Iklan
Berita

Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

Antusiasme 1500 emak dari Muslimat NU dan  Fatayat NU Dukuhseti dalam mengikuti Istighotsah dan gema sholawat

 

DUKUHSETI – Ribuan kaum emak memadati Desa Banyutowo. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri acara istighotsah dan sholawat bareng pada Sabtu (19/3) kemarin. 

Ibu-ibu tersebut merupakan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Dukuhseti. Sedikitnya, 1500 orang yang mengikuti agenda tersebut. 

Iklan

Selain gema sholawat, mereka juga mengadakan khataman al-Qur’an sebanyak 33 khataman bin nadhor dan 1 khataman bil ghaib. 

“Alhamdulillah berjalan lancar. Khatamannya dilaksanakan sejak pukul 06.00 WIB pagi tadi,” ungkap Nur Farida, ketua PAC Fatayat NU Dukuhseti. 

Habib Fuad bin Hasan al Aidrus yang hadir memimpin maulid tampak bersemangat di hadapan ibu-ibu. Atmosfir sukacita itupun menjalar ke semua peserta gema sholawat. 

Acara tersebut, lanjut Nur Farida, sengaja diadakan untuk menyambut Bulan Ramadhan tahun ini. Sebab, menurutnya, sudah beberapa tahun terakhir ini perayaan megengan (upacara perayaan menyambut Ramadhan-red) selalu sepi akibat corona. 

“Alhamdulillah mudah-mudahan kebersamaan ini bisa menumbuhkan semangat ibu-ibu di sini (Dukuhseti),” imbuh dia. 

Perkuat Kaum Ibu

Sementara itu, Nyai Hj. Faridatus Sa’adah, Ketua PAC Muslimat NU Dukuhseti mengungkapkan bahwa, 1500-an ibu-ibu Nahdliyyin yang hadir tersebut menjadi bukti gigihnya kaum wanita dalam berjuang di NU. 

Ia juga menegaskan bahwa peran wanita dalam NU sangat besar. Namun, wanita memang selalu berkontribusi di ‘belakang’ sehingga perannya sering kali tidak nampak. 

“Kita memotivasi sahabat-sahabat Muslimat dan Fatayat agar tetap berjuang,” tegas Nyai Farida. 

Salah satu cara ia dalam menumbuhkan semangat anggotanya adalah dengan menegaskan bahwa peranan wanita dalam NU sangat penting. Tanpa adanya para pemudi Fatayat NU dan ibu-ibu Muslimat NU, maka program-program NU pula akan terhambat. 

Ia menyebut sosialisasi program-program NU banyak disalurkan melalui forum jama’ah tahlil dan yasin ibu-ibu. Selain itu, Koin NU juga banyak terdistribusikan melalui ibu-ibu. 

“Harapan saya agar Muslimat dan Fatayat menyadari betapa strategisnya posisi mereka sehingga semangat dalam berjuang di NU ini semakin kuat dan kuat,” pungkasnya.(lut/ltn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button