Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Islam Agama Kemanusiaan

Islam Agama Kemanusiaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2015
  • visibility 481
  • comment 0 komentar

Di tengah krisis pemahaman keislaman otentik dan komprehensif, umat Islam membutuhkan pemikiran yang mampu menyegarkan dan membangkitkan paham keislaman yang moderat, toleran dan rahmatan lil ‘alamin. Pemahaman keislaman demikian pada gilirannya mampu merealisasikan kerukunan antar umat beragama dan antar aliran di internal Islam sendiri. Melalui bukunya ini, K.H. Husein Muhammad menyampaikan beberapa refleksi pemikirannya dalam menginterpretasikan ajaran Islam secara mendalam dan usaha dalam merespon berbagai fenomena sosial keagamaan yang terjadi dewasa ini.

Dalam mengawali pembahasan, penulis berbicara tentang konsep keislaman. Ada tiga hal pokok yang menjadi prinsip dalam menjalankan ajaran islam, yaitu iman, islam dan ihsan. Berdasarkan beberapa ayat Al-Quran dan hadits Nabi,  Kiayi Husein mengartikan ihsan dengan arti yang mengandung pesan kebaikan, kesalehan dan moralitas kemanusiaan. Secara elaboratif, ihsan adalah kejujuran, ketulusan, kesederhanaan, kesabaran, kedermawanan, menghargai orang lain, tidak melakukan penyelewengan terhadap hak orang lain, tidak merusah alam. Lebih dari itu, ihsan juga berarti bertindak santun, kasih dan mencintai semua ciptaan Allah. Dan pada tingkat yang lebih tinggi, ihsan adalah menghadirkan Tuhan dalam setiap nafas (hal. 9-10). Berangkat dari pemahaman kiayi Husein ini, Islam adalah agama yang memerintahkan umatnya untuk menebar keadilan, kedamaikan dan kebaikan kepada semua ciptaan Tuhan, manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta.
Dalam menebar kedamaian dan mengajak manusia menuju jalan kebenaran, kiayi Husein tidak sepakat dengan cara kekerasan sebagaimana digunakan oleh aliran radikalisme. Ia sepakat dengan cara yang halus, lembut dan santun sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.  Al-Ghazali menceritakan, “ Suatu hari, seorang Arab Badui datang kepada Nabi sambil menyampaikan kata-kata kasar dan menantang. Ketika orang itu tertumbuk pada sosok Nabi yang santun, penuh senyum, tenang, dan memancarkan cahaya kenabian, ia tertegun dan terpesona. Ia lalu bergumam, “ Demi Tuhan, ini bukan wajah seorang pembohong”. Tidak lama kemudian, ia meminta Nabi mengajarkan Islam dan ia pun memeluknya”. Apa yang diceritakan Al-Ghazali, menunjukan bahwa dakwah dengan bahasa yang lembut, tingkah laku yang santun dan keteladanan  lebih efektif dari pada dengan kekerasan atau hanya dengan bahasa mulut, sebagaimana dikatakan pepatah Arab, “ Bahasa tubuh lebih efektif dari pada bahasa lidah” (hal. 125-126).
Lebih lanjut, kiayi Husein memaparkan memalui renungannya, bahwa umat islam saat ini perlu mengikuti keteladanan para ulama yang hidup pada empat abad pertama. Hal demikian penting dilakukan, karena umat islam pada abad tersebut mampu mencapai keberhasilan dalam mewujudkan peradaban islami, sehingga Islam mampu berekspansi ke berbagai belahan dunia karena sikap keluwesan dan keterbukaan mereka terhadap khazanah, ilmu pengetahuan dan peradaban dunia lain. Sikap terbuka terhadap yang lain dan memiliki banyak perspektif  keilmuan dan pengetahuan adalah kunci untuk memajukan dan mendahwahkan agama islam kepada yang lain. Ibnu al-Qayyim, seorang ulama salafi mengatakan, “Bila engkau melihat ada keadilan dari mana pun datangnya, ambillah karena keadilan adalah inti agama Tuhan”  (hal. 235-236).
Dan di beberapa akhir tulisaanya, kiayi Husein mengingatkan kepada umat Islam, untuk merenungi kembali setiap arti ibadah yang dilakukan, yaitu kaitannya dengan relevansi antara ibadah sholat, puasa, zakat dan haji dengan tanggung jawan sosial. Menurutnya, ibadah selalu memperlihatkan fungsi, tugas, dan efek ganda. Selain merefleksikan tanggung jawab individual, ibadah juga merefleksikan tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Contohnya sholat, dalam beberapa ayat Al-Quran, sholat dilaksanakan untuk mengingat Allah (QS. Thaha[20]:14), tapi juga untuk juga untuk mewujudkan kepentingan sosial-ekonomi (QS. Al-Ma’un [107]:1-7). Kemudian puasa, di samping merupakan proses mengadirkan Tuhan ke dalam diri, juga merupakan cara mengendalikan kecenderungan-kecenderungan egoisme manusia yang sering kali mendesak kehidupan hedonistik. Begitu juga zakat, selain cara membersihkan diri dari dosa, zakat juga merupakan aksi pemberian makan bagi orang miskin, mereka yang tertindas dan yang menderita lainnya. Kemudian yang terakhir adalah haji, selain bertujuan sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Tuhan, juga melambangkan kesatuan, kesetaraan, dan persaudaraan umat manusia sedunia (hal. 249-251).
Buku setebal 276 halaman ini, sangat penting untuk dibaca oleh siapapun, terutama umat Islam dan warga nahdliyin. Membaca buku ini, pembaca akan diajak untuk belajar dan merenungkan kembali tentang pemahaman keislamannya selama ini. Selain itu, pembaca juga akan mendapatkan berbagai pencerahan, bahwa Islam adalah agama yang indah, terbuka, cinta akan kedamaian dan menjunjung tinggi kemanusian. 
Judul buku      : Menyusuri Jalan Cahaya
Penulis             : KH. Husein Muhammad
Penerbit           : PT Bentang Pustaka
Tebal               : 276 hal.
Tahun terbit     : Cetakan 1, Juni 2013
ISBN               :978-602-7888-27-2
Peresensi         : R. Andi Irawan
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    RMI Pati Berangkatkan 95 Santri Lirboyo Kembali ke Pondok Pesantren

    • calendar_month Ming, 7 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id- PATI – Himpunan Santri Lirboyo (HIMASAL) bekerja sama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati mengawal santri Lirboyo kembali ke pondok pesantren, Minggu (7/5). Pemberangkatan santri dipimpin oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) yang diwakili oleh Jamal Makmur. Ketua RMI PCNU Kabupaten Pati Liwa’udin mengatakan, pengawalan pemberangkatan santri Lirboyo rutin dilakukan setiap tahunnya. […]

  • Angkat Tema Eco Theology Education, INISNU Gelar Seminar Internasional

    Angkat Tema Eco Theology Education, INISNU Gelar Seminar Internasional

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.727
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar Seminar Internasional bertajuk “The Transformation of Eco Theology Education”, Senin (19/1/2026) yang berpusat di aula lantai 2 INISNU dan secara virtual melalui Zoom Meeting yang diikuti ratusan peserta dari Indonesia, India, Malaysia, dan USA. Kegiatan ini menjadi forum akademik strategis untuk mendiskusikan transformasi pendidikan ekoteologi […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.586
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menulis Kegiatan Menyenangkan.. Photo by lilartsy on Unsplash.

    Menulis, Kegiatan mengasyikkan

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Saya sedang menjajaki dunia tulis menulis. Menulis kisah dan cerita yang  familiar terjadi disekitar kita. Meski terlihat lucu dan aneh. Namun tak apa, saya berusaha menuangkan apa yang terlintas dipikiran. Apa yang terdengar dan terlihat; supaya tak mengganjal dalam akal. Meskipun sederhana dan alakadarnya. Saya sangat menyadari karena memang tak ada basic disitu awalnya. Bisa […]

  • Perkuat Orgnisasi, PKPT IPNU IPPNU IPMAFA Gelar Orientasi Pengurus

    Perkuat Orgnisasi, PKPT IPNU IPPNU IPMAFA Gelar Orientasi Pengurus

    • calendar_month Sel, 12 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    PKPT IPNU IPPNU Ipmafa berpose di masjid kampus usai menggelar orientasi pengurus MARGOYOSO – PKPT (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi) IPMAFA Pati. menyelenggarakan Orientasi Pengurus PKPT IPNU IPPNU IPMAFA masa bakti 2021-2022 pada Minggu, (10/10). Dengan mengusung tema “Membentuk Pelajar Militan Berintelektual Ideologis Aswaja An-Nahdliyah”. Kegiatan ini menghadirkan LKPT PC IPNU IPPNU Pati sebagai narasumber. Kegiatan […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 731
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Saya mau membuka sebuah usaha, namun tetangga saya sudah ada yang menjalankan usaha yang serupa, saya kawatir jika saya menjalankan usaha tersebut tetangga saya akan merasa tersaingi, mohon dijelaskan bagaimana pandangan fiqih tentang usaha tersebut, apakah saya perlu meminta izin pada tetangga saya ?. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Membuka usaha […]

expand_less