Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
  • visibility 436
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saat saya tengah bersantai dikamar, tiba-tiba muncul notifikasi dari salah satu akun media sosial saya. Seseorang membagikan postingan orang lain berisi 25 dongeng sebelum tidur untuk anak. Rasa penasaran saya membawa jemari untuk membuka postingan yang dibagikannya. Awalnya saya berpikir jika postingan tersebut hanyalah gambar judul semata, tapi saya salah. Ada cerita dongengnya juga yang turut dibagikan. Barangkali si empunya bermaksud mengabadikan setiap momen termasuk cerita-cerita dongeng pada akun sosial miliknya.

Setelah membaca salah satu dongeng dengan judul asal mula madu, saya tiba-tiba teringat dengan serial kartun Upin dan Ipin. Waktu itu kak Ros tengah bercerita tentang dongeng ular sawah yang tak memiliki bisa. Kira-kira dongeng yang dibacakan kak Ros ceritanya begini.

“Pada zaman dahulu ular sawah memiliki bisa. Karena itu, ia manfaatkan untuk memangsa ikan di sungai sebagai makanannya. Namun suatu ketika para manusia datang memburu ikan. Ular sawah tak terima karena ikan yang menjadi makanan sehari-hari diburu oleh manusia. Lantas ular sawah menggigit para manusia agar mereka jera sehingga tak memburu ikan lagi. Tapi, tiba-tiba datanglah seekor gagak membohongi ular sawah. Ia katakan bahwa tak terjadi apa-apa pada manusia. Justru mereka semakin giat memburu ikan. Ular sawah merasa malu lalu menumpahkan seluruh bisanya. Kemudian para binatang lain datang untuk menghisap bisa ular sawah. Akhirnya para binatang tersebut memiliki bisa sedangkan ular sawah tak memiliki bisa.”

Setelah cerita itu selesai, upin dan ipin manggut-manggut seolah memahami apa yang disampaikan kak Ros. Namun tiba-tiba kak Ros tertawa melihat kepolosan adik-adiknya itu. Hal itu membuat Upin dan Ipin merasa heran. Lantas mereka bertanya kepada kak Ros guna memastikan cerita yang disampaikan benar atau tak. Kak Ros pun menjawab dengan tertawa bahwa yang ia sampaikan adalah sebuah dongeng.

Bagi saya meski cerita dongeng hanya sebuah cerita fiktif, namun dibalik itu terdapat beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Setidaknya terdapat dua hal. Pertama, orang yang mendengar cerita akan mampu berimajinasi dengan setiap kata yang diucapkan si pembaca. Kedua, terdapat nilai positif baik tersirat maupun tersurat yang dapat diambil dari cerita.

Selain itu dari dongeng yang dibacakan kak ros kepada adik-adiknya tersebut, bagi kita selaku penonton seolah mendapatkan referensi cerita dongeng lain. Yang tak melulu cerita si kancil mencuri timun saja yang kita tahu.

Sependek yang saya ketahui dongeng adalah cerita fiktif dan kebenarannya belum tentu terjadi. Meski tak hanya dongeng, ada legenda, hikayat, dan cerita fiktif lainnya; turut menjadi salah satu cerita yang bisa diceritakan kepada siapa saja terlebih kepada anak-anak. Karena melalui cerita mereka akan menemukan hal-hal baru seperti kosa kata, nilai-nilai positif, dan banyak lainnya. Selain itu, anak-anak akan merasakan bahwa ayah dan ibunya begitu dekat secara emosional. Ada suasana hangat yang terjalin antara kedua orang tua dan anak.

Ketika membacakan dongeng atau cerita kepada anak-anak tentu haruslah variatif. Hal ini dimaksudkan agar sang anak tak merasa jenuh. Ayah dan ibu harus terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Yang setia setiap saat mendampingi dan mengawasi si buah hati. Jangan hanya menuntut si kecil untuk terus belajar saja tanpa mencontohkanya. Sesekali ketika si kecil rewel, ajaklah bercerita atau dibacakan cerita. Kecanduan baca buku kan lebih baik daripada kecanduan menonton gadget.

Kembali pada bahasan awal. Setelah saya telisik, si empunya memang sering membagikan konten yang berhubungan dengan parenting. Meski ada postingan lain yang turut ia bagikan, namun hal itu membuat saya merasa senang dengan apa yang dilakukannya. Karena ditengah maraknya anak-anak muda yang mengambil langkah untuk menikah dini, postingan tersebut setidaknya bisa menjadi referensi macam-macam dongeng yang siap kita bacakan kepada anak-anak saat bermain atau saat hendak menjelang tidur.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awali Puasa dengan Puasa

    Awali Puasa dengan Puasa

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan […]

  • PCNU-PATI

    Peringatan Hari Santri Nasional

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Oleh : Arbangatun Desi Maesaroh Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Lantas tahun 2023 perayaan Hari Santri ke berapa? Dilamsir dari laman resmi Kementerian Agama RI, Peringatan Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari santri. Berdasarkan keputusan tersebut ditetapkan bahwa tanggal 22 oktober ditetapkan […]

  • PC Lazisnu- LPNU Bakal Pasok Ribuan Kopi Gratis di Acara Satu Abad NU

    PC Lazisnu- LPNU Bakal Pasok Ribuan Kopi Gratis di Acara Satu Abad NU

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama’ (LPNU) Kabupaten Pati menjadi pemasok kopi dalam perhelatan akbar peringatan Satu Abad NU, Rabu (22/2) malam. Menurut ketua LPNU Pati, Yusuf, menegaskan bahwa pihaknya akan membagikan ribuan cup kopi gratis kepada warga NU yang menghadiri perayaaan di alun-alun kabupaten tersebut. Ia menandaskan bahwa bahwa ini merupakan inisiatif dari […]

  • PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

    PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    PATI, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang bertempat di PP. Naqsabandiyah Kholidiyah Desa Srikaton Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Acara resmi dibuka oleh PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus Fahsin M Faal, didampingi oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Itqonul Hakim, perwakilan Forkopimda, […]

  • Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineAlmaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU terakhir. Kedalaman ilmu dan keberpihakannya kepada masyarakat menjadi teladan bagi semua. Sulit rasanya mencari pengganti tokoh sekaliber Kiai Sahal untuk duduk di kursi Rais Aam.Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat memberi taushiyah pada Haul ke-1 […]

  • Yayasan Al Ma'arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

    Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama’ (PD-PKPNU) merupakan sarana kaderisasi paling awal bagi pengurus NU. Namun, menurut KH. Yusuf Hasyim, peruntukannya bukan hanya bagi pengurus. PD-PKPNU juga penting untuk semua warga nahdliyyin, terutama para guru. “Untuk mempertebal ke-NU-an, agar mantab NU-nya, siapapun warga NU saya kira perlu memgikuti kaderisasi ini, khususnya para […]

expand_less