Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

Inspirasi KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • visibility 15.253
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Dosen IPMAFA

Ulama adalah inspirasi utama para santri dan warga Nahdlatul Ulama. Para santri dan warga NU harus termotivasi untuk meneladani para ulama sebagai lentera kehidupan dunia akhirat. Ada dua contoh ulama yang penuh inspirasi keteladanan. Dua contoh tersebut adalah KH. Abdul Karim, perintis pondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur, dan KH. Abdussalam, pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen. Kedua ulama ini adalah sumber inspirasi dan motivasi.
Ada beberapa teladan kedua ulama tersebut.
Pertama, tafaqquh fiddin
Sebelum kembali ke masyarakat, mengajar, bergumul, dan memberdayakan masyarakat, kedua ulama tersebut menghabiskan waktunya untuk thalabul ilmi. Thalabul ilmi menjadi spirit sepanjang hayat.
KH. Abdul Karim Lirboyo tidak pernah puas terhadap ilmu yang diperoleh. Setelah belajar di berbagai pesantren di Jawa, beliau meneruskan kaki ke Bangkalan untuk mulazamah kepada Syaichana Chalil bin Abdul Lathif selama lebih dari dua puluh tahun. Tidak cukup dengan itu, KH. Abdul Karim tabarrukan dengan Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari di Tebuireng. Puasa adalah tirakat KH. Abdul Karim yang dilakukan secara istiqomah.
KH. Abdussalam meskipun sudah dikenal faqih fiddin (mendalam ilmu agamanya), tapi beliau di masa senjanya justru menghafalkan al-qur’an. Sebuah spirit yang luar biasa. Ahlul qur’an inilah yang kemudian melekat kepada beliau dan keturunannya sampai sekarang.
Kedua, berani meninggalkan zona aman
KH. Abdul Karim Lirboyo diboyong mertuanya Kiai Sholeh ke desa Lirboyo yang masih abangan dan terkenal dengan budaya molimo (madon, madad, maling, mateni, lan mabuk). Semua ini beliau hadapi dengan tawakkal kuat kepada Allah, keyakinan total, dan ikhtiyar maksimal dalam mendidik santri dan masyarakat dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
KH. Abdussalam Kajen tidak meneruskan estafet pesantren ayahnya (KH. Abdullah sepuh), tapi membuka lahan khidmah baru dengan mendirikan mushalla yang menjadi cikal bakal berdirinya PIM. Madrasah ini berhasil bi idznillah melahirkan tokoh besar yang memberikan kontribusi maksimal bagi agama, masyarakat, bangsa dan umat manusia.
Kedua ulama ini berani meninggalkan zona aman dengan keyakinan akan pertolongan Allah bagi hambaNya yang berjuang di jalanNya.
Allah berfirman:
ان تنصروا الله ينصركم
Jika kamu menolong Allah, pasti Allah menolong kamu
Ketiga, mempunyai quwwah ruhiyyah (kekuatan spiritual)
Kedua ulama tersebut mempunyai kekuatan spiritual yang luar biasa sehingga mampu menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, dan cobaan yang datang silih berganti.
I’timad kepada Allah yang kuat menjadikan jiwa kedua ulama ini selalu bertadzakkur (mengingat Allah), bertafakkur (merenung-berpikir), dan bertadabbur (refleksi kritis) sehingga Allah menurunkan sakinatul qalbi (ketenangan hati) dalam menghadapi apapun. Totalitas proses ini menghasilkan kemantapan hati, keyakinan melangkah, dan kebahagiaan hakiki, lahir-batin.
Keduanya selalu memanfaatkan waktu malam untuk bermunajat kepada Allah dengan khusyu’, memohon pertolongan dan kemudahan dalam mendidik santri dan membimbing masyarakat.
Keempat, kaderisasi yang sukses
Kaderisasi menjadi ujung tombak kesuksesan sebuah perjuangan. Kaderisasi memastikan bahwa perjuangan berjalan secara kontinu, konsisten, dan dinamis, tidak stagnan, pasif, dan dekaden.
KH. Abdul Karim Lirboyo berhasil mengembangkan Pondok Lirboyo dan mengharumkan nama desa Lirboyo lewat kaderisasi yang sukses. KH. Marzuqi dan KH. Mahrus Ali adalah santri yang kemudian diambil menantu yang meneruskan estafet keilmuan dan kepemimpinan pondok Lirboyo.
KH. Abdussalam Kajen berhasil mengkader putra dan para santrinya menjadi penerus perjuangan. KH. Mahfudh Salam, KH. Abdullah Zain Salam, dan KH. Ali Mukhtar Salam adalah putra KH. Abdussalam yang menjadi kader penerus perjuangan. Kaderisasi Pondok Pesantren Lirboyo dan PIM Kajen sampai sekarang berjalan dengan sukses dengan prestasi yang gemilang.
Keempat, mempunyai bidang keahlian khusus
KH. Abdul Karim Lirboyo adalah faqih fiddin (menguasai dan mendalami semua ilmu agama). Namun, Pondok Lirboyo lebih dikenal sebagai pondok nahwu. Kepakaran nahwu KH. Abdul Karim diperoleh selama puluhan tahun menimba ilmu di Bangkalan Madura bersama Syaichana Chalil bin Abdul Lathif.
KH. Abdussalam Kajen juga faqih fiddin. Namun beliau lebih dikenal sebagai ahlul qur’an. Akhirnya al-qur’an inilah identitas utama KH. Abdussalam yang diteruskan oleh keturunan beliau sampai sekarang.
Keahlian khusus atau dalam bahasa sekarang ‘skill profesional’ sangat dibutuhkan supaya seseorang tahqiq dalam satu bidang yang membuka jalan bagi cabang ilmu yang lain.
Ulama dawuh:
من تبحر في علم واحد تبحر جميع العلوم
Orang yang menguasai betul satu ilmu, maka Allah bukakan jalan baginya untuk memahami dan menguasai semua ilmu
Kata guru penulis:
Be professional one, every body will see you
Jadilah profesional dalam satu bidang, semua orang akan menjadikan kamu rujukan
Kelima, mempunyai relasi yang luas
KH. Abdul Karim Lirboyo adalah sosok santri pengelana dari satu pondok ke pondok yang lain, sehingga relasinya sangat luas. Begitu juga KH. Abdussalam yang mempunyai relasi luas, baik kepada para kiai, santri dan masyarakat. Kedua ulama ini mempunyai relasi luas sehingga bisa istifadah untuk tazkiyatun nafsi (pembersihan jiwa) dan tabarrukan (menambah kebaikan).
Keenam, ta’dhim kepada guru dan keluarganya
KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam adalah sosok kiai yang sangat ta’dhim kepada gurunya. Kisah yang masyhur adalah ketika KH. Abdul Wahid Hasyim, putra Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, nyantri di Lirboyo, maka beliau benar-benar membimbing total kepada Gus Wahid sehingga dalam waktu singkat mampu mendalami berbagai macam ilmu, lahir dan batin.
Ketujuh, khumul (menghindari popularitas)
KH. Abdul Karim Lirboyo dan KH. Abdussalam Kajen adalah dua sosok kiai yang hidupnya total untuk khidmah agama, santri, dan masyarakat. Keduanya membentuk karakter, mengajari ilmu, dan mencerahkan kalbu santri dan masyarakat dengan tulus sehingga namamya harum. Setiap dawuh keduanya menancap kuat dalam kalbu dan menyinari kehidupan semua yang mendengar. Perilakunya menjadi ‘oase’ yang tidak pernah kering dikaji dan diteladani.
Ingat dawuh Imam Ibnu Athaillah As-Sakandari:
ادفن وجودك في أرض الخمول
فما نبت مما لم يدفن لا يتم نتاجه
Tanamkan wujudmu di bumi yang tidak dikenal,
Karena buah yang tumbuh dari sesuatu yang tidak ditanam, tidak akan sempurna hasilnya

Tujuh inspirasi keteladanan dari kedua ulama ini menjadi bekal santri dan warga NU dalam menggerakkan perubahan yang positif konstruktif di tengah masyarakat dengan tekat yang kuat, keyakinan tinggi dan totalitas tawakkal-ikhtiyar dengan tujuan menggapai ridla Allah dunia-akhirat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LSP P2 Ma’arif Jateng Gelar Upgrading Asesor: Menyempurnakan MUK Sesuai Standar BNSP

    LSP P2 Ma’arif Jateng Gelar Upgrading Asesor: Menyempurnakan MUK Sesuai Standar BNSP

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Kudus, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 Ma’arif Jateng telah sukses menggelar Upgrading Materi Uji Kompetensi (MUK) versi 2023 yang berlangsung pada 10-12 Februari 2025 di SMK Ma’arif Kudus, Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi asesor dalam melaksanakan uji sertifikasi berbasis standar terbaru. Dalam sambutannya, Arif […]

  • PCNU-PATI

    Ujian Kemanusiaan

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Bencana terjadi di mana-mana. Mulai dari gempa Cianjur, hingga yang terakhir, banjir bandang dan angin kencang menerjang Kabupaten Pati. Intinya, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Banyak korban berjatuhan, mulai nyawa, kesehatan, harta, peluang ekonomi, pendidikan, pokoknya banyak. Total kerugian materiil memang luar biasa besar. Tapi adakah nominal rupiah yang mampu membayar […]

  • Majalah LTN PCNU Pati Akhirnya Terbit

    Majalah LTN PCNU Pati Akhirnya Terbit

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2014
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Ketika melihat proses pemilihan presiden 9 Juli 2014, kita bisa menyaksikan bagaimana media menjadi alat efektif bagi masing-masing kandidat untuk mensosialisasikan visi-misi dan program-program yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang. Di sisi lain, media juga menjadi alat efektif bagi masing-masing kandidat untuk menyerang, memfitnah dan memprovokasi satu sama lain. Bahkan, bila kita bergeser dalam […]

  • Ilustrasi Branding - PCNU PATI, Photo by Eva Elijas on Pexels

    Branding

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Saban pagi rutinitas harian adalah minum kopi, seseklai membaca buku puisi. Robusta adalah merk kopi rakyat yang sangat di gemari masyarakat. Sebab harganya pas di kantong tak bikin kantong kosong. Selain itu, adalah bentuk perlawanan dengan merk-merk kopi pabrikan. Masyarakat di desa kami lebih menghargai produk-produk tetangga dan saudara dan temannya, ketimbang produk pabrikan. Apabila […]

  • PCNU-PATI

    Pagar Nusa Akan Gelar HUT-nya Januari 2023, Ini Bocorannya

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Cabang Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN), secara resmi memutuskan kegiatan HUT PN ke-37, pada Januari mendatang.  Rencananya, kegiatan HUT ini akan berlangsung meriah. Menurut Suwarto, Ketua PC Pagar Nusa Pati, agenda tahunan ini akan dihelat selama tiga hari berturut-turut.  “Rencananya mulai (tanggal) 27 sampai 29 Januari dan kami pusatkan di Kecamatan […]

  • Innalillahi, KH. Zainuddin Djazuli Wafat

    Innalillahi, KH. Zainuddin Djazuli Wafat

    • calendar_month Sab, 10 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    KH. Zainuddin Djazuli, Pengasuh PP. Al Falah Ploso, Kediri sekaligus Mustasyar PBNU KEDIRI-Kabar duka datang dari Kediri, Jawa Timur. Masyayikh salah satu pondok ternama di kota tersebut dikabarkan meninggal dunia.  KH. Zainuddin Djazuli yang merupakan pengasuh PP. Al Falah Ploso, Kediri, berpulang Sabtu (10/7). Kabar duka ini telah menyebar ke berbagai grup whatsapp dan media […]

expand_less