Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • visibility 15.409
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Dosen IPMAFA

Ulama adalah inspirasi utama para santri dan warga Nahdlatul Ulama. Para santri dan warga NU harus termotivasi untuk meneladani para ulama sebagai lentera kehidupan dunia akhirat. Ada dua contoh ulama yang penuh inspirasi keteladanan. Dua contoh tersebut adalah KH. Abdul Karim, perintis pondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, dan KH. Abdussalam, pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kedua ulama ini adalah sumber inspirasi dan motivasi.
Ada beberapa teladan kedua ulama tersebut.
Pertama, tafaqquh fiddin
Sebelum kembali ke masyarakat, mengajar, bergumul, dan memberdayakan masyarakat, kedua ulama tersebut menghabiskan waktunya untuk thalabul ilmi. Thalabul ilmi menjadi spirit sepanjang hayat.
KH. Abdul Karim Lirboyo tidak pernah puas terhadap ilmu yang diperoleh. Setelah belajar di berbagai pesantren di Jawa, beliau meneruskan kaki ke Bangkalan untuk mulazamah kepada Syaichana Chalil bin Abdul Lathif selama lebih dari dua puluh tahun. Tidak cukup dengan itu, KH. Abdul Karim tabarrukan dengan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Puasa adalah tirakat KH. Abdul Karim yang dilakukan secara istiqomah.
KH. Abdussalam meskipun sudah dikenal faqih fiddin (mendalam ilmu agamanya), tapi beliau di masa senjanya justru menghafalkan al-qur’an. Sebuah spirit yang luar biasa. Ahlul qur’an inilah yang kemudian melekat kepada beliau dan keturunannya sampai sekarang.
Kedua, berani meninggalkan zona aman
KH. Abdul Karim Lirboyo diboyong mertuanya Kiai Sholeh ke desa Lirboyo yang masih abangan dan terkenal dengan budaya molimo (madon, madad, maling, mateni, lan mabuk). Semua ini beliau hadapi dengan tawakkal kuat kepada Allah, keyakinan total, dan ikhtiyar maksimal dalam mendidik santri dan masyarakat dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
KH. Abdussalam Kajen tidak meneruskan estafet pesantren ayahnya (KH. Abdullah sepuh), tapi membuka lahan khidmah baru dengan mendirikan mushalla yang menjadi cikal bakal berdirinya PIM. Madrasah ini berhasil bi idznillah melahirkan tokoh besar yang memberikan kontribusi maksimal bagi agama, masyarakat, bangsa dan umat manusia.
Kedua ulama ini berani meninggalkan zona aman dengan keyakinan akan pertolongan Allah bagi hambaNya yang berjuang di jalanNya.
Allah berfirman:
ان تنصروا الله ينصركم
Jika kamu menolong Allah, pasti Allah menolong kamu
Ketiga, mempunyai quwwah ruhiyyah (kekuatan spiritual)
Kedua ulama tersebut mempunyai kekuatan spiritual yang luar biasa sehingga mampu menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, dan cobaan yang datang silih berganti.
I’timad kepada Allah yang kuat menjadikan jiwa kedua ulama ini selalu bertadzakkur (mengingat Allah), bertafakkur (merenung-berpikir), dan bertadabbur (refleksi kritis) sehingga Allah menurunkan sakinatul qalbi (ketenangan hati) dalam menghadapi apapun. Totalitas proses ini menghasilkan kemantapan hati, keyakinan melangkah, dan kebahagiaan hakiki, lahir-batin.
Keduanya selalu memanfaatkan waktu malam untuk bermunajat kepada Allah dengan khusyu’, memohon pertolongan dan kemudahan dalam mendidik santri dan membimbing masyarakat.
Keempat, kaderisasi yang sukses
Kaderisasi menjadi ujung tombak kesuksesan sebuah perjuangan. Kaderisasi memastikan bahwa perjuangan berjalan secara kontinu, konsisten, dan dinamis, tidak stagnan, pasif, dan dekaden.
KH. Abdul Karim Lirboyo berhasil mengembangkan Pondok Lirboyo dan mengharumkan nama desa Lirboyo lewat kaderisasi yang sukses. KH. Marzuqi dan KH. Mahrus Ali adalah santri yang kemudian diambil menantu yang meneruskan estafet keilmuan dan kepemimpinan pondok Lirboyo.
KH. Abdussalam Kajen berhasil mengkader putra dan para santrinya menjadi penerus perjuangan. KH. Mahfudh Salam, KH. Abdullah Zain Salam, dan KH. Ali Mukhtar Salam adalah putra KH. Abdussalam yang menjadi kader penerus perjuangan. Kaderisasi Pondok Pesantren Lirboyo dan PIM Kajen sampai sekarang berjalan dengan sukses dengan prestasi yang gemilang.
Keempat, mempunyai bidang keahlian khusus
KH. Abdul Karim Lirboyo adalah faqih fiddin (menguasai dan mendalami semua ilmu agama). Namun, Pondok Lirboyo lebih dikenal sebagai pondok nahwu. Kepakaran nahwu KH. Abdul Karim diperoleh selama puluhan tahun menimba ilmu di Bangkalan Madura bersama Syaichana Chalil bin Abdul Lathif.
KH. Abdussalam Kajen juga faqih fiddin. Namun beliau lebih dikenal sebagai ahlul qur’an. Akhirnya al-qur’an inilah identitas utama KH. Abdussalam yang diteruskan oleh keturunan beliau sampai sekarang.
Keahlian khusus atau dalam bahasa sekarang ‘skill profesional’ sangat dibutuhkan supaya seseorang tahqiq dalam satu bidang yang membuka jalan bagi cabang ilmu yang lain.
Ulama dawuh:
من تبحر في علم واحد تبحر جميع العلوم
Orang yang menguasai betul satu ilmu, maka Allah bukakan jalan baginya untuk memahami dan menguasai semua ilmu
Kata guru penulis:
Be professional one, every body will see you
Jadilah profesional dalam satu bidang, semua orang akan menjadikan kamu rujukan
Kelima, mempunyai relasi yang luas
KH. Abdul Karim Lirboyo adalah sosok santri pengelana dari satu pondok ke pondok yang lain, sehingga relasinya sangat luas. Begitu juga KH. Abdussalam yang mempunyai relasi luas, baik kepada para kiai, santri dan masyarakat. Kedua ulama ini mempunyai relasi luas sehingga bisa istifadah untuk tazkiyatun nafsi (pembersihan jiwa) dan tabarrukan (menambah kebaikan).
Keenam, ta’dhim kepada guru dan keluarganya
KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam adalah sosok kiai yang sangat ta’dhim kepada gurunya. Kisah yang masyhur adalah ketika KH. Abdul Wahid Hasyim, putra Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, nyantri di Lirboyo, maka beliau benar-benar membimbing total kepada Gus Wahid sehingga dalam waktu singkat mampu mendalami berbagai macam ilmu, lahir dan batin.
Ketujuh, khumul (menghindari popularitas)
KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen adalah dua sosok kiai yang hidupnya total untuk khidmah agama, santri, dan masyarakat. Keduanya membentuk karakter, mengajari ilmu, dan mencerahkan kalbu santri dan masyarakat dengan tulus sehingga namamya harum. Setiap dawuh keduanya menancap kuat dalam kalbu dan menyinari kehidupan semua yang mendengar. Perilakunya menjadi ‘oase’ yang tidak pernah kering dikaji dan diteladani.
Ingat dawuh Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari:
ادفن وجودك في أرض الخمول
فما نبت مما لم يدفن لا يتم نتاجه
Tanamkan wujudmu di bumi yang tidak dikenal,
Karena buah yang tumbuh dari sesuatu yang tidak ditanam, tidak akan sempurna hasilnya

Tujuh inspirasi keteladanan dari kedua ulama ini menjadi bekal santri dan warga NU dalam menggerakkan perubahan yang positif konstruktif di tengah masyarakat dengan tekat yang kuat, keyakinan tinggi dan totalitas tawakkal-ikhtiyar dengan tujuan menggapai ridla Allah dunia-akhirat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Pertajam Analisis Sosial Lewat Studi Banding di Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Pertajam Analisis Sosial Lewat Studi Banding di Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Klaten — Segenap Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan studi banding ke Desa Wisata Umbul Ponggok, Klaten. Selasa, 1 Juli 2025. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan keilmuan serta memahami secara langsung praktik pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Acara diawali dengan sesi diskusi yang dipandu […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran dan Bedah Novel PRASA dan KELIR Karya Yon Bayu Wahyono di PDS.HB.Jassin

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 31/10/2023. Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023). Untuk novel  PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga […]

  • MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    MAMU Ngerang Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO-Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Pati menyebabkan terhambatnya aktivitas masyarakat. Pasalnya, air sebagai salah kebutuhan vital sulit di dapat. Akhirnya, kegiatan-kegiatan seperti bercocok tanam hingga makan dan minum menuai kendala. Diatribusi air bersih di RW 1 Desa Ngerang, Kecamatan Tambakromo, Pati oleh MA Miftahul Ulum, Ngerang, Mingu (22/9) Menyikapi hal ini, banyak organisasi […]

  • Tanggulangi Covid 19, PCNU Pati Bagikan Bilik Antiseptik

    Tanggulangi Covid 19, PCNU Pati Bagikan Bilik Antiseptik

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyerahkan sebuah bilik antiseptik kepada pengurus takmir Masjid Baiturrohim, Winong, Pati. PATI-Demi menunjang kenyamanan beribadah di tengah penyebaran covid 19, PCNU Pati segera ambil tindakan. Melalui berbagai lembaganya, pengurus  NU kabupaten Pati tersebut melakukan support upaya pencegahar penyebaran virus melalui bantuan moril dan materiil. Support moril dilaksanakan dengan […]

  • IPMAFA Terjunkan 264 Mahasiswa untuk Mengabdi di Masyarakat

    IPMAFA Terjunkan 264 Mahasiswa untuk Mengabdi di Masyarakat

    • calendar_month Sel, 10 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

      Ruang zoom meeting penerjunan 264 Mahasiswa IPMAFA peserta KKN MDR tahun 2021 MARGOYOSO-Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menerjunkan 264 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Mandiri Dari Rumah (KKN MDR) tahun 2021. Acara penerjunan dilakukan secara daring dipimpin langsung oleh Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghofarrozin, M. Ed pada Senin (9/8) pagi. Turut hadir […]

  • Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    Buka Acara Mapaba, Ini Pesan Sekum PC PMII Pati

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Civitas akademika STAI Pati yang mengikuti Mapaba PMII Rayon Tarbiyah STAIP, berpose bersama beberapa pengurua PMII PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah STAI Pati menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) tahun 2021. dengan mengusung tema ‘Menumbuhkan loyalitas antar Anggota Berdaya Saing Tinggi sebagai Harapan Bangsa dan Agama, Mapaba tersebut diikuti sedikitnya oleh […]

expand_less