Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lawan Rentenir Digital, Riset Wakil Sekretaris Ma’arif Jateng Ungkap Rahasia Masjid Modern Bebaskan Jamaah dari Pinjol

Lawan Rentenir Digital, Riset Wakil Sekretaris Ma’arif Jateng Ungkap Rahasia Masjid Modern Bebaskan Jamaah dari Pinjol

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 24 Jun 2026
  • visibility 16.349
  • comment 0 komentar

Semarang – Sebuah terobosan ilmiah dalam ranah Ekonomi Syariah berhasil dipresentasikan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Ubbadul Adzkiya’ dalam Sidang Promosi Terbuka Program Doktor yang digelar di Ruang Promosi Doktor Lt. 3, Kampus I UIN Walisongo pada Rabu, 24 Juni 2026. Riset mendalam yang mengangkat judul “Model Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid: Studi Komparatif di Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Banten dan Masjid Raya Al Falah Sragen Jawa Tengah” ini berhasil melahirkan sebuah konsep baru bernama “Isomorfisme Hibrida” (The New Professionalism), yaitu sebuah model tata kelola masjid modern yang sukses memadukan profesionalisme korporasi dengan misi spiritual pembebasan dhuafa dari jeratan utang ribawi.

Temuan dosen UNWAHAS ini sekaligus mendobrak dominasi teori organisasi klasik Barat yang selama ini berasumsi bahwa modernisasi manajemen lembaga keagamaan akan mengikis orientasi sosialnya.

Sidang akademik yang berlangsung khidmat ini diuji oleh dewan penguji yang kredibel di bidangnya, yang terdiri dari atas Ketua Prof Dr H Akhmad Arif Junaedi, MAg., Sekretaris Dr. H. Agus Nurhadi, MA., Promotor Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A., Kopromotor Prof. Dr. H. Muhlis, M.Si., Penguji 1 Prof. Dr. H. Noor Achmad, M.A., Penguji 2 Prof. Dr. Hj. Siti Mujibatun, M.Ag., Penguji 3 Prof. Dr. H. Ali Murtadho, M.Ag., dan Penguji 4 Dr. H. Ade Yusuf Mujaddid, M.Ag.

Melalui studi komparatif ekologis, Ubbadul membedah dua kiblat manajemen masjid di Indonesia, yaitu Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) yang mewakili ekosistem megakota/urban dan Masjid Raya Al-Falah Sragen yang mewakili wilayah transit kabupaten. Kedua lokus tersebut menjadi bukti nyata bahwa instrumen tata kelola modern seperti SOP, target kinerja, audit eksternal, dan transparansi publik justru mengalami Islamisasi fungsional. Sistem manajemen korporat ini diadopsi bukan untuk mencari keuntungan materi, melainkan sebagai senjata efisien untuk mengisi kekosongan layanan keuangan formal (institutional voids) demi melindungi hak ekonomi masyarakat bawah.

Penelitian ini menyingkap bahwa perbedaan karakteristik sosiologis jamaah melahirkan dua sub-model operasional yang kontras namun saling melengkapi. MRBJ menerapkan Sub-Model Inkubasi Mikro-Teknokratis melalui institusi Bank Infak yang akuntabel dengan audit eksternal beropini WTP untuk memutus mata rantai rentenir digital atau pinjaman online (pinjol). Sebaliknya, Masjid Al-Falah Sragen menerapkan Sub-Model Jaring Pengaman Populis dengan kebijakan progresif “Saldo Produktif Rp0” guna mempercepat perputaran uang (velocity of money) untuk menyelamatkan dhuafa, musafir, dan pedagang kaki lima dari cengkeraman rentenir pasar tradisional.

Keandalan model pemberdayaan ekonomi yang terdiri dari 5 tahapan sirkular—meliputi Assessment, Edukasi, Intervensi, Inkubasi, hingga Graduasi—teruji sangat kokoh secara statistik melalui pengujian Chow Test. Hasil pengujian menunjukkan nilai F-hitung sebesar 1,24 yang berada jauh di bawah F-tabel 2,43, yang secara absolut membuktikan adanya stabilitas struktural dan modularitas tinggi dari model ini di berbagai karakteristik wilayah. Secara filosofis, model ini memanifestasikan teori pembangunan Robert Chambers tentang pembalikan paradigma (reversal), di mana masjid berhasil membalik peran dhuafa secara revolusioner dari yang semula penerima manfaat (mustahik) menjadi kontributor dana sosial (muzakki/munfiq) baru.

Melalui temuan ini, Dr. Ubbadul Adzkiya’ berharap masjid-masjid di Indonesia tidak lagi dikelola secara amatir atau membiarkan dana umat membeku sebagai saldo mengendap (idle funds) di rekening bank. Manajemen masjid masa depan harus bertransformasi menjadi pusat keuangan sosial Islam yang profesional tanpa kehilangan watak sucinya sebagai pelayan umat. “Isomorfisme Hibrida ini adalah peta jalan agar kemegahan arsitektur fisik masjid di Indonesia berjalan selaras dengan tegaknya martabat dan kesejahteraan ekonomi jamaah di sekelilingnya,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    Peduli Banjir Pati, LTNNU Bagikan Ratusan Porsi Nasi Sambil Sosialisasi Bahaya Hoaks

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.637
    • 0Komentar

      Pati – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati mempunyai cara unik dalam membantu korban banjir Pati. Mereka membagikan ratusan porsi nasi ayam geprek sambil memberikan sosialisasi bahaya hoaks atau berita bohong, Minggu (18/1/2026). Banjir sudah sepekan lebih menerjang Kabupaten Pati atau sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai informasi pun tersebar luas di media sosial. […]

  • Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    Lazisnu Serahkan ‘Laporan Amal’ kepada PCNU

    • calendar_month Ming, 1 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    PATI – PC Lazisnu Pati menyerahkan Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 kepada PCNU Pati pada Jumat (29/4) di Gedung NU, Pati. Laporan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Lazisnu Pati, Muhammad Niam Sutaman dan diterima secara langsing juga oleh Ketua PCNU Pati, Kyai Yusuf Hasyim. “Laporan Keuangan Triwulan tahun 2022 baru saja kami serahkan kepada […]

  • LP Ma’arif Jateng Luncurkan Aplikasi Berbasis Android

    LP Ma’arif Jateng Luncurkan Aplikasi Berbasis Android

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    SEMARANG-Pengurus Wilayah LP Ma’arif Jawa Tengah baru-baru ini membuat gebrakan dalam dunia digital. Terhitung sejak 5 September 2019, LP Ma’arif meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android. “Program ini merupakan salah satu wujud nyata Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jateng masa khidmat 2018-2023” tandas R. Andi Irawan, ketua LP Ma’arif […]

  • Ramadan itu Bulan Macul Langit

    Ramadan itu Bulan Macul Langit

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 746
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pacul itu cangkul. Tapi dalam bahasa Jawa, macul  berarti mencangkul. Lalu, bagaimana jika macul langit? Langit kok dipacul.   Sebenarnya, macul itu bermakna luas. Dalam bulan Ramadan, ibaratnya kita “banjir” pahala karena Ramadan menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan peluang bagi setiap hamba untuk […]

  • Talkshow Kepenulisan Untuk Pesantren

    Talkshow Kepenulisan Untuk Pesantren

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Pati. Himpunan Siswa Mathali’ul Falah (HSM) menyelenggarakan Talkshow bertajuk “Literasi Bagi Santri”. Acara kepenulisan ini dihadiri oleh para santri Kajen dan sekitarnya. Bertempat di halaman Perguruan Islam Mathali’ul Falah, beberapa waktu lalu. Pemateri  dari acara tersebut oleh alumni Perguruan Islam Mathali’ul Falah sendiri Dr. Muhammad Yunus dengan  diModeratori Taufiq Zubaidi, MA. Doktor alumni Universitas Al-Azhar […]

  • Ribuan Warga Pati Bersholawat Bersama Habib Syech

    Ribuan Warga Pati Bersholawat Bersama Habib Syech

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan warga Pati dan sekitarnya memadati komplek Alun-Alun Kota Pati bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Sebagaimana diberitakan oleh NU Pati sebelumnya, tanggal 3 September 2019 ini Pemda Pati menggelar acara Gema Pati Bersholawat 2019. Seperti diperkirakan sebelumnya, acara ini mampu menyedot ribuan warga Pati dan sekitarnya. Baca: 3 September Habib Syech […]

expand_less