Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Haji

Haji

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
  • visibility 596
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Seorang teman yang pada tahun ini menyempurnakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji. Sebelum berangkat tasyakuran telah dilaksanakan, menerima sumbangan baik gula atau jajanan dari tetangga, saudara, kolega kerja teman sebaya sudah diterimanya. Efuria tentang musim haji telah menghiasi berbagai lini. Karena menurut sebagian teman saya berhaji bukan lagi menjadi ibadah yang amat suci, melainkan ibadah untuk di publikasi, ibadah untuk di ketahui. Ibadah telah berkembang dari privasi berkembang menjadi harus di ketahui, sana sani, dengan satu niatan atau pun sebuah alasan ibadah baik harus di publikasikan. Tak boleh dirahasiakan.

Inilah sebagian besar yang terjadi pada musim haji tahun ini. Ada yang berangkat dengan berbagai cara, baik menggunakan data talangan dari perbankan, ada yang berburu, mengusahakan lewat jalur pemerintahan menjadi petugas atau sebangsanya, terpenting bisa berangkat ke tanah suci.  Siapa saja yang berangkat kesana seharusnya sebagai bentuk mengevaluasi diri, mengevaluasi tentang bagaimana ibadah kepada Tuhan semesta alam; apakah selama ini dengan bertambahnya hari makin bersujud atau malah sebaliknya. Selain itu, berusaha menghidari apa apa saja yang dilarang orang Tuhan, dan berusaha bertunduk pasrah atas apa yang menjadi anjuran-Nya.

Dan ada lagi sebagian kecil yang pada musim ibadah haji ini hanya berkonsentrasi pada ibadah, tak memperdulikan perihal update status baik whatsapp, Instagram, Facebook atau sebangsanya. Bahkan menulis dalam kertas yang di foto di depan Ka’bah tak dilakukan. Sebab baginya ibadah ini adalah privasi dengan Tuhan. Perihal apa saja biarlah Tuhan yang menentukan ibadah tahun ini mabur atau mabrur. Katanya alasannya sederhana sekali, kekhusukan, kesakralan dalam menjalankan rukun Islam yang kelima akan hilang dengan adanya keinginan-keinginan yang diselipi dengan publikasi dengan maksud dan tujuan untuk mengabadikan momen yang sudah terjalankan.

“Mas…mas biaya haji itu mahal, dan antrinya juga panjang banget melebihi jalan tol panjangnnya jadi rugi kalau tak di abadikan atau di publikasikan, siapa tahu dari publikasi-publikasi tersebut banyak yang tergugah hatinya untuk berangkat ibadah termahal tersebut,”

Saya terdiam dengan apa yang telah diujarkan teman saya tersebut. Dan satu lagi apakah nanti saya akan mampu menahan tentang seperti apa yang saya tuliskan barusan ketika menjalani ibadah termahal tersebut?

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

    Manusia Penetap dan Manusia Penyinggah

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Darurat Kasih Sayang diangkat sebagai tema Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke-153 pada Sabtu (21/9) malam kemarin. Tema ini sengaja dipilih sebagai ajakan untuk merenungkan kembali carut marut yang semakin menggejala dalam kehidupan kebangsaan kita. Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman menyebut di bulan kelahiran Nabi Muhammad ini, belajar sifat kasih sayang menjadi sesuatu yang […]

  • INISNU Perkuat Kerjasama Internasional dengan Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Malaysia

    INISNU Perkuat Kerjasama Internasional dengan Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Malaysia

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

      Malaysia – Dalam rangkaian Pancadharma Internasional, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melaksanakan MoU, MoA, riset, PkM, dan lawatan silaturahmi pada Rabu (27/8/2025) di Maahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Selangor, Malaysia yang sering disebut MTAVB tepatnya di Kampung Seri Aman Luar, 47100 Puchong, Selangor. Kedatangan rombongan diterima langsung oleh pimpinan Maahad Tahfiz Vokasional Aman […]

  • PCNU-PATI

    Ketok Palu! Kiai Mustofa dan Kiai Marzuki Pimpin NU Tambakromo

    • calendar_month Sel, 8 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 631
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Setelah jabatan pengurus MWC-NU Tambakromo periode 2018-2023 berakhir pada Ahad (7/8) lewat konferensi MWC, kini NU Tambakromo memiliki ketua baru.  Kiai Marzuki Abbas sukses naik takhta setelah melewati dua nama yang direstui Syuriyah. Ke duanya adalah KH. Suwarno dan K. Edy Supriyanto. Sementara, untuk Ro’is MWC NU Tambakromo masa khidmat 2023-2028 dijabat oleh Kiai […]

  • Imaratul Masjid Butuh Kekompakan

    Imaratul Masjid Butuh Kekompakan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pati. Nadhir Masjid mempunyai tugas mempersatukan seluruh warga masyarakat untuk memakmurkan masjid. Nadhir Masjid harus aktif mengadakan rapat untuk menyatukan berbagai pandangan yang tidak sama. Dengan langkah langkah nyata nadhir Masjid insya Allah mampu meramaikan masjid sebagai Baitullah yang harus dimuliakan. Jangan sampai perbedaan dibiarkan karena akan menjadi bola liar yang berbahaya bagi imaratul Masjid […]

  • Sugeng Kondur, Gus Umar

    Sugeng Kondur, Gus Umar

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Yusuf Hasyim, S.Ag., M.Si.* Kamis malam, seperti biasa, di waktu luang, saya selalu mengecek WhatsApp barang kali ada notifikasi penting. Benar saja. Malam itu, bukan cuma info penting, namun juga mengejutkan. Tanpa mau termakan isyu sumbang, saya segera mencari info A1. Seorang sahabat yang saya nilai sangat dekat dengan keluarga Gus Umar Fayumi […]

  • PCNU-PATI

    Satu Abad NU : Muhasabah Sego Berkat

    • calendar_month Kam, 19 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin*  Tahun ini, NU telah mencapai yuswa satu abad menurut hijriyah version. Mampu survive ditengah goncangan selama seratus tahun saja sudah merupakan prestasi, apalagi bisa memberi dampak bagi ummat.  Diiyakan ataupun diingkari, kontribusi NU untuk bangsa memang sudah tak terhitung, dan memang banyak peneliti, pengamat dan penulis yang analisa ihwal  tersebut. […]

expand_less