Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hari Ibu, Hari Pengabdian

Hari Ibu, Hari Pengabdian

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 22 Des 2022
  • visibility 428
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Mary, Maria atau Maryam, wanita suci nan tangguh. Bahkan oleh umat nasrani namanya diabadikan untuk peringatan hari raya, Mary Christmas, yang secara bahasa kurang lebih, Maria dan Christ yang diutus. Christ dalam beberapa ‘rawi’ disandarkan kepada Jesus atau Isa. Hmm, tapi, paragraf pertama ini sekadar pengantar saja.

Alih-alih nyemplung dalam perdebatan sengit untuk mengucapkan selamat natal, penulis justru lebih tertatik dengan Bunda Maryam dan putranya, Isa. Betapa tidak, ketika iya dirawuhi Jibril dan menyampaikan perintah Allah, untuk menitipkan janin Isa, ia serta merta menerima.

Maryam bukan wanita yang (mohon maaf) bodoh. Ia faham betul risiko yang akan menimpanya jika sami’tu wa atho’tu atas perintah tuhan. Pun ia sadar bahwa dirinya bukanlah robot yang tahan hujat. Apa kata dunia jika wanita suci hamil tanpa suami. Namun apa boleh buat, ia manut saja perintah Gusti.

Saat hamil ia mengasingkan diri demi menghindari tuduhan picik atas dirinya dan janin yang dikandung. Bahkan setelah melahirkan anak laki-laki tampan rupawan, ia hampir putus asa, namun Jibril kembali datang dan memberinya Motivasi (Q.S. Maryam: 24).

Setelah kembali dari pengasingan, apa yang selama ini dikhawatirkan terjadi. Maryam dihujat netizen habis-habisan. Ia yang dikenal sebagai wanita suci, tiba-tiba pulang bersama seorang bayi.

Sontak, Isa yang masih bayi tak terima Mamak yang telah susah payah mengandung dan melahirkannya diperlakukan keji. Ia pun marah serta memberi penjelasan kepada warga.

***

Di hari ibu yang luhur ini, sudah selayaknya yang kita kirim untuk para ibu bukan hanya bunga dan kado kecil. Namun, layaknya Ramadhan, satu bulan kita kuliah, setahun suntuk kita KKN.

Pun hari agung 22 Desember. Sehari memghayati ibu, selamanya kita praktik lapangan. Bak Isa yang membela Maryam. Meski proses kelahirannya membawa kesusahan bertubi-tubi, namun di kemudian hari Isa menjadi kebanggaan bagi Ibu dan keluarganya.

Meski sering mengelak kalak diperintah, membantah kalah dinasihati, menaruh handuk di atas kasur atau ogah mencuci piring sehabis makan, biarkan itu menjadi kenangan manis yang telah usai. sebab hari ibu bukanlah sekadar perayaan dan quote-quote mutiara, tapi sebuah pengabdian.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Taliwang Mengaji

    80/20

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Minggu pagi biasanya saya sepedahan ke sawah atau tambak. Atau keliling kampung. Tapi minggu pagi itu saya tidak kemana-mana. Saya ingin membaca dan menikmati secangkir kopi. Pilihan saya jatuh pada buku Strawberry Generation karya Rhenald Kasali. Saya membeli buku ini sebulan sebelumnya. Baru beberapa bab saja saya baca pas ada waktu […]

  • Pendidikan 'Celana Dalam' dan 'Sikat Gigi'. Photo by Superkitina on Unsplash.

    Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor. Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan bersama NU Online Pati

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Waktu saya membagikan tulisan berjudul “Puasa dari Media Sosial” yang tayang di https://pcnupati.or.id/ pada 15 Maret 2024 yang saya bagikan di beranda Facebook, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., mengomentari status itu dengan tulisan “Jihad Fikriyah”. Begitu. Saya tidak menginterpretasi apa yang disampaikan beliau, tapi […]

  • Di Tiga Kabupaten, Sakomanu Dirikan Lima Tenda Sambut Arus Mudik dan Balik Lebaran

    Di Tiga Kabupaten, Sakomanu Dirikan Lima Tenda Sambut Arus Mudik dan Balik Lebaran

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Melalui Satuan Komunitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu), Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam menyambut pemudik Lebaran Idulfitri 1446 H tahun 2025. Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Persiapan Posko Mudik pada Rabu (26/4/2025) melalui Zoom Meeting. Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani mengatakan bahwa giat […]

  • Photo by sasint

    Bagaimanapun Itu ; Anak Harus Merdeka

    • calendar_month Jum, 14 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Perempuan dan laki-laki yang belum menikah ataupun sudah, selamanya akan menyandang status sebagai seorang anak bagi kedua orang tuanya. Meski usianya kian hari makin dewasa; namanya anak tetaplah anak. Meski dari segi apapun baik pendidikan atau jabatan jauh lebih tinggi dibanding orang tuanya. Akan tetapi hal itu tak lantas membuatnya untuk […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 637
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

expand_less