Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

Sekali Tersakiti; Setelah itu, Berhenti

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 10 Agu 2022
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Kemarin malam saat sedang menikmati secangkir teh, sebagai pengantar istirahat malam saya mendapatkan pesan di Whatsapp dari orang yang saya sayangi. Singkat padat dan terkendali.

“Mas kejadian tadi buat tulisan buat hari Rabu ya,”

Saya langsung mengiyakan saja permintaanya; sedangkan tulisan dengan judul Dari Rumah Ke Rumah akan saya publish pada Rabu mendatang.

Ceritanya begini, pada suatu kala, maksudnya pada sore hari, ketika saya denganya makan sore untuk pengawalan makan malam. Sebab saya lagi menjalani program diet yang seharusnya berhenti makan setelah matahari terbenam di ufuk barat. Meski berat akan tetapi akan dan di paksa harus dilakukan, seperti halnya Nobita saat membuktikan cintanya pada Shizuka.

Di tempat langganan, saya memesan pecel lele sedangkan teman saya memesan cumi cumi goreng. Kami bertiga, makanan yang kami pesan sudah di iyakan, minuman sudah ditanyakan. Saya kira cepat, akan tetapi penjualnya masih sibuk bungkus sana bungkus sini, lirik ke sana, lirik kemari. Sedangkan kami yang duduk dengan tekun, menunggu hidangan yang telah kami pesan dengan penuh khidmat. Lama. Seakan di cuekin saja. Selain itu, ketika ada orang yang dating, memesan dan membungkus selalu di iyakan. Tanpa memperdulikan apakah orang yang pesan dan makan di tempat sudah terlayani belum? Bisa jadi penjualnya berfikiran yang penting  banyak yang pesan terlebih dahulu, soal lainya bisa di pikir belakangan.

Dari menit saat saya pesan hingga hidangan tersajikan satu jam lebih, itu pun amburadul. Cumi cumi goreng dingin dan pecel lelenya tak seperti biasanya, sambalnya pun sampai dobel dobel. Bahkan kami bertiga yang di hidangkan hanya dua. Benar apa yang dikatakan orang tua dulu, terkadang saat kita memburu omset banyak kita telah melupakan pelayanan yang maksimal.

Ada peribahasa terbaru menjelaskan Dinosaurus di Samudra nampak jelas sedangkan Kutu di pupil mata tak nampak. Melalui peribahasa tersebut bisa menggambarkan kondisi saya saat itu, perut lapar, menunggu hindangan tak kelar kelar. Malahan si penjualnya lebih mendahulukan yang bungkus sedangkan yang makan di tempat di tunda tunda, apakah ini adil? atau ini adalah sebuah ujian kesabaran, saya kira soal ini bukan kesabaran akan tetapi seharusnya dilontarkan. Bukankah, newongke wong itu perlu, dan tentu kita semua paham pembeli adalah raja.

Saya hanya mengerundel, meskipun terkadang dalam hati sumpah serapah dan jampi jampi mau dikeluarkan, dan alhamdullah tak jadi. Dan pada akhirnya saya dan teman saya memputuskam dengan seksama dalam tempo se singkat singkatnya, tak akan kembali lagi. Cukup sekali tersakiti setelah itu menyembarkan informasi tentang pelayanan, tentang kondisi yang sedang saya alami.

Dalam menjalankan usaha terutama restoran, rumah makan bahkan penyetan di pinggir jalan, yang terpenting yaitu pelayanan, kenyamanan kepada pembeli yang datang. Dengan begitu pembeli yang datang akan bercerita pada teman, saudara bahkan kolega. Jika makan disana itu enak, pelayanannya maksimal dan lain seterusnya.

Berbeda lagi apabila mengesampingkan pembeli yang datang dan lebih mementingkan yang orderan. Maka yang terjadi adalah waktu berbicara, kapan rumah makan dan penyetan di pinggir jalan tersebut selesai beroperasional, sebab sumpah serapah akan terus bermunculan ketika ada yang di kecewakan.

Bisa jadi senja kemarin saya dengan teman saya yang tersakiti, setidaknya bisa menahan diri. Belum tentu besok  hari, jika orang lain yang mengalami  akan melakukan hal yang sama menahan diri, bisa jadi orang lain akan mempublikasikan tentang hal hal yang tak mengenakan ke media sosial. Pada akhirnya kelar sudah.

Dengan kejadian yang saya alami tersebut saya ada tips apabila mengalami  kejadian sama seperti saya; pertama, ganti tempat, kedua bayar apa yang kita pesen dan suruh penjualnya yang makan, ketiga doakan semoga tak ada lagi korban yang sama. Sebuah tips sederhana bisa dipraktikkan, tentu semua itu harus melalui pertimbangan yang dalam dan masak sesuai dengan kadar kewajaran dan kesabaran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TVNU – PB PMII Kolaborasi Gelar Doa Bersama

    TVNU – PB PMII Kolaborasi Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Zoom meeting Sholawat Nariyah dan Doa untuk Keselamatan Bangsa oleh TVNU dan PB-PMII Rabu (7/7) malam. JAKARTA-Pengurus Besar PMII bekerja sama dengan TVNU mengadakan sholawat nariyah dan doa bersama Rabu (7/7) malam. Kegiatan tersebur dilakukan secara daring via zoom meeting.  Selain ketua umum PB PMII dan Kopri PB PMII, hadir pula dalam agenda tersebut beberapa […]

  • PCNU-PATI

    Dosen Inisnu Sebut Menulis Artikel di Scopus Lebih Mudah dari Sinta

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa menulis artikel di jurnal internasional terindeks Scopus lebih mudah daripada menulis artikel di jurnal nasional terindeks Sinta. Hal itu diungkapkan dalam Seminar Publikasi Internasional secara daring dengan tema “Menjadi Akademisi Global […]

  • PCNU Pati Gelar Tasyakuran Hari Santri 2025, Ada Peluncuran Perbup Pesantren hingga Pemberian Beasiswa Santri

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran Hari Santri 2025, Ada Peluncuran Perbup Pesantren hingga Pemberian Beasiswa Santri

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.169
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar malam tasyakuran Hari Santri 2025 di halaman Kantor Bupati Pati, Kamis (30/10/2025) malam. Kegiatan ini dikemas dengan acara Istighotsah dan Gema Selawat. Pada kesempatan tesebut, juga dilaksanakan launching Peraturan Bupati (Perbup) Pesantren, penghargaan tokoh santri, serta pemberian beasiswa santri tahfidz. Ketua PCNU Pati, KH […]

  • PR IPNU IPPNU Desa Godo Winong Gelar Makesta

    PR IPNU IPPNU Desa Godo Winong Gelar Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    WINONG – PR IPPU IPPNU Desa Godo Kecamatan Winong Kemarin (Minggu, 09/08/2020) mengadakan masa kesetian anggota (MAKESTA) yang dilaksanakan di Yayasan Miftahul Huda desa Godo. Acara dilaksanakan selama 2 hari kemarin (8-9/08/2020) ini di ikuti oleh anggota IPNU IPPNU Desa Godo dan anggota IPNU IPPNU dari sekitar dan dihadiri oleh pengurus PAC IPNU IPPNU Winong dan […]

  • GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    GP Ansor Gagas Agenda-Agenda Besar

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang Ansor Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), Senin (2/9). Ada beberapa agenda yang dibahas dalam rakor tersebut. Diantaranya adalah koordinasi Selametan Bumi Pesantenan, Pembaretan seribu Banser, istighotsah kubro dan khotmil qur’an bil ghoib sebanyak seratus khataman. “Banyak program kerja yang harus kita selesaikan. Ada proker jangka pendek dan jangka panjang. Dan […]

  • Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah. Photo by RU Recovery Ministries on Unsplash.

    Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    M. Iqbal Dawami Sebagai orang yang mencintai aktivitas baca-tulis, saya mencoba menularkan “virus” ini kepada keluarga saya. Di tengah masyarakat yang tak punya tradisi literasi ini, bukan hal mudah untuk menerapkannya, karena keluarga yang berbeda dengan kebanyakan di lingkungan bisa dianggap “aneh”, meskipun itu hal yang positif. Termasuk mengenalkan buku kepada tetangga. Saya coba sedikit […]

expand_less