Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » RMI PCNU Pati Berupaya Ciptakan Lingkungan Pesantren yang Aman dan Nyaman

RMI PCNU Pati Berupaya Ciptakan Lingkungan Pesantren yang Aman dan Nyaman

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
  • visibility 299
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Kabupaten Pati mengadakan dialog dengan Bu Nyai dari berbagai pesantren di Kabupaten Pati pada Jumat (18/72025), di Aula Barat Madrasah Alhikmah Kajen, Kecamatan Margoyoso. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap pelecehan seksual di lingkungan pesantren.

Dialog ini dihadiri oleh 100-an Bu Nyai dari berbagai pesantren di wilayah Pati Utara. Mereka diberikan pemahaman tentang pentingnya pengawasan dan pencegahan pelecehan seksual di pesantren.

Ketua RMI PCNU Pati, KH Muhammad Liwa Uddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan lingkungan pesantren yang nyaman dan kondusif bagi para santri. Pihaknya ingin memastikan bahwa pesantren menjadi wadah yang aman dan nyaman bagi para santri agar mereka dapat belajar dengan maksimal.

“Karena maraknya berita-berita di luar Kabupaten Pati (terkait kekerasan seksual di pesantren), maka kami mencoba menyadarkan dan mengingatkan kembali betapa pentingnya Bu Nyai dalam mengawasi santri serta Pak Kiai. Jadi yang perlu diawasi sekarang bukan cuma santri putra dan putri, tapi pak kiai-nya juga,” kata dia.

Ke depan, lanjut Kiai Liwa, pihaknya akan mengadakan dialog dengan para kiai dan pengasuh pesantren. Sehingga antara Bu Nyai dan Kiai bisa klop dalam menyadari betapa pentingnya saling menjaga serta saling mengingatkan.

“Intinya adalah menjaga supaya pesantren sebagai lembaga pendidikan menjadi wadah yang nyaman, kondusif, dan tentu pembelajaran akan maksimal,” ungkap dia.

Menurut Kiai Liwa, kasus pelecehan dan kekerasan seksual bisa terjadi di manapun tempatnya, tak terkecuali di pesatren. Sehingga, penting untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya kasus-kasus tersebut, serta mengambil langkah-langkah preventif dan responsif untuk melindungi para santri.

“Saling menjaga ini sangat penting. Syahwat bisa saja tiba-tiba muncul dan ini bisa terjadi pada siapa pun termasuk para kiai, baik kiai muda, kiai sepuh, dan para santri. Ini perlu kita gugah kembali supaya pondok-pondok pesantren di Pati terutama di bawah naungan jam’iyyah Nahdlatul Ulama bisa selamat dan tentu lebih nyaman sebagai wadah pembelajaran agama,” tandas dia.

Sebagai tambahan informasi, dalam dialog ini, RMI menghadirkan dua narasumber, yaitu Nyai Royyanah Ahal (Wakil Ketua RMI PWNU Jawa Tengah) dan Hj Kamilia Hamidah (Pengurus RMI Jawa Tengah). Keduanya memiliki pengalaman dalam menangani isu-isu terkait perempuan dan pendidikan. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Kimia Kebahagiaan

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Dalam filsafat Islam, tujuan tertinggi perjuangan manusia adalah kebahagiaan, iaitu transformasi manusia kepada pengabdian sepenuhnya kepada Tuhan. Ini akan menghasilkan kebahagiaan tertinggi. Ini yang diajarkan oleh Imam Al Ghazali [1-3]. Kebahagiaan yang tertinggi akan didapat jika manusia menuju pada sifat-sifat malaikat melalui peningkatan pengetahuan akan Tuhan. Untuk sampai pada ini, manusia mesti mengetahui dirinya (knowing […]

  • PCNU-PATI

    NU, Nasionalisme dan Bernegara

    • calendar_month Kam, 28 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia,bahkan tersebar dunia merupakan salah satu ormas yang sudah tidak diragukan lagi dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai ormas terbesar di dunia tentunya NU memiliki sumbangsih yang juga besar di masyarakat. Adapun bentuk sumbangsih yang […]

  • Rapat Anggota Pelajar NU Wonosekar sekaligus Tentukan Ketua Baru

    Rapat Anggota Pelajar NU Wonosekar sekaligus Tentukan Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 24 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Suasana Rapat Anggita dan Pembukaan Konferensi I IPNU-IPPNU Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. GEMBONG – Pengurus Ranting IPNU IPPNU Wonosekar Gelar Rapat Anggota dan Konferensi I, pada Minggu (23/1). Dalam acara tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB yang bertempat di TK Mekar Sari Desa Wonosekar. Kegiatan tersebut juga serta dihadiri oleh pengurus serta anggota PR IPNU […]

  • LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    LTN NU Pati Gelar Gerakan Literasi Melawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2017
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Pati. LTN NU Kabupaten Pati bekerjasama dengan KMPP (Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan BEM IPMAFA (Institut Pesantren Mathali’ul Falah) Pati mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik bagi para santri se-Kabupaten Pati. Acara tersebut dilaksanakan di aula Kampus IPMAFA lantai II  Senin (22/05/17) acara tersebut dimulai dari pukul 08.30 WIB itu berakhir pada pukul […]

  • SMK Milik NU Ini Masuk Nominasi Pusat Keunggulan Tahun Ini

    SMK Milik NU Ini Masuk Nominasi Pusat Keunggulan Tahun Ini

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Pati. – Berita menggembirakan datang dari SMK NU Gembong. Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Al Ma’arif Gembong tersebut masuk nominasi Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK). Di Kabupaten Pati sendiri, ada dua SMK yang masuk nominasi tersebut selama periode ini. Ke duanya adalah SMKNU Gembong dan SMK Pelayaran Tayu. Sementara SMKNU merupakan […]

  • PCNU - PATI

    Benturan NU- PKI

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Benturan NU-PKI 1948-1965” langsung ada rasa ketertarikan untuk segera membacanya. Namun pada akhirnya banyak rasa kekecewaan pada buku tersebut. Kekecewaan pertama yang muncul adalah buku tersebut hanya setebal 200-an halaman. Saya sebenarnya mengharapkan isi buku lebih tebal sehingga dapat saya baca lebih lama dari ‘menikmati secangkir kopi’. Bukan tanpa alasan, karena untuk peristiwa serumit itu […]

expand_less