Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Aturan

Aturan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
  • visibility 386
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Dimana pun tempatnya disitu ada aturan yang menjadi dasar dan pedoman dalam melaksanakan dan mencapai tujuannya. Apabila kita datang atau diundang masuk kedalam ruang yang terikat aturan, bukankah sebaiknya kita mematuhi dan turut serta melaksanakan aturan tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Bagaimana jadinya jika kita sebagai orang asing datang dan masuk namun malah mengubah aturan yang ada demi kepentingan kita sendiri.

Memiliki aturan artinya memiliki sebuah prinsip. Satu contoh pada sebuah organisasi, baik skala kecil maupun besar. Pengertian organisasi menurut Wikipedia adalah sekumpulan dua orang atau lebih yang berkumpul dalam wadah yang sama dan memiliki satu tujuan. Dengan metode, material, lingkungan dan uang serta sarana dan prasarana, atau lain sebagainya dengan efisien dan efektif untuk bisa mencapai tujuan organisasi tersebut.

Saat kita ingin bergabung pada sebuah organisasi, tentu sebelumnya kita mencari tahu terlebih dahulu tentang organisasi tersebut. Jika hal itu tak memungkinkan dan kita ternyata diterima baik oleh orang-orang didalamnya, bukankah kita yang harus menyesuaikan diri untuk beradaptasi dengan lingkungan organisasi tersebut.

Inovasi dan hal-hal baru yang sebelumnya belum dicicipi oleh organisasi tadi, bukankah sebaiknya dimusyawahkan dengan anggota lain apakah hal tersebut bertentangan dengan aturan yang sebelumnya sudah ada atau malah akan mengubah prinsip organisasi itu sendiri.

Baik menurut salah satu anggota bukan berarti baik untuk semua anggotanya. Organisasi itu terdiri dari dua orang anggota atau lebih sesuai pengertiannya tadi, maka apapun yang menjadi keputusan organisasi harus melalui musyawarah dengan seluruh anggotanya. Kita sebagai orang baru harus paham dan memahami hal ini.

Bukan hanya pada organisasi. Satu contoh lagi dalam lingkungan keluarga. Orang lain yang diundang maupun datang sendiri untuk ikut menjadi bagian dari keluarga tersebut, tentu harus mematuhi aturan yang ada didalamnya meski tak tertulis secara jelas. Misalkan didalam rumah itu ada aturan saat sedang makan bersama tidak diperbolehkan bermain gadget. Kita sebagai orang yang baru masuk dilingkungan tersebut, jangan malah mengubah aturan itu dengan alasan agar terlihat kompak dan bahagia dimata orang lain dengan bersua foto menggunakan gadget untuk dibagikan pada media sosial saat sedang makan.

Menghargai dan memahami aturan adalah kewajiban siapa saja. Bukan hanya untuk orang-orang yang tak punya kebijakan saja yang harus mematuhinya, namun yang membuat kebijakan dan aturan juga harus menjalankannya. Meski dianggap kuno atau tidak up to date, bukankah sesuatu yang istimewa juga unik itu berangkat dari mempertahankan prinsip aturan dan memiliki ciri khas tersendiri.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Ishaq, santri Kajen yang mendapatkan hadiah peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maemun. MARGOYOSO –  Salah satu santri di pondok pesantren Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, yakni Ishaq Junaidi, tak menyangka akan mendapatkan peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.  Saat itu, ia tengah menunggu antrean vaksinasi di Madrasah Alhikmah, […]

  • PCNU-PATI

    Seni Perebutan Kepentingan

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara. Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang […]

  • Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tren pencitraan, sekadar membuat konten telah menjamur di masyarakat kita. Saking jengkelnya ketika ada orang melakukan apapun “halah itu cuma konten”. Apatisme inilah yang harus diperhatikan di bulan Ramadan. Sebab, Ramadan seharusnya membawa berkah dan semangat untuk meningkatkan ibadah. Namun, di era media sosial ini, Ramadan juga menjadi panggung bagi berbagai fenomena, […]

  • Pedoman Memulai Bisnis dari Hobi

    Pedoman Memulai Bisnis dari Hobi

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

      Jika berbicara hobi, pasti semua orang mempunyai hobi.Akan tetapi jarang sekali orang yang mau menjadikan hobinya itu untuk memperkaya diri. Padahal apabila kita memulai sebuah bisnis berdasarkan dari hobi tentunya di dalam menjalankannya dengan sepenuh hati. Sebab pekerjaan yang kita jalani berdasarkan kehendak hati.             Sering kali kita tidak menyadari bahwa apa yang sering […]

  • PCNU - PATI

    7 Teladan Mbah Dimyati Rais

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Membaca biografi KH. Dimyathi Rais yang baru saja wafat, ada beberapa teladan agung yang bisa dipetik. 1. Spirit thalabul ilmi Beliau adalah sosok pengelana pengetahuan yang haus ilmu. Pondok APIK, Lirboyo, Sarang, dan lain-lain menjadi destinasi keilmuan beliau. Dalam salah satu vidio youtube Beliau menjelaskan salah satu ulama hebat, yaitu Imam Syafii, sosok pengelana pengetahuan […]

  • Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren. Pertama, aktif mengaji Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur’an-hadis yang ada dalam […]

expand_less