Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
  • visibility 331
  • comment 0 komentar

 

PATI – Profesi guru menyimpan banyak kisah dan refleksi mendalam yang kerap menginspirasi. Melalui buku antologi esai berjudul “Kata Guru”, sebanyak 13 guru MA Salafiyah Kajen Pati mencoba merekam dan membagikan pengalaman serta pemikiran mereka seputar dunia pendidikan dalam 15 esai bernas dan menyentuh.

Buku ini diterbitkan oleh Iniibubudi Publishing dengan nomor ISBN 978-602-70232-8-4, setebal X + 106 halaman. Kata pengantar dalam buku ini ditulis oleh Fakhrurozi, Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah (Kasubdit Bina GTK MI MTs) di Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Fakhrurozi mengatakan, dirinya merasa sangat bangga akan tertibnya buku yang merupakan hasil ikhtiar para pendidik guna menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Tidak hanya kepada murid namun juga kepada orang tua maupun khalayak luas.

“Saya mengapresiasi bagaimana para guru berbagi ilmu, semangat mencerdaskan dan menumbuhkan generasi dan menjadi agen perubahan yang nyata melalui buku Antologi Esai Guru yang telah diterbitkan,” jelas dia.

Sementara itu Arif Sutoyo yang juga dikenal dengan nama Arif Khilwa, koordinator penyusunan antologi sekaligus salah satu kontributor, menyebutkan bahwa penerbitan buku ini bertujuan untuk membudayakan literasi di kalangan guru. Menurut dia, keberanian menulis adalah langkah awal untuk menghidupkan budaya berpikir kritis dan reflektif, baik bagi guru maupun siswa.

“Semua bisa membaca dan menulis. Namun, tidak semua mau membaca dan tidak semua berani menulis. Melalui buku ini, kami ingin memulai dari diri sendiri untuk berani menuangkan ide menjadi karya, yang pada akhirnya bisa menginspirasi para murid,” ujar Arif, guru sosiologi di MA Salafiyah Kajen, Pati, Sabtu (21/6/2025).

Arif menambahkan, bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pendorong budaya literasi dan pembentuk karakter murid.

“Guru dituntut tidak hanya memotivasi, tetapi juga menginspirasi, termasuk dalam membentuk budaya baca-tulis di lingkungan madrasah,” imbuh Arif yang juga Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Pati ini.

Dari sisi penerbit, Asa Jatmiko menyampaikan bahwa buku “Kata Guru” adalah respons sekaligus kontribusi para guru terhadap dinamika pendidikan saat ini.

“Tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut respons aktif dari semua pihak. Perubahan teknologi, hadirnya generasi Z dan Alpha, serta transformasi sistem pendidikan menjadi tanggung jawab besar yang harus dihadapi bersama,” ujar Asa, yang juga dikenal sebagai seniman asal Kudus.

Adapun karya-karya dalam buku ini mencakup beragam isu, mulai dari refleksi peran guru hingga persoalan struktural dalam pendidikan.

Arif Khilwa menulis dua esai: “Guru Tak Hanya Mengajar Namun Menjadi Pilar Masa Depan Bangsa” dan “Peran Tri Pusat dalam Pembentukan Kepribadian dan Karakter Anak Usia Sekolah.

Penulis lainnya meliputi:
1. Abdul Khalim dengan “Ilusi Sekolah Gratis”.
2. Ali Mahmudi, “Paradigma Pendidikan Kita”.
3. Elang Chandra Ermanu, “Fenomena Problematika”.
4. Indraswati, “Ilmu Falak Sebagai Jalan Spiritual Manusia”.
5. Iqlima Ailisa, “Krisis Identitas di Ruang Kelas”.
6. Isyarotuz Zakiyyah, “Membangun Generasi Inovatif Melalui Pendidikan Riset di Madrasah”.
7. Muhammad Haris Ibnu Malik, “Ketidaksiapan Mental Siswa Menghadapi Era Digital dalam Perspektif Sosiologis”.
8. Muhammad Taufiqurrohman, “Hidup Stoic, Pikiran Epic”.
9. Naila Rajiha, “Bahaya Remaja Oversharing di Media Sosial”.
10. Novita Indah Pratiwi, “Dilematika Sistem Pendidikan Digital vs Konvensional”.
11. Nur Hidayah, “Menyeimbangkan Peran sebagai New Mom yang Bekerja”.
12. Widya Lestari, “Madrasah Cantik Tanpa Lipstik: Membangun Karakter dalam Menangkal Degradasi Moral” dan “Sekolah Tanpa Tantangan: Ketika Naik Kelas dan Lulus Menjadi Formalitas.”

Melalui esai-esai reflektif ini, “Kata Guru” menghadirkan suara-suara dari ruang kelas yang sering kali tak terdengar, namun sangat penting dalam membentuk wajah pendidikan Indonesia. (*/angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MKKS Ma'arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    MKKS Ma’arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.735
    • 0Komentar

      Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop Branding pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bertempat di Aula Polewali SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh 29 pengurus MKKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Agenda […]

  • Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Jurnalistik, PMR, dan Pramuka, bagi-bagi ratusan takjil di bulan Ramadan ini. Mereka membagikan 350 paket takjil kepada para pengendara yang malintas di depan Pendopo Kabupaten Pati, pada Senin (1/4/2024) sore. Warga pun tampak antusias untuk mendapatakan takjil […]

  • img-20220325-wa0029-20-1-jpg

    Melisa Imbau Kader IPPNU Ramaikan Masjid dan Mushala Selama Ramadhan

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

      PATI – Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PC IPPNU) Kabupaten Pati, Melisa Yusrina mengimbau para kader Pelajar NU Bumi Mina Tani dapat meramaikan masjid dan musala selama Bulan Suci Ramadan.   “Mengisi masjid atau mushola dengan khataman maupun kajian kitab kuning, yang mana sebagai ciri khas warga nahdliyin yang mana menjadi […]

  • Protokol Kurban Saat Pandemi Covid-19 Bagi Warga NU

    Protokol Kurban Saat Pandemi Covid-19 Bagi Warga NU

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    JAKARTA. Pengurus Besar Nahdlatul Nahdlatul Ulama, baru-baru ini menerbitkan Surat Edaran terkait pelaksanaan PPKM dan Kurban Idul Adha. Adalah Surat Edaran Nomor 4162/C.I.34/07/2021 tertanggal 9 Juli 2021. Edaran ini berisikan instruksi kepada lembaga NU di semua jenjang dan warga NU terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Edaran juga berisi lampiran tentang Protokol Kurban Pada […]

  • Sujudnya Orang yang Tidak Menampelkan Jari Kaki

    Sujudnya Orang yang Tidak Menampelkan Jari Kaki

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Apa hukumnya sholatnya seseorang yang ketika sujud tidak menempelkan jari-jari kakinya pada lantai ? Jawaban :Salah satu rukun sholat adalah sujud,dan sujud itu sendiri mempunyai syarat-syarat  yang harus dipenuhi agar sujud itu bisa sah,bila sujud tidak sah maka sholatnya juga tidak sah,oleh karena itu menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk mengetahui tata […]

  • Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema 'Nampi'

    Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema ‘Nampi’

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryopati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar pertunjukan teater di halaman kampus Kamis (19/6/2025) malam dengan mengangkat tema “Nampi”. Pentas ini merupakan produksi utama Teater Suryopati dan menjadi medium ekspresi serta komunikasi mahasiswa kepada publik melalui pertunjukan. Pementasan diawali dengan orasi budaya yang disampaikan oleh Arif Khilwa dari […]

expand_less