Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
  • visibility 590
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan budaya masyarakat.

Sedangkan kata pluralisme sendiri memiliki banyak makna baik ketenangan, damai, tentram, dan penuh kedamaian. Kerukunan juga bisa diartikan sebagai bentuk kehidupan yang damai dan penuh rukun antar-umat beragama. Maka, kerukanan kaitannya dalam umat ber-agama dapat diartikan sebagai hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam kehidupan di masyarakat.

Kehidupan yang disertai dengan menjunjung tinggi keadilan, kesataraan, dansaling menghormati antar-sesama-umat ber-agama, berbangsa, dan bernegara di dalam NKRI sudah diatur berdasarkan Pancasila dan UUD Negara RI Tahun 1945.

Oleh karena itu, melalui sikap toleran dan saling menghargai atar semua umat beragama tanpa membeda-bedakan latar belakangan agama maupun ras, maka akan terwujudnya interaksi dan kesepahaman yang baik di kalangan masyarakat beragama, sehingga bisa terwujud tata kehidupan yang aman dan tentram.

Alquran juga mengandung ayat-ayat yang mendukung bentuk pluralisme. Sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Hujarat yang artinya “Sesungguhnya, wahai manusia, Kami membuatmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan kemudian membuatmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Orang yang paling bertakwa di antara kamu adalah yang paling mulia di sisi Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mahateliti.”

Dari ayat di atas sangat jelas, bahwa pluralisme merupakan pilar kerukunan di lingkungan masyarakat, sebagaimana pada surat al-Hujarat di atas  disebutkan kalau hidup saling mengenal satu sama lain tanpa adanya deskriminasi dan saling menjatuhkan satu sama lainnya, tentunya kehidupan damai, tentram, dan bahagia akan terbentuk dengan sendirinya.

Pada dasarnya toleransi merupakan persoalan ajaran dan kewajiban untuk melaksanakan ajaran tersebut. Jika toleransi menghasilkan tata cara pergaulan yang baik dan harmonis atar sesama kelompok maupun perseorangan, maka harus dipahami sebagai hikmah atau manfaat. Hikmah dan manfaat itu adalah sekunder nilainya sedangkan yang primer adalah ajaran yang benar itu. Maka sebagai yang primer toleransi harus kita wujudnya di masyarakat dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang mencerminkan keindahan, kebaikan, dan keharmonisasian.

Adapun salah satu fondasi penting dalam menjaga kesatuan dan kedaulatan Indonesia adalah kerukunan antar agama. Kerukunan ini sering diinterpretasikan sebagai keadaan yang mencerminkan perdamaian, keteraturan, ketenangan, kesejahteraan, saling menghormati dan dihormati, saling menghargai, memiliki sikap toleransi, serta semangat gotong-royong, yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama dan prinsip-prinsip Pancasila.

Sedangkan terbentuknya kerukunan umat beragama tidak lepas dari adanya modal sosial masyarakat. Di mana modal sosial ini tidak lepas dari bentuk kearifan lokal masyarakat dan kebiasaan yang sudah menjadi rutinitas masyarakat, sehingga masyarakat tidak saling memiliki rasa untuk menyalahkan dan justru kerukunan semakin terjalin.

Dengan demikian, selain modal sosial sebagai perekat kerukunan umat-beragama juga tidak lepas dari adanya kedewasaan masyarakat dalam menerima perbedaan serta bisa menerapkan pilar-pilar pluralisme, sehingga masyarakat tidak mudah ‘kagetan’ dan bisa hidup secara berdampingan maupun saling berbaur satu sama lainnya.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Berbuka dengan Teman Karib; Lupa Hal Wajib

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Lusa kemarin, saya dapat pesan whatsapp dari teman karib yang inti dari isi pesan tersebut adalah mengajak saya untuk berbuka bersama sekaligus bercuap-cuap. Membahas hal-hal tak terlalu penting atau pun sedikit gerundel perihal parodi yang ada di Senayan akhir bulan lalu; yaitu satu orang melawan segerombolan. Namanya teman karib tentu […]

  • Ratusan Massa PMII Demo di Depan Gubernuran

    Ratusan Massa PMII Demo di Depan Gubernuran

    • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    SEMARANG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo Semarang, gelar aksi demo di depan kantor Gubernur Jawa Tengan, Jumat (8/4) sore. Ratusan massa tersebut berkumpul di depan kampus 3 UIN Semarang mulai pukul 13.00 WIB. Kemudian massa ber-dresscode biru tersebut bergeak menuju gubernuran. Para demonstran terzebut sampai depan […]

  • Komeng hingga Ustaz Subki Meriahkan Puncak Haul ke-104 Mbah KH. Abdurrahman dan HUT ke-94 YAPIM

    Komeng hingga Ustaz Subki Meriahkan Puncak Haul ke-104 Mbah KH. Abdurrahman dan HUT ke-94 YAPIM

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

      PATI – Puncak peringatan Haul ke-104 Simbah KH. Abdurrahman bin Yahya yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) berlangsung khidmat. Ribuan jemaah tampak memadati kompleks Masjid Baiturrahman, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, pada Rabu (1/7/2026) malam. ​Ketua Panitia Haul, Ahmad Habib, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto,MA Pesantren sebagaimana kita pahami merupakan tempat belajar para santri yang di dalamnya terdapat kiai, santri, kitab kuning, dan bangunan. Sehingga pesantren merupakan model pendidikan tertua yang ada di Pulau Jawa-Madura. Salah satu tradisi agung (great tradition) di Indonesia adalah tradisi pengajaran agama Islam dan khazanah kitab kuning. Dimana tradisi tersebut sudah turun-temurun […]

  • PCNU-PATI

    Puasa Kok Rebahan?

    • calendar_month Kam, 14 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ketika ada rekan bertanya, puasa kok rebahan? Saya bilang, “ya orang rebahan itu banyak motif. Ada yang karena keshet (malas), sakit, atau sekadar istirahat melepas penat dan lelah”. Ya, beragam motif tersebut tentu banyak sekali perspektif kita sajikan agar kita tetap produktif di bulan Ramadan. Sebagai bagian dari Rukun Islam, puasa merupakan […]

  • Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI-Dalam Perhelatan Satu Abad NU di Kabupaten Pati, hadir banyak tokoh dari berbagai level. Mulai dari tingkat domestik, seperti para Ketua MWC NU, hingga tokoh-tokoh Nasional. Beberapa pejabat pun turut hadir, terutama jajaran Forkoppimda Pati. Namun, PJ Bupati Pati, Henggar yang sedianya turut dalam agenda tersebut absen. Ia mewakilkan kepada salah seorang pejabat kabupaten, […]

expand_less