program kerja, dipimpin Wakil Sekretaris LP. Ma’arif NU PWNU […]

expand_less