Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

Shin Tae-yong: Nakhoda yang Terempas di Gelombang Perubahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 518
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Ketika kabar pemecatan Shin Tae-yong mengemuka, publik pecinta sepak bola Indonesia seolah menyaksikan sebuah drama epik di atas panggung yang penuh kejutan. Layaknya kapten kapal yang dipaksa turun di tengah perjalanan, Shin meninggalkan jejak prestasi yang tak bisa disangkal. Ia membawa timnas Indonesia melampaui batas-batas yang selama ini tampak mustahil—menembus babak ketiga kualifikasi Piala Dunia, meloloskan tiga tim nasional (U20, U23, dan senior) ke Piala Asia, dan membangun kerangka tim nasional yang kokoh dengan mentalitas juara.

Namun, meskipun prestasi itu nyata, kehadirannya seolah dianggap belum cukup. Dalam satu keputusan yang mengundang tanya, PSSI memilih memutuskan kontrak sang nakhoda. Alasan yang dikemukakan, bahwa pendekatan fisik dan latihan lari dianggap tak memadai untuk melangkah lebih jauh, justru menimbulkan perdebatan. Bukankah Shin Tae-yong adalah pelatih pertama yang membawa Indonesia melangkah sejauh ini? Jika metode yang diterapkannya dinilai kurang, lalu bagaimana ia bisa mengukir pencapaian yang selama ini menjadi mimpi?

Keputusan ini memantik perasaan campur aduk—antara bingung dan kecewa. Ada kesan bahwa langkah ini diambil tanpa mempertimbangkan fondasi yang telah dibangun. Publik bertanya-tanya: apakah PSSI tengah mencari pendekatan yang benar-benar baru, atau hanya tergoda oleh janji-janji sesaat yang belum tentu memberi hasil nyata? Sebuah ironi jika momentum berharga ini justru dihentikan oleh ambisi jangka pendek yang belum tentu membawa timnas ke level yang lebih tinggi.

Harapan kini bertumpu pada pengganti Shin Tae-yong. Beban ekspektasi tentu tak ringan, karena publik ingin melihat capaian yang setidaknya sebanding—bahkan melampaui—apa yang telah dicapai sebelumnya. Namun, jika pengganti itu tak mampu membawa perubahan yang signifikan, maka keputusan ini akan dilihat sebagai langkah mundur yang menyakitkan.

Sebagai badan yang bertanggung jawab atas masa depan sepak bola Indonesia, PSSI diharapkan tidak hanya berpikir tentang kemenangan di depan mata, tetapi juga merancang perjalanan panjang yang kokoh. Kepercayaan publik adalah sesuatu yang berharga, dan langkah yang diambil hari ini akan menentukan apakah kepercayaan itu akan bertahan atau tergerus.

Pada akhirnya, keputusan ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesinambungan dalam membangun sebuah tim. Shin Tae-yong telah menanam benih yang menjanjikan, dan kini, tantangannya adalah memastikan bahwa benih itu tumbuh menjadi pohon yang kokoh, bukan dibiarkan layu oleh badai keputusan yang terburu-buru. Sebab, seperti yang sering kita dengar, dalam sepak bola, kesabaran adalah kunci, dan stabilitas adalah jembatan menuju impian besar.

—Rizal Fauzi, 6 Januari 2025—

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Kawah Candradimuka Kesabaran” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (17/10).

    Bergeraklah, Jangan Hanya Marah Kepada Keadaan

    • calendar_month Ming, 18 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.426
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Di tengah situasi yang tidak baik-baik saja seperti sekarang ini, kesabaran adalah satu-satunya pilihan agar manusia tak tenggelam atau terseret arur. Sabar yang tak hanya dimaknai secara pasif, melainkan sebagai sikap aktif membaca situasi untuk menentukan langkah yang tepat memecahkannya. Inilah isu sentral yang dibahas Suluk Maleman edisi ke- 178 pada Sabtu (17/11) kemarin. […]

  • Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    Seminar Pendidikan: Telaah Kitab Karya KH. Muhibbi Hamzawi di Madrasah Salafiyah Kajen

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 626
    • 0Komentar

      Pati – Dalam rangka Pekan Muharram, Reuni Akbar dan Hari Lahir (Harlah) ke-90 Madrasah Salafiyah, Ikatan Kelauarga Alumni Salafiyah (IKLAS) Kajen, Pati, menggelar Seminar Pendidikan Nasional bertajuk “Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Budaya Keilmuan di Pesantren”, Jumat (4/7/2025). Acara ini juga dirangkaikan dengan telaah dan bedah kitab Nihayatul Bidayah fil Akhlaqil Mardliyyah karya KH. […]

  • Bahtsul Masail Jakenan Bahas Status Anak Hasil Perkawinan Beda Agama

    Bahtsul Masail Jakenan Bahas Status Anak Hasil Perkawinan Beda Agama

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    JAKENAN – Bahtsul Masail al Diniyah yang digelar MWC NU Kecamatan Jakenan akan membahas status anak hasil dari perkawinan berbeda agama. Bagaimana status anak hasil perkawinan seorang lelaki beragama Kristen yang menikah dengan perempuan Islam? Dimana dalam prosesi perkawinan keduanya memakai tata cara Islam tetapi dalam kenyataannya yang kristen tetap kristen dan yang islam tetap […]

  • Terkait Program 1 Juta Vaksin, Ini Tanggapan PCNU

    Terkait Program 1 Juta Vaksin, Ini Tanggapan PCNU

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    PATI – PWNU Jawa Tengah baru saja melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama para Pengurus Cabang NU se-Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi rapat, zoom meeting, Senin (18/4) lalu. Agenda rapat di antaranya membahas tentang follow up kerja sama PBNU, Kemenag dan Polri terkait mendistribusian 1 juta vaksin Covid-19. Rencananya, penyebaran vaksin ini […]

  • PCNU PATI. Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin Photo by Aaron Burden on Unsplash.

    Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 677
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam […]

expand_less