Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
  • visibility 520
  • comment 0 komentar
Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19
Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19

GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini. 

Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan masker, membiasakan cuci tangan hingga menghindari kerumunan, sudah banyak dilakukan. Namun kasus Covid-19 yang belum menunjukkan angka penurunan, membuat sebagian warga memilih cara lain. 

Di Kecamatan Gembong, misalnya, cara spiritual dipilih sebagai salah satu ihtiar penanggulangan Covid-19. Tradisi Barikan yang hampir punah, pun dihidupkan kembali guna memerangi virus ini. 

“Ihtiar lahir kan sudah (dilakukan). Sekarang ikhtiar bathinnya. Kita memohon ampun kepada Allah, dan berdoa mudah-mudahan corona cepat hilang.” Ungkap H. Ahmad Suyono, salah seorang tokoh Masyarakat di Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong, Kamis (1/7) malam. 

Barikan tidak hanya dilakukan di Dukuh Sentul. Ada beberapa daerah di Kecamatan Gembong yang juga melaksanakan acara serupa. Di antaranya, di Desa Bermi, Bergad dan Pohgading. Biasanya kegiatan ini dilangsungkan di tepi perempatan atau pertigaan jalan. 

“Barikan ini isinya selamatan, doa bersama dan makan jajanan pasar bersama tapi tetap dengan prokes dan peserta yang dibatasi. Jangan sampai kita berusaha menghentikan Corona tapi dengan cara yang mempermudah penularan Corona.” Tutur Ariful Hadi, ketua Ranting NU Desa Bermi yang juga mempelopori tradisi barikan di desanya. 

Kegiatan Barikan ini merupakan tradisi yang hampir punah di lingkungan masyarakat masa kini. Namun berkat adanya Covid-19, justru tradisi ini hidup kembali sebagai wujud ketidakberdayaan manusia. 

“Kita ini kelihatannya saja gagah, tapi diserang makhluk sekecil virus saja tidak berdaya. Sudah saatnya kita mengingat kembali Sang Pencipta, barangkali kita banyak lupa dan dosa.” Imbuh Ariful. 

Ariful menambahkan bahwa upaya bathin juga harus diperkuat. Namun menurutnya, usaha lahir juga tetap harus dilaksanakan. 

“Kita yang bukan orang medis ikut saja imbauan dokter dan orang-orang medis. Dan jangan lupa berdoa dengan cara dan kepercayaan masing-masing.” Pungkasnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by FeeLoona

    Kenali, Pahami Rayuan Anak

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hal yang berkaitan dengan parenting utamanya soal anak, saya rasanya ingin belajar lagi dan lagi. Sudah tentu untuk menyiapkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak saya kelak dimasa depan. Mulai dari mengikuti akun yang membagikan tips bagaimana menjadi orang tua yang baik, bagaimana memahami anak-anak dalam […]

  • K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    K. Shofii Resmi Pimpin NU Gabus, Programnya Keren!

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim (kanan), ketua PCNU Pati memberikan sambutan dalam acara Konferensi MWC NU Gabus, Jumat (18/3) kemarin. GABUS – Sah! MWC NU Kecamatan Gabus resmi ganti pemimpin setelah melakukan konferensi pada Jumat (18/3) kemarin. MWC NU Gabus di bawah kepemimpinan KH. Syaifullah, telah berakhir tahun ini. KH. Moh. Shofii yang menjadi penerus perjuangan pengurus […]

  • Pendidikan 'Celana Dalam' dan 'Sikat Gigi'. Photo by Superkitina on Unsplash.

    Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor. Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Dekapan Ukhuwah

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalamdiam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba waktuuntuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbangmenari; melantun kebaikan di antara bunga, menebarkeindahan pada dunia.Dan angin pun memeluknya, dalam sejukdan wangi surga.Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi dikegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjamandalam-dalam. Tapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar,tak ada pilihan […]

  • Belajar Menjadi Bijaksana

    Belajar Menjadi Bijaksana

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

                Sejak manusia lahir ke dunia sudah dibekali dengan akal dan pikiran, untuk membedakan dari makhluk Tuhan lainnya. Sehingga manusia adalah sebagai makhluk Allah yang paling sempurna. Meskipun,kesempurnaan manusia jarang  digunakan sebagai mana mestinya. Ironis jika ada manusia dengan kesempurnaanya tak bisa menolong sesamanya. Bukankah sebaik-baik manusia itu yang bermanfaat untuk orang lain.             M. […]

  • Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    Salafiyah Borong Medali dalam Lomba Silat Nasional

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Yayasan Salafiyah Kajen, Margoyoso kembali membuat harum nama Kabupaten Pati di kancah Nasional. Setelah 3 Santri MA Salafiyah yang berhasil menyabet 3 medali dalam perhelatan pencak silat Tugu Muda Championship Open National Tournament 2019, kini beredar kabar dua santri MTs dan satu santri MI juga membawa pulang medali dari ajang yang sama. Para peaerta didik […]

expand_less