RMI-NU Desak Polresta Pati Tuntaskan Kasus Asusila Santri
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 11.492
- comment 0 komentar

RMI-NU Desak Polresta Pati Tuntaskan Kasus Asusila Santri
pcnupati.or.id – Kabar seorang oknum pengasuh pondok pesantren yang cabuli santrinya memicu respon pedas dari khalayak. Salah satu yang memberikan komentar keras adalah PCNU Pati.
“Bagaimanapun, Pondok Pesantren (Ponpes) sangat diidentikkan dengan NU. Jadi, mau tidak mau NU harus angkat suara,” tutur Kiai Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati, Rabu (29/4) petang.
Selain itu, berdasarkan pernyataan Kiai Yusuf, tindakan asusila tersebut tidak bisa dibiarkan. Apalagi, lanjut dia, beberapa korban dikabarkan masih di bawah umur.
Dia meminta kepada masyarakat untuk mengawal dan mendukung penuh pengusutan kasus ini. Dirinya juga telah berkoordinasi kepada KH. Liwa’uddin, Ketua RMI-NU (lembaga NU yang menangani Ponpes-red) Kabupaten Pati agar terus mendesak Kapolresta Pati atau pimpinan instansi lain yang bersangkutan untuk segera mengusut tuntas kasus ini.
“Kami sudah meminta Ketua RMI-NU untuk mengirim surat kepada Kapolresta Pati agar kasus ini diusut tuntas,” terang Kiai Yusuf.
Lebih lanjut, jika memang terbukti bersalah, PCNU meminta supaya pelaku ditindak tegas sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada. Sebab, menurutnya kejadian ini sangat mencoreng nama baik Islam dan pesantren dan mencederai nilai-nilai kesusilaan.
“Dalam penangannya, kami berharap penuh kepada Kapolresta Pati untuk menindak tegas, dan kepada masyarakat, mari kita kawal bersama,” tandas dia.
Bukan Anggota RMI-NU
Sementara itu, KH. Liwa’uddin menyebutkan bahwa Ponpes bersangkutan ternyata tidak terdaftar sebagai anggota RMI-NU Kabupaten Pati, yang berarti Ponpes tersebut tidak memiliki aviliasi dengan NU secara struktural. Pernyataan ini disampaikan oleh Kiai Liwa’ kepada pcnupati.or.id, Rabu (29/4).
Meski bukan anggota RMI-NU, Kiai Liwa’ mengaku bahwa pihaknya telah berkomunikasi intens dengan Kiai Yusuf Hasyim terkait langkah NU Pati ke depan. Rencananya, Baik RMI-NU, PCNU maupun lembaga-lembaga NU lainnya akan melakukan pertemuan khusus guna membahas permasalahan ini.
“Bukan anggota RMI-NU, tapi bagaimanapun masyarakat tahunya ya Ponpes milik orang NU. Maka kami harus menetralisir dan melakukan tindakan objektif dan terukur, serta meminta Kapolresta Pati untuk menuntaskan kasus asusila santri,” tegas Kiai Liwa’.(lut/LTN)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar