Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

Pembentukan Badan Kerja Sakoma NU Rembang: Menjaga Marwah NU dalam Gerakan Pramuka

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
  • visibility 520
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Rembang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakoma NU) Cabang Rembang menggelar acara pembentukan badan kerja pada Sabtu, 22 Februari 2025, pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang berperan penting dalam pengembangan Sakoma NU di Kabupaten Rembang.

Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Rembang, Abdul Aziz, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga marwah NU melalui gerakan Pramuka Ma’arif. “Pramuka bukan hanya sekadar aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pembentukan badan kerja ini diharapkan mampu memperkuat identitas NU di kalangan generasi muda,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Sakoma NU Ma’arif Rembang, Ali Shodiqin, S.T., Gr., menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Bupati Rembang, H. Moch. Hanies Cholil Barro’, yang juga merupakan Kamabicab Sakoma NU Rembang. “Beliau berhalangan hadir karena sedang menjalani Rakorwil GP Ansor Jawa Tengah di Brebes. Namun, beliau tetap memberikan dukungan penuh terhadap program ini dan berharap Sakoma NU Rembang dapat semakin berkembang,” ujarnya.

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri dari perwakilan empat siswa dari setiap pangkalan sekolah yang tergabung dalam jaringan LP Ma’arif Kabupaten Rembang. Para peserta aktif berdiskusi mengenai peran Pramuka dalam memperkuat karakter ke-NU-an serta mengusulkan berbagai program kerja yang dapat diterapkan di masing-masing pangkalan.

Arinal Muna, S.Sos., salah satu pengurus Sakoma NU bidang Bina Muda Rembang yang juga merupakan Guru Bimbingan Konseling di Madrasah Aliyah As-Sa’adah Samaran, Kabupaten Rembang, berharap agar kegiatan ini dapat terus berkembang. “Kami berharap Sakoma NU Rembang tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam pembentukan karakter pelajar yang berakhlakul karimah. Dengan adanya badan kerja ini, semoga koordinasi dan perencanaan program akan lebih terarah dan berdampak nyata,” tuturnya.

Dengan terbentuknya badan kerja ini, diharapkan Sakoma NU Rembang semakin solid dalam menjalankan program-programnya serta mampu menjadi wadah yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman bagi generasi muda NU.

(/hamidasari)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyah Hilal di Pantai Kartini

    MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyah Hilal di Pantai Kartini

    • calendar_month Jum, 4 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Beberapa peserta didik MA Salafiyah Kajen sedang memantau hilal menggunakan alat bantu teleskop  PATI – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati menyelenggarakan praktik Rukyat Hilal di Pantai Kartini Jepara, (3/3/2022). Kegiatan itu dilakukan guna penentuan awal Bulan Syaban 1443 H.  Kegiatan tersebut diikuti oleh 57 siswa siswi program studi IPA dan IPS konsentrasi Kitab. Pada […]

  • Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kabar duka kembali menyelimuti NU. Setelah kepergian KH. Maimun Zubair (mustasyar PBNU), datang lagi berita meninggalnya salah satu Ketua PBNU. H. Sulton Fatoni berpulang ke hadirat Allah pada Kamis (8/8) pukul 00.03 WIB dini hari tadi. H. Sulton Fatoni (foto : NU Online) Kepulangannya diiringi tangis pilu keluarga dan kesedihan mendalam bagi NU. Pasalnya belum […]

  • UPZIS Pucakwangi Dapat Monitoring dari LAZISNU Pati

    UPZIS Pucakwangi Dapat Monitoring dari LAZISNU Pati

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.843
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pucakwangi mendapat monitoring dari LAZISNU PCNU Pati, Jumat (28/11/2025). Adapun monitoring ini dilakukan dalam rangka mewujudkan LAZISNU menuju lembaga filantropi terkemuka di Kabupaten Pati. Ketua UPZISNU Pucakwangi, Husaini, menekankan pentingnya monitoring dalam pengelolaan keuangan, terutama zakat, infak, dan sedekah […]

  • Menyiapkan Kader NU  Di Masa Depan

    Menyiapkan Kader NU Di Masa Depan

    • calendar_month Sel, 18 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    Perkembangannya Nahdlatul Ulama (NU) mengalami peningkatan sangat signifikan dalam jumlah pengikutnya. Hal ini bisa dilihat dalam Lembaga Survei Indonesia melalui exit poll pada tahun 2013. Dalam rilis tersebut, data menunjukkan bahwa dari 249 juta penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih, sekitar 36 persen atau 91,2 juta adalah warga NU. Selain itu  Di dalam buku “NU […]

  • PCNU - PATI

    Tugas Mulia Pondok Pesantren

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    KH. A. Mustafa Bisri dalam mauidhoh hasanah di PP. Mansajul Ulum Cebolek Margoyoso Pati dalam rangka Haul Ibu Nyai Salamah Muhammadun, istri KH. Abdullah Rifa’i (selasa malam rabu, 12 Juli 2022) menjelaskan: di pesantren, tarbiyah (pendidikan) lebih dominan dari pada ta’lim (pengajaran). Tarbiyah sebagaimana keterangan Syaikh Mustafa Al-Ghulayaini dalam kitab ‘Iddhatun Nasyiin’ adalah menanam akhlak […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 3.862
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

expand_less