Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

Ponpes Al-Asas Kajen Gelar Nobar ‘Pesta Babi’, Ajak Santri Bedah Permasalahan Ekologi di Papua

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 15 Mei 2026
  • visibility 14.080
  • comment 0 komentar

 

PATI – Halaman Pondok Pesantren Al-Asas Mubtadi’in, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dipadati ratusan santri dan masyarakat umum pada Kamis (14/5/2026) malam. Mereka berkumpul untuk menghadiri acara nonton bareng (nobar) dan diskusi film dokumenter terbaru karya Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”.

​Pengasuh Ponpes Al-Asas, Muhammad Faeshol, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Meski awalnya tercatat 370 pendaftar, namun masih banyak lagi masyakat yang mendaftar untuk mengikuti nobar film tersebut.

​”Ada satu chat yang mewakili 10 orang. Jika tidak dibatasi, pengunjung bisa mencapai 1.000 orang,” ujar Faeshol.

​Menurut dia, pesantren memiliki peran penting dalam mengajarkan daya kritis kepada santri. Menonton dokumenter tentang Papua bukan hanya soal melihat konflik, tetapi juga sarana belajar menghormati budaya yang berbeda.

Dalam hal itu, santri diajak untuk membaca karya secara kritis, mengecek validitas data, dan melakukan analisis mendalam.
​
“Kalian nanti akan menjadi pemimpin. Melalui film ini, kalian belajar bagaimana menjadi pemimpin yang welas (asih) terhadap alam dan berjuang demi kemaslahatan umat,” pesan Faeshol kepada para santri.

​Dalam sesi diskusi, Husaini selaku pemantik memaparkan data terkait proyek di Papua Selatan (Merauke, Boven Digoel, dan Mappi). Ia menyebut luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 2,5 juta hektare.

​”Jika dibayangkan, luasan lahan tersebut setara dengan 14 kali luas Kabupaten Pati. Ini adalah angka yang cukup besar bagi masyarakat adat Suku Marind, Yei, Awyu, dan Muyu yang kehilangan hutan leluhur mereka,” jelas Husaini.

​Mengenai judul film yang mungkin terasa asing atau “kurang syar’i” bagi lingkungan pesantren, Husaini memberikan perspektif budaya yang menarik. Ia menjelaskan bahwa judul tersebut merujuk pada tradisi masyarakat adat Papua.

​”Judulnya ‘Pesta Babi’, mungkin terdengar kurang akrab di telinga kita. Namun, secara substansi, Pesta Babi di Papua memiliki makna sosial yang mirip dengan Sedekah Bumi di Jawa, sebuah simbol rasa syukur dan kebersamaan,” ungkap dia.

​Husaini menambahkan, selama 95 menit, penonton disuguhi realitas mengenai krisis ekologis dan konflik agraria akibat ekspansi perkebunan sawit, tebu, dan proyek food estate. Kemudian, acara ditutup dengan diskusi interaktif yang mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap isu kemanusiaan dan kelestarian lingkungan di Indonesia Timur. (Angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar NU untuk Bangsa

    Pelajar NU untuk Bangsa

    • calendar_month Jum, 10 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang IPNU dan IPPNU mengadakan Pendidikan dan Latihan sebagai salah satu faktor penting dalam kehidupan dan jalannya roda regenerasi dalam sebuah Organisasi. Yang mana dalam DIKLAT tersebut terjadinya proses regenerasi dan transfer ilmu pengetahuan serta doktrin awal tentang organisasi. Tidak terkecuali Corp Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) yang merupakan […]

  • MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    MWC-NU Gembong Sowani Gus Muwaffiq, Apa Hasilnya?

    • calendar_month Sel, 17 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Rombongan pengurus MWC-NU Gembong disambut hangat di kediaman KH. Ahmad Muwaffiq di Perum Jombor Pratama nomor 19, Mlati, Sleman, Yogyakarta. K. Sholihin, ketua MWC-NU Gembong beserta tamu-tamu lain menemui Gus Muwaffiq sekitar pukul 09.00 hingga pukul 10.00 WIB, Selasa (17/9). Gus Muwaffiq (tengah) sedang Bencanda dengan K. Sholikhin (kiri) dan M. Subhan (kanan) Dalam acara […]

  • MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyah Hilal di Pantai Kartini

    MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyah Hilal di Pantai Kartini

    • calendar_month Jum, 4 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Beberapa peserta didik MA Salafiyah Kajen sedang memantau hilal menggunakan alat bantu teleskop  PATI – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati menyelenggarakan praktik Rukyat Hilal di Pantai Kartini Jepara, (3/3/2022). Kegiatan itu dilakukan guna penentuan awal Bulan Syaban 1443 H.  Kegiatan tersebut diikuti oleh 57 siswa siswi program studi IPA dan IPS konsentrasi Kitab. Pada […]

  • PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

      K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Ketua PCNU Kabupaten Pati K. Yusuf Hasyim menyebut adanya dua kekuatan utama yang dimiliki oleh NU. Dua daya ini jika dimaksimalkan mampu untuk mewujudkan kemandirian umat.  Pertama jamaah dan kedua jam’iyyah (organisasi). Dua komponen ini saling berkaitan erat, sebab, menurut K. Yusuf, jamiyyah tidak akan berjalan tanpa jama’ah. […]

  • PCNU-PATI

    NU Banyak Berkontribusi untuk NKRI

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Pcnupati.ori.id- Temanggung – Momentum upacara apel peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Temanggung dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (31/1/2023). Apel sendiri diikuti sekira sebanyak 15 ribu Nahdliyin, ynag memenuhi Alun-alun Kota Tembakau itu. Dalam sambutannya Ganjar Pranowo menyampaikan tentang peran penting NU terhadap bangsa. “Kontribusi NU sangat banyak, baik […]

  • PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Sepakat Perkuat Diplomasi Pendidikan

    PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Sepakat Perkuat Diplomasi Pendidikan

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.066
    • 0Komentar

    Semarang – Penguatan kerja sama pendidikan menjadi titik temu dalam pertemuan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Semarang, Kamis (23/7/2026). Kedua pihak sepakat memperluas kolaborasi melalui pengembangan pembelajaran Bahasa Mandarin, pertukaran akademik, pemberian beasiswa, hingga kemudahan layanan visa bagi kalangan pendidikan. Di balik agenda tersebut, terselip […]

expand_less