Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Rembang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakoma NU) Cabang Rembang menggelar acara pembentukan badan kerja pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pengembangan Sakoma NU di Kabupaten Rembang.

Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Rembang, Abdul Aziz, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga marwah NU melalui gerakan Pramuka Ma’arif. “Pramuka bukan hanya sekadar aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembentukan badan kerja ini diharapkan mampu memperkuat identitas NU di kalangan generasi muda,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Sakoma NU Ma’arif Rembang, Ali Shodiqin, S.T., Gr., menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Bupati Rembang, H. Moch. Hanies Cholil Barro’, yang juga merupakan Kamabicab Sakoma NU Rembang. “Beliau berhalangan hadir karena sedang menjalani Rakorwil GP Ansor Jawa Tengah di Brebes. Namun, beliau tetap memberikan dukungan penuh terhadap program ini dan berharap Sakoma NU Rembang dapat semakin berkembang,” ujarnya.

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari perwakilan empat siswa dari setiap pangkalan sekolah yang tergabung dalam jaringan LP Ma’arif Kabupaten Rembang. Para peserta aktif berdiskusi mengenai peran Pramuka dalam memperkuat karakter ke-NU-an serta mengusulkan berbagai program kerja yang dapat diterapkan di masing-masing pangkalan.

Arinal Muna, S.Sos., salah satu pengurus Sakoma NU bidang Bina Muda Rembang yang juga merupakan Guru Bimbingan Konseling di Madrasah Aliyah As-Sa’adah Samaran, Kabupaten Rembang, berharap agar kegiatan ini dapat terus berkembang. “Kami berharap Sakoma NU Rembang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam pembentukan karakter pelajar yang berakhlakul karimah. Dengan adanya badan kerja ini, semoga koordinasi dan perencanaan program akan lebih terarah dan berdampak nyata,” tuturnya.

Dengan terbentuknya badan kerja ini, diharapkan Sakoma NU Rembang semakin solid dalam menjalankan program-programnya serta mampu menjadi wadah yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman bagi generasi muda NU.

(/hamidasari)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertama Kali di Magelang, Seleksi Nasional Magang ke Jepang IM Japan-Kemnaker Gandeng LP Ma’arif NU, Diikuti 125 Peserta

    Pertama Kali di Magelang, Seleksi Nasional Magang ke Jepang IM Japan-Kemnaker Gandeng LP Ma’arif NU, Diikuti 125 Peserta

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.115
    • 0Komentar

    Magelang, 20 April 2026 – LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah resmi membuka Seleksi Nasional Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI dan International Manpower Japan (IM Japan). Pembukaan digelar di Gedung PCNU Kabupaten Magelang, Senin (20/4/2026) pukul 10.00 WIB dan menjadi gelaran perdana yang diselenggarakan di Magelang. Program magang ini menyasar siswa […]

  • PCNU-PATI

    Meneguhkan Khittah NU

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Khittah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah landasan berfikir, bertindak, dan berjuang sesuai dengan nilai-nilai NU. Khittah NU ini dirumuskan pada Muktamar ke- 27 di Situbondo tahun 1984. Khittah NU juga merupakan hasil dari gerakan kembali  ke khittah yang dalam sejarahnya telah disuarakan sejak tahun 1959. Khittah NU, meski baru dirumuskan secara tertulis […]

  • Konferensi MWCNU Pati Menggunakan AHWA

    Konferensi MWCNU Pati Menggunakan AHWA

    • calendar_month Jum, 16 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Sabtu 12 September 2015 kemarin MWCNU (Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) mengadakan konferensi MWNU Pati yang bertempat di Gedung Majlis Ta’lim Perguji (Depan Masjid Baitul Qodir Puri Pati). Konsep Ahlul Hali Wal ‘Aqdi yang diperdebatkan di Muktamar NU Jombang ketika di praktekkan di tingkat MWC NU ternyata tidak ada masalah. Justru terlihat sangat santun dan […]

  • NU Cluwak Punya Pimpinan Baru

    NU Cluwak Punya Pimpinan Baru

    • calendar_month Sen, 14 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 590
    • 0Komentar

    CLUWAK-KH. Abdul Malik Resmi mengakhiri masa jabatannya, Minggu (13/10). Ia merupakan ketua MWC NU Cluwak yang berkhidmah sejak tahun 2014 silam. Melalui sebuah konferensi Majelis Wakil Cabang yang bertempat di Gedung Ranting NU Payak, Kecamatan Cluwak, ia bersama KH. Abdul Wahid (Ro’is Syuriyah) dan Drs. Arwani (Sekretaris tanfidziyah) mmemaparkan hasil kinerjanya selama lima tahun terakhir. […]

  • PCNU-PATI Photo by Juan Domenech

    Kembali Belajar

    • calendar_month Jum, 18 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Hari ini jadwalnya saya menulis. Awalnya ada banyak ide berseliweran yang ingin saya tuliskan, namun saya malah bingung bagaimana memulainya. Saya mengambil keputusan cerita perihal kejadian tadi pagi lah yang saya pilih untuk tulisan ini.  Pagi tadi seperti biasa setelah bangun tidur, ibu memberi pesan sebelum berpamitan berangkat bekerja. Saya dimintanya […]

  • Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan. Photo by Ny Menghor on Unsplaash.

    Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* “Halah, cuma banjir ndak sampai se lutut,” celetuk seorang kawan di antara riuh hujan. Seketika telinga penulis memanas. Belum usai gemuruh dalam dada akibat ungkapan nyelekit itu, ternyata masih berlanjut. “Media terlalu membesar-besarkan.” Nah, kalau yang ini sudah ndak bisa di biarkan. Uraian ‘khotbah’ unfaedah itu harus segera di sliding […]

expand_less