Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
  • visibility 277
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saat saya tengah bersantai dikamar, tiba-tiba muncul notifikasi dari salah satu akun media sosial saya. Seseorang membagikan postingan orang lain berisi 25 dongeng sebelum tidur untuk anak. Rasa penasaran saya membawa jemari untuk membuka postingan yang dibagikannya. Awalnya saya berpikir jika postingan tersebut hanyalah gambar judul semata, tapi saya salah. Ada cerita dongengnya juga yang turut dibagikan. Barangkali si empunya bermaksud mengabadikan setiap momen termasuk cerita-cerita dongeng pada akun sosial miliknya.

Setelah membaca salah satu dongeng dengan judul asal mula madu, saya tiba-tiba teringat dengan serial kartun Upin dan Ipin. Waktu itu kak Ros tengah bercerita tentang dongeng ular sawah yang tak memiliki bisa. Kira-kira dongeng yang dibacakan kak Ros ceritanya begini.

“Pada zaman dahulu ular sawah memiliki bisa. Karena itu, ia manfaatkan untuk memangsa ikan di sungai sebagai makanannya. Namun suatu ketika para manusia datang memburu ikan. Ular sawah tak terima karena ikan yang menjadi makanan sehari-hari diburu oleh manusia. Lantas ular sawah menggigit para manusia agar mereka jera sehingga tak memburu ikan lagi. Tapi, tiba-tiba datanglah seekor gagak membohongi ular sawah. Ia katakan bahwa tak terjadi apa-apa pada manusia. Justru mereka semakin giat memburu ikan. Ular sawah merasa malu lalu menumpahkan seluruh bisanya. Kemudian para binatang lain datang untuk menghisap bisa ular sawah. Akhirnya para binatang tersebut memiliki bisa sedangkan ular sawah tak memiliki bisa.”

Setelah cerita itu selesai, upin dan ipin manggut-manggut seolah memahami apa yang disampaikan kak Ros. Namun tiba-tiba kak Ros tertawa melihat kepolosan adik-adiknya itu. Hal itu membuat Upin dan Ipin merasa heran. Lantas mereka bertanya kepada kak Ros guna memastikan cerita yang disampaikan benar atau tak. Kak Ros pun menjawab dengan tertawa bahwa yang ia sampaikan adalah sebuah dongeng.

Bagi saya meski cerita dongeng hanya sebuah cerita fiktif, namun dibalik itu terdapat beberapa hal yang perlu digarisbawahi. Setidaknya terdapat dua hal. Pertama, orang yang mendengar cerita akan mampu berimajinasi dengan setiap kata yang diucapkan si pembaca. Kedua, terdapat nilai positif baik tersirat maupun tersurat yang dapat diambil dari cerita.

Selain itu dari dongeng yang dibacakan kak ros kepada adik-adiknya tersebut, bagi kita selaku penonton seolah mendapatkan referensi cerita dongeng lain. Yang tak melulu cerita si kancil mencuri timun saja yang kita tahu.

Sependek yang saya ketahui dongeng adalah cerita fiktif dan kebenarannya belum tentu terjadi. Meski tak hanya dongeng, ada legenda, hikayat, dan cerita fiktif lainnya; turut menjadi salah satu cerita yang bisa diceritakan kepada siapa saja terlebih kepada anak-anak. Karena melalui cerita mereka akan menemukan hal-hal baru seperti kosa kata, nilai-nilai positif, dan banyak lainnya. Selain itu, anak-anak akan merasakan bahwa ayah dan ibunya begitu dekat secara emosional. Ada suasana hangat yang terjalin antara kedua orang tua dan anak.

Ketika membacakan dongeng atau cerita kepada anak-anak tentu haruslah variatif. Hal ini dimaksudkan agar sang anak tak merasa jenuh. Ayah dan ibu harus terus belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik. Yang setia setiap saat mendampingi dan mengawasi si buah hati. Jangan hanya menuntut si kecil untuk terus belajar saja tanpa mencontohkanya. Sesekali ketika si kecil rewel, ajaklah bercerita atau dibacakan cerita. Kecanduan baca buku kan lebih baik daripada kecanduan menonton gadget.

Kembali pada bahasan awal. Setelah saya telisik, si empunya memang sering membagikan konten yang berhubungan dengan parenting. Meski ada postingan lain yang turut ia bagikan, namun hal itu membuat saya merasa senang dengan apa yang dilakukannya. Karena ditengah maraknya anak-anak muda yang mengambil langkah untuk menikah dini, postingan tersebut setidaknya bisa menjadi referensi macam-macam dongeng yang siap kita bacakan kepada anak-anak saat bermain atau saat hendak menjelang tidur.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by FeeLoona

    Kenali, Pahami Rayuan Anak

    • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hal yang berkaitan dengan parenting utamanya soal anak, saya rasanya ingin belajar lagi dan lagi. Sudah tentu untuk menyiapkan diri agar bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak saya kelak dimasa depan. Mulai dari mengikuti akun yang membagikan tips bagaimana menjadi orang tua yang baik, bagaimana memahami anak-anak dalam […]

  • Fatayat NU Pati Turun Tangan Bantu Korban Puting Beliung

    Fatayat NU Pati Turun Tangan Bantu Korban Puting Beliung

    • calendar_month Sab, 26 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Penyerahan bantuan secara simbolik oleh pengurus PC Fatayat NU Pati kepada salah seorang korban bencana puting beliung di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati TAYU – Bencana puting beliung yang terjadi di Kecamatan Tayu beberapa waktu lalu telah mengakibatkan beberapa pohon tumbang, infrastruktur terhambat dan berbagai kekacauan lainnya.  Tak hanya itu, rumah-rumah warga juga benyak mengalami kerusakan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Puasa Bukan Bulan Kapital

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.124
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ibadah yang hanya dipandang kayak dodolan, dagang, untung-rugi, oleh ganjaran pira, kayaknya itu menjadi bentuk riil cara berpikir kita itu kapitalistik. Maksude pimen? Ya, simpelnya kita beribadah hanya mengejar keuntungan pahala saja, tanpa memastikan puasa kita itu sakjane ya agar kita bertakwa dan menuju Allah Swt.   Realitas lain, tiap […]

  • NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Saya selalu senang dengan sikap NU. NU itu seperti organisasi Hezbullah di Lebanon. Hezbullah meski sebagai organisasi besar dan kuat di Lebanon, tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Lebanon. Lebanon itu negara demokratis parlementer. Sesudah perang saudara 15 tahun, mereka membangun sistem khusus di negaranya yang bernama konfesionalisme untuk menghindari kembali terjadinya perang sektarian. Disana, […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PCNU Pati Hadiri Peresmian RSIA Ultima, Ini Harapannya

    • calendar_month Sel, 27 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati hadiri peresmian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ultima yang berada di Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. RSIA pertama di Bumi Mina Tani ini diresmikan langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro, Selasa (27/2/2024) pagi. Turut hadir pula dalam peresmian itu, di antaranya Rais Syuriah […]

  • Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    Inisnu Tindak Lanjuti Kerjasama Beasiswa dengan Disparpora Magelang

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.408
    • 0Komentar

    ‎ ‎Magelang – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., Wakil Rektor II Dr. Joni, M.Pd.BI., Wakil Rektor IV Eko Sariyekti, M.S.I., Ketua Pusat Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Moh. Syafi’, M.Hum., dan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Yenny Aulia Rachman, […]

expand_less