Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kejahatan Seksual Bukan Milik Ormas

Kejahatan Seksual Bukan Milik Ormas

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
  • visibility 13.392
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Shalikhin*

“Saya memilih keluar dari Islam,” kata bapak tua bau tanah kepada seorang remaja bau kencur. Lantas remaja yang masih labil itupun antusias dan menyambar dengan pertanyaan bertubi-tubi.

“Mengapa, mbah? Bukankah Islam itu rahmat? Bukannya mbah sudah Islam dari lahir? Kok tiba-tiba banget, Mbah?.”

Pria tua itupun menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan nada bass agar terdengar bijak nan wibawa. “Perhatikanlah, wahai anak muda, setiap ada kejahatan di negara kita, pasti pelakunya adalah ummat islam. Jadi aku putuskan untuk pindah agama.”

Jawaban ini tak membuat sang remaja kaget. Ia bahkan–kini–mengetahui kapasitas kepala lawan bicaranya. Ya, dia tak mau mendebat apalagi menyanggah, sebab keputusan itu telah menjadi pilihan bapak tua tadi.

Setelah menyerutup kopinya dengan gegas, ia berpamitan. Dirinya tak mau adu mekanik dengan orang yang bukan levelnya.

Di atas laju sepeda motor BeAt karbu, isi kepala pamuda bijak itu mengingat kembali pelajaran Sosiologi tempo hari. Menurut guru Sosiologi, apa yang dilakukan bapak tua tadi adalah stereotipe. Rekaman itu masih menempel betul di benaknya.

Kejahatan, sama sekali tidak memikliki agama, setidaknya tidak ada sangkut pautnya dengan perkara sesakral agama. Semua agama melarang tindak kriminal.

Ia lahir dari nafsu, yang didorong oleh keinginan, kebutuhan atau bahkan kesempatan. Kalaupun pelakunya beragama islam, kristen, katholik, atau atheis sekalipun, itu hanya kebetulan semata.

Sekilas, pilihan bapak tua tadi ada benarnya, namun itu hanyalah stereotip yang referensinya sesempit daun petai cina. Ia tak melihat konteks yang lebih lapang dengan kaca mata yang lebih terang.

Konteks kejahatan yang melulu dilakukan oleh oknum umat Islam, hanya karena agama ini memang mayoritas di Indonesia. Coba bandingkan, kriminal-kriminal di Amerika, Bandar Narkoboy di Meksiko, pencopet di India atau bahkan penjahat kemanusiaan di Israel. Apa agama mereka? Islam kah?. Sekali lagi, hal ini nir-koneksi dengan agama (titik).

Oknum Kiai Cabul

Ditengah maraknya kabar pengasuh, ustadz atau kiai pesantren cabul, NU selalu menjadi bidikan tumbal pelampiasan. Ya, khalayak memang cenderung mengambinghitamkan seseorang atau organisasi agar terlihat ada yang bersalah di satu sisi, dan ada patriot di sisi lainnya.

“Itu pasti pesantren NU!” Kata seorang netizen di kolom komentar salah satu postingan Instagram terkait kasus oknum kiai cabul di Pati. Jika kita mampu dan mau berfikir jernih layaknya remaja bijak tadi, maka akan kita temukan oase hikmah yang sama.

RMI NU (Lembaga NU yang mengurus Pondok Pesantren) merilis data yang menunjukkan bahwa ada sekitar 23.000-28.000 pesantren milik NU. Sementara itu, per September 2025 kemarin, data Kemenag menyatakan bahwa total pesantren di Indonesia Raya ini berjumlah 42.391 sampai 42.433 unit yang memiliki beragam latar ormas.

Bayangkan, dari total empat puluh dua ribu sekian, separo lebih milik NU atau beraviliasi dengan NU. Artinya kembali dengan prinsip tadi, tidak satupun Ormas Islam di Indonesia mengajarkan kejahatan seksual. Mereka adalah oknum yang bukan hanya merugikan Ormas, mencoreng nama baik pesantren, tapi membunuh masa depan bangsa.

Andaikan mereka mengaku diri sebagai Nahdliyyin, bukankan NU yang paling dirugikan? Sudah jatuh tertimpa tangga, dihinakan nama baiknya, jadi sasaran massa di Sosial Media pula.

Dalam kondisi semacam ini, terlepas pesantren terkait memiliki hubungan organisasi dengan NU atau tidak, sudah selayaknya semua Ormas khususnya Nahdlatul Ulama turun tangan bukan hanya dalam penegakan hukumnya, namun juga trauma healling bagi para korban. Sebab, menyediakan masa depan cerah bagi generasi berikutnya adalah tanggung jawab kita semua. Akhirul kalam, semoga kejadian asusila semacam ini tidak terjadi lagi terutama di lingkungan pesantren, dan di lingkungan manapun pada umumnya.

*Penulis adalah Sekretaris LTN NU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh, Para Guru NU Asah Skil Dapur

    Heboh, Para Guru NU Asah Skil Dapur

    • calendar_month Jum, 8 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

      Para guru yang tergabung dalam Organisasi Pergunu memamerkan halis karya mereka usai memgikuti pelatihan tata boga di SMA Muria Pati bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Pati PATI – Kamis (07/10) PC Pergunu Kabupaten Pati mengadakan pelatihan tata boga. Kegiatan ini terlaksana dengan menggandeng  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa […]

  • Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Seminar Hasil Riset Dosen pada Kamis (15/8). Bertempat di Ruang Meeting Rektorat IPMAFA, acara tersebut diikuti oleh penerima Hibah Peningkatan Mutu Penelitian LPPM IPMAFA Tahun 2019 dan civitas akademika lainnya. Presentasi hasil riset dosen IPMAFA di ruang meeting IPMAFA Kamis (15/8) […]

  • PCNU-PATI

    Pj Bupati Hadiri Pelajar NU Pati Bersholawat

    • calendar_month Kam, 9 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI – Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menghadiri acara Pelajar NU Pati Bersholawat di halaman Gedung PCNU Kabupaten Pati, Rabu (8/3/2023). Acara tersebut digelar dalam rangka peringatan Harlah IPNU ke-69 dan IPPNU ke-68. Dalam kesempatan itu, Pj Bupati Pati berpesan kepada para pengurus dan kader IPNU IPPNU dapat menjalin komunilasi yang baik […]

  • Vaksinasi, Lebih Sakit Donor Darah

    Vaksinasi, Lebih Sakit Donor Darah

    • calendar_month Kam, 25 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

      Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Kiai Yusuf Hasyim, menjadi satu di antara tokoh publik yang mendapat suntik vaksin Sinovac perdana di Pati. Ia bersama Bupati Haryanto dan sejumlah tokoh publik lainnya menerima suntik vaksin di RSUD RAA Soewondo, Senin (25/1/2021). “Hari ini saya mengikuti program vaksinasi Covid-19. Sebelumnya saya mengikuti swab […]

  • Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.578
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Purworejo, 30 Oktober 2025, Sebagai wujud tanggungjawab dan bentuk dukungan konkret untuk mewujudkan visi organisasi yang berdaya dan mandiri, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Musyawaroh Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus penyerahan bantuan dana operasional kepada MKKS SMK Ma’arif NU Jawa Tengah. […]

  • Sidang Komisi IPNU/IPPNU, Peserta : Semoga Berdampak Sampai Bawah

    Sidang Komisi IPNU/IPPNU, Peserta : Semoga Berdampak Sampai Bawah

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

      Ketua IPNU, Moh Salman (kiri) dan Ketua IPPNU, Sulistiani (berkaca mata) saat memantau jalannya sidang komisi PATI-Sidang Komisi yang merupakan rangkaian Konfercab PC IPNU/IPPNU Pati telah dilaksanakan Minggu (18/7) kemarin. Berpusat di aula lantai tiga gedung PCNU Pati, sidang tersebut dilaksanakan secara virtual.  Sidang yang dihadiri oleh seluruh pengurus IPNU dan IPPNU dari berbagai […]

expand_less