Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Revitalisasi Nahdlatut Tujjar, Agenda Muktamar NU ke-35 di Jombang

Revitalisasi Nahdlatut Tujjar, Agenda Muktamar NU ke-35 di Jombang

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
  • visibility 18.061
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Wakil Ketua PCNU Pati

Muktamar NU ke-35 di Jombang yang akan terlaksana besok pada 27 sampai 31 Agustus 2026 yang akan datang menjadi momentum strategis untuk melakukan revitalisasi nahdlatut tujjar atau bidang ekonomi, baik yang memperkuat jam’iyyah maupun jama’ah NU.
Selama ini, momentum Muktamar NU hanya disibukkan tentang figur calon pemimpin, baik Rais ‘Aam maupun Ketua Umum PBNU. Sementara perhatian peserta muktamar tentang agenda yang akan dilaksanakan pemimpin terpilih tidak banyak mendapat perhatian serius. Sedangkan pemimpin terpilih mempunyai tugas maha berat untuk membawa gerbong NU ke arah cita-cita para pendiri organisasi para kiai ini.
Sebagaimana tercacat dalam sejarah, bahwa berdirinya NU dilalui melalui tiga tahap. Pertama, tashwirul afkar, dinamisasi pemikiran. Artinya, NU berdiri dari landasan keilmuan yang kuat dan mendalam. Tradisi berpikir, berdiskusi, dan berdialektika tumbuh subur dalam rahim NU. Para pendiri NU adalah ilmuwan tingkat dunia, seperti Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim, KH. Abdul Wahab Hazbullah, dan KH. Bisri Syansuri. Mereka tidak hanya belajar di dalam negeri, tapi juga ke pusat kajian Islam yang ada di Mekah-Medinah. Mereka tidak hanya berkawan dan berdiskusi dengan satu kelompok saja, tapi lintas sektoral, sehingga pemikiran dan pengalamannya kosmopolit, dinamis kontekstual dan solutif.
Kedua, nahdlatut tujjar, kebangkitan para pedagang. Artinya, NU berdiri dengan kekuatan ekonomi yang memadai. NU tidak hanya sibuk menjalankan program vertikal ansich yang berkaitan dengan huququllah (hak-hak Allah), tapi juga mempunyai kepedulian besar terhadap program huququn nas (hak-hak manusia) yang berkaitan dengan dimensi sosial kemasyarakatan secara luas, khususnya dalam bidang ekonomi.
Ekonomi adalah pondasi. Jika pondasi kuat, maka bangunan di atasnya menjadi kuat. Sebaliknya, jika pondasi lemah, maka perjuangan akan mengalami banyak kendala. Menurut KH. Mustofa Bisri dan Dr. Ali Haidar, dulu para kiai pendiri NU membentuk aliansi ekonomi strategis antara pesantren besar dalam wadah syirkatul ‘inan. Jombang, Jember, Pasuruan, dan Surabaya adalah salah satu gerbong gerakan ekonomi kiai-kiai pendiri NU. Menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, para kiai dulu juga mempunyai i’anah syahriyyah (iuran bulanan) untuk menghidupkan organisasi NU. Namun ketika NU terseret dalam politik praktis, dan kebutuhan NU dipenuhi dari jalur politik, maka ketika jalur politik mampet, maka membangkitkan kembali i’anah syahriyyah ini menjadi sangat sulit. Dari sini menjadi jelas bahwa pondasi NU sejak berdirinya adalah kemandirian para pengurus dan warga NU untuk menghidupkan organisasi dengan kemampuan mereka sendiri dan tidak menggantungkan pihak lain.
Ketiga, nahdlatul wathan, kebangkitan nasionalisme. Kebangkitan nasionalisme adalah distingsi paling utama NU dalam gerakan kebangsaan dan kemanusiaan. PBNU (Pancasila, Binneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar 1945) adalah harga mati menurut NU. Ini adalah contoh nyata nasionalisme NU. Siapa yang mengganggu Indonesia akan berhadapan dengan kekuatan NU. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah jihad para pendiri bangsa ini, termasuk para ulama pendiri NU, yang harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.
Menurut KH. Said Aqil Siradj, integrasi Islam dan nasionalisme ala NU dalam jargon “hubbul wathan minal iman”, cinta tanah air termasuk bukti keimanan, adalah bukti nyata pembaharuan pemikiran yang genuine dari para ulama Indonesia. Maka layak jika Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari disebut pembaharu (mujaddid) Islam karena mampu mengintegrasikan agama dan nasionalisme. Pada saat yang sama, di belahan dunia Islam yang lain, integrasi kedua hal ini masih menjadi problem serius, sehingga persatuan antar sesama umat Islam, misalnya sunni dan syi’i di Timur Tengah, masih menjadi barang mahal. Sedangkan di Indonesia, progresnya sudah melampui hal itu karena di Indonesia sudah dikenal trilogi ukhuwwah, yaitu ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan antar sesama umat Islam), ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan antar sesama warga negara) dan ukhuwwah basyariyyah-insaniyyah (persaudaraan antar sesama umat manusia).
Jihad Ekonomi
Dalam momentum Muktamar NU ke-35 yang akan datang, seyogianya program ekonomi mendapat prioritas dalam sidang-sidang komisi, supaya agenda ekonomi menjadi agenda prioritas nasional NU yang akan dijalankan oleh pengurus baru PBNU. Jihad ekonomi NU ada dalam beberapa hal:
Pertama, profesionalisasi lazisnu. Lembaga amil zakat, infak dan sedekah NU harus dikelola secara professional. Sumber daya manusia NU sangat melimpah, namun jika tidak professional cara pengelolaannya, maka sdm yang melimpah akan lari dan mencari lembaga yang dikelola secara professional. Maka profesionalisasi lazisnu menjadi urgens.
Kedua, profesionalisasi LKNU. Lembaga kesehatan NU mempunyai tugas agung, yaitu mendirikan fasilitas kesehatan yang dikelola secara professional. Fasilitas kesehatan bisa berupa klinik kesehatan, rumah sakit, dan sejenisnya. Kader-kader NU yang tersebar di berbagai tempat siap menjadi bagian kebangkitan NU dalam aspek kesehatan jika manajemennya professional. Jika jauh dari standar professional, maka meraka akan lari dan mencari lembaga yang professional.
Ketiga, profesionalisasi Warnu dan Bumnu. Warung NU dan badan usaha milik NU adalah usaha yang harus dikelola secara professional, tidak abal-abal, sekedarnya, dan panas-panas tahi ayam. Selama ini tidak banyak warnu dan bumnu yang dikelola dengan totalitas manajemen professional, sehingga bubar di tengah jalan. Maka profesionalisasi warnu dan bumnu adalah keniscayaan.
Dalam konteks ini, maka pelatihan manajemen professional harus diadakan secara berkala, kontinu, dan progresif. Selain pelatihan, bimbingan, monitoring, dan evaluasi secara rutin harus menjadi langkah yang dilakukan untuk memastikan profesionalitas menjadi ruh organisasi yang dijalankan secara konsisten. Profesionalitas menuntut kapasitas karakter, keilmuan dan skills memadai, reward yang standar, tata kelola yang transparan dan akuntabel, serta visi jauh ke depan yang mampu menyesuaikan, bahkan memimpin perubahan.
KH. MA. Sahal Mahfudh adalah salah satu contoh figur ulama NU yang menerapkan manajemen professional dalam memimpin sebuah lembaga. Keputusan organisasi harus diputuskan lewat musyawarah sesuai aturan main dan harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Dalam konteks keuangan, beliau menerapkan prosedur yang ketat, transparan dan akuntabel, sehingga arus masuk dan keluar uang bisa dipertanggungjawabkan.
Maka sudah saatnya NU menjadi lembaga professional sehingga kader-kader mudanya yang melimpah ruah di berbagai tempat mau kembali ke pangkuan NU untuk membesarkan NU secara professional.
Selamat ber-Muktamar, semoga menghasilkan keputusan-keputusan organisasi yang fenomenal dan eksponsional dalam konteks jihad ekonomi yang membawa kemaslahatan maksimal bagi NU dan jamaahnya yang merupakan warga bangsa Indonesia. Amiin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 799
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang pencak silat Pagar Nusa Pati akan mengadakan penyetaraan jurus bagi pelatih. Kegiatan tersebut rencananya akan dilangsungkan di Kantor PCNU Pati 3 September mendatang. Flyer pendaftaran pengesahan pelatih PC Pagar Nusa Pati Namun demikian, pendaftaran sudah mulai dibuka mulai sekarang. Hal ini sengaja dilakukan lebih dini demi memudahkan proses administrasi calon peserta. Kegiatan tersebut […]

  • Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    GABUS-Kejuaraan pencak silat Pandawa Championship 2019 resmi dibuka Jumat (4/10) malam tadi. Kompetisi ini merupakan gelaran yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) Kabupaten Pati. Kejuaraan ini akan mempertemukan para pelajar dari tingkat MI/SD hingga SLTA. Para peserta ajang Pandawa Championship 2019 memekikkan mars Syubbanul Wathon dalam acara pembukaan perhelatan teraebut di […]

  • PCNU PATI - Terima Kasih Tak Membawa Apa Apa, Doakan Saja. Photo by Andrew Neel on Unsplash.

    Terima Kasih Tak Membawa Apa Apa, Doakan Saja

    • calendar_month Rab, 8 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Jika minggu lalu saya bercerita perihal orang yang suka menyia- nyiakan rejeki saat musim hajatan, atau menghadiri undangan nikahan dan resepsinan. Dengan cara tak menghabiskan menu makannya yang diambil sendiri. Di pilih sendiri, begitulah manusia dengan segala ke unikannya, dan segala kesempurnaannya yang tak disempurnakan sendiri. Bulan ini adalah dimana banyak orang yang telah di […]

  • PCNU-PATI

    Haji

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Seorang teman yang pada tahun ini menyempurnakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji. Sebelum berangkat tasyakuran telah dilaksanakan, menerima sumbangan baik gula atau jajanan dari tetangga, saudara, kolega kerja teman sebaya sudah diterimanya. Efuria tentang musim haji telah menghiasi berbagai lini. Karena menurut sebagian teman saya berhaji bukan lagi menjadi […]

  • PCNU- PATI Photo by esudroff

    Setiap Anak Unik

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Oleh :Inayatun Najikah Kemarin, saat saya makan siang bersama kawan, saya mendapat cerita yang cukup menarik tentang dunia anak. Dalam hati saya berkata, cocok nih buat ide tulisan. Sambil menyelam saya minum airnya. Kawan saya bercerita soal dirinya dan adiknya yang menginjak usia remaja. Kawan saya mempunyai  adik laki-laki usianya kurang lebih sebelas tahun. Sekarang […]

  • Harlah Fatayat NU Diwarnai Agenda Serba 70

    Harlah Fatayat NU Diwarnai Agenda Serba 70

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Logo resmi HUT Fatayat NU ke-70 PATI-Perayaan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke 70 dirayakan dengam berbagai agenda. Masing-masing daerah memeiliki legiatan sendiri-sendiri untuk menyambutnya. Salah satunya adalah Pengurus Cabang Fatayat NU Pati. Dengan tajuk ‘Bhakti untuk Negeri Merawat Bumi, PC Fatayat NU Pati menggelar beberapa kegiatan. Agenda 70 Khataman, 70 selawat thibbul qulub, 70 […]

expand_less