Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hasilkan Rp 85 Juta Sebulan, Lazisnu Winong Galakkan Zakat Produktif

Hasilkan Rp 85 Juta Sebulan, Lazisnu Winong Galakkan Zakat Produktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 462
  • comment 0 komentar
Paket Pertaminu untuk warga kurang mampu dari dana ummat yang dikelola oleh Lazisnu Winong. Penyalurannya bantuan semacam ini tidak dilakukan oleh Lazisnu sendiri, tetapi diserahkan kepada Banom dan lembaga lain sesuai dengan program mereka masing-masing

WINONG – Lazisnu Kecamatan sudah tak asing bagi para pengurus NU di Kabupaten Pati. Prestasinya dalam mengelola keuangan dengan prinsip dari ummat, oleh ummat dan untuk ummat benar-benar realisasi dengan baik, membuat pengelola zakat, infaq, sedekah milik NU Winong ini mendadak viral di kalangan pengurus NU. 

Setiap bulan, Lazisnu Winong bisa memperoleh sedikitnya Rp 85.000.000,00 dari hasil koin NU. Jumlah tersebut masih ditambah dengan penghasilan lain yang saat ini mencapai Rp 180.000.000,00. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli mobil layanan ummat. 

Maka tak heran jika Lazisnu Winong menjadi percontohan bagi MWC-MWC lainnya. Belum lagi urusan ide, yang menjadi salah satu andalan Lembaga Zakat NU Winong tersebut selain jumlah pendapatannya. 

“Lazisnu di kecamatan lain kiranya bisa mempelajari langkah-langkah Lazisnu Winong untuk kemudian diterapkan dan di sesuaikan dengan lokasi masing-masing,” imbau K. Yusuf Hasyim  ketua PCNU Pati. 

Zakat Produktif

Dua tahun terakhir ini, Lazisnu Winong susah satu langkah lebih maju dibanding Lazisnu-Lazisnu lain di Kabupaten Pati. Salah satu yang mendongkrak namanya adalah konsep zakat produktif. 

Alhasil, konsep yang benar-benar dijalankan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Kepercayaan warga terhadap Lazisnu dan NU sendiri kian meningkat dari waktu ke waktu berkat kerja keras ini. 

Dhofir Maqoshid, Ketua MWC NU Winong menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya mengentaskan kemiskinan melalui cara yang lebih praktis dan berdampak. 

Tri Handoko, ketua Lazisnu Winong menambahkan bahwa sudah selayaknya NU benar-benar melayani ummat. Mengusung tagline ‘Peningkatan Ekonomi Warga Miskin melalui Zakat Produktif’, ia beserta timnya mantab menjalankan program unggulan tersebut. 

“Kita memberikan kail, biar warga yang menentukan mau dibuat apa kail itu,” papar Tri. 

Konsep Zakat Produktif ini adalah dengan memberikan bantuan berupa barang dan uang tunai sebagai modal awal. Barang tersebut bisa sangat beragam, seperti etalase toko, paket Pertaminu, di cup sealler dan lain sebagainya. 

Bantuan cup sealler dan modal usaha dari Lazisnu Winong untuk warga 

“Tentunya kami berikan juga uang tunai untuk modal,” lanjutnya. 

Namun, Tri menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas sebagai pengelola dana warga NU. Artinya, Lazisnu murni berperan sebagai pengumpul dana zakat, infaq, sedekah dari Nahdliyyin. 

“Urusan penyaluran kami serahkan kepada Banom-Banom NU lewat program-program mereka. Jadi antara Lazisnu dengan Banom dan lembaga lain saling sinergi untuk menjunjung nama baik NU,” tandas Tri.

Meski telah berjalan dengan baik, namun Tri masih menaruh cita-cita lain. Ia berharap, zakat produktif ini bisa menular ke MWC-MWC lain di Kabupaten Pati. Lebih lanjut, untuk Kecamatan Winong, mereka memiliki angan akan adanya transformasi pola pikir. 

“Intinya kami berharap agar warga kami yang kurang mampu nantinya bisa berubah menjadi warga yang memiliki kemandirian ekonomi, membuat usaha sendiri,” lanjutnya. 

Namun Tri dan rekan-rekannya menyadari bahwa membangun pola pikir mandiri sangat sulit. Oleh sebab itu, pihaknya terus bergerak menyuntikkan semangat kemandirian ummat kepada warga NU di Kecamatan Winong. 

“Membangun mindset-nya tidak mudah. Tapi kami tetap serius menggarap program ini demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Winong. Kami mohon doanya, ya,” pungkas dia.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdana, KPC IPNU IPPNU Pati Gelar Bimtek

    Perdana, KPC IPNU IPPNU Pati Gelar Bimtek

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

      17 peserta relawan KPC IPNU IPPNU Kabupaten Pati yang berasal dari PAC Cluwak, Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa, Tayu, Juwana, Batangan, Trangkil, Kayen, Gabus dan Winong. PATI-Komisi Penjaringan Calon (KPC) PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar bimbingan teknis (Bimtek) bagi para relawan KPC. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung PCNU Lt 3 pada Senin (02/8). Abdul Ghofur, […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Jurnalistik, PMR, dan Pramuka, bagi-bagi ratusan takjil di bulan Ramadan ini. Mereka membagikan 350 paket takjil kepada para pengendara yang malintas di depan Pendopo Kabupaten Pati, pada Senin (1/4/2024) sore. Warga pun tampak antusias untuk mendapatakan takjil […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Salurkan Donasi untuk Korban Semeru Via LAZISNU

    Siswa MA Salafiyah Kajen Salurkan Donasi untuk Korban Semeru Via LAZISNU

    • calendar_month Sab, 11 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

      PATI – Para siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, yang tergabung dalam Keluarga Pelajar Salafiyah (KPS) dan Keluarga Pelajar Putri Salafiyah (KPPS) adakan penggalangan dana peduli Semeru, (11/12/2021). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian peserta didik terhadap korban erupsi Gunung Semeru dengan menyisihkan uang saku mereka. Hasil uang yang terkumpul akan […]

  • PCNU-PATI

    Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Kembali lagi dengan review wattpad. Tarik nafas dulu..authornya sama seperti Rembulan di Pinggang Bukit, kak Susan. Saya harus peringatkan kalau mau baca karya-karya beliau harus siap mental buat nggak jatuh hati sama tokoh utamanya. Bener deh! Sejak Diary Jingga kalo ga salah, trus Tsani & Athaya, Ranjang yang Ternoda, sampe ini yang juga masih berlanjut […]

  • Pengurus PGSI Kabupaten Pati Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

    Pengurus PGSI Kabupaten Pati Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.100
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Kabupaten Pati periode 2025-2030, resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di aula kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Ketua PGSI Kabupaten Pati, Sunoto mengatakan, usai pelantikan ini, pihaknya bakal melalukan penguatan kader. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar perjuangan para guru terus berlanjut. “Pengurus daerah […]

expand_less