Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

 

img-20211111-wa0033-8291049
KH. Ilham Supriyanto sedang mengisi ngaji budaya di Juwana dengan gaya uniknya, yaitu dakwah menggunakan wayang

JUWANA- Hari Pahlawan menjadi momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia. 10 November diperingati sebagai bentuk rasa hormat atas jasa para Pahlawan yang telah gugur dan berkorban demi Negara. Inilah yang disampaikan oleh KH  Ilham Supriyanto, ketu LDNU Pati. 

ungkapan itu disampaikan dia di depan puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU Kecamatan Juwana, Rabu (10/11) malam. 

Kegiatan yang digagas oleh Departemen Olahraga, Seni dan Budaya PAC IPNU/IPPNU Juwana tersebut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2021. Mengusung tema besar Ngaji Budaya, agenda tersebut berlangsung cukup meriah di gedung TPQ Manba’ul Huda, Bakaran Kulon Juwana. 

Bukan hanya para pelajar NU, para pengurus Banom NU se-Kecamatan Juwana juga tampak antusias menyimak Ngaji Budaya dari kiai yabg menggunakan media wayang kulit sebagai alat dakwahnya tersebut. 

Fokus Angkat Budaya

Kehadiran KH. Ilham di Juwana bukan tanpa alasan. Panitia, diwakili Widodo Adi, Kepala Departemen Olahraga, Seni dan Budaya IPNU Juwana menegaskan bahwa para pemuda sudah saatnya kembali kepada budayanya sendiri.  

Seperti diketahui bersama, KH. Ilham merupakan sosok dai dengan metode dakwah yang unik. Kiai sekaligus dalang tersebut menggunakan wayang sebagai media dakwahnya.

“Wayang itu budaya jawa yang hampir tidak diminati,” ungkap Adi.

Dengan tema ‘Minangka Dinane Para Pejuang Lan Mongko Ojo Lali Mara Kabudaya’, para generasi muda NU tersebut begitu semangat mengikuti jalannya ngaji budaya. Hal ini, lanjut Adi juga ditujukan untuk menarik minat para pelajar dan pemuda untuk turut serta dalan organisasi IPNU dan IPPNU. Menurutnya, semangat organisasi di kalangan pemuda di Kecamatan Juwana masih perlu ditingkatkan lagi. 

Sementara itu, Faiz Alim Rosyada, ketua PAC IPNU Juwana menjelaskan alasan dibalik pengambilan tema tersebut. Menurut dia, menghormati pahlawan berarti harus juga mempertahankan budaya lokal, sebagai bagian yang ikut terjajah. 

“Dulu kita punya budaya sendiri, tapi setelah orang Eropa datang dengan gaya hidul mereka, seolah-olah budaya kita menjadi budaya kelas dua yang kehilangan eksistensi di rumah sendiri. Kita terjajah dalam konteks budaya,” terang dia.(lpj/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PR Fatayat NU Desa Gembong Terbentuk, PAC : Kami Marathon

    PR Fatayat NU Desa Gembong Terbentuk, PAC : Kami Marathon

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    KH. Masruhin, menyaksikan penyerahan amanah jabatan Ketua Pimpinan Ranting Fatayat NU Gembong oleh ketua PAC Fatayat NU Gembong, Munfarichah (tengah) kepada Yeni Munifah GEMBONG – Setelah sekian lama vakum, Fatayat NU Ranting Desa Gembong resmi dibentuk pada Sabtu (12/3) kemarin. Peristiwa bersejarah tersebut dilaksanakan di Gedung MWC NU, Jalan Raya Gembong-Colo, Km. 1, Gembong.  KH. […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • Sugeng Kondur, Gus Umar

    Sugeng Kondur, Gus Umar

    • calendar_month Ming, 3 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Yusuf Hasyim, S.Ag., M.Si.* Kamis malam, seperti biasa, di waktu luang, saya selalu mengecek WhatsApp barang kali ada notifikasi penting. Benar saja. Malam itu, bukan cuma info penting, namun juga mengejutkan. Tanpa mau termakan isyu sumbang, saya segera mencari info A1. Seorang sahabat yang saya nilai sangat dekat dengan keluarga Gus Umar Fayumi […]

  • Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    Takbir Keliling Mini Semarakkan Malam Idul Adha di Gembong

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    GEMBONG-Jalan Raya Pati Gembong Km. 13 Ngembes mengalami kemacetan. Hal ini dikarenakan ratusan orang turun ke jalan utama yang menghubungkan Pati, Gembong dan Muria tersebut. Beberapa kendaraan terpaksa berjalan pelan mengikuti alur masyarakat yang tumplek blek di jalan. Bahkan saking padatnya, beberapa personil kepolisian juga diterjunkan untuk mengatur lalu lintas. Peserta takbir keliling mini Dukuh […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Minggu, 26/3 kemarin. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban […]

  • Gotong royong. Photo by Antonio Janeski on Unsplash.

    Tradisi Gotong Royong

    • calendar_month Kam, 23 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh IbdaDosen dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiwaan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Kita tidak bisa membayangkan jika manusia di Indonesia ini tidak kenal lagi dengan gotong-royong. Tentu bubar. Jauh-jauh hari, Nasida Ria telah meramal kehidupan tahun 2000 dengan apik dalam lagu Tahun 2000. Tahun dua ribu tahun harapan//Yang penuh tantangan dan […]

expand_less