Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Dari Membaca Ke Karya

Dari Membaca Ke Karya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 8 Apr 2022
  • visibility 63
  • comment 0 komentar

Mencipta sebuah karya yang mesti disiapkan adalah banyak membaca. Membaca buku, koran, majalah, status dimedia sosial sampai membaca kondisi atau keadaan yang tengah terjadi. Karena membaca adalah modal utama dalam menciptakan sebuah karya. Semakin banyak bacaan; maka semakin banyak kosa kata. Sehingga akan memudahkan kita untuk merangkai kalimat hingga menjadi rentetan paragraf utuh dalam karya dan enak dibaca.

Sepertinya halnya menjadi seorang penulis. Membaca, melihat atau bahkan mendengar apapun bisa langsung menjadi sebuah karya. Lebih-lebih bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah jika dikirimkan serta dimuat media online atau pun ofline dan ke penerbit atau tercetak menjadi sebuah buku. Saya dulu pernah terlintas dan membayangkan, bagaimana menjadi seorang penulis. Tapi jika dihadapkan pada kenyataan saya belum mampu, karena masih suka maju mundur untuk menulis.  Bimbang dengan potensi diri sendiri.

Saya mengidolakan Mbak Najwa Shihab, presenter program tv Mata Najwa. Selain menjadi seorang presenter Mbak Nana panggilan akrabnya, juga merupakan seorang jurnalis. Dia konsen membahas isu-isu terkini dikalangan pemerintahan dan masyarakat secara luas. Hingga isu perempuan yang kian hari selalu saja bermunculan. Pelik.  Karena hal itulah saya terhipnotis dengan pembawaannya yang lugas, cerdas, namun tetap tegas didepan para narasumber, saat dihadirkan maupun dalam setiap tulisan yang disajikan. Dalam benak saya wah keren sekali Mba Nana ini tidak takut dan tidak gentar menghadapi petinggi-petinggi pemerintahan.  

Pernah terlintas ingin mengikuti jejaknya. Namun, saya hanya tertawa ketika angan itu terlintas. Bagaimana mau mengikuti jejaknya wong membaca saja saya masih suka moodian. Pasang surut kayak air laut. Suatu ketika saya pernah membaca sebuah kutipan dari penulis Pramodya Ananta Toer, “Orang boleh setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Dari situlah saya jadi berpikir untuk latihan menulis. Menulis untuk menghasilkan sebuah karya, bukan menulis untuk mengerjakan tugas mata pelajaran lho ya.

Dalam menjalani kehidupan ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari esok,  seperti yang saya alami saat ini. Saya tidak tahu jika takdir menuntun saya bertemu dengan seseorang yang baik dan tulus hendak membantu saya dimasa yang akan datang. Seorang penulis lepas dengan rekam jejak tulisannya sudah tidak diragukan lagi.  Saban hari ia selalu tidak lupa untuk mengingatkan saya membaca, dan selalu bertegur sapa baik secara langsung maupun saat sedang berjauhan. Kami selalu intens dalam berkomunikasi. Karena dengan cara itulah ia membimbing saya.

Sampai suatu ketika saya dimintainya untuk menuliskan sebuah berita. Awalnya saya ragu, karena saya sendiri tidak mempunyai basic dalam bidang penulisan berita dan jurnalistik, lha wong zaman masih mengenyam pendidikan formal  saja, saya tidak ikut bergabung dalam UKM yang menaungi bidang tulis menulis. Tetapi entah dia sudah menerawang kalau saya mampu menulis atau apa saya tidak tahu, yang pasti saya mau menulis berita atas permintaanya. Maka jadilah tulisan berita saya pertama. Berantakan. Itulah kesan pertama yang saya dapatkan. Meski begitu, saya sangat menyadari bahwa tulisan saya memang masih jauh dari tulisan teman-teman yang sudah sering menulis. Apalagi dengan tulisannya. Sebab semuanya perlu proses.

Harus Tetap Menulis

 Saya bingung, apa yang hendak saya tulis. Meskipun kadang banyak ide berseliweran dikepala. Namun saat hendak dirangkai dalam tulisan saya merasa gelagapan dan tidak bisa menuliskan satu kata pun. Aneh, tapi itu nyata. Kadang meski sudah jadi tulisan entah berapa baris saya selalu tidak percaya diri dengan karya saya. Ada banyak hal yang berkecamuk dipikiran, disatu sisi apakah nanti ada yang tersinggung dengan tulisan saya atau nanti malah menyesatkan orang dengan apa yang saya tulis. Tapi sisi lain, saya merasa tidak ada salahnya toh saya hanya menuliskan apa yang saya ketahui. Pun tidak menyebutkan nama person atau memuat hal-hal yang berbau sara atau isu-isu yang sangat sensitif.

Dan pada akhirnya tulisan itu saya hapus. Begitu terus, sampai suatu ketika ia melihat tulisan saya di dinding Facebook tentang ulasan saya saat menyimak ngaji posonan kitab Assittin Al-Adliyyah via Youtube. Kitab ini menerangkan tentang bagaimana seharusnya relasi antara perempuan dan laki-laki dalam pandangan Islam. Setiap hari ketika selesai mengaji saya tulis didinding Facebook. Waktu itu saya hanya berpikiran untuk membagikannya kepada teman-teman dunia maya apa yang saya tangkap dari menyimak kitab yang sedang diterangkan.

 Alih-alih biar ilmunya dapat bermanfaat jika dibagikan dengan yang lain. Saya dimintainya untuk merapikan tulisan tersebut dan hasilnya jadilah sebuah artikel yang dimuatnya di salah satu media online. Itu adalah tulisan artikel saya yang pertama. Saya heran, ternyata saya bisa menulis. Meski butuh waktu lama untuk merapikannya.  Begitu seterusnya ketika ada kegiatan dari lembaga tempat saya bekerja saya diminta untuk menuliskannya. Sedikit demi sedikit katanya tulisan saya semakin lumayan. Ya meskipun masih perlu bantuannya untuk mengedit agar nikmat dimata pembaca. Beberapa waktu yang lalu saya dipinjami buku Jalan Sunyi Seorang Penulis karya Muhidin  M Dahlan darinya. Belum tuntas saya membacanya baru dapat seperempat. Katanya buku ini yang menjadi motivasinya ketika ia sedang dirundung kemalasan dalam menulis. Setelah membaca buku ini ia jadi kembali bersemangat seperti mendapat suntikan energi untuk kembali menulis.  Sampai tulisan ini dibuat saya masih tidak percaya bahwa saya bisa menulis. Ternyata nikmat juga, mengurangi beban dikepala. Karena apa yang terlintas telah tertuang dalam rangkaian kata yang menjadikannya sebuah bacaan, meskipun amburadul, alakadarnya. (Inayatun Najikah, Pembaca Buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMPIT ITTIHADUL MUWAHIDIN Sowan Ke PCNU Pati

    SMPIT ITTIHADUL MUWAHIDIN Sowan Ke PCNU Pati

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Untuk mempernalkan peserta didik terhadap ormas-ormas yang berada di Kabupaten Pati, maka Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu melakukan silaturahmi ke berbagai ormas di Pati, yang pada kesempatan sebelumnya  ke Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan pada  hari  Selasa (10/11/2015) bertepatan dengan Hari Pahlawan silaturahmi ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama.             “Saya selaku kepala sekolah mengucapkan banyak […]

  • Teken MoU, INISNU dan UniSHAMS Malaysia Langsung Gelar Seminar Konfoerensi Internasional Pcnupati.or.id Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia, sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Seminar Konferensi Internasional bertajuk “Multiculturalism and Religious Moderation: The Perspective of Islamic Studies in Indonesia and Malaysia”, yang digelar pada Kamis, 28 Agustus 2025 di UniSHAMS, Malaysia. Sedangkan tema yang dibawakan UniSHAMS adalah "Pengajian Islam di Nusantara: Cabaran dan Harapan" yang menjadi tindaklanjut konkret pelaksanaan MoU tersebut. MoU ini merupakan salah satu agenda penting dalam rangkaian program Pancadharma Internasional INISNU Temanggung yang diselenggarakan di tiga negara: Singapura, Malaysia, dan Thailand. Rektor INISNU Temanggung, Dr. Muh. Baehaqi, M.M., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam memperluas jaringan kerja sama global, khususnya dalam pengembangan studi Islam yang moderat dan berbasis pada nilai-nilai multikulturalisme. Konferensi yang mengiringi momen MoU ini menghadirkan Prof. Madya Dr. Mukhamad Hadi Musolin Subagio, Dekan Kulliyyah Usuluddin, Sains Al-Qur’an & Bahasa Arab UniSHAMS Malaysia, serta Dr. Eny Rahmawati, M.Pd., Dosen Magister Pendidikan Agama Islam INISNU Temanggung, sebagai pembicara utama. Selain itu, sejumlah dosen dan mahasiswa Magister INISNU Temanggung juga turut menjadi presenter, antara lain Dr. Fatmawati Sungkawaningrum, M.S.I. (Dosen Magister Hukum Keluarga Islam INISNU Temanggung), Khailani Khumairoh, Laila Salma, Muhamad Wahid Afiudin dan Agus Akhmat Yani (Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam INISNU Temanggung). Ketua Panitia Pancadharma Internasional, Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa kerja sama ini bukan hanya simbolik, melainkan akan ditindaklanjuti dengan program nyata seperti pertukaran pelajar, joint research, dan publikasi ilmiah bersama. “Melalui MoU ini, kami ingin membangun kolaborasi berkelanjutan dengan UniSHAMS, sebagai mitra strategis dalam membentuk generasi cendekiawan Muslim yang moderat dan mampu bersaing di level global,” ujarnya. Dekan Kulliyyah of Usuluddin, Quranic Sciences and Arabic Language (KUBRA), Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia Prof Madya Hadi Musolin Subagio mengatakan bahwa Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia adalah kampus hak milik pemerintah Provinsi Kedah, Malaysia. "Sejarahnya, pada tahun 1994 mengadaman kerjasama dengan Universitas Al Azhar. Salah satu programnya dulu adalah belajar 3 tahun di Malaysia dan 1 tahun di Mesir," jelasnya. Profesor asal Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia itu menambahkan bahwa pengembangan UniSHAMS 80 persen meminjam dari Al-Azhar, dan sampai saat ini ada 30 persen dosen masih native bahasa Arab Mesir. Selain penandatanganan MoU, seminar konferensi internasional, kegiatan di sana juga dilakukan visiting class antara dosen dan mahasiswa. "Silakan nanti masuk kelas untuk bertukar ilmu dan pengalaman," lanjutnya. Pihaknya juga menambahkan bahwa di UniSHAMS ada lima fakultas dari diploma sampai doktoral. Naib Canselor Pembangunan, Penyelidikan dan Inovasi UniSHAMS Malaysia Prof. Dr. Ahmad Rozelan Bin Yunus menyambut baik kedatangan enam perguruan tinggi dari Indonesia tersebut, yaitu INISNU Temanggung, IAI An Nawawi Purworejo, STAINU Purworejo, STAI Al Anwar Sarang, STAI Al Kamal Sarang, dan Ma'had Aly KH. Maemun Zubair Sarang. "Di sini, rata-rata yang datang adalah kampus yang fokus pada pengkajian Islam, nanti ke depan bisa bekerja sama dari urusan akademik, penyelidikan karena hampir semua yang datang di sini serumpun dengan pengkajian Islam," katanya. Prof Rozelan juga mengatakan bahwa singkatan KUBRA adalah Kulliyyah of Usuluddin, Quranic Sciences and Arabic Language. "Karena namanya panjang disingkat KUBRA," tegas dia. Penandatanganan MoU itu dilakukan di sela-sela Seminar Konferensi Internasional berpusat di Perpustakaan UniSHAMS. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama serta sejumlah perguruan tinggi mitra, sebagai wujud sinergi dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Teken MoU, INISNU dan UniSHAMS Malaysia Langsung Gelar Seminar Konfoerensi Internasional Pcnupati.or.id Temanggung — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Universiti Islam Antarabangsa Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah (UniSHAMS) Malaysia, sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan ini dilaksanakan bertepatan dengan […]

  • YPI Monumen Mujahidin Berikan Santunan pada Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa 

    YPI Monumen Mujahidin Berikan Santunan pada Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa 

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Puluhan anak Yatim dan Duafa mendapat santunan dari Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (19/11/2022) pagi.  Kegiatan yang mengusung tema “Cinta dan Santun kepada Anak Yatim dan Dhuafa” ini digelar di Lantai 2 Gedung MTs PIM Mujahidin.  Ketua Umum YPI Monumen Mujahidin Bageng, Kunadi mengatakan, kegiatan ini  […]

  • Harta Karun Terpendam di Pati

    Harta Karun Terpendam di Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kabupaten Pati, memang memiliki sejumlah “harta karun” terpendam. Salah satunya adalah Kopi Plukaran yang memiliki warna dan cita rasa berbeda dengan kopi-kopi lain seperti Kopi Lampung, Kopi Lasem, Kopi Kudus, Kopi Luwak dan berbagai jenis kopi. Salah satu pegiat, yang juga penjual Kopi Plukaran adalah Niam. Menurut dia, Plukaran memiliki sejumlah harta karun terpendam yang […]

  • NU Pati Serahkan 1 Truk Besar Bantuan untuk Korban Semeru

    NU Pati Serahkan 1 Truk Besar Bantuan untuk Korban Semeru

    • calendar_month Ming, 19 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Penyaluran Bantuan untuk korban Semeru secara simbolis diserahkan oleh ketua PC Lazisnu Pati, KH. Niam Sutaman (pegang kardus, kanan) kepada pengurus PCNU Lumajang LUMAJANG – Bantuan untuk Semeru masih terus berdatangan. Kali ini datang dari NU Kabupaten Pati Jawa Tengah yang membawa satu Truck bantuan pada Jum’at, (17/12) ke Posko utama NU Lumajang Peduli Gedung […]

  • Perdana, Kader PMII Pati Tembus PB

    Perdana, Kader PMII Pati Tembus PB

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Proses pelantikan Imam Hanafi sebagai salah satu pengurus Besar PMII KOTA-Kabar menggembirakan datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Khususnya Komisariat Joyo Kesumo, Stai Pati. Salah satu kadernya, berhasil menduduki jabatan di Pengurus Besar (PB) PMII.  Imam Hanafi, yang pernah menjadi Ketua Komisariat PMII Joyo Kesumo pada 2012, sekarang sedang menjabat sebagai bendahara bidang hubungan […]

expand_less