Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
  • visibility 632
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan budaya masyarakat.

Sedangkan kata pluralisme sendiri memiliki banyak makna baik ketenangan, damai, tentram, dan penuh kedamaian. Kerukunan juga bisa diartikan sebagai bentuk kehidupan yang damai dan penuh rukun antar-umat beragama. Maka, kerukanan kaitannya dalam umat ber-agama dapat diartikan sebagai hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam kehidupan di masyarakat.

Kehidupan yang disertai dengan menjunjung tinggi keadilan, kesataraan, dansaling menghormati antar-sesama-umat ber-agama, berbangsa, dan bernegara di dalam NKRI sudah diatur berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.

Oleh karena itu, melalui sikap toleran dan saling menghargai atar semua umat beragama tanpa membeda-bedakan latar belakangan agama maupun ras, maka akan terwujudnya interaksi dan kesepahaman yang baik di kalangan masyarakat beragama, sehingga bisa terwujud tata kehidupan yang aman dan tentram.

Alquran juga mengandung ayat-ayat yang mendukung bentuk pluralisme. Sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Hujarat yang artinya “Sesungguhnya, wahai manusia, Kami membuatmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan kemudian membuatmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Orang yang paling bertakwa di antara kamu adalah yang paling mulia di sisi Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mahateliti.”

Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa pluralisme merupakan pilar kerukunan di lingkungan masyarakat, sebagaimana pada surat al-Hujarat di atas  disebutkan kalau hidup saling mengenal satu sama lain tanpa adanya deskriminasi dan saling menjatuhkan satu sama lainnya, tentunya kehidupan damai, tentram, dan bahagia akan terbentuk dengan sendirinya.

Pada dasarnya toleransi merupakan persoalan ajaran dan kewajiban untuk melaksanakan ajaran tersebut. Jika toleransi menghasilkan tata cara pergaulan yang baik dan harmonis atar sesama kelompok maupun perseorangan, maka harus dipahami sebagai hikmah atau manfaat. Hikmah dan manfaat itu adalah sekunder nilainya sedangkan yang primer adalah ajaran yang benar itu. Maka sebagai yang primer toleransi harus kita wujudnya di masyarakat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang mencerminkan keindahan, kebaikan, dan keharmonisasian.

Adapun salah satu fondasi penting dalam menjaga kesatuan dan kedaulatan Indonesia adalah kerukunan antar agama. Kerukunan ini sering diinterpretasikan sebagai keadaan yang mencerminkan perdamaian, keteraturan, ketenangan, kesejahteraan, saling menghormati dan dihormati, saling menghargai, memiliki sikap toleransi, serta semangat gotong-royong, yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama dan prinsip-prinsip Pancasila.

Sedangkan terbentuknya kerukunan umat beragama tidak lepas dari adanya modal sosial masyarakat. Di mana modal sosial ini tidak lepas dari bentuk kearifan lokal masyarakat dan kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas masyarakat, sehingga masyarakat tidak saling memiliki rasa untuk menyalahkan dan justru kerukunan semakin terjalin.

Dengan demikian, selain modal sosial sebagai perekat kerukunan umat-beragama juga tidak lepas dari adanya kedewasaan masyarakat dalam menerima perbedaan serta bisa menerapkan pilar-pilar pluralisme, sehingga masyarakat tidak mudah ‘kagetan’ dan bisa hidup secara berdampingan maupun saling berbaur satu sama lainnya.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • INISNU Gelar Workshop Peningkatan Mutu Akademik melalui Penyelenggaraan RPL

    INISNU Gelar Workshop Peningkatan Mutu Akademik melalui Penyelenggaraan RPL

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.497
    • 0Komentar

    INISNU Gelar Workshop Peningkatan Mutu Akademik melalui Penyelenggaraan RPL Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan Workshop Peningkatan Mutu Akademik Melalui Penyelenggaraan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2. Workshop menghadirkan dua narasumber dari Universitas Wahid […]

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Distribusikan Air Bersih di Desa Trikoyo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dari Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan sosial berupa distribusi air bersih di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Ahad, (22/9/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya untuk membantu warga desa yang sedang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. […]

  • ‎Naharul Ijtima', Awali Harlah NU ke-100 Masehi di Temanggung

    ‎Naharul Ijtima’, Awali Harlah NU ke-100 Masehi di Temanggung

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.278
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Bertempat di aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Temanggung menggelar Naharul Ijtima’ bertajuk “Ngawiji Kinabekten, Mituhu Ing Kapesten” pada Selasa (27/1/2026). ‎ ‎Selain jajaran PCNU, kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari unsur MWC NU, Lembaga dan Badan Otonom PCNU Kabupaten Temanggung, BPP INISNU, INISNU Temanggung, […]

  • Porsema XIII Jateng Resmi Dibuka, Ribuan Peserta Unjuk Kebolehan

    Porsema XIII Jateng Resmi Dibuka, Ribuan Peserta Unjuk Kebolehan

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 577
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah, resmi dibuka, pada Rabu (10/9/2025) malam. Adapun ajang ini berlangsung pada tanggal 10-13 September 2025, dengan mengusung tema “kolaborasi membangun generasi yang sehat, hebat dan prestasi dahsyat untuk Nusantara […]

  • Fatayat NU Tayu Juara 1 Cooking Video Competition Tingkat Jateng

    Fatayat NU Tayu Juara 1 Cooking Video Competition Tingkat Jateng

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    SEMARANG – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah baru saja menghelat kompetisi untuk para pemudi NU. Tak main-main, dalam ajang yang dipungkasi 5 Desember kemarin, Fatayat NU Jateng belerjasama dengan Unicef. “Kami menggelar Cooking Video Competition MP-ASI Halal Gizi Seimbang sebagai Strategi Pencegahan Stunting pada Anak, dan diikuti oleh delegasi dari PAC dan PR […]

  • Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    Para Pelajar Pendekar Menyerbu Abadiyah sejak Malam Tadi

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    GABUS-Kejuaraan pencak silat Pandawa Championship 2019 resmi dibuka Jumat (4/10) malam tadi. Kompetisi ini merupakan gelaran yang diadakan oleh Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa (PN) Kabupaten Pati. Kejuaraan ini akan mempertemukan para pelajar dari tingkat MI/SD hingga SLTA. Para peserta ajang Pandawa Championship 2019 memekikkan mars Syubbanul Wathon dalam acara pembukaan perhelatan teraebut di […]

expand_less