Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Islam Agama Kemanusiaan

Islam Agama Kemanusiaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2015
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Di tengah krisis pemahaman keislaman otentik dan komprehensif, umat Islam membutuhkan pemikiran yang mampu menyegarkan dan membangkitkan paham keislaman yang moderat, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Pemahaman keislaman demikian pada gilirannya mampu merealisasikan kerukunan antar umat beragama dan antar aliran di internal Islam sendiri. Melalui bukunya ini, K.H. Husein Muhammad menyampaikan beberapa refleksi pemikirannya dalam menginterpretasikan ajaran Islam secara mendalam dan usaha dalam merespon berbagai fenomena sosial keagamaan yang terjadi dewasa ini.

Dalam mengawali pembahasan, penulis berbicara tentang konsep keislaman. Ada tiga hal pokok yang menjadi prinsip dalam menjalankan ajaran islam, yaitu iman, islam dan ihsan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Quran dan hadits Nabi,  Kiayi Husein mengartikan ihsan dengan arti yang mengandung pesan kebaikan, kesalehan dan moralitas kemanusiaan. Secara elaboratif, ihsan adalah kejujuran, ketulusan, kesederhanaan, kesabaran, kedermawanan, menghargai orang lain, tidak melakukan penyelewengan terhadap hak orang lain, tidak merusah alam. Lebih dari itu, ihsan juga berarti bertindak santun, kasih dan mencintai semua ciptaan Allah. Dan pada tingkat yang lebih tinggi, ihsan adalah menghadirkan Tuhan dalam setiap nafas (hal. 9-10). Berangkat dari pemahaman kiayi Husein ini, Islam adalah agama yang memerintahkan umatnya untuk menebar keadilan, kedamaikan dan kebaikan kepada semua ciptaan Tuhan, manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta.
Dalam menebar kedamaian dan mengajak manusia menuju jalan kebenaran, kiayi Husein tidak sepakat dengan cara kekerasan sebagaimana digunakan oleh aliran radikalisme. Ia sepakat dengan cara yang halus, lembut dan santun sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Al-Ghazali menceritakan, “ Suatu hari, seorang Arab Badui datang kepada Nabi sambil menyampaikan kata-kata kasar dan menantang. Ketika orang itu tertumbuk pada sosok Nabi yang santun, penuh senyum, tenang, dan memancarkan cahaya kenabian, ia tertegun dan terpesona. Ia lalu bergumam, “ Demi Tuhan, ini bukan wajah seorang pembohong”. Tidak lama kemudian, ia meminta Nabi mengajarkan Islam dan ia pun memeluknya”. Apa yang diceritakan Al-Ghazali, menunjukan bahwa dakwah dengan bahasa yang lembut, tingkah laku yang santun dan keteladanan  lebih efektif dari pada dengan kekerasan atau hanya dengan bahasa mulut, sebagaimana dikatakan pepatah Arab, “ Bahasa tubuh lebih efektif dari pada bahasa lidah” (hal. 125-126).
Lebih lanjut, kiayi Husein memaparkan memalui renungannya, bahwa umat islam saat ini perlu mengikuti keteladanan para ulama yang hidup pada empat abad pertama. Hal demikian penting dilakukan, karena umat islam pada abad tersebut mampu mencapai keberhasilan dalam mewujudkan peradaban islami, sehingga Islam mampu berekspansi ke berbagai belahan dunia karena sikap keluwesan dan keterbukaan mereka terhadap khazanah, ilmu pengetahuan dan peradaban dunia lain. Sikap terbuka terhadap yang lain dan memiliki banyak perspektif  keilmuan dan pengetahuan adalah kunci untuk memajukan dan mendahwahkan agama islam kepada yang lain. Ibnu al-Qayyim, seorang ulama salafi mengatakan, “Bila engkau melihat ada keadilan dari mana pun datangnya, ambillah karena keadilan adalah inti agama Tuhan”  (hal. 235-236).
Dan di beberapa akhir tulisaanya, kiayi Husein mengingatkan kepada umat Islam, untuk merenungi kembali setiap arti ibadah yang dilakukan, yaitu kaitannya dengan relevansi antara ibadah sholat, puasa, zakat dan haji dengan tanggung jawan sosial. Menurutnya, ibadah selalu memperlihatkan fungsi, tugas, dan efek ganda. Selain merefleksikan tanggung jawab individual, ibadah juga merefleksikan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Contohnya sholat, dalam beberapa ayat Al-Quran, sholat dilaksanakan untuk mengingat Allah (QS. Thaha[20]:14), tapi juga untuk juga untuk mewujudkan kepentingan sosial-ekonomi (QS. Al-Ma’un [107]:1-7). Kemudian puasa, di samping merupakan proses mengadirkan Tuhan ke dalam diri, juga merupakan cara mengendalikan kecenderungan-kecenderungan egoisme manusia yang sering kali mendesak kehidupan hedonistik. Begitu juga zakat, selain cara membersihkan diri dari dosa, zakat juga merupakan aksi pemberian makan bagi orang miskin, mereka yang tertindas dan yang menderita lainnya. Kemudian yang terakhir adalah haji, selain bertujuan sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Tuhan, juga melambangkan kesatuan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia sedunia (hal. 249-251).
Buku setebal 276 halaman ini, sangat penting untuk dibaca oleh siapapun, terutama umat Islam dan warga nahdliyin. Membaca buku ini, pembaca akan diajak untuk belajar dan merenungkan kembali tentang pemahaman keislamannya selama ini. Selain itu, pembaca juga akan mendapatkan berbagai pencerahan, bahwa Islam adalah agama yang indah, terbuka, cinta akan kedamaian dan menjunjung tinggi kemanusian. 
Judul buku      : Menyusuri Jalan Cahaya
Penulis             : KH. Husein Muhammad
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Tebal               : 276 hal.
Tahun terbit     : Cetakan 1, Juni 2013
ISBN               :978-602-7888-27-2
Peresensi         : R. Andi Irawan
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haul Syekh Mizan Margotuhu Kidul Margoyoso, Berikut Rangkaian Kegiatannya

    Haul Syekh Mizan Margotuhu Kidul Margoyoso, Berikut Rangkaian Kegiatannya

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 688
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Warga Desa Margotuhu Kidul dan Desa Semerak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka Haul Waliyullah Ahmad Mizan. Zaenal Abidin, selaku ketua panitia haul menjelaskan, pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan sejak hari Selasa (2/9/2025) yang dimulai dari manaqib dan tahlil oleh para petani tambak dan segenap masyarakat Margotuhu Kidul dan Semerak. […]

  • PCNU PATI - Hari Ini Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2022 Diumumkan.

    Hari Ini Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN 2022 Diumumkan, Berikut Lima Kampus dan Prodi Favorit

    • calendar_month Jum, 15 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    JAKARTA – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru SPAN UM PTKIN Kementerian Agama hari ini (15/4/2022) Pukul 14.00 WIB mengumumkan hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional- Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Ketua SPAN UM PTKIN Prof Dr Imam Taufiq yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang telah mengeluarkan pengumuman Nomor B-130/SPAN-UM/IV/2022 tentang akses pengumuman hasil SPAN-PTKIN tahun […]

  • Ganyang FDS

    Ganyang FDS

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Banyak tokoh yang menyatakan bahwa sedekah terbaik adalah meninggalkan generasi dengan kualitas unggul. Anak-anak yang dilahirkan dari rahim ibunya bukanlah hard diskyang hanya dijejali dengan bermacam program (yang dianggap) unggulan. Mereka bukan pula sebuah objek yang digunakan sebagai kelinci percobaan dalam eksperimen regulasi pendidikan. dengan presepsi demikian, maka selain harus mendapatkan nutrisi otak, anak juga […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • Semua Orang Menjual Diri. Photo by Yassin Mohammadi on Unsplash.

    Semua Orang Menjual Diri

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* “Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.” Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’. Wait, jangan ngeres dulu! Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles […]

  • Perempuan Memposisikan Diri

    Perempuan Memposisikan Diri

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

     Oleh : Aditiya Tri Utami Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, […]

expand_less