Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Baznas Pati Bakal Tarik Zakat Petani hingga Kiai

Baznas Pati Bakal Tarik Zakat Petani hingga Kiai

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
  • visibility 11.385
  • comment 0 komentar

 

Pati – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pati tak hanya menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menampung zakat. Mereka juga bakal menyasar zakat petani hingga kiai atau penceramah.

Ketua BAZNAS Pati, Minanurrohman, menjelaskan langkah ini dilakukan untuk mengembangkan potensi zakat di Kabupaten Pati. Apalagi kewajiban zakat bukan hanya ASN, melainkan bagi orang yang mampu dan memenuhi syarat.

”Selama ini memang ASN yang paling dominan. Tapi potensi terbesar justru ada di luar itu, mulai dari petani, pengusaha, hingga profesi seperti dokter, pengacara, bahkan penceramah atau kiai,” ujar Kiai Minan.

Ia mengungkapkan potensi zakat di Pati sangat besar. Dari sektor pertanian saja, jika petani membayar 50 persen dari potensi zakat yang ada, nilainya bisa mencapai Rp126 miliar per tahun.

Angka ini belum termasuk zakat dari sektor lain seperti peternakan, perikanan, perkebunan, hingga industri. Hal ini yang mendorong pihaknya untuk mulai merambat zakat ke profesi lainnya.

”Belum lagi zakat profesi. Kiai yang ceramah dengan bayaran jutaan rupiah sekali tampil, itu juga ada ketentuan zakatnya. Tapi ini yang belum tersentuh,” kata dia.

Untuk memperkuat penghimpunan zakat, BAZNAS Pati juga mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pengelolaan zakat. Regulasi ini nantinya akan menyasar sektor swasta agar memiliki dasar hukum dalam penarikan dan pengelolaan zakat.

Penyusunan Raperda tersebut saat ini tengah berjalan dengan melibatkan akademisi dari UIN Kudus serta dukungan pemerintah daerah.

“Kalau sudah disahkan, kita akan langsung tancap gas. Ini bukan untuk kepentingan politik, tapi murni untuk kesejahteraan umat,” tegasnya.

Selain memperluas sumber dana, BAZNAS Pati juga menyiapkan program unggulan berupa zakat produktif. Program ini bertujuan membantu mustahik (penerima zakat) agar bisa naik kelas menjadi muzakki (pemberi zakat).

Caranya, BAZNAS akan memberikan modal usaha sekaligus pendampingan bagi masyarakat yang memiliki usaha dan manajemen yang baik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

    Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Hari Raya Idul Adha merupakan momentum bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, terlebih bagi umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari peringatan Hari Raya Idul Adha ini, agar kita semua senantiasa meneladani Nabi Ibrahim AS atas ketaatannya menjalankan perintah Allah SWT. Ada tiga keistimewaan yang […]

  • Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 621
    • 0Komentar

    Sekjend PBNU saat ini, Helmi Faishol Zaini (kiri) bersama Sekjend PBNU Era Gus Dur, KH. Abdul Ghofar Rahman (kanan) yang sedang terbaring sakit. JAKARTA-KH. Abdul Ghaffar Rahman atau Gus Ghofar berpulang Kamis (5/8) malam tadi. Sekretaris Jendral PBNU era Gus dur tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20.38 WIB di Rumah Sakit pusat Angkatan Darat […]

  • Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 587
    • 0Komentar

    GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu […]

  • Doa Bersama Sebelum Belajar

    Doa Bersama Sebelum Belajar

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Ibtidaiyah Khoiriyah Sitiluhur yang beralamat di Jln. Raya Pati – Gunung Rowo Km.14 Sitiluhur Gembong Pati, setiap kali akan melakukan kegiatan belajar mengajar, setiap murid dan guru-guru dianjurkan untuk doa bersama, membaca shalawat, asma’ul Husna.             “Kami selaku guru akan memberikan sulitauladan yang baik, untuk anak didik kami, terutama dalam menuntut ilmu, maka […]

  • Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia MI/SD Perlu Direformulasi

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Yogyakarta – Dalam Seminar Nasional Online (Sensasi Online) ke-7 yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia bertajuk “Reformasi Struktur dan Pola Pikir Keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/4/2024), disimpulkan bahwa struktur dan pola pikir keilmuan Bahasa Indonesia untuk MI/SD perlu direformulasi. Narasumber kegiatan tersebut yaitu dosen PGMI INISNU […]

  • Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Oleh : DR. Abdul Karim, M.Pd A. Tuntutan Dunia Baru Kehidupan yang terus mengalami perubahan pada semua aspek baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik menuntut pembaruan pemahaman aswaja yang menjadi pedoman dalam menjalankan syariat dan pembinaan umat. Bukan menggeser isi dan substansi namun menyelaraskan metode kajian (manhaj) agar hasil pemaknaan teks yang sudah ada menjadi […]

expand_less