Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
  • visibility 342
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan.

Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”.

Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan waktu sekira satu bulan. Yaitu mulai dari membuat kerangka replika naga, hingga menyiapkan ribuan kue apem.

Pada Minggu (10/3/2024) selepas isya, masyarakat mengarak replika naga yang telah dilapisi kue apem dari Belik Bunton (sumber mata air) menuju balai desa. Dalam arak-arakan, juga diiringi oleh tabuhan rebana.

Sesampainya di balai desa, warga yang hadir kemudian berebut apem yang sebelumnya sudah di bacakan doa dan juga selawat.

Ketua Karang Taruna Tlogorejo Tlogowungu, Syamsul Huda menjelaskan, pada tahun ini kegiatan Ruwahan Apem digelar secara sederhana. Berbeda dari tahun lalu yang juga melibatkan kesenian setempat hingga pentas Teater.

“Tahun ini kami hanya mengambil acara puncaknya saja, yaitu rebutan apem di balai desa karena memang waktu persiapan kami terhitung mepet,” kata dia.

Ia menuturkan, kue apem tidak hanya disediakan oleh pemerintah desa saja. Akan tetapi, dua ribu kue apem yang digunakan sebagai ornamen sisik naga merupakan patungan dari warga setempat.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Tlogorejo, Muhammad Bahrun bercerita, replika naga yang dihadirkan diambil dari kisah rakyat yang beredar di masyarakat setempat. Berdasarkan cerita yang beredar, dahulu terdapat seekor naga yang menjadi sebab sumber mata air tersumbat, sehingga muncul dua sumber mata air di wilayah Tlogorejo.

“Katanya ekor naga itu berada di Bilik Bunton di sebelah barat. Sedangkan kepalanya menyumbat di Tlogowungu di timur desa. Jadi dengan adanya kirab naga ini kami ingin mengingatkan bahwa di tempat ini ada cerita seperti itu,” tutur dia.

Bahrun berharap, dengan adanya acara ini masyarakat kembali mengingat asal usul desa. Utamanya dalam menjaga sumber mata air yang masih digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. (angga/Ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Innalillahi, Istri Mbah Maimoen Berpulang

    Innalillahi, Istri Mbah Maimoen Berpulang

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    REMBANG – Kabar duka menyelimuti NU. Istri salah satu sesepuh NU, KH. Maimun Zubair meninggal dunia pada Kamis (1/9) tadi. Kepulangan Nyai Hj. Heni Maryam Maimoen Zubair tersebut sudah tersebar via media-media sosial, seperti Facebook dan Whatsapp. Kabar ini pun dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak keluarga. Dikutip dari NU Online, KH. Taj Yasin Maimoen, putra KH. […]

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

  • Puluhan Ribu Orang Saksikan Pelantikan IPNU/IPPNU Gembong

    Puluhan Ribu Orang Saksikan Pelantikan IPNU/IPPNU Gembong

    • calendar_month Kam, 26 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pelantikan Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (PAC IPNU/IPPNU) Kecamatan Gembong berlangsung Rabu (25/9) malam. Pelantikan tersebut merupakan rangkaian acara peringatan tahun baru hijriyah yang dihelat oleh MWC NU Gembong beserta Banom, termasuk IPNU/IPPNU. M. Salman (kiri), ketua PC IPNU Kab. Pati melantik pengurus PAC IPNU/IPPNU Gembong yangbdiwakili oleh pengurus […]

  • Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    Warga Hidupkan Tradisi Barikan guna Hentikan Covid-19

    • calendar_month Jum, 2 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Warga Dukuh Sentul Melaksanakan Tradisi Barikan Kamis (1/7) malam. Acara ini ditujukan untuk tolak balak, terutama Covid-19 GEMBONG-Sudah setahun lebih, warga dunia hidup berdampingan dengan Virus Corona. Tidak terkecuali warga Jawa Tengah. Merebaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pati, membuat beberapa elemen masyarakat berupaya maksimal untuk menghentikan laju penularan virus ini.  Mulai usaha lahiriyah seperti mengenakan […]

  • PCNU-PATi

    PAC Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkal masa khidmat 2022-2023, Resmi dilantik

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkan, resmi dilantik pada Jumat, 17/2 bertempat di gedung Haji Kecamatan Gunungwungkal. Dalam kegiatan tersebut yang hadir meliputi, PCFNU (Hj. Alfi Hidayah, S. Pd.I WK Ketua dan lilik Khoni’ah,SE (Sekretaris umum), Muspika (Camat,polsek,koramil), Hj. Muntamah (Dewan kehormatan Fatayat NU Kab. Pati dan DPRD Pati),MWC NU dan banom-banomnya dan […]

  • Kanjengan Meriahkan Haul Syekh Mutamakkin

    Kanjengan Meriahkan Haul Syekh Mutamakkin

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

      Potret Desa Kajen dan Masjid Kajen dari udara. Sumber : kajen-margoyoso.desa.id Sekelompok pemuda Desa Kajen yang tergabung dalam komunitas budaya Kaneman Kajen Jonggringan (Kanjengan) turut memeriahkan Haul Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Kanjengan menggelar serangkaian acara yakni bincang buku, peluncuran buku, kidungan manuskrip dan ngaji bareng di puncak acara. “Karena pandemi, semua dilaksanakan secara daring […]

expand_less