Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film “Pesta Babi”

Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film “Pesta Babi”

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
  • visibility 14.193
  • comment 0 komentar

 

​pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar acara nonton bareng (nobar) film dokumenter di halaman Gedung PCNU Pati, Sabtu (16/5/2026) malam.

​Film yang diputar adalah karya terbaru dari sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. Acara yang dihadiri oleh puluhan kader muda NU ini kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai refleksi kondisi sosial, adat, dan lingkungan di Indonesia saat ini.

​Ketua PC IPNU Pati, Abdul Khorib, mengatakan bahwa nobar ini digelar lantaran tingginya rasa penasaran para pelajar terhadap isi dari film tersebut.

Film dokumenter ini sendiri menampilkan potret masyarakat adat Suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi Papua yang kehilangan hutan leluhur mereka akibat eksploitasi lahan.

​”Teman-teman tahu kondisi Indonesia sekarang. Karena teman-teman penasaran filmnya soal apa sih, akhirnya kami menyelenggarakan (nobar) ini. Lewat film ini, akhirnya kami paham apa yang sebenarnya terjadi di Papua,” ujar Abdul Khorib usai pemutaran film.

​Khorib menambahkan, sebagai elemen pelajar yang menjadi agen perubahan (agent of change), kader IPNU IPPNU tidak boleh apatis. Mereka dituntut untuk selalu responsif terhadap berbagai ketimpangan dan permasalahan di masyarakat.

​”Kami sebagai pelajar harus peka terhadap permasalahan yang ada. Misalkan saja terkait krisis ekologi yang saat ini menjadi ancaman nyata,” tegas dia.

​Sementara itu, Mirza yang hadir sebagai pemantik diskusi menjelaskan pesan moral dan ideologis yang dibawa oleh film Pesta Babi. Menurutnya, film ini menjadi pengingat bagi generasi muda tentang dampak destruktif kolonialisme modern terhadap ruang hidup masyarakat adat.

​”Film ini mengajarkan kita untuk lebih peka terhadap apa yang terjadi di sekitar kita. Selain itu, film ini mengingatkan kita akan dua hal penting yang tidak boleh kita gadaikan, yaitu kejujuran dan keberanian,” kata dia.

​Melalui nobar dan diskusi ini, PC IPNU IPPNU Pati berharap dapat memantik nalar kritis para anggotanya. Sehingga, mereka tidak hanya fokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu mengawal isu-isu kemanusiaan dan lingkungan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bilik Bilik Pesantren

    Bilik Bilik Pesantren

    • calendar_month Sen, 11 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Membaca pesantren dalam paradigma modernis merupakan sebuah kajian yang sangat urgen sekaligus menarik. Karena, kita bisa mengetahui sejauh mana gaung pesantren dalam menghadapi cakrawala kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Hal itu juga bisa dihadapkan dengan kritikan-kritikan yang muncul terhadap pesantren. Kritikan berupa kredibilitasnya sebagai sebuah lembaga pendidikan tradisional Nusantara dalam menghadapi kemajuan teknologi dan merespon persoalan-persoalan kontemporer yang jamak […]

  • Pelantikan  MWCNU Margorejo

    Pelantikan MWCNU Margorejo

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Pati. Kepengurusan baru Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecematan Margorejo masa khidmad 2015-2020 mengemban tanggung jawab yang besar. Karena di MWCNU ini akan berdiri lembaga pendidikan dan Perguruan tinggi. Pelantikan tersebut bertempat di  Ponpes Al-Akrom Pati Banyuurip Margorejo Pati (06/03)             Hal itu di ungkapkan oleh ketua NU Pati Drs. H. Ali Munfaat, saat […]

  • Pengurus PAC Fatayat dan Ansor Tlogowungu Resmi Dilantik

    Pengurus PAC Fatayat dan Ansor Tlogowungu Resmi Dilantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-  Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Tlogowungu beserta Pengurus Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Tlogowungu dan PAC Ansor resmi dilantik.  Pelantikan itu bertempat di Aula Balai Desa Lahar, Ahad (1/1/2023) siang. Kegiatan itu dihadiri oleh ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua PC Ansor Pati Abdullah Syafiq, Ketua PC Fatayat NU Pati […]

  • Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Dikukuhkan sebagai Pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah

    Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Dikukuhkan sebagai Pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.814
    • 0Komentar

      Semarang – Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, Rohani, resmi dikukuhkan sebagai salah satu pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2030. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Auditorium Jateng Majeng, Semarang. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Dr. H. Saiful Mujab, M.A. selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi […]

  • Masjid Jami' Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.713
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama. ​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan […]

  • PCNU-PATI Photo by sarangib

    Padi Tumbuh dalam Kesunyian

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dua tahun lalu hampir setiap pagi jika Aghza—anakku—bangun pagi, aku sering mengajaknya jalan-jalan ke pematang sawah. Dia tampak antusias setiap kali aku ajak ke persawahan. Sebelumnya dia minta dibuatkan susu dulu. Nanti susu yang dalam dot itu diminum pada saat kami melihat sawah. Terasa lebih nikmat, mungkin pikirnya. Aku bonceng […]

expand_less