Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Indeks Potensi Radikalisme Jawa Tengah Turun, BNPT: Kewaspadaan terhadap Radikalisme Digital Harus Terus Dijaga

Indeks Potensi Radikalisme Jawa Tengah Turun, BNPT: Kewaspadaan terhadap Radikalisme Digital Harus Terus Dijaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
  • visibility 16.125
  • comment 0 komentar

Bogor – Provinsi Jawa Tengah kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya pencegahan radikalisme. Berdasarkan Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 yang dipublikasikan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), nilai IPR Jawa Tengah turun menjadi 10,9, dari 11,4 pada tahun 2024. Capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan tingkat potensi radikalisme terendah di antara provinsi-provinsi besar di Pulau Jawa.

Hasil survei tersebut dipaparkan dalam kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 yang diselenggarakan BNPT bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah melalui forum Kajian Senin Kamis (KSK), Kamis (2/7/2026).

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen TNI Dr. Sigit Karyadi, S.H., M.H., menyatakan bahwa penurunan indeks merupakan bukti efektivitas kolaborasi pemerintah, FKPT, akademisi, tokoh agama, media, dan masyarakat dalam membangun ketahanan terhadap paham radikal. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ancaman radikalisme terus bertransformasi seiring perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial.

“Penurunan indeks ini menunjukkan bahwa berbagai upaya pencegahan yang dilakukan secara kolaboratif telah memberikan hasil yang positif. Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat kita lengah. Ancaman radikalisme saat ini terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat,” tegas Sigit.

Menurutnya, selain ekstremisme berbasis agama, masyarakat juga perlu mewaspadai munculnya berbagai bentuk ideologi ekstrem baru yang menyebar melalui media sosial, platform digital, dan komunitas daring. Karena itu, penguatan literasi digital, wawasan kebangsaan, kemampuan berpikir kritis, serta pendampingan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun daya tangkal masyarakat terhadap berbagai bentuk ekstremisme.

Peneliti FKPT Jawa Tengah, Ahmad Ro’uf menjelaskan bahwa keunggulan Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari penurunan nilai IPR, tetapi juga dari capaian dimensi pemahaman sebesar 11,3 dan dimensi tindakan sebesar 0,4, yang keduanya berada di bawah rata-rata nasional. Rendahnya dimensi tindakan menunjukkan masyarakat Jawa Tengah relatif mampu menolak keterlibatan dalam aksi radikal.

Namun demikian, dimensi sikap yang masih berada pada angka 20,9 menjadi perhatian bersama karena menunjukkan masih adanya potensi intoleransi yang perlu ditekan melalui edukasi berkelanjutan dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ahmad Ro’uf juga menyoroti tingginya aktivitas masyarakat dalam mengakses informasi keagamaan melalui internet. Hasil survei menunjukkan 68 persen responden mencari konten keagamaan secara daring, sementara 20 persen di antaranya turut menyebarluaskan kembali konten tersebut kepada orang lain.

“Penting untuk mengampanyekan gerakan literasi digital Saring Sebelum Sharing agar masyarakat lebih bijaksana dalam melihat dampak serta memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya ke jejaring sosial,” ujarnya.

Senada dengan itu, anggota Tim Review Survei IPR Nasional, Lilik Purwandi, mengingatkan bahwa capaian positif Jawa Tengah harus menjadi motivasi untuk memperkuat upaya pencegahan, bukan justru menurunkan kewaspadaan.

“Capaian ini diharapkan tidak membuat para pemangku kepentingan di Jawa Tengah berpuas diri. Melalui kolaborasi multipihak yang lebih efektif, target ke depan adalah menurunkan IPR melampaui capaian terbaik sebelumnya,” katanya.

Lilik menambahkan bahwa strategi pencegahan ke depan perlu difokuskan pada penguatan dimensi sikap melalui peningkatan toleransi, moderasi beragama, literasi digital, penguatan wawasan kebangsaan, serta optimalisasi nilai-nilai kearifan lokal. Menurutnya, perempuan, generasi muda, masyarakat perkotaan, dan pengguna media sosial merupakan kelompok yang perlu menjadi prioritas dalam berbagai program pencegahan radikalisme.

Sementara itu, Ketua FKPT Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menilai hasil survei tersebut menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga stabilitas keamanan. Namun, tingginya dimensi sikap harus direspons melalui penguatan budaya toleransi, pendidikan karakter, serta pemanfaatan ruang digital sebagai media penyebaran narasi damai.

“Secara riil atau dalam hal tindakan, masyarakat Jawa Tengah tergolong sangat damai. Namun, dalam ranah kognitif dan afektif, potensi intoleransi dan radikalisme masih muncul di permukaan. Karena itu, penguatan nilai-nilai toleransi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperbanyak produksi konten moderasi beragama yang relevan dengan generasi muda sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Jawa sebagai benteng ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama dan utama dalam menanamkan toleransi, cinta tanah air, serta semangat kebangsaan sehingga mampu mencegah penyebaran paham radikal sejak dini.

Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme Tahun 2025 menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga Jawa Tengah tetap aman dan kondusif merupakan hasil kerja bersama yang harus terus dipelihara. Dengan mempertahankan capaian pada dimensi pemahaman dan tindakan, serta memperkuat dimensi sikap melalui literasi digital, pendidikan karakter, penguatan keluarga, dan kolaborasi lintas sektor, Jawa Tengah diharapkan semakin tangguh menghadapi dinamika ancaman radikalisme dan terorisme pada masa mendatang. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Almaghfurlah KH Ahmad Suyuthi merupakan sosok kiai yang alim tetapi rendah hati. Kontribusinya dalam forum Sidang Syuriah Bulanan di pendopo maqbaroh Syeikh KH Ahmad Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diakui para ulama dan tokoh masyarakat. Khususnya ketika PCNU dipimpin oleh sahabat karibnya, KH Suyuthi Abdul Qodir, Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan.Katib Syuriah KH Abdul […]

  • Kemah Wisata Gedong Songo Perkuat Edukasi Lingkungan Peserta

    Kemah Wisata Gedong Songo Perkuat Edukasi Lingkungan Peserta

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.547
    • 0Komentar

      Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah juga diisi dengan kegiatan kemah wisata ke kawasan Candi Gedong Songo, Bandungan, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) sebagai bagian dari pembelajaran luar ruang bagi para peserta. Ratusan peserta tampak antusias mengikuti jelajah kawasan wisata sejarah tersebut. Selain mengenal situs cagar budaya, […]

  • a close up of a book with writing on it

    Kitab Kuning Zamani

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.597
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.* Identitas utama pesantren adalah pengajian kitab kuning. “Jika tidak ada pengajian kitab kuning, maka esensi pesantren hilang”, tegas Jamal Ma’mur Asmani, Pengamat Kepesantrenan dan penulis sejumlah buku dalam Talkshow Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan tema “Kitab Kuning Sebagai Identitas Utama Santri” yang diadakan Masjid Sirojul Anam Wonokerto […]

  • Rektor UIN Jogja Tebar Inspirasi di IPMAFA

    Rektor UIN Jogja Tebar Inspirasi di IPMAFA

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

      Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin (di atas podium) sedang menebar inspirasi lewat orasi ilmiahnya dalam acara wisuda X Ipmafa Pati. MARGOYOSO – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menggelar wisuda X pada Minggu (12/12) di aula kampus. Sebanyak 163 wisudawan dari tujuh Program Studi yang ada di Ipmafa hadir dan mengikuti prosesi […]

  • Bertawashul Pada Orang-Orang Sholeh

    Bertawashul Pada Orang-Orang Sholeh

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Bertawassul dengan Orang-Orang Shalih Yang dimaksud dengan bertawassul dengan para nabi dan wali adalah memohon kepada Allah SWT dengan menempatkan mereka sebagai sebab dan sarana mencapai tujuan dan Allahlah yang mewujudkannya. Demikian itu karena Allah memberi kemulyaan pada mereka, bukan karena mereka yang melakukan. Keyakinan yang benar seperti inilah yang berlaku pada semua perbuatan dan […]

expand_less