Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Catcalling

Catcalling

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

Senja kala itu, saat perjalanan pulang dari bekerja. Saya mendapati hal yang tak seharusnya terjadi. Saya naik motor dengan pelan karena melewati jalan persawahan yang tak seberapa lebar. Maklum desa saya dikelilingi oleh banyak sawah. Barangkali jika dilihat dari atas terlihat seperti pulau. Waktu itu saya mengenakan helm, masker, jilbab, jaket, dan celana panjang.

Saat mulai masuk jalan persawahan, saya melewati beberapa tongkrongan orang-orang yang tengah menikmati senja. Bahasa sekarang para pemburu senja. Tampak ada tiga gerombolan, seolah mereka membagi berdasarkan usia. Dewasa, remaja, dan anak-anak. Saat saya melewati gerombolan dewasa yang notabene adalah para bapak dengan salah satu membawa putri kecilnya, saya merasa biasa saja dan aman. Lalu saat saya melewati tongkrongan yang kedua, para remaja yang kira-kira usianya tak terpaut jauh dari saya, rupanya satu diantara mereka melakukan Catcalling kepada saya. Suuttt…..suutt….. dan dengan cengengesan.

Saat satu orang diantara mereka melakukan hal demikian, lainnya ikut tertawa. Jelas hal itu membuat saya tak nyaman. Saya menggerutu dalam hati. Padahal saya sudah memakai pakaian tertutup kok masih saja digoda. Barangkali mereka menganggapnya itu hanya sebuah candaan belaka. Saya memaklumi mungkin saja mereka tak pernah mengerti bahwa hal tersebut sudah termasuk sebuah pelecehan.

Lalu, yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa hal itu bisa terjadi. Seandainya mereka tetap melanjutkan obrolan satu sama lain tanpa bersiul dan menggoda saya saat lewat, saya akan lebih merasa nyaman. Toh meskipun setelah digoda saya berlalu saja tanpa harus turun dari motor lalu memarahi mereka.

Sesampainya dirumah saya termenung dan memikirkan kejadian sore itu. Saya kira hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh budaya patriarki yang masih kental dalam masyarakat. Sehingga laki-laki merasa lebih berkuasa daripada perempuan dan laki-laki bebas melakukan apa saja terhadap perempuan termasuk melakukan pelecehan seksual.

Saya pernah membaca disalah satu media bahwa, pelecehan seksual Catcalling tak lepas dari konsep seksisme dan gender. Secara tak langsung, pelaku Catcalling telah merendahkan harga diri dan martabat perempuan sebagai korban karena mereka telah dilecehkan secara visual dan verbal dengan “panggilan manja”. Meski tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual tersebut.

Saya membayangkan, jika seandainya sore itu saya berhenti dan marah kepada pemuda tersebut, saya yakin perkataan pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Gitu aja kok marah. Jangan jual mahal jadi perempuan.”

Saya menyadari jika saya telah membiarkan pelaku catcalling tersebut suatu ketika bisa mengulangi perbuatannya, entah kepada saya lagi atau korban lainnya. Karena saya tak terus terang menegurnya sebab saya berpikir kalau saya ladeni, urusannya bisa panjang. Saya hanya berharap dia dan para pelaku Catcalling diluaran sana maupun pelaku pelecehan dan kekerasan seksual segera bertobat dan memahami bahwa yang dilakukannya adalah tak baik.

Tak seharusnya orang melakukan Catcalling atau pelecehan dalam hal apapun dan terhadap siapapun. Jika masing-masing individu sudah memahami peran dan posisi satu sama lain, maka ketimpangan, ketidakadilan, atau pun bias gender tak akan pernah terjadi. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Paket sembako PC Muslimat NU Pati yang siap edar untuk warga yang membutuhkan PATI-Meskipun belum dilantik secara resmi, Pengurus Cabang Muslimat NU Pati telah melakukan gebrakan. Di patyh kedua Bulan Ramadhan ini, PC Muslimat NU Pati melaksanakan bhakti sosial. Kegiatan yang diawali Minggu (10/5) ini masih terkait danpak covid 19 di masyarakat. Menurut Dr. Hj. […]

  • PCNU PATI - Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    SUKOLILO – Semarak hari kemerdekaan belum usai. Baru-baru ini, Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Sukolilo menggelar lomba antara ranting dan anak ranting yang tidak biasa. Kompetisi yang dihelat di Gedung Haji Sukolilo pada Minggu (21/8) tersebut mempertarungkan para qori’ di lingkungan PAC kecamatan ujung selatan Kabupaten Pati tersebut. Bukan hanya itu, Mukaeni, ketua panitia menegaskan […]

  • Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    GEMBONG – Demi melestarikan tradisi leluhur, warga RT 03 dan 04 RW 03, Dukuh Karangdalem, Desa Gembong, Kecamatan Gembong menggelar aksi parade gunungan 2000 ketupat dan lepet keliling kampung. “Total ada 2000 ketupat dan lepet yang kami arak siang tadi,” ungkap Abdul Jalil, ketua RW sekaligus ketua panitia saat ditemui, Sabtu (7/4) malam. Jalil mengakui, […]

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • Peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Tlogowungu Adakan Ngaji Triwulan

    Peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Tlogowungu Adakan Ngaji Triwulan

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.858
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Kecamatan Tlogowungu mengadakan acara Ngaji Triwulan, di halaman Masjid Baiturrohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu, pada Kamis (23/10/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, H. Abdullah Syafiq Mu’adz, serta diisi oleh KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib sebagai penceramah. […]

  • Kejar Kualitas, LP Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Angkatan 2

    Kejar Kualitas, LP Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Angkatan 2

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU yang juga menjabat Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., menyampaikan pentingnya peran kepala madrasah sebagai pemimpin yang cepat dan tanggap dalam berbagai hal. “Kepala madrasah menjadi lokomotif pergerakan yang cepat. Dalam […]

expand_less