Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • visibility 15.363
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Dosen IPMAFA

Ulama adalah inspirasi utama para santri dan warga Nahdlatul Ulama. Para santri dan warga NU harus termotivasi untuk meneladani para ulama sebagai lentera kehidupan dunia akhirat. Ada dua contoh ulama yang penuh inspirasi keteladanan. Dua contoh tersebut adalah KH. Abdul Karim, perintis pondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, dan KH. Abdussalam, pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kedua ulama ini adalah sumber inspirasi dan motivasi.
Ada beberapa teladan kedua ulama tersebut.
Pertama, tafaqquh fiddin
Sebelum kembali ke masyarakat, mengajar, bergumul, dan memberdayakan masyarakat, kedua ulama tersebut menghabiskan waktunya untuk thalabul ilmi. Thalabul ilmi menjadi spirit sepanjang hayat.
KH. Abdul Karim Lirboyo tidak pernah puas terhadap ilmu yang diperoleh. Setelah belajar di berbagai pesantren di Jawa, beliau meneruskan kaki ke Bangkalan untuk mulazamah kepada Syaichana Chalil bin Abdul Lathif selama lebih dari dua puluh tahun. Tidak cukup dengan itu, KH. Abdul Karim tabarrukan dengan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Puasa adalah tirakat KH. Abdul Karim yang dilakukan secara istiqomah.
KH. Abdussalam meskipun sudah dikenal faqih fiddin (mendalam ilmu agamanya), tapi beliau di masa senjanya justru menghafalkan al-qur’an. Sebuah spirit yang luar biasa. Ahlul qur’an inilah yang kemudian melekat kepada beliau dan keturunannya sampai sekarang.
Kedua, berani meninggalkan zona aman
KH. Abdul Karim Lirboyo diboyong mertuanya Kiai Sholeh ke desa Lirboyo yang masih abangan dan terkenal dengan budaya molimo (madon, madad, maling, mateni, lan mabuk). Semua ini beliau hadapi dengan tawakkal kuat kepada Allah, keyakinan total, dan ikhtiyar maksimal dalam mendidik santri dan masyarakat dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
KH. Abdussalam Kajen tidak meneruskan estafet pesantren ayahnya (KH. Abdullah sepuh), tapi membuka lahan khidmah baru dengan mendirikan mushalla yang menjadi cikal bakal berdirinya PIM. Madrasah ini berhasil bi idznillah melahirkan tokoh besar yang memberikan kontribusi maksimal bagi agama, masyarakat, bangsa dan umat manusia.
Kedua ulama ini berani meninggalkan zona aman dengan keyakinan akan pertolongan Allah bagi hambaNya yang berjuang di jalanNya.
Allah berfirman:
ان تنصروا الله ينصركم
Jika kamu menolong Allah, pasti Allah menolong kamu
Ketiga, mempunyai quwwah ruhiyyah (kekuatan spiritual)
Kedua ulama tersebut mempunyai kekuatan spiritual yang luar biasa sehingga mampu menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, dan cobaan yang datang silih berganti.
I’timad kepada Allah yang kuat menjadikan jiwa kedua ulama ini selalu bertadzakkur (mengingat Allah), bertafakkur (merenung-berpikir), dan bertadabbur (refleksi kritis) sehingga Allah menurunkan sakinatul qalbi (ketenangan hati) dalam menghadapi apapun. Totalitas proses ini menghasilkan kemantapan hati, keyakinan melangkah, dan kebahagiaan hakiki, lahir-batin.
Keduanya selalu memanfaatkan waktu malam untuk bermunajat kepada Allah dengan khusyu’, memohon pertolongan dan kemudahan dalam mendidik santri dan membimbing masyarakat.
Keempat, kaderisasi yang sukses
Kaderisasi menjadi ujung tombak kesuksesan sebuah perjuangan. Kaderisasi memastikan bahwa perjuangan berjalan secara kontinu, konsisten, dan dinamis, tidak stagnan, pasif, dan dekaden.
KH. Abdul Karim Lirboyo berhasil mengembangkan Pondok Lirboyo dan mengharumkan nama desa Lirboyo lewat kaderisasi yang sukses. KH. Marzuqi dan KH. Mahrus Ali adalah santri yang kemudian diambil menantu yang meneruskan estafet keilmuan dan kepemimpinan pondok Lirboyo.
KH. Abdussalam Kajen berhasil mengkader putra dan para santrinya menjadi penerus perjuangan. KH. Mahfudh Salam, KH. Abdullah Zain Salam, dan KH. Ali Mukhtar Salam adalah putra KH. Abdussalam yang menjadi kader penerus perjuangan. Kaderisasi Pondok Pesantren Lirboyo dan PIM Kajen sampai sekarang berjalan dengan sukses dengan prestasi yang gemilang.
Keempat, mempunyai bidang keahlian khusus
KH. Abdul Karim Lirboyo adalah faqih fiddin (menguasai dan mendalami semua ilmu agama). Namun, Pondok Lirboyo lebih dikenal sebagai pondok nahwu. Kepakaran nahwu KH. Abdul Karim diperoleh selama puluhan tahun menimba ilmu di Bangkalan Madura bersama Syaichana Chalil bin Abdul Lathif.
KH. Abdussalam Kajen juga faqih fiddin. Namun beliau lebih dikenal sebagai ahlul qur’an. Akhirnya al-qur’an inilah identitas utama KH. Abdussalam yang diteruskan oleh keturunan beliau sampai sekarang.
Keahlian khusus atau dalam bahasa sekarang ‘skill profesional’ sangat dibutuhkan supaya seseorang tahqiq dalam satu bidang yang membuka jalan bagi cabang ilmu yang lain.
Ulama dawuh:
من تبحر في علم واحد تبحر جميع العلوم
Orang yang menguasai betul satu ilmu, maka Allah bukakan jalan baginya untuk memahami dan menguasai semua ilmu
Kata guru penulis:
Be professional one, every body will see you
Jadilah profesional dalam satu bidang, semua orang akan menjadikan kamu rujukan
Kelima, mempunyai relasi yang luas
KH. Abdul Karim Lirboyo adalah sosok santri pengelana dari satu pondok ke pondok yang lain, sehingga relasinya sangat luas. Begitu juga KH. Abdussalam yang mempunyai relasi luas, baik kepada para kiai, santri dan masyarakat. Kedua ulama ini mempunyai relasi luas sehingga bisa istifadah untuk tazkiyatun nafsi (pembersihan jiwa) dan tabarrukan (menambah kebaikan).
Keenam, ta’dhim kepada guru dan keluarganya
KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam adalah sosok kiai yang sangat ta’dhim kepada gurunya. Kisah yang masyhur adalah ketika KH. Abdul Wahid Hasyim, putra Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, nyantri di Lirboyo, maka beliau benar-benar membimbing total kepada Gus Wahid sehingga dalam waktu singkat mampu mendalami berbagai macam ilmu, lahir dan batin.
Ketujuh, khumul (menghindari popularitas)
KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen adalah dua sosok kiai yang hidupnya total untuk khidmah agama, santri, dan masyarakat. Keduanya membentuk karakter, mengajari ilmu, dan mencerahkan kalbu santri dan masyarakat dengan tulus sehingga namamya harum. Setiap dawuh keduanya menancap kuat dalam kalbu dan menyinari kehidupan semua yang mendengar. Perilakunya menjadi ‘oase’ yang tidak pernah kering dikaji dan diteladani.
Ingat dawuh Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari:
ادفن وجودك في أرض الخمول
فما نبت مما لم يدفن لا يتم نتاجه
Tanamkan wujudmu di bumi yang tidak dikenal,
Karena buah yang tumbuh dari sesuatu yang tidak ditanam, tidak akan sempurna hasilnya

Tujuh inspirasi keteladanan dari kedua ulama ini menjadi bekal santri dan warga NU dalam menggerakkan perubahan yang positif konstruktif di tengah masyarakat dengan tekat yang kuat, keyakinan tinggi dan totalitas tawakkal-ikhtiyar dengan tujuan menggapai ridla Allah dunia-akhirat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menemukan Potongan/Serpihan Anggota Tubuh.

    Menemukan Potongan/Serpihan Anggota Tubuh.

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

     Pada suatu daerah yang berpenduduk campuran antara muslim dan non muslim, seseorang menemukan serpihan anggota tubuh mayat ditengah jalan.   Pertanyaan :    Apa yang harus dilakukan orang tersebut atas kaitannya dengan tahjîz al-mayyit ?   Jawaban :Yang dilakukan adalah melakukan tahjîzulmayyit dengan sempurna apabila serpihan tersebut diyakini pisah setelah meninggalnya mayyit (yang memiliki serpihan […]

  • Pergunu dan Ma’arif NU Jateng Komitmen Cetak Generasi NU yang Mendunia

    Pergunu dan Ma’arif NU Jateng Komitmen Cetak Generasi NU yang Mendunia

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.782
    • 0Komentar

    Guanzhou, Pergunu Jawa Tengah (Persatuan Guru Nahdlatul Ulama)bersama LP Ma’arif NU Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi Nahdlatul Ulama yang memiliki wawasan global dan mampu bersaing di kancah internasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pergunu Jawa Tengah, Dr. H. Nur Cholid, M.Pd., M.Ag, dan Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhrudin Karmani, M.Pd, […]

  • Tazkiyatul Muthmainnah (tengah jas batik) anggota komisi E DPRD Jateng usai melakukan FGD dengan Kader GPSA Fatayat NU Pati

    Tazkiyatul Muthmainnah Respon Perempuan Bersuara Mengawal JKN-KIS

    • calendar_month Ming, 12 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    PATI – Fatayat NU Pati semakin hari menunjukkan progres yang signifikan. Kolaborasi demi kolaborasi dilakukan dalam rangka memberikan manfaat kepada masyarakat. Mulai dari kerja sama dengan berbagai kementerian hingga stakeholder non pemerintah. Terakhir, PC Fatayat NU Pati baru saja melakukan evaluasi atas kerja samanya dengan Akatiga. Program bertajuk Monev Global Partnership for Social Accountability (GPSA) […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Sukses Gelar Final Duta Pelajar NU Pati

    PC IPNU IPPNU Pati Sukses Gelar Final Duta Pelajar NU Pati

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PATI-PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati sukses menggelar final duta pelajar NU Pati tahun 2021. Kegiatan tersebut sepenuhnya digelar secara virtual melalui google meet dan streaming IG PC IPNU IPPNU Pati pada Rabu (4/8). Muhammad Hafidz, Penanggung jawab kegiatan tersebut menuturkan, bahwa pada gelaran final kali ini diikuti oleh top 5 besar, baik IPNU maupun IPPNU. […]

  • Lazisnu Ranting Dukuhseti Distribusikan bantuan ke Warga diwilayah Dukuhseti

    Lazisnu Ranting Dukuhseti Distribusikan bantuan ke Warga diwilayah Dukuhseti

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.205
    • 0Komentar

      Curah hujan yang berintensitas tinggi mengakibatkan Banjir yang melanda Kecamatan Dukuhseti mengetuk kepedulian pengurus dan simpatisan Lazisnu Ranting Dukuhseti. Aksi solidaritas yang dilakukan pengurus Lazisnu Ranting Dukuhseti, Minanurul Rohman selaku ketua Lazisnu Ranting Dukuhseti menggerakkan semua pengurus dan simpatisan untuk menggalang aksi solidaritas pada Selasa 13 Januari 2026 “Sebenarnya aksi solidaritas sudah dilakukan dari […]

  • Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    PCNUPATI-online. Menyebut istilah santri, tidak bisa terlepas dari peran utamanya yang salah satunya dalam bidang politik. Santri dan politik adalah dua istilah yang berbeda akan tetapi dapat menyatu karena merupakan perwujudan dari system Negara yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemennya yang salah satunya adalah santri dalam mengusung perubahan. Hal tersebut dapat dijalankan salah satunya […]

expand_less