Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

Pesantren sebagai Center Studi Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
  • visibility 403
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto,MA

Pesantren sebagaimana kita pahami merupakan tempat belajar para santri yang di dalamnya terdapat kiai, santri, kitab kuning, dan bangunan. Sehingga pesantren merupakan model pendidikan tertua yang ada di Pulau Jawa-Madura.

Salah satu tradisi agung (great tradition) di Indonesia adalah tradisi pengajaran agama Islam dan khazanah kitab kuning. Dimana tradisi tersebut sudah turun-temurun sebagai ciri khas pendidikan di pesantren. Sehingga pesantren terkenal sebagai lembaga pendidikan non-formal tertua di Indonesia yang melahirkan intelektual bangsa.

Banyak sekali tokoh bangsa lahir dari pesantren yang menjadi tauladan. Misalnya Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab, KH. Bisri Syansuri, KH.  Ali Maksum Krapyak, KH. Sahal Mahfudh dan lain sebagainya.

Para tokoh bangsa di atas merupakan output dari pesantren yang secara keilmuannya tidak diragukan. Oleh karena itu, pesantren selain mengajarkan ilmu agama juga banyak melahirkan para kader bangsa yang kontribusinya sudah tidak diragukan lagi.

Pesantren juga merupakan salah satu model dari pendidikan berbasis sosial-masyarakat. Karena kebanyakan pesantren berdiri atas inisiatif masyarakat muslim yang tujuan utamanya adalah untuk mendidik generasi muda agar memahami dan mengamalkan ajaran-ajaran Islam dengan baik. Selain itu juga untuk membentuk karakter santri menjadi lebih baik.

Pesantren dengan cara hidupnya yang bersifat kolektif barangkali merupakan perwajahan atau cerminan dari semangat dan tradisi dan lembaga gotong-royong yang umum terdapat di pedesaan.

Sedangkan nilai-nilai sosial-keagamaan seperti ukhuwah (persaudaraan), ta’awun (kerja sama), jihad (berjuang), taat, sederhana, mandiri, ikhlas, dan berbagai nilai eksplisit dari ajaran Islam lain yang mentradisi di pesantren ikut mendukung kelestariannya.

Seiring dengan perjalanan bangsa kita, ketika lembaga-lembaga sosial yang lain belum berjalan secara fungsional, maka pesantren telah menjadi pusat kegiatan masyarakat dalam belajar agama, bela diri, mengobati orang sakit, konsultasi pertanian, peternaan, mencari jodoh dan sampai pada menyusun perlawanan terhadap kolonialisme.

Oleh karena itu, pesantren menjadi lembaga pendidikan yang unik dan berbeda pada lembaga pendidikan pada umumnya. Hal ini tidak saja karena keberadaannya yang sudah sangat lama, tetapi juga karena culture, metode, dan jaringan yang diterapkan oleh lembaga pendidikan berbasis agama yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.

Dan pesantren juga memiliki relasi sosial yang kuat baik dengan lingkungan masyarakat, stakeholders, dan juga antar sesame pesantren. Karena sebagaian besar pengasuh pesantren tidak saja terikat pada kesamaan pola piker, paham keagamaan, namun juga memiliki hubungan kekerabatan yang cukup erat. Sehingga relasi antar pesantren sangat kuat, bahkan untuk menjaga kekerabatan pengasuh antar pesantren biasanya menjodohkan putra-putrinya sebagai bentuk untuk merawat pesantren tersebut.

Dengan demikian, pesantren dengan ciri khasnya akan tetap survive dan terus diminati oleh para calon santri dari penjuru Nusantara, bahkan sampai internasional. Hal ini apabila kita lihat grafik para peminat santri yang lebih memilih belajar di pesantren sangat tinggi. Sehingga pesantren terus melakukan inovasi dalam pelbagai program dan kegiatan untuk memberikan pelayanan terhadap para santri.

Selain itu juga santri yang ada di dalam pesantren akan mendapatkan pelayanan tidak hanya dalam pendidikan keagamaan, melainkan juga pendidikan umum, saintek, dan juga penguatan pada Bahasa asing. Sehingga dari pelbagai program dan kegiatan yang digalakkan dari pengasuh pesantren harapannya santri mampu bersaing dalam kancah internasional dan membawa nama baik pesantren dalam ranah internasional.

Oleh karena itu, dengan banyaknya minat para calon santri yang ingin berdomisili di pesantren tentunya pesantren juga harus sigap dan tentunya terus melakukan inovasi agar para santri bisa lebih semangat dalam mencari ilmu dan tentunya pesantren juga tetap konsen dalam menjaga tradisi yakni khazanah kajian kitab kuning yang terus dirawat dan diaplikasikan kepada para santri, sebagai bentuk menjaga ciri khas kajian yang ada di dalam pesantren.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 75 Pemuda Ikuti PKD Ansor

    75 Pemuda Ikuti PKD Ansor

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Gus Nadhif tampak serius memaparkan materi dalam acara PKD GP Ansor Trangkil TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Trangkil menggelar Pelatihan Kader Dasar yang Pesertanya berasal dari Ranting-ranting se-Kecamatan Trangkil. Dalam acara pembukaan turut hadir, ketua Pimpinan Cabang GP Ansor, Itqonul Hakim, Ketua MWC NU Kecamatan Trangkil, KH Thoifur Alam, dan ketua […]

  • Bentuk Pelajar Cerdas dan Kritis, PAC IPNU IPPNU Trangkil Adakan Upgrading

    Bentuk Pelajar Cerdas dan Kritis, PAC IPNU IPPNU Trangkil Adakan Upgrading

    • calendar_month Sab, 29 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

      TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Trangkil sukses menggelar kegiatan Upgrading pada Kamis malam (27/1/22). Agenda ini dilangsungkan di Perpustakaan PAC IPNU PPNU Kecamatan Trangkil, Kertomulyo, Trangkil. Upgrading kali ini mengangkat tema ‘Menuju Pelajar Cerdas dan Kritis’. Muhammmad Akhlis Novtian, mewakili ketua PAC IPNU Trangkil, menuturkan bahwa pencetusan tema tersebut didasari oleh […]

  • MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    MWCNU Jakenan Bersama Forkopimcam Sambut Hari Santri 2021 Dengan Manakiban

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

      Ketua MWC NU Kayen, Aris Sutopo (kiri) didampingi Camat dan Kapolsek setempat JAKENAN – MWCNU Jakenan bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) gelar manakiban dan doa bersama dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, Kamis malam (21/10). Acara yang dilangsungkan di  di Pendopo Kantor Kecamatan Jakenan, mulai pukul 19.30 WIB dihadiri […]

  • Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

    Seluruh Madrasah Ma’arif Melaksanakan Upacara Harlah NU Ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Kabar. NU Pati. Sabtu 31 Januari 2015 seluruh madrasah dan sekolah di bawah naungan LP Maarif se-Kabupaten Pati melaksanakan ucapaca bendera dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama Ke-89. Upacara ini dilaksanakan secara serempak atas instruksi dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati. Upacara berjalan dengan sangat khidmat dan meriah. Reporter dari PCNU PATI Online […]

  • PCNU - PATI 99 Untuk Tuhanku

    99 Untuk Tuhanku

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Tuhanku Kususun 99-ku agar sampai pada 0 dan kulahirkan kembali 1-ku sampai 99-ku yang baru. Tuhanku Kususun 99 napasku untuk meniru-Mu mendekati watak-Mu dan menjadi hati-Mu. Ini ^hanya^ suatu sembahyang, tak lebih dan tak kurang. Sepenuh-penuhnya kutumpahkan kepada Allah Swt., langsung kepada-Nya maupun melewati engkau dan semua saudara kiita. Suatu sembahyang sederhana; usaha untuk merebut […]

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Hak Berbicara, Hak Berpendapat

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Kawan : “Kamu kan belum menikah dan punya anak, kok nulisnya tentang anak-anak sih.” Saya : “Lho memang ada keharusan untuk memiliki anak (biologis) dulu, baru boleh menulis tentang anak-anak?” Beberapa hari yang lalu, saya ditegur oleh salah seorang kawan. Saya yang notabene sering menulis tentang dunia parenting dan seputar perempuan, […]

expand_less