Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Rayakan 11 Tahun dengan Pertunjukan “Kampung Kardus”

Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Rayakan 11 Tahun dengan Pertunjukan “Kampung Kardus”

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Des 2025
  • visibility 6.133
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Teater Kardus SMK Salafiyah Kajen Pati menggelar pertunjukan dengan Naskah “Kampung Kardus” Karya Gepeng Nugroho, Kamis (11/12/2025).

Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari antikorupsi yang jatuh pada tanggal 9 Desember, sekaligus memperingati 11 tahun Teater Kardus bertumbuh di SMK Salafiyah Kajen.

Rama, Lurah Teater Kardus, yang berperan sebagai Carik, mengajak Gen Alpha untuk lebih kritis dan meningkatkan kesadaran publik agar bersikap antikorupsi.

“Gen Alpha harus lebih kritis untuk meningkatkan kesadaran publik agar bersikap antikorupsi dimulai dari jabatan paling bawah di pemerintahan yaitu lurah dan carik,” ungkap dia.

Salah satu siswi pelakon Siti di Drama Kampung Kardus, Zaskia Zulfatin Neisya, mengaku senang lantaran pementasan tersebut berjalan lancar. Terlebih, pihaknya sudah mempersiapkan pementasan ini sekitar tiga bulan.

“Kampung Kardus menceritakan kehidupan masyarakat miskin yang tinggal di sebuah kampung kumuh dengan rumah-rumah dari kardus. terdapat konflik yang muncul ketika seorang pejabat daerah berniat menggelapkan uang ganti rugi tanah yang seharusnya diterima oleh warga,” cerita dia.

Pembina Teater Kardus, Angga Widhi Pratama, mengaku bangga dengan siswa-siswinya yang sudah menampilkan pentunjukan dengan maksimal. Menurut dia, hal ini tidak lepas dari proses latihan yang dilakukan sebelum pementasan.

“Proses yang sangat menantang dari mulai anak-anak latihan sepulang sekolah. Ada yang pulang sekolah jam 13.30 ada yang 14.30, sedangkan mereka harus balik pondok maksimal jam 16.00. Tentu ini pengalaman pertama bagi mereka dalam dunia teater,” ungkap dia.

Sementara itu Kepala SMK Salafiyah Kajen Erni Sofa Nugraha berharap, siswa-siswinya bisa memahami pesan moral dalam lakon yang disajikan.

“Semoga anak didik kami bisa memahami pesan moral dalam lakon yang disajikan,” kata Erni Sofa Nugraha, Kepala SMK Salafiyah Kajen. Semua kerja keras serta latihan yang dilakukan dengan maksimal berbuah manis setelah pementasan berjalan dengan baik,” ucap dia.

“Selamat bertambah usia yang ke 11 Teater Kardus, semoga tetap menyertai SMK Salafiyah,” lanjut dia. (Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

    Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Para perempuan didorong untuk berani tampil dalam dunia politik. Apalagi mampu menempati jabatan yang strategis, baik di eksekutif maupun legislatif. Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Pecinta Sholawat (Pecis) Muh Zen, saat menghadiri kegiatan bertema “Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan sebagai Implementasi Serat Kartini”. Adapun kegiatan yang bertempat di […]

  • PCNU-PATI

    Memahami Konsep Fikih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Secara etimologi, fikih berasal dari kata bahasa Arab faqiha-yafqahu-fikihan, yang berarti mengerti atau memahami. Orang-orang Arab memaknai fikih dalam konteks kebahasaan dengan mā daqqa wa ghamudha, yang artinya: sesuatu yang samar dan sulit untuk dipahami. Berdasarkan pengertian etimologis kata fikih ini, orang-orang Arab mengatakan faqihtu ma’na kalāmika liannahu qad yaduqqu wa yaghmadhu, […]

  • PCNU-PATI

    Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan.  Kami benar-benar sibuk sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.  Jangankan berjemaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, doa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyamul baith, jangankan puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadan saja […]

  • LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati (ke dua dari kanan) menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah dan Ormas yang telah berusaha keras merealisasikan perobohan LI PATI – Penantian selama 23 tahun akhirnya terwujud. Lokalisasi terbesar Kabupaten Pati, Lorok Indah telah berhasil dirobohkan, Kamis (3/4) tadi.  Perobohan bangunan ini merupakan kerja keras beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) yang […]

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Puisi Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pesan setiap kali aku singgah di tempat yang sama rasanya begitu nyata kamu yang menatapku aku membalas malu-malu desiran ombak yang membawamu ke sisiku menyadarkanku akan kehadiranmu sesaat-menyenangkan lalu aku berbisik kepada angin untuk membawakan secarik pesan yang aku tulis di tengah kerumunan 24 Juli 2022 Tak Pernah Usai percakapan kita tak pernah usai setiap […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Influencer, Ulama, dan Otoritas Ilmu

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.385
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ketiga profesi (pekerjaan), hobi, minat, atau aktivitas pada judul kolom ini memang bukan seharusnya diparadokskan. Akan tetapi, ketiga memiliki ruh yang sama, yaitu “ingin berkuasa” dalam arti tertentu.   Zaman dulu, orang mencari ilmu tak sebatas aktivitas intelektual dan akademis, namun juga perjalanan fisik yang panjang dan tentu sangat melelahkan […]

expand_less