Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Haji

Haji

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
  • visibility 113
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Seorang teman yang pada tahun ini menyempurnakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji. Sebelum berangkat tasyakuran telah dilaksanakan, menerima sumbangan baik gula atau jajanan dari tetangga, saudara, kolega kerja teman sebaya sudah diterimanya. Efuria tentang musim haji telah menghiasi berbagai lini. Karena menurut sebagian teman saya berhaji bukan lagi menjadi ibadah yang amat suci, melainkan ibadah untuk di publikasi, ibadah untuk di ketahui. Ibadah telah berkembang dari privasi berkembang menjadi harus di ketahui, sana sani, dengan satu niatan atau pun sebuah alasan ibadah baik harus di publikasikan. Tak boleh dirahasiakan.

Inilah sebagian besar yang terjadi pada musim haji tahun ini. Ada yang berangkat dengan berbagai cara, baik menggunakan data talangan dari perbankan, ada yang berburu, mengusahakan lewat jalur pemerintahan menjadi petugas atau sebangsanya, terpenting bisa berangkat ke tanah suci.  Siapa saja yang berangkat kesana seharusnya sebagai bentuk mengevaluasi diri, mengevaluasi tentang bagaimana ibadah kepada Tuhan semesta alam; apakah selama ini dengan bertambahnya hari makin bersujud atau malah sebaliknya. Selain itu, berusaha menghidari apa apa saja yang dilarang orang Tuhan, dan berusaha bertunduk pasrah atas apa yang menjadi anjuran-Nya.

Dan ada lagi sebagian kecil yang pada musim ibadah haji ini hanya berkonsentrasi pada ibadah, tak memperdulikan perihal update status baik whatsapp, Instagram, Facebook atau sebangsanya. Bahkan menulis dalam kertas yang di foto di depan Ka’bah tak dilakukan. Sebab baginya ibadah ini adalah privasi dengan Tuhan. Perihal apa saja biarlah Tuhan yang menentukan ibadah tahun ini mabur atau mabrur. Katanya alasannya sederhana sekali, kekhusukan, kesakralan dalam menjalankan rukun Islam yang kelima akan hilang dengan adanya keinginan-keinginan yang diselipi dengan publikasi dengan maksud dan tujuan untuk mengabadikan momen yang sudah terjalankan.

“Mas…mas biaya haji itu mahal, dan antrinya juga panjang banget melebihi jalan tol panjangnnya jadi rugi kalau tak di abadikan atau di publikasikan, siapa tahu dari publikasi-publikasi tersebut banyak yang tergugah hatinya untuk berangkat ibadah termahal tersebut,”

Saya terdiam dengan apa yang telah diujarkan teman saya tersebut. Dan satu lagi apakah nanti saya akan mampu menahan tentang seperti apa yang saya tuliskan barusan ketika menjalani ibadah termahal tersebut?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Roman Terpendam Marah Rusli

    Roman Terpendam Marah Rusli

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

     Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu ajaib, ringan, […]

  • Dahlan Iskan Isi Studium General di Ipmafa

    Dahlan Iskan Isi Studium General di Ipmafa

    • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Dahlan Iskan saat menyampaikan materinya dalam acara Studium General di Ipmafa MARGOYOSO – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menggelar Studium General (SG) dengan narasumber Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014. Acara dengan tema ‘Menumbuhkan Spirit Santripreneur di Era Society 5.0’ teraebut diselenggarakan pada Sabtu (20/11) pagi di Aula Ipmafa lantai 2 […]

  • PCNU-PATI Photo by Irene Bersani

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 15 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 3 ———————— “Bayinya kejang,” ujar Bidan Eko lirih. “Kejang?” pasang mata Shanaya seketika membola. Ia merasa setiap tetes darahnya tersedot surut ke hulu jantung. Ini ilmu baru lagi baginya—bahwa tanda bayi kejang adalah ketika tangannya reflek bergerak dengan palpebra berkedip cepat. Mulutnya langsung terkatup rapat begitu Bidan Eko meletakkan telunjuknya […]

  • Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 103
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar tasyakuran harlah ke-102 tahun NU pada Jumat, (31/1/2025). Berbagai harapan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dibawah calon bupati terpilih. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung PCNU Pati tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, KH Yusuf Hasyim menyinggung perihal tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) […]

  • Dapat Penghargaan Bidang Pendidikan, Sekretaris PCNU Pati Optimis Tingkatkan Kualitas

    Dapat Penghargaan Bidang Pendidikan, Sekretaris PCNU Pati Optimis Tingkatkan Kualitas

    • calendar_month Ming, 29 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PWNU Jateng, Ahad (29/10) berbuah manis bagi PCNU Pati. Pasalnya, dalam acara yang dihelat di Ponpes Al Musyafa, Kendal tersebut, Pengurus Cabang NU Kabupaten Pati mendapat penghargaan di level provinsi. “Penghargaan yang kami dapatkan adalah pemilik lembaga pendidikan NU berbadan hukum terbanyak,” ungkap H. Maskan, Sekretaris PCNU Pati […]

  • Photo by Silas Baisch

    Mengentaskan Kemiskinan Melalui Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 31 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada bulan Maret 2023, persentase penduduk miskin sebesar 9,36 persen, turun 0,21 persen poin dari September 2022 dan 0,18 persen poin dari Maret 2022. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 adalah 25,90 juta orang, turun 0,46 juta orang dari September 2022 dan 0,26 juta orang […]

expand_less