Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Sekolah sebagai Taman

Sekolah sebagai Taman

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
  • visibility 454
  • comment 0 komentar

Sekolah, bukanlah dan tak boleh menjadi ‘menara gading’. Begitulah kira-kira maunya seorang filsuf Spanyol, Jose Ortega y Gasset, yang kemudian menjadi ungkapan populer.

Orang tahu apa yang dimaksudnya. Sebagai suatu lembaga yang berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak, dengan impian-impian terbaik bagi masa depan mereka, tentu saja, sekolah tak boleh menjadi terasing dan atau mengasingkan diri dengan dan dari kehidupan yang wujud di sekelilingnya. Dalam kata-kata Derek Bok, mantan Rektor Universitas Harvard, sekolah “…pertama kali harus memenuhi janji atas kontraknya dengan masyarakat.

Jadi, apa sekolah itu?

Sekolah, mestinya seperti suatu Oasis, tulis Gene Bylinsky. Seorang pewarta lepas, dalam salah satu laporannya. Suatu tempat teduh dan sumber air di tengah padang pasir kerontang, tempat melepas lelah dan dahaga. Dalam artian ini, Bylinsky ingin memaknakan sekolah sebagai suatu tempat di mana orang-orang memuaskan dahaga keingintahuannya, mewujudkan utopia-utopia dan imajinasi kekaryawaannya, agar tidak mubazir dan sekadar fatamorgana. Jika perlu, kata James Hirsch, pakar mikrobiologi yang pernah menjabat sebagai dekan mahasiswa di Universitas Rockefeller, sekolah mestinya justru menjadi “…oasis dalam artian yang sesungguhnya; elitis dan eksklusif untuk mencetak kader-kader terpilih di masa depan bagi kesejahteraaan seluruh umat manusia. (hlm. 112).

Akan tetapi sekolah sebagaimana dijelaskan oleh bapak pendidikan kita, diibaratka sebagai taman, maksudnya adalah sebagai tempat bermain anak-anak yang menyenangkan dan menggembirakan. Itulah esensi dari sekolah.

Karena kalau kita mengkritisi lebih dalam sekolah formal pada umumnya lebih cenderung membagakan pada output peserta didik, sebagai baromater kesuksesan sebuah lembaga sekolah. Bukan pada nalar berfikir, budi pekerti, dan kemandirian anak. Akan tetapi kebanyakan lembaga sekolah justru berlomba-lomba mencetak peserta didiknya lebih pada bekerja.  Sehingga sekolah pun bisa juga dikiaskan sebagai pabrik atau perusahaan pengelolah. Dituntut memenuhi kaidah-kaidah ekonomi pasar (market economy) tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja. Dengan kata lain sekolah menjadi suatu bagian mekanisme pasar tenaga kerja (labour market). (hlm. 115).

 Agar sekolah tidak hanya sebagai mesin pencetak tenaga kerja, maka harus ada perubahan-perubahan yang diimplikasikan dalam lembaga sekolah. Sebagaimana dijelaskan oleh bapak pendidik kita yakni, sekolah juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan (memanusiakan manusia) dan memerdekakan peserta didik dalam belajar. Dimana tujuan mulia ini bisa menciptakan nilai-nilai kemandirian anak dan membentuk karakter atau kepribadian anak. Sehingga ketika lulus anak tidak bingung, melainkan sudah memiliki pasion masing-masing untuk ditekuni lebih dalam.

Dengan demikian, buku yang ditulis oleh Roem Topatimasang yang berjudul sekolah itu candu bermkasud mengajak pembaca lebih kritis dalam menanggapi dunia pendidikan agar tidak terjebak dalam legalitas dan formalitas yang ada dalam lembaga sekolah. Melainkan Pak Roem mengajak pembaca lebih jeli dan cermat dalam menanggapai persoalan tentang dunia pendidikan yang acap kali salah dalam mengaplikasikannya.

Judul Buku      : Sekolah itu Candu

Penulis             : Roem Topatimasang

Penerbit           : Insist Press

Tahun Terbit   : Cetakan Ketigabelas, 2018.

Tebal Halaman: 131

ISBN               : 978-602-0857-55-8

Peresensi         : Siswanto

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.508
    • 0Komentar

      Dialog kebangsaan menjadi bagian penting dalam Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui agenda temu tokoh. Kegiatan ini menghadirkan Wakil DPRD Jawa Tengah Mohamad Soleh, ST, M.En, Syarif Abdullah, serta artis ibu kota Vicky Prasetyo. Temu tokoh yang digelar di Buper Candrabirawa, Ungaran, tersebut diikuti ratusan peserta dengan antusias. Para […]

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

  • Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    Memahami kembali masyruiyyah-ihtifal

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • MKKS Ma'arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    MKKS Ma’arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.809
    • 0Komentar

      Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop Branding pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bertempat di Aula Polewali SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh 29 pengurus MKKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Agenda […]

  • Catatan Juri Porsema XIII: Puisi Bukan Ajang Gaya, Tapi Kejujuran Rasa

    Catatan Juri Porsema XIII: Puisi Bukan Ajang Gaya, Tapi Kejujuran Rasa

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Wonosobo — Ajang Lomba Cipta dan Baca Puisi Religi dalam Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU Jawa Tengah yang digelar di Wonosobo tak hanya menyajikan panggung ekspresi seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sastra. Hal ini ditegaskan oleh tim juri dari kalangan sastrawan Pati, yang memberikan catatan penting sebagai evaluasi bersama. […]

  • Peringatan HSN di Tayu akan Meriah

    Peringatan HSN di Tayu akan Meriah

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 628
    • 0Komentar

    TAYU-Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2019 sudah di ujung mata. Beberapa elemen masyarakat mulai bersiap-siap menyambut hari bahagia tersebut. Tak terkecuali NU, sebagai salah satu Ormas yang telah banyak berjasa mengangkat status santri. Rapat persiapan Hari Santri Nasional (HSN) oleh MWCNU, dihadiri oleh seluruh pengurus MWC, Lembaga dan Banom  Salah satu elemen NU yang […]

expand_less