Gelar Pelatihan Bikin Bakso, Fatayat NU Bumirejo Dorong Lahirnya UMKM untuk Koperasi Merah Putih
- account_circle Musthofa Asrori
- calendar_month 57 menit yang lalu
- visibility 13.872
- comment 0 komentar

Gelar Pelatihan Bikin Bakso, Fatayat NU Bumirejo Dorong Lahirnya UMKM untuk Koperasi Merah Putih
Pati, NU Online
Pimpinan Ranting Fatayat Nahdlatul Ulama Bumirejo, Margorejo, Pati, Jawa Tengah, menginisiasi pelatihan pembuatan bakso bagi anggota Fatayat setempat sebagai upaya meningkatkan kreativitas sekaligus mendorong lahirnya pelaku UMKM baru di desa tersebut. Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta itu digelar pada Ahad (17/5/2026) malam.
Ketua PR Fatayat NU Bumirejo, Fitriya Dwi Noor Aini, mengatakan bahwa pelatihan pembuatan bakso sengaja dikhususkan bagi anggota internal agar peserta dapat lebih fokus mengikuti praktik pembuatan bakso secara langsung.
“Kami memang sengaja tidak mengundang orang luar karena kegiatan ini fokus pelatihan. Harapannya nanti ada aplikasi dan tindak lanjut dari peserta, misalnya membuka usaha pembuatan bakso dari ilmu yang didapat hari ini,” ujar Fitriya.
Hadir sebagai narasumber ialah Sunarni, seorang pedagang bakso yang telah sukses mengembangkan usahanya. Dalam sehari, Sunarni disebut mampu mengolah sekitar 10 hingga 15 kilogram daging sapi untuk produksi bakso.
Dalam pelatihan tersebut, Sunarni menjelaskan secara rinci bahan dan alat yang diperlukan sebelum mempraktikkan proses pembuatan bakso dari awal hingga siap saji. Bahan yang digunakan antara lain daging sapi giling, telur, tepung tapioka, bawang putih, bawang merah goreng, bawang putih goreng, penyedap rasa, dan es batu.
Sementara alat yang digunakan meliputi panci elektrik dan chopper untuk membantu proses pengolahan adonan. Peserta juga diajak mempraktikkan langsung teknik pembuatan berbagai varian bakso.

Gelar Pelatihan Bikin Bakso, Fatayat NU Bumirejo Dorong Lahirnya UMKM untuk Koperasi Merah Putih
“Tadi ada beberapa varian yang dicontohkan seperti bakso isi jamur, isi urat, isi telur, isi keju, dan bakso isi mercon. Alhamdulillah peserta sangat antusias, banyak yang bertanya dan memperhatikan proses pembuatannya,” lanjutnya.
Dukung Koperasi Desa
Fitriya menjelaskan, salah satu alasan utama diadakannya pelatihan tersebut adalah untuk mendukung keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini tengah dibangun di Desa Bumirejo. Menurutnya, pembangunan koperasi itu diperkirakan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan dan mulai beroperasi sekitar tiga hingga empat bulan mendatang.
Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus (UMK) ini berharap koperasi tersebut nantinya dapat menjadi wadah pemasaran produk UMKM warga desa, termasuk produk olahan anggota Fatayat NU Bumirejo.
“Kami ingin produk-produk yang dijual di KDMP nantinya berasal dari warga Desa Bumirejo sendiri. Karena itu kami mencoba mengajari anggota Fatayat agar bisa berwirausaha membuat produk sendiri, salah satunya bakso frozen,” harapnya.
Menurut Fitriya, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada praktik semata, tetapi dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang berkelanjutan. Produk bakso yang dibuat anggota nantinya dapat dipasarkan melalui koperasi desa.
Ke depan, PR Fatayat NU Bumirejo juga berencana mengadakan berbagai pelatihan UMKM lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat desa.
“Kami sudah menjalin komunikasi dengan pengurus Koperasi Desa Merah Putih agar bisa saling bekerja sama meningkatkan produk UMKM warga Desa Bumirejo,” pungkas Fitriya. (Ova)
- Penulis: Musthofa Asrori

Saat ini belum ada komentar