Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Masih Sementara, Pendaftar OSKANU IV 2026 Capai 3.254 Peserta

Masih Sementara, Pendaftar OSKANU IV 2026 Capai 3.254 Peserta

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 11 Agu 2026
  • visibility 17.862
  • comment 0 komentar

SEMARANG — Antusiasme satuan pendidikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dalam menyambut ajang Olimpiade Sains & Keagamaan Ma’arif NU (OSKANU) IV Tahun 2026 menunjukkan grafik peningkatan yang pesat. Berdasarkan rekapitulasi data resmi per Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB, tercatat sebanyak 3.254 peserta dari 616 sekolah/madrasah telah terdaftar untuk berkompetisi.

Menanggapi capaian ini, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Dr. H. Fakhruddin Karmani, M.S.I., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen para pengurus cabang, kepala madrasah/sekolah, serta para pendamping yang terus mengawal proses pendaftaran para siswa terbaiknya.

“Capaian 3.254 pendaftar hingga pagi ini merupakan bukti nyata dari gelora semangat dan potensi besar yang dimiliki para pelajar Ma’arif NU di Jawa Tengah. OSKANU IV bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang penguatan mutu akademis dan karakter keagamaan bagi generasi muda Nahdliyin,” ujar Dr. H. Fakhruddin Karmani.

Lebih lanjut, beliau juga mengimbau pengurus LP Ma’arif PCNU dan pengelola madrasah di daerah yang tingkat partisipasinya masih belum maksimal untuk segera mengambil langkah cepat dalam mengonsolidasikan potensi siswa di wilayah masing-masing.

“Kami mengapresiasi cabang-cabang yang menunjukkan partisipasi luar biasa. Namun, kami juga mendorong cabang-cabang yang masih minim pendaftar atau belum memasukkan datanya agar bergerak cepat memanfaatkan sisa waktu pendaftaran yang ada. Seluruh anak didik kita berhak mendapatkan kesempatan emas ini untuk menguji dan mengasah kemampuan mereka,” tambahnya.

Berdasarkan rincian data per 11 Agustus 2026 pukul 09.30 WIB, pendaftar tersebar dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Partisipasi tertinggi dicatatkan oleh Purbalingga dengan 223 peserta dari 44 sekolah, disusul ketat oleh Jepara yang menyumbang 221 peserta dari 38 sekolah. Banyumas berada di urutan berikutnya dengan 219 peserta dari 45 sekolah, diikuti Demak dengan 206 peserta dari 35 sekolah, serta Kendal yang mengirimkan 205 peserta dari 46 sekolah.

Tingkat partisipasi yang tinggi juga terlihat di Kudus dengan 201 peserta dari 42 sekolah, Temanggung dengan 195 peserta dari 32 sekolah, dan Cilacap dengan 193 peserta dari 41 sekolah. Selanjutnya, Wonosobo mencatatkan 158 peserta dari 33 sekolah, Kabupaten Semarang dengan 155 peserta dari 37 sekolah, serta Batang yang mengirimkan 144 peserta dari 17 sekolah. Capaian ini dilanjutkan oleh Kabupaten Pekalongan dengan 140 peserta dari 26 sekolah, Brebes dengan 125 peserta dari 20 sekolah, Blora dengan 108 peserta dari 17 sekolah, Kota Pekalongan dengan 106 peserta dari 21 sekolah, serta Pati yang menggenapi kelompok daerah berpartisipasi tinggi dengan 100 peserta dari 15 sekolah.

Sementara itu, wilayah tingkat kota lainnya yang tercatat memberikan kontribusi pendaftar meliputi Kota Semarang dengan 57 peserta dari 9 sekolah, Kota Salatiga dengan 44 peserta dari 7 sekolah, serta Kota Pekalongan yang sebelumnya telah menyumbang 106 peserta dari 21 sekolah. Daerah lain seperti Purworejo (91 peserta/16 sekolah), Kabupaten Magelang (85 peserta/18 sekolah), Boyolali (71 peserta/18 sekolah), Grobogan (61 peserta/9 sekolah), Banjarnegara (48 peserta/8 sekolah), Kebumen (22 peserta/6 sekolah), Rembang (20 peserta/4 sekolah), Klaten (18 peserta/4 sekolah), Kabupaten Tegal (14 peserta/3 sekolah), Sragen (9 peserta/2 sekolah), Pemalang (8 peserta/1 sekolah), serta Karanganyar (7 peserta/2 sekolah) masih terus melakukan pembaruan data pendaftaran.

Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Tengah kembali mengajak seluruh pengurus PCNU dan kepala sekolah/madrasah di seluruh penjuru Jawa Tengah untuk segera mendaftarkan siswa-siswi terbaiknya demi menyukseskan gelaran OSKANU IV Tahun 2026 sebagai ajang bergengsi pembuktian prestasi sains dan keagamaan kader Ma’arif NU.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Gelar Tasyakuran 94 Tahun NU

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran 94 Tahun NU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    PATI-Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Pati, ahad pagi (2/2) mengadakan tasyakuran harlah ke-94 Nahdlatul Ulama. Acara diselenggarakan secara khidmat di Aula PCNU Pati. Acara Tasyakuran Harlah NU ke-94 di Aula Gedung PCNU Pati.  Dihadiri oleh beberapa pengurus harian tanfidziyah, suriyah, lembaga, banom hingga kader-kader NU yang saat ini menjadi DPRD Kab. Pati. Para pengirus MWC […]

  • Seribuan Jemaah Haji Pati Sampai di Kampung Halaman

    Seribuan Jemaah Haji Pati Sampai di Kampung Halaman

    • calendar_month Jum, 19 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.873
    • 0Komentar

    Pati – Seribuan jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah telah sampai di kampung halaman. Mereka dari kloter 43, kloter 49, kloter 50, kloter 51 dan kloter 52. Rinciannya kloter 43 yang berjumlah 2 jemaah sampai di Kabupaten Pati pada Selasa(16/6/2026) malam lalu, 143 jemaah haji Kloter 49 pulang pada Kamis (18/6/2026) malam, 348 jemaah […]

  • PBNU Rilis Daftar Pengurus, 4 Ulama Pati Masuk Jajaran Syuriyah

    PBNU Rilis Daftar Pengurus, 4 Ulama Pati Masuk Jajaran Syuriyah

    • calendar_month Rab, 12 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 840
    • 0Komentar

    KH. Aniq Muhammadun, salah satu kiai asal Pati yang namanya masuk dalam jajaran Syuriyah PBNU.  JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hari ini, Rabu (12/1) meluncurkan daftar nama pengurus baru era kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Surat bernomor  01/A.II.04/01/2022 tentang Pengesahan Susunan Pengurus Besar NU tersebut memperlihatkan nama-nama tokoh yang akan […]

  • Harlah NU, Genengmulyo Gelar Pengajian

    Harlah NU, Genengmulyo Gelar Pengajian

    • calendar_month Sen, 31 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

      KH. Abdul Hadi Kurdi menyampaikan ceramah dalam rangka Harlah NU JUWANA – PR IPNU IPPNU Desa Genengmulyo sukses menggelar pengajian dalam rangka Harlah NU ke-96. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Jami’ Baitussalam, Sabtu (29/1/2022). KH. Abdul Hadi Kurdi diundang sebagai penceramah. Kegiatan dihadiri oleh GP Ansor, muslimat, Fatayat, NU, IPNU, IPPNU dan warga sekitar. […]

  • Belajar Menjadi Bijaksana

    Belajar Menjadi Bijaksana

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

                Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.             M. […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

expand_less