Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Des 2021
  • visibility 404
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Luthfi Karim*

1624432014-1472589
Foto : NU Online

Craig Considine, pendeta Nasrani berkebangsaan Amerika sempat berprasangka negatif terhadap islam. Bagaimanapun, citra islam terbentuk dari media massa yang menggiring opini publik untuk melakukan penilaian sepihak, terorisme.

Di barat, kecenderungan islamophobia telah berhasil mengintegrasi atau setidaknya menyejajarkan antara islam dengan ISIS, islam dengan Bin Leiden, dan islam dengan terorisme. Kamera media plus artikel-artikel yang mendukung asumsi ini bak penyedap rasa untuk kian meyakinkan masyarakat non muslim kontradiktif terhadap islam. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa memang benar adanya sekelompok golongan internal islam yang ‘sukses’ mencitrakan islam sebagai agama yang sangar, penuh kebencian dan non islam sama dengan halal darahnya. Redaksi-redaksi semacam ini menjadi pemicu kebencian barat terhadap islam. Apalagi, Amerika dan Eropa telah menjadi sasaran empuk bagi kalangan yang belakangan dikenal sebagai islam radikal ini untuk melakukan klaim kafir dan halal dibunuh. 

Craig, awalnya juga berfikir demikian, sebelum akhirnya ia menemukan secercah cahaya saat ia menjadi mahasiswa Prof. Akbar Ahmed di American University. Pandangan lamanya terhadap islam kian luntur seiring perkenalannya dengan sang profesor. 

Ia semakin tersadar bahwa keyakinannya selama ini hanyalah permukaan. Sementara, ada yang lebih dalam dari itu. 

Melalui proses ‘perkenalan’ yang panjang, pada akhirnya ia berani mendeklarasikan bahwa Muhammad adalah nabi cinta, dan golongan internal islam yang berdakwah dengan senjata hanyalah dampak dari kesalahfahaman tafsir. Lebih jauh, jika penulis boleh menambahkan, mereka adalah korban politisasi agama. 

Demi mengubah cara pandang barat terhadap islam, Craig merelakan dirinya menjadi tumbal kebenaran. Ketika ia memproklamirkan gerakan apologi islam, dua kubu sekaligus menghantam dirinya. 

Tak sedikit agamawan nasrani dan bangsa Eropa-Amerika lain yang menghujat Craig akibat langkah berani ini. Ia dinilai telah terlalu jauh membela islam. Sementara di mata muslim, statusnya sebagai seorang pendeta pun dipermasalahkan. Jika cinta dengan nabi, kenapa tak masuk islam saja? Namun Craig tetap bertahan. (Untuk mengetahui argumentasi Craig, silakan cari di buku Muhammad Nabi Cinta karya Craig Considine).

Kembali pada apologis islam. Craig menilai bahwa apologia mempunyai makna pembelaan. Artinya, gerakan yang sedang ia garap bukan hanya sebuah demo, namun kerja nyata. Melalui beragam karya, ia telah banyak menyadarkan sarjana barat untuk hijrah dari pandangan sempit terhadap islam, agama minoritas di Eropa dan Amerika. 

Membaca karya-karya Craig, penulis merasa semakin berdosa jika tidak melakukan hal serupa dalam konteks Indonesia. Apologis non muslim, misalnya. 

Penulis tidak sedang menuju perjalanan murtad, namun, pembelaan yang penulis maksud (sama halnya yang digagas oleh Craig), adalah pembelaan hak-hak non islam sebagai warga negara dan minoritas. 

Aqidah, secara paten mengajarkan tentang kebenaran mutlaq islam. Namun kita mungkin belum sempat membayangkan bahwa di agama lain juga mengimani ajaran serupa, sehingga kita sebagai mayoritas sering kelewatan dalam ‘menikmati’ hak beragama. 

Perobohan tempat ibdadah, diskriminasi agama, ujaran kebencian terhadap etnis atau pemeluk agama lain telah menjadi makanan sehari-hari yang dihidangkan secara uncontrolled di media sosial. 

Hal ini justru menjauhkan misi islam rahmatan lil alamin yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Semakin dihina dan dicaci orang akan semakin kabur dari kita.

Bukan sekadar kabur, namun metode dakwah semacam ini tentu akan menimbulkan konflik berkepanjangan. Maka, dalan situasi genting ini, penulis berkeinginan untuk memotong mata rantai kebencian terhadap agama lain. 

Meminjam, istilah Gus Yaqut, kita memiliki hak beragama, namun hak kita juga dibatasi oleh hak orang lain. Dengan redaksi yang lebih konkret, sudah selayaknya kita tidak hanya menghargai hak orang lain, namun juga membela hak-hak mereka.

Sekali lagi, apologis non-muslim yang penulis gagas semata-mata untuk membela hak non islam, yang juga membela amanat UUD 1945, bukan membenarkan akidah mereka. Toh, dengan dakwah yang halus, bisa mengikis prahara diversitas religi diantara kita. Ahirul kalam, lakum diinukum waliya diin, wallahu a’lam bish showaab.

*Aktivis muda NU, owner AyamAyam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Banser Pati Gelar Apel Akbar di Juwana

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati menggelar silaturahmi dan konsolidasi kader besar-besaran. Acara yang dirangkai dengan Apel Akbar Banser ini, dilaksanakan di Pulau Seprapat, Juwana, Minggu (15/10/22). Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatlorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pati Muhamad Sutomo mengemukakan, apel digelar dalam rangka memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Kesaktian Pancasila, […]

  • Peringati Isra Miraj, MA Manahijul Huda Ngagel Gelar Lomba Cerkas Sinaba’

    Peringati Isra Miraj, MA Manahijul Huda Ngagel Gelar Lomba Cerkas Sinaba’

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.457
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Madrasah Aliyah Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, kembali menyelenggarakan lomba Cerdas Tangkas Siroh Nabawiyah (Sinaba’) pada tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan siswa dari kelas X hingga XII. Pelaksanaan lomba Cerkas Sinaba’ ini bertujuan untuk mengenang kembali perjalanan dan perjuangan Nabi […]

  • Ratusan Pendekar Salafiyah Padati Makam Ketum PC Pagar Nusa Pati

    Ratusan Pendekar Salafiyah Padati Makam Ketum PC Pagar Nusa Pati

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Ratusan santri Salafiyah Kajen sedang berdoa dihadapan makam ketua umum Pagar Nusa Pati, K. Sumani. MARGOYOSO – Duka Pengurus Cabang Pagar Nusa Pati masih tersisa. Kepergian K. Sumani Al Muh Taufiqurrahman, (ketua umum) beberapa waktu lalu masih menyisakan luka bagi para kader Pagar Nusa.  Jumat (29/10) lalu, Pagar Nusa Rayon Salafiyah Kajen berziarah ke makam […]

  • Fatayat NU Tayu Juara 1 Cooking Video Competition Tingkat Jateng

    Fatayat NU Tayu Juara 1 Cooking Video Competition Tingkat Jateng

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    SEMARANG – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah baru saja menghelat kompetisi untuk para pemudi NU. Tak main-main, dalam ajang yang dipungkasi 5 Desember kemarin, Fatayat NU Jateng belerjasama dengan Unicef. “Kami menggelar Cooking Video Competition MP-ASI Halal Gizi Seimbang sebagai Strategi Pencegahan Stunting pada Anak, dan diikuti oleh delegasi dari PAC dan PR […]

  • Ulama Standar Ganda. Photo by Fabien Bazanegue on Unsplash.

    Ulama Standar Ganda

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari sekian juta orang islam di Indonesia, coba kita ambil sampel, 1.000 orang secara random. Lalu, kita kelompokkan siapa yang melakukan shalat tahajjud rutin. Golongan ke dua, shalat dhuha rutin dan golongan terakhir, yang tak pernah absen shalat lima waktu. Tentu jawabannya sudah bisa di prediksi. Kesalehan ritual bukan lagi sebuah […]

  • Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    Puisi- Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    • calendar_month Ming, 20 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Lelaki Baya Berlemak lelaki baya berlemak setiap pagi menyodorkan berita ekonomi dan bisnis dengan kurva gratis dalam hamparan ladang minyak bumi harganya sangat mahal bisa bermimpi bersetubuh dengan gandum serta gas beracun “biarkan mata uang dolar terus bertempur dengan mata uang karet, tugasmu hanya menulis puisi bermata emas dan terus mempersiapkan perang nuklir supaya penyair […]

expand_less