Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kejahatan Seksual Bukan Milik Ormas

Kejahatan Seksual Bukan Milik Ormas

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
  • visibility 13.664
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Shalikhin*

“Saya memilih keluar dari Islam,” kata bapak tua bau tanah kepada seorang remaja bau kencur. Lantas remaja yang masih labil itupun antusias dan menyambar dengan pertanyaan bertubi-tubi.

“Mengapa, mbah? Bukankah Islam itu rahmat? Bukannya mbah sudah Islam dari lahir? Kok tiba-tiba banget, Mbah?.”

Pria tua itupun menjawab pertanyaan demi pertanyaan dengan nada bass agar terdengar bijak nan wibawa. “Perhatikanlah, wahai anak muda, setiap ada kejahatan di negara kita, pasti pelakunya adalah ummat islam. Jadi aku putuskan untuk pindah agama.”

Jawaban ini tak membuat sang remaja kaget. Ia bahkan–kini–mengetahui kapasitas kepala lawan bicaranya. Ya, dia tak mau mendebat apalagi menyanggah, sebab keputusan itu telah menjadi pilihan bapak tua tadi.

Setelah menyerutup kopinya dengan gegas, ia berpamitan. Dirinya tak mau adu mekanik dengan orang yang bukan levelnya.

Di atas laju sepeda motor BeAt karbu, isi kepala pamuda bijak itu mengingat kembali pelajaran Sosiologi tempo hari. Menurut guru Sosiologi, apa yang dilakukan bapak tua tadi adalah stereotipe. Rekaman itu masih menempel betul di benaknya.

Kejahatan, sama sekali tidak memikliki agama, setidaknya tidak ada sangkut pautnya dengan perkara sesakral agama. Semua agama melarang tindak kriminal.

Ia lahir dari nafsu, yang didorong oleh keinginan, kebutuhan atau bahkan kesempatan. Kalaupun pelakunya beragama islam, kristen, katholik, atau atheis sekalipun, itu hanya kebetulan semata.

Sekilas, pilihan bapak tua tadi ada benarnya, namun itu hanyalah stereotip yang referensinya sesempit daun petai cina. Ia tak melihat konteks yang lebih lapang dengan kaca mata yang lebih terang.

Konteks kejahatan yang melulu dilakukan oleh oknum umat Islam, hanya karena agama ini memang mayoritas di Indonesia. Coba bandingkan, kriminal-kriminal di Amerika, Bandar Narkoboy di Meksiko, pencopet di India atau bahkan penjahat kemanusiaan di Israel. Apa agama mereka? Islam kah?. Sekali lagi, hal ini nir-koneksi dengan agama (titik).

Oknum Kiai Cabul

Ditengah maraknya kabar pengasuh, ustadz atau kiai pesantren cabul, NU selalu menjadi bidikan tumbal pelampiasan. Ya, khalayak memang cenderung mengambinghitamkan seseorang atau organisasi agar terlihat ada yang bersalah di satu sisi, dan ada patriot di sisi lainnya.

“Itu pasti pesantren NU!” Kata seorang netizen di kolom komentar salah satu postingan Instagram terkait kasus oknum kiai cabul di Pati. Jika kita mampu dan mau berfikir jernih layaknya remaja bijak tadi, maka akan kita temukan oase hikmah yang sama.

RMI NU (Lembaga NU yang mengurus Pondok Pesantren) merilis data yang menunjukkan bahwa ada sekitar 23.000-28.000 pesantren milik NU. Sementara itu, per September 2025 kemarin, data Kemenag menyatakan bahwa total pesantren di Indonesia Raya ini berjumlah 42.391 sampai 42.433 unit yang memiliki beragam latar ormas.

Bayangkan, dari total empat puluh dua ribu sekian, separo lebih milik NU atau beraviliasi dengan NU. Artinya kembali dengan prinsip tadi, tidak satupun Ormas Islam di Indonesia mengajarkan kejahatan seksual. Mereka adalah oknum yang bukan hanya merugikan Ormas, mencoreng nama baik pesantren, tapi membunuh masa depan bangsa.

Andaikan mereka mengaku diri sebagai Nahdliyyin, bukankan NU yang paling dirugikan? Sudah jatuh tertimpa tangga, dihinakan nama baiknya, jadi sasaran massa di Sosial Media pula.

Dalam kondisi semacam ini, terlepas pesantren terkait memiliki hubungan organisasi dengan NU atau tidak, sudah selayaknya semua Ormas khususnya Nahdlatul Ulama turun tangan bukan hanya dalam penegakan hukumnya, namun juga trauma healling bagi para korban. Sebab, menyediakan masa depan cerah bagi generasi berikutnya adalah tanggung jawab kita semua. Akhirul kalam, semoga kejadian asusila semacam ini tidak terjadi lagi terutama di lingkungan pesantren, dan di lingkungan manapun pada umumnya.

*Penulis adalah Sekretaris LTN NU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koalisi Baru, Dua Lembaga dan Satu Banom NU Tanda Tangani MoU

    Koalisi Baru, Dua Lembaga dan Satu Banom NU Tanda Tangani MoU

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.438
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Tiga Lembaga di bawah naungan PWNU Jawa Tengah teken MoU. Acara sakral tersebut berlangsung di Ponpes API Tegalrejo, Magelang pada Sabtu (25/10) lalu. Dua lembaga yang meneken kontrak tersebut adalah LP Ma’arif NU dan RMINU. Sementara satu lembaga yanf terlibat dalam MoU ialah Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa. Ketua PWNU Jawa […]

  • Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 715
    • 0Komentar

    GAZA-Bukan hanya warga NU dan Indonesia, sosok Mbah Maimun Zubair ternyata juga sangat digandrungi oleh bangsa lain. Sebut saja orang-orang arab yang sangat terlihat penghormatannya saat Mbah Moen berpulang (6/8) lalu. Salah satu potongan video yang memperlihatkan proses sholat ghaib yang diadakan oleh Warga Palestina untuk almarhum Mbah Moen Akhir-akhir ini beredar video yang merekam […]

  • Hasil-Hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama

    Hasil-Hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Isi beserta uraian perincian sebagaimana dimaksud oleh keputusan ini terdapat dalam naskah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama beserta Muqaddimah al-Qanunil Asasy sebagai pedoman untuk melaksanakan tata organisasi dalam mencapai tujuan dan cita-cita Nahdlatul Ulama;

  • PCNU-PATI Photo by Tangerine Newt

    Saweran

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Pada sebuah kafe saya dengan beberapa tim kerja, membahas sesuatu hal yang berkaitan dengan pengumpulan orang, menghimpun masa, menggiring opini untuk satu tujuan yaitu salah satu klien dari kami yang ingin maju dalam pertarungan merebut simpati dari masyarakat dan umat. Dan klien kami ingin menjadi pemenang dalam perebutan pemimpin tingkat nasional. […]

  • MMH Tayu  mengadakan Kuliah Subuh dan dialog Ramadhan

    MMH Tayu mengadakan Kuliah Subuh dan dialog Ramadhan

    • calendar_month Kam, 30 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Pati.  Bertempat di Masjid alun-alun Tayu ratusan siswa-siwsi MA Miftahul Huda Tayu mengadakan kuliah subuh dan dialog Ramadhan, 10/6, kemarin Kuliah subuh ini bertujuan untuk memberikan motivasi terhadap para siswa dan siswi, meskipun bulan puasa jangan sampai malas atau mengurangi kegiatan karena alasan lemas dan capek. Melalui siraman rohani ini, kita di ajak menyelami nikmatnya […]

  • Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    Perkokoh Militansi Kader, DKAC CBP KPP Kec. Trangkil gelar DIKLATAMA

    • calendar_month Sab, 30 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

      DKAC CBP KPP Kec. Trangkil sukses gelar kegiatan Pendidikan Kaderisasi tingkat pertama DIKLATAMA selama 2 hari 28-29 Januari 2021. Kegiatan yang berlokasi di TPQ Uswatun Hasanah Asempapan Trangkil Pati, di ikuti 28 peserta yang berlangsung dengan khidmat. Mengangkat tema “Refitalisasi Roh Loyalitas dan Militansi, Menyongsong Kader CBP  KPP bela NKRI” Bertujuan untuk mengkokohkan militansi […]

expand_less