Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Fatwa » Tanya Jawab Bersama Syuriah

Tanya Jawab Bersama Syuriah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
  • visibility 424
  • comment 0 komentar

Assalamu’alaikum Wr Wb.
Sekarang ini sudah umum atau biasa dikalangan masyarakat, apabila ada pengajian yang diisi oleh seorang muballigh, sebelum ia sampai ke tempat untuk berceramah, maka akan disambut dan diiringi dengan bacaan :
طلع البدر علينا من ثنيات الوداع وجب الشكر علينا ما دعا لله داع
dengan tujuan penghormatan terhadap muballigh tersebut. Padahal dalam sejarah, lafadz tersebut digunakan oleh Ahli Madinah dalam menyambut kedatangan Nabi. Bolehkah pembacaan tersebut dengan tujuan seperti diatas ? Apakah kalimah tersebut termasuk sholawat ?
Wa’alaikum salam Wr Wb.
Pembacaan seperti diatas boleh, selama tidak ada alat al-malâhi (alat music) yang diharamkan. Adapun kalimat diatas tidak termasuk Sholâwat, karena tidak ada shighot yang menunjukkan sebuah Sholâwat (sholâwatada shighot-nya tertentu).
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Dalam suatu khotbah jum’ah, seorang Khotib sering sekali mengucapkan nama Nabi Muhammad SAW, dan sebagaimana kita ketahui bahwa ketika kita mendengar nama tersebut kita disunnahkan membaca sholawat. Bagaimana hukumnya membaca/menjawab sholawat ketika khotbah sedang berlangsung, padahal kita tahu bahwa disaat Khotib khutbah hukumnya harom berbicara? Apakah dengan menjawab tersebut bisa hilang pahala orang yang jum’atan tersebut?
Wa’alaikum salam Wr Wb.
Hukumnya membaca sholawat tersebut hukumnya sunnah selama tidak dengan suara yang berlebihan, walaupun menurut pendapat ulama’ yang berpendapat haram berbicara diwaktu khutbah, karena sholawat tersebut termasuk pengecualian. Adapun pahalanya tidak bisa hilang, karena membaca sholawat tersebut hal yang sunnah tidak termasuk laghwuyang dimaksud dalam hadits.
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Apakah sebabnya sesuatu hal yang keluar dari qubul dan dubur dapat membatalkan wudlu, sedangkan yang keluar dari lainnya walaupun menjijikkan kok tidak termasuk hal yang membatalkan?
Wa’alaikum salam Wr Wb.
Sesuatu hal yang membatalkan wudlu tergolong masalah ta’abbudiy (tidak bisa dijangkau oleh akal tentang alasannya).
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Dikukuhkan sebagai Pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah

    Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo Dikukuhkan sebagai Pengurus KKG PAI Provinsi Jawa Tengah

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.962
    • 0Komentar

      Semarang – Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, Rohani, resmi dikukuhkan sebagai salah satu pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Provinsi Jawa Tengah periode 2026–2030. Pengukuhan tersebut dilaksanakan di Auditorium Jateng Majeng, Semarang. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Dr. H. Saiful Mujab, M.A. selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi […]

  • Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah

    Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pelatihan Branding Kembangkan Sekolah dan Madrasah Brebes – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kab. Brebes menggelar pelatihan Branding, Publikasi dan pengelolaan website. Pelatihan tersebut dilaksanakan di Gedung NU Kab. Brebes yang dimulai pada Rabu 23 November 2023. Hadir narasumber pertama Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda yang mengisi strategi […]

  • Santri Membangun Negeri

    Santri Membangun Negeri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.944
    • 0Komentar

      Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Dosen IPMAFA, Penulis Buku   Hari santri nasional yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2025 menjadi momentum bangsa ini untuk meneguhkan spirit nasionalisme di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi yang menghancurkan pondasi utama bangsa di segala aspek kehidupan. Latar historis hari santri berupa resolusi jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH. M. […]

  • PCNU Pati Gelar Tasyakuran 94 Tahun NU

    PCNU Pati Gelar Tasyakuran 94 Tahun NU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI-Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Pati, ahad pagi (2/2) mengadakan tasyakuran harlah ke-94 Nahdlatul Ulama. Acara diselenggarakan secara khidmat di Aula PCNU Pati. Acara Tasyakuran Harlah NU ke-94 di Aula Gedung PCNU Pati.  Dihadiri oleh beberapa pengurus harian tanfidziyah, suriyah, lembaga, banom hingga kader-kader NU yang saat ini menjadi DPRD Kab. Pati. Para pengirus MWC […]

  • Lagi, KKN Ipmafa Gelar Ngaji Daring

    Lagi, KKN Ipmafa Gelar Ngaji Daring

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Para mahasiswa KKN MDR Cakranawa berpose bersama dengan KH. Liwa’uddin usai pelaksanaan ngaji Daring. PATI – Tim KKN MDR Cakranawa Ipmafa dua hari yang lalu mengadakan acara Ngaji bareng, tepatnya, Sabtu (21/08). Kegiatan ini diselenggarakan di Masjid Darussalam Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso. Selain digelar secara luring dengan peserta terbatas, acara ini juga dilaksanakan secara daring. […]

  • Katib Syuriyah NU Gembong Sebut Kriteria Aswaja

    Katib Syuriyah NU Gembong Sebut Kriteria Aswaja

    • calendar_month Rab, 5 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Safari Ramadhan Tarawih Keliling (Tarling) MWC-NU Gembong memasuki putaran ke tiga, Rabu (5/4) malam. Tarling kali ini dilaksanakan di Masjid Rohmatul Ummah, Desa Ketanggan. Dalam kesempatan tersebut, Katib Syuriyah MWC-NU Gembong, KH. Muzakki, menyampaikan beberapa ciri ahlus sunnah wal jama’ah. “Ada sepuluh kriteria Aswaja, tapi saya sampaikan salah satunya saja,” ungkap […]

expand_less