Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Era VUCA dan BANI, Ini Kompetensi Plus Versi Hamidulloh Ibda yang Wajib Dikuasai Guru MI/SD

Era VUCA dan BANI, Ini Kompetensi Plus Versi Hamidulloh Ibda yang Wajib Dikuasai Guru MI/SD

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
  • visibility 14.256
  • comment 0 komentar

SEMARANG — Era disrupsi digital yang bergerak begitu cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Mahasiswa sebagai calon pendidik tidak lagi bisa mengandalkan cara-cara konvensional jika ingin bertahan dan relevan di masa depan. Menanggapi tantangan besar ini, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Walisongo Semarang menggelar Seminar Karier Pendidikan bertajuk “Merancangkan Masa Depan Gemilang Melalui Karier di Dunia Pendidikan” di Audit 1 Kampus 1, Senin (18/5/2026).

Hadir sebagai pemateri utama, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Rektor INISNU Temanggung, memberikan sorotan tajam mengenai realitas yang harus dihadapi oleh para calon guru madrasah dan sekolah dasar saat ini.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang memadati ruangan, Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa lanskap global saat ini dikendalikan oleh dinamika yang sangat kompleks. Mahasiswa dan calon guru wajib merespon tantangan nyata dari era VUCA atau Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity serta konsep yang lebih mutakhir, yakni era BANI alias Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible.

“Dunia pendidikan kita saat ini tidak hanya rapuh dan penuh ketidakpastian, tetapi juga sering kali tidak selaras secara linear dan sulit dipahami secara instan. Menghadapi era BANI dan VUCA, calon guru tidak boleh hanya menjadi pengajar yang biasa-biasa saja. Respons terbaik adalah dengan meningkatkan kapasitas diri secara radikal,” ujar Ibda dalam paparannya.

Ibda yang juga Wisudawan Terbaik Prodi S3 Pendidikan Dasar UNY 2024 itu menambahkan bahwa jika mahasiswa PGMI atau PGSD hanya puas dengan pemahaman teoretis normatif tanpa mau menyentuh aspek teknologi dan dinamika zaman, maka mereka akan tergilas oleh perkembangan peradaban digital.

Sebagai solusi konkret atas kegelisahan akademik tersebut, Hamidulloh Ibda memaparkan model mutakhir bertajuk “Prototipe Guru SD Profesional Era Digital”. Rumusan ini merupakan buah pemikiran mendalam yang diangkat langsung dari temuan disertasinya di Prodi S3 Pendidikan Dasar Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun 2024 lalu.

Ibda menjelaskan bahwa guru SD/MI masa depan wajib menguasai Kompetensi Plus, sebuah formulasi komprehensif yang mengintegrasikan aspek regulasi nasional dengan tuntutan global. Kompetensi tersebut mencakup lima pilar utama. Pertama, 4 Kompetensi Inti Guru. Landasan utama seorang pendidik tetap berpijak pada amanat undang-undang yang meliputi kompetensi pedagogi (kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, kompetensi kepribadian, yaitu memiliki akhlak mulia, mantap, stabil, dan dewasa, kompetensi sosial, sebuah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan komunitas sekolah dan masyarakat, dan kompetensi profesional, yaitu penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Kedua, Kompetensi Digital Pedagogi (Digital Pedagogical Competence). Calon guru harus mampu mengemas proses pembelajaran berbasis digital secara taktis. Komponen ini melingkupi penguasaan terhadap Kebijakan Digital, Kurikulum Digital, Perencanaan Digital, Pembelajaran Digital, Penilaian Digital, hingga Inovasi Digital.

Ketiga, Kompetensi Digital Masa Kini. “Guru tidak hanya sekadar bisa menggunakan gawai, melainkan wajib memiliki pemahaman holistik,” kata Ibda. Hal itu mencakup pengetahuan digital (Digital Knowledge), budaya digital (Digital Culture), keamanan digital (Digital Safety), dan etika digital (Digital Ethics).

Keempat, Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Sebuah kerangka kerja yang memadukan tiga komponen pengetahuan krusial secara beririsan, yaitu Pengetahuan Teknologi (Technological Knowledge – TK), Pengetahuan Pedagogi (Pedagogical Knowledge – PK), dan Pengetahuan Konten/Materi (Content Knowledge – CK). “Guru masa depan wajib tahu bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengajarkan konten tertentu dengan cara yang efektif dan interaktif,” kata dia.

Kelima, ICT Competency Framework for Teachers (ICT CFT) Version 3. Ini mengadopsi standar internasional, guru madrasah/SD era digital harus menyelaraskan diri dengan enam poin dalam kerangka kerja TIK, yaitu: Understanding ICT in Education (Memahami TIK dalam Pendidikan), Curriculum and Assessment (Kurikulum dan Penilaian), Pedagogy (Pedagogi), ICT (Aplikasi Teknis TIK), Organization and Professional Learning (Organisasi dan Pembelajaran Profesional), dan Teacher Professional Learning (Pembelajaran Profesional Guru)

Seminar yang dipandu oleh Ni’matul Hamidah sebagai moderator ini juga menghadirkan Ilining Uswatuun K., S.Pd., sebagai pemateri kedua untuk memberikan perspektif praktis di lapangan.

Melalui kegiatan ini, HMJ PGMI UIN Walisongo berharap para peserta tidak sekadar pulang membawa e-sertifikat atau fasilitas seminar, melainkan membawa bekal pola pikir baru. Turut hadir Wakil Dekan III FTIK Dr. H. Karnadi, M.Pd., Kajur PGMI Dr. Hamdan Husein Batubara, M.Pd.I., dan ratusan peserta dari UIN Walisongo, UNWAHAS, UIN Salatiga, UPGRIS, dan tamu undangan.

Dengan penguasaan konsep “Kompetensi Plus” temuan Dr. Hamidulloh Ibda, para calon guru diharapkan tidak lagi cemas menghadapi ketidakpastian dunia kerja. Sebaliknya, mereka akan menjadi agen perubahan yang siap merancang masa depan pendidikan dasar yang gemilang di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Mencermati kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, kita akan mengetahui bahwa penulisannya dilatarbelakangi oleh munculnya gerakan modernisme Islam di Indonesia. Menurut Andrée Feillard (2009:6) kaum modernis membentuk organisasi yang dikenal seperti Muhammadiyyah (1912), Al-Irsyad (1915), dan Persatuan Islam (1923). Gerakan ini menurutnya adalah gerakan kedua yang harus dihadapi kaum muslimin Ahlussunnah […]

  • PCNU-PATI Photo by JESUS ECA

    Empat Cara Bijak dalam Bermedia Sosial

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id Media sosial seakan menjadi sebuah hal pokok di berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang tua banyak yang berkecimpung di dalamanya. Dengan adanya Medsos, dunia seakan tanpa sekat jarak, ruang dan waktu. Semua peristiwa di belahan dunia bisa diketahui dengan cepat. Namun perlu diperhatikan, bahwa dalam bersosmed juga ada […]

  • 2 Tokoh Masuk 50 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

    2 Tokoh NU Masuk 50 Besar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    JAKARTA – Dua nama besar dalam Nahdlatul Ulama masuk dalam 50 besar World’s 500 Most Influential Muslim 2023. Ke dua nama tersebut adalah Habib Luthfi bin Yahyah, Ketua Idaroh Aliyah Jama’ah Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) dan KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU saat ini. Masing-masing tokoh tersebut menduduki peringkat ke-30 dan 19 dalam […]

  • Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    Ratusan Potong Masker Ludes Sekejap

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Proses briefing yang disampaikan oleh Maulana Luthfi Karim, ketua Kader Penggerak NU Gembong dan pihak kepolisian sebelum pembagian masker GEMBONG-Kader Penggerak NU (KPNU) Kecamatan Gembong menggelar aksi solidaritas. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Gembong, Rabu (15/4) pagi tadi. Aksi yang dilakukan adalah membagi sejumlah masker kepada para pengunjung dan pedagang pasar. Sedikitnya ada 400 potong […]

  • Sosok Arief, Guru MI Mantan Loper Koran Raih Doktor UIN Walisongo

    Sosok Arief, Guru MI Mantan Loper Koran Raih Doktor UIN Walisongo

    • calendar_month 3 menit yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 19.997
    • 0Komentar

    Semarang – Moh. Miftahul Arief, guru MI Miftahul Akhlaqiyah Ngaliyan, Semarang, resmi meraih gelar Doktor Studi Islam dari UIN Walisongo Semarang setelah berhasil mempertahankan disertasinya, dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi S-3 Studi Islam Pascasarjana UIN Walisongo, Rabu 30 September 2026. Ujian terbuka yang dipimpin langsung Rektor UIN Walisongo, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag. […]

  • ‎Ma’arif Jateng Libatkan 19 Media Mitra untuk Perkuat Publikasi

    ‎Ma’arif Jateng Libatkan 19 Media Mitra untuk Perkuat Publikasi

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.861
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Media Ma’arif Kuat, Nusantara Hebat” di Kantor LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Semarang, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi publikasi bersama media massa guna mendukung pendidikan karakter berbasis digital di lingkungan satuan pendidikan Ma’arif. […]

expand_less