Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Belahan Jiwa Al-Musthafa

Belahan Jiwa Al-Musthafa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
  • visibility 1.424
  • comment 0 komentar

Fatimah al-Zahra, adalah putri bungsu Rasulullah SAW. Ia adalah satu-satunya putri Rasulullah SAW yang memiliki anak keturunan. Tiga kakak perempuannya, Zainab, Ruqayyah, dan Ummu Kultsum, tidak mempunyai anak, Dari Rahim Fatimah, lahir Hasan dan Husain, cucu tersayang Rasulullah SAW. Karena itu pula, Fatimah sangat dicintai dan amat disayang Rasulullah SAW, sebab ia menjadi penerus garis keturunan Rasulullah SAW hingga akhir zaman.

Namanya begitu harum dan mulia. Jika merindukan wangi semerbak surga, Rasulullah SAW akan mendatangi dan mencium putri tercintanya ini. Tak jarang para istri Rasul SAW sangat mencemburuinya.

Fatimah al-Zahra, istri dari Ali ibn Abi Thalib ini memiliki berbagai keistimewaan dibandingkan wanita lainnya, bahkan para istri Nabi sekalipun. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita di surga kelak.

“Kabar gembira buat engkau, wahai putriku! Kelak engkau akan menjadi pemimpin wanita di surga.”

Fatimah bertanya kepada Rasulullah SAW bagaimana dengan para wanita utama seperti ibunya (Sayyidah Khadijah), Mariam binti Imran, dan Asiyah istri Fir’aun.

Rasulullah menjawab, “Mereka adalah pemimpin ahli surga di zamannya, sedangkan engkau pemimpin wanita di dunia dan akhirat.” ~Blurb

Para sejarawan berselisih paham dan tidak sepakat tentang kelahiran putri bungsu Rasulullah SAW, yakni Fatimah al-Zahra. Sebagian menuturkan bahwa Fatimah  dilahirkan pada hari Jumat di Makkah, pada 20 Jumadil Akhir, lima tahun sebelum diutusnya sang ayah tercinta, Muhammad ibn Abdullah, menjadi Rasul. Ini pendapat yang popular di kalangan Ahlussunnah. Sementara, kalangan Syiah berpendapat bahwa ia lahir pada 20 Jumadil Akhir lima tahun setelah ayahnya diangkat menjadi utusan Allah. Ada perbedaan jarak sepuluh tahun di antara dua pendapat di atas (hlm 1).

Barangkali, yang berpendapat bahwa kelahiran Fatimah pada tahun kelima setelah kerasulan ayahnya, berpegang pada hadis Aisyah riwayat Imam Hakim dalam Al-Mustadrak-nya (3:156), juga disebutkan dalam tafsir Al-Durr al-Mantsur karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi ketika menafsirkan ayat pertama surat Al-Isra. Aisyah berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ketika aku dalam perjalanan  ke langit (mi’raj), aku dimasukkan ke surga, lalu berhenti di sebuah pohon dari pohon-pohon surga. Aku melihat yang lebih indah dari pohon yang satu itu, daunnya paling putih, buahnya paling harum. Kemudian aku mendapatkan buahnya, lalu aku makan. Buah itu menjadi nuthfah di sulbiku. Setelah aku sampai di bumi, aku berhubungan dengan Khadijah, kemudian ia mengandung Fatimah. Setelah itu, setiap aku rindu aroma surga, aku mencium Fatimah.”

Hadis di atas berkenaan dengan Rasulullah SAW ketika melakukan Isra’ Mi’raj, seperti penjelasan Imam Al-Suyuthi, setelah beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Tentu saja, hal itu termasuk kejadian luar biasa yang harus diimani dengan sepenuh hati. Jadi, sebelum Khadijah mengandung Fatimah, didahului oleh peristiwa hebat sang suami yang punya dampak bagi kehamilan istri setelahnya. Adapun pendapat yang menegaskan bahwa Fatimah lahir lima tahun sebelum kerasulan sang ayah, juga berbarengan dengan peristiwa hebat lainnya, yaitu ketika Rasulullah SAW terpilih menjadi penengah kaum Quraisy yang sama-sama mengklaim berhak untuk meletakkan hajar aswad ke tempatnya semula. Jadi, baik pendapat pertama atau kedua, kelahiran Fatimah al-Zahra tetap didahului oleh peristiwa hebat dan penting dalam perjalanan kehidupan sang ayah, Muhammad SAW (hlm 2).

Maka, karena semua keistimewaan-keistimewaan itulah, Ali tidak diperkenankan menikahi wanita lain selama Fatimah masih hidup. Ali terlarang menikah lagi sebagai penghormatan kepada Rasulullah SAW sehingga tidak ada sesuatu pun yang meyakiti hatinya.

Rasulullah SAW besabda, “Fatimah adalah belahan jiwaku, menyakitinya berarti menyakitiku.” Ini adalah penegasan beliau tentang kedudukan putrinya, Fatimah, di dalam hati beliau (hlm 105).

Buku ini mengupas tentang sosok dan kehidupan Fatimah al-Zahra, putri tercinta Rasulullah SAW, mulai dari kelahirannya hingga wafatnya. Di dalamnya terdapat berbagai kisah inspiratif yang menakjubkan tentang Fatimah dan keluarganya.

Selain itu, sisi menarik di buku ini terletak pada tiga pilar utama, yaitu teori—praktik—informatif. Secara teori, penulis buku ini berpijak kepada sumber-sumber terpercaya, melalui riset yang mendalam, keotentikan serta kredibilitasnya tidak diragukan. Buku ini juga terintegrasi dengan praktik kehidupan di masa lalu sebagai bahan perenungan dan refleksi hidup. Dan informatif terhadap karya terbitan Indonesia bahkan dunia. Allahu a’lam bish-shawab.

Judul Buku      : Fatimah: Pemimpin Wanita di Surga

Penulis             : Fuad Abdurrahman

Penerbit           : Republika Penerbit

Tahun Terbit   : Cetakan Desember 2019

Tebal Halaman: 196

ISBN               : 978-623-7458-33-3

Peresensi         : Muhammad Sapi’i

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWC NU Gelar Acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC

    MWC NU Gelar Acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Margoyoso-Pati, 26/10/2022MWC NU Margoyoso menggelar rangkaian acara Tahtiman Al-Qur’an, Pelantikan Pengurus Ranting dan Launching Mobil MWC di Masjid Ipmafa desa Purworejo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati pada hari Rabu (26/10/2022). Turut hadir Camat Kecamatan Margoyoso, Kapolsek Margoyoso, Danramil Margoyoso. Disamping itu hadir Ketua Tangidziyah MWC NU Margoyoso, Bapak KH. Samu’in Wage, Bapak KH. Suhaili Ya’kub, pengurus […]

  • Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.723
    • 0Komentar

      Nuansa petualangan mewarnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui kegiatan jelajah Air Terjun Semirang, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kelestarian alam. Para peserta menempuh jalur trekking menuju air terjun sambil melakukan aksi bersih lingkungan. Sampah-sampah yang ditemui di sepanjang […]

  • Ramadan Ramah Lingkungan

    Ramadan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaannya, apakah Ramadan yang selalu hadir tiap tahunnya harus dikotori dengan praktik-praktik yang tidak ramah lingkungan? Kudune sih boten nggeh! Jangan ya dek, Ya. Sebagai bulan yang penuh berkah dan kemuliaan, Ramadan menjadi waktu yang sangat baik untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Selama bulan suci ini, umat Muslim […]

  • Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    Selamatkan Kader NU dari Ideologi Radikal

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU mengadakan seminar terkait ideologi Radikal, acra bertempat di gedung NU lantai 3 dengan menghadirkan pemateri Dr. Jamal Makmur Asmani, 21/5 kemarin. Dr. Jamal menjelaskan, Kader kader muda NU harus diselamatkan dari bahaya ideologi radikal yang terus menyerang kader bangsa. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, Pertama, mengokohkan paham Aswaja Annahdliyyah […]

  • PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    PCNU Tandaskan Pentingnya Eksistensi Pengurus Ranting

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    PATI-Perlunya koordinasi hingga akar rumput, memaksa NU harus memiliki corong-corong hingga ke tingkat desa. Hal ini sangat penting sebagai media penyaluran informasi baik dari atas ke bawah (up-down) maupun dari bawah ke atas (buttom-up). Sebenarnya, secara organisasi, NU sudah didesain untuk menembus level ini. Keberadaan Pengurus Ranting NU sebagai strata organisasi NU yang bersentuhan langsung […]

  • PCNU-PATI

    Sepuluh Ribuan Warga NU Pati Meriahkan Kirab Hari Santri 2022

    • calendar_month Sab, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id  – Sepuluh ribuan warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Pati ikuti Kirab Akbar dalam memperingati Hari Santri Nasional 2022.  Kirab itu diikuti oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PNCU) beserta Lembaga dan Badan Otonom (Banom). Selain itu, para santri dari sejumlah Madrasah dan Pesantren juga turut memeriahkan kegiatan ini. Sebelum kirab, para peserta mengikuti apel di […]

expand_less