Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Sepakat Perkuat Diplomasi Pendidikan

PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Sepakat Perkuat Diplomasi Pendidikan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
  • visibility 17.130
  • comment 0 komentar

Semarang – Penguatan kerja sama pendidikan menjadi titik temu dalam pertemuan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok di Semarang, Kamis (23/7/2026). Kedua pihak sepakat memperluas kolaborasi melalui pengembangan pembelajaran Bahasa Mandarin, pertukaran akademik, pemberian beasiswa, hingga kemudahan layanan visa bagi kalangan pendidikan.

Di balik agenda tersebut, terselip pesan yang lebih luas. Konjen Tiongkok menilai hubungan Indonesia dan Tiongkok yang terbangun selama ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dalam membangun dialog, menjaga perdamaian, dan memperjuangkan kesetaraan bagi warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gus Dur. Beliau telah menjaga hubungan persahabatan Indonesia dan Tiongkok, memperjuangkan hak-hak masyarakat keturunan Tionghoa, dan menunjukkan bahwa kemanusiaan harus menjadi dasar dalam membangun hubungan antarbangsa,” ujarnya.

Konjen Tiongkok juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin yang dinilai mampu menjaga kesinambungan kerja sama pendidikan dengan berbagai institusi di Tiongkok.

Menurut Konjen Tiongkok, meningkatnya minat masyarakat Indonesia mempelajari Bahasa Mandarin menjadi tantangan sekaligus peluang. Karena itu, pihaknya menyatakan kesiapan untuk membantu menghadirkan tenaga pengajar langsung dari Tiongkok.

Selain dukungan pengajar, Konsulat juga membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk mengakses pendidikan tinggi di Tiongkok melalui berbagai program beasiswa. Pelayanan visa bagi kegiatan pendidikan juga dipastikan akan mendapat dukungan dari pihak Konsulat.

“Jika ada kebutuhan berkaitan dengan visa untuk kepentingan pendidikan, kami siap membantu proses fasilitasinya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Konjen Tiongkok turut mendorong semakin banyak rektor, kepala sekolah, serta pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah melakukan kunjungan akademik ke Tiongkok guna membangun kerja sama yang lebih konkret.

Sebagai tindak lanjut, pihak Konjen Tiongkok berencana kembali mengundang jajaran PWNU Jawa Tengah sebelum akhir tahun ini untuk membahas realisasi sejumlah program yang telah disepakati.

Sementara itu, Gus Rozin mengatakan bahwa hubungan internasional yang dibangun PWNU Jawa Tengah tidak semata-mata diarahkan pada perluasan jaringan kelembagaan, melainkan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sebagaimana diajarkan Gus Dur.

“Kami ingin melanjutkan warisan Gus Dur. Hubungan dengan negara lain harus dibangun di atas nilai perdamaian, saling menghormati, dan kemanfaatan bersama. Pendidikan menjadi jalan yang paling tepat untuk mewujudkan cita-cita itu,” kata Gus Rozin.

Ia menilai penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah perkembangan dunia. Oleh karena itu, PWNU Jawa Tengah menyambut baik rencana penyediaan tenaga pengajar Bahasa Mandarin dari Tiongkok.

Selain itu, PWNU Jawa Tengah juga berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia memperoleh kesempatan belajar di universitas-universitas Tiongkok melalui jalur beasiswa, sekaligus mempermudah mobilitas akademisi Indonesia melalui dukungan layanan visa.

Menurut Gus Rozin, pihaknya juga tengah menyiapkan program kunjungan bagi rektor, kepala sekolah, dosen, dan pengasuh pondok pesantren ke Tiongkok untuk memperluas jejaring pendidikan dan memperkuat kolaborasi antarlembaga.

Pertemuan tersebut menandai upaya memperluas hubungan Indonesia dan Tiongkok melalui jalur pendidikan dan masyarakat.

Bagi kedua pihak, investasi di bidang pendidikan dipandang sebagai langkah jangka panjang untuk membangun saling pengertian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus memperkokoh hubungan persahabatan kedua negara.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

    Santri Milineal, KH Abdullah Umar Fayumi (Gus Umar)

    • calendar_month Kam, 10 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 982
    • 0Komentar

    Gus Umar, panggilan akrab KH Abdullah Umar Fayumi, adalah Putra pasangan KH Ahmad Fayumi Munji Dan Nyai Hj. Yuhanidz Fayumi. Kedua orangtuanya adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Kajen Tengah, Margoyoso, Pati yang nasabnya tersambung kepada waliyullah Syaikh Ahmad Mutamakkin. Bapaknya, KH Ahmad Fayumi Munji, adalah aktivis NU Pati dan Jawa Tengah. Selain pernah menjadi […]

  • Wakil Ketua PWNU Sebut Ma'arif Jateng Jadi Kawah Candradimuka Penyemaian generasi Ahlussunnah Waljamaah

    Wakil Ketua PWNU Sebut Ma’arif Jateng Jadi Kawah Candradimuka Penyemaian generasi Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 674
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Kendal – Bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Kick Off (pembukaan) Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2025). Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menyampaikan bahwa Rakerdin ini adalah tindak lanjut dari Rakerwil yang […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

  • Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha. Photo by Fauzan On Unsplash.

    Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

    • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto, MA Idul Adha atau yang kita kenal dengan sebutan Eid al-Adha merupakan salah satu Hari Raya Besar Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah di bulan terakhir dalam kalender Islam. Karena pada momentum Idul Adha ini, seluruh umat Islam di penjuru dunia ikut mengumandangkan takbir. Sedangkan makna takbir Hari Raya Idul Adha di […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    PATI – Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali mengukir prestasi. Ialah Ulil Albab, yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2022. IABO yang diselenggarakan oleh Indonesian Scienctific Society (ISS) dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan […]

  • Memahami Kembali Masyruiyyah Ihtifal

    Memahami Kembali Masyruiyyah Ihtifal

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

expand_less