Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Catcalling

Catcalling

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
  • visibility 460
  • comment 0 komentar

Senja kala itu, saat perjalanan pulang dari bekerja. Saya mendapati hal yang tak seharusnya terjadi. Saya naik motor dengan pelan karena melewati jalan persawahan yang tak seberapa lebar. Maklum desa saya dikelilingi oleh banyak sawah. Barangkali jika dilihat dari atas terlihat seperti pulau. Waktu itu saya mengenakan helm, masker, jilbab, jaket, dan celana panjang.

Saat mulai masuk jalan persawahan, saya melewati beberapa tongkrongan orang-orang yang tengah menikmati senja. Bahasa sekarang para pemburu senja. Tampak ada tiga gerombolan, seolah mereka membagi berdasarkan usia. Dewasa, remaja, dan anak-anak. Saat saya melewati gerombolan dewasa yang notabene adalah para bapak dengan salah satu membawa putri kecilnya, saya merasa biasa saja dan aman. Lalu saat saya melewati tongkrongan yang kedua, para remaja yang kira-kira usianya tak terpaut jauh dari saya, rupanya satu diantara mereka melakukan Catcalling kepada saya. Suuttt…..suutt….. dan dengan cengengesan.

Saat satu orang diantara mereka melakukan hal demikian, lainnya ikut tertawa. Jelas hal itu membuat saya tak nyaman. Saya menggerutu dalam hati. Padahal saya sudah memakai pakaian tertutup kok masih saja digoda. Barangkali mereka menganggapnya itu hanya sebuah candaan belaka. Saya memaklumi mungkin saja mereka tak pernah mengerti bahwa hal tersebut sudah termasuk sebuah pelecehan.

Lalu, yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa hal itu bisa terjadi. Seandainya mereka tetap melanjutkan obrolan satu sama lain tanpa bersiul dan menggoda saya saat lewat, saya akan lebih merasa nyaman. Toh meskipun setelah digoda saya berlalu saja tanpa harus turun dari motor lalu memarahi mereka.

Sesampainya dirumah saya termenung dan memikirkan kejadian sore itu. Saya kira hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh budaya patriarki yang masih kental dalam masyarakat. Sehingga laki-laki merasa lebih berkuasa daripada perempuan dan laki-laki bebas melakukan apa saja terhadap perempuan termasuk melakukan pelecehan seksual.

Saya pernah membaca disalah satu media bahwa, pelecehan seksual Catcalling tak lepas dari konsep seksisme dan gender. Secara tak langsung, pelaku Catcalling telah merendahkan harga diri dan martabat perempuan sebagai korban karena mereka telah dilecehkan secara visual dan verbal dengan “panggilan manja”. Meski tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual tersebut.

Saya membayangkan, jika seandainya sore itu saya berhenti dan marah kepada pemuda tersebut, saya yakin perkataan pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Gitu aja kok marah. Jangan jual mahal jadi perempuan.”

Saya menyadari jika saya telah membiarkan pelaku catcalling tersebut suatu ketika bisa mengulangi perbuatannya, entah kepada saya lagi atau korban lainnya. Karena saya tak terus terang menegurnya sebab saya berpikir kalau saya ladeni, urusannya bisa panjang. Saya hanya berharap dia dan para pelaku Catcalling diluaran sana maupun pelaku pelecehan dan kekerasan seksual segera bertobat dan memahami bahwa yang dilakukannya adalah tak baik.

Tak seharusnya orang melakukan Catcalling atau pelecehan dalam hal apapun dan terhadap siapapun. Jika masing-masing individu sudah memahami peran dan posisi satu sama lain, maka ketimpangan, ketidakadilan, atau pun bias gender tak akan pernah terjadi. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    SMAN 1 Tayu Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Tayu – Dalam rangka Bulan Bahasa, SMA Negeri 1 Tayu melaksanakan kegiatan Pelatihan Jurnalistik dalam rangka memperkuat literasi dengan tema “Lestarikan Bahasa, Lestarikan Budaya” digelar pada Kamis pagi (24/10/2024) Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan sambutan oleh Kepsek sekaligus membuka acara. “Terima kasih untuk semua guru dan siswa yang mengikuti acara […]

  • Warga Winong Pati Laksanakan Salat Idul Adha di Teras Gereja

    Warga Winong Pati Laksanakan Salat Idul Adha di Teras Gereja

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Warga Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, laksanakan salat Iduladha di teras Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI), Kamis (29/6/2023) pagi.  Hal itu bukan suasana baru bagi warga desa setempat. Sudah puluhan tahun warga di sana hidup dengan penuh toleransi. Di sana, bagunan gereja GKMI dengan Masjid Al-Muqorrobin, saling berhadapan. Bahkan, kedua tempat ibadah […]

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf. […]

  • Diikuti 95 Kader, PD-PKPNU Angkatan VII PCNU Pati Resmi Dibuka

    Diikuti 95 Kader, PD-PKPNU Angkatan VII PCNU Pati Resmi Dibuka

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.218
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sebanyak 95 Kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti pelatihan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) PCNU Pati angkatan VII. Pendidikan ditempatkan di SMA Muria pada Jumat-Minggu, (9-11 Januari 2025). Tidak hanya kader yang berasal dari wilayah Kabupaten Pati, PD-PKPNU tersebut juga diikuti kader dari Kabupaten Purwodadi dan juga Kabupaten Kudus. Kegiatan tersebut merupakan […]

  • Bahasan Suluk Maleman Kali ini Sujud di Tengah Guncangan Zaman

    Bahasan Suluk Maleman Kali ini Sujud di Tengah Guncangan Zaman

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.213
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Sujud secara semantik bermakna ketundukan mutlak, kepatuhan dan merendahkan diri baik secara jasadi mau pun ruhani. Bila Islam dimaknai penyerahan mutlak kepada Allah, maka sujud adalah manifestasi puncaknya. Bila Islam dimaknai kedamaian, maka sujud adalah bentuk paling sempurna untuk meraihnya. Ini diungkapkan Anis Sholeh Ba’asyin sebagai simpul penjelasannya dalam Suluk Maleman bertajuk “Sujud, Semesta […]

  • Perayaan HPI Ke-11 : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

    Perayaan HPI Ke-11 : Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Goreskan Tanda Tangan Simbolik Cover Buku Antologi Puisi Penyair Perempuan Indonesia

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Jakarta, Kamis malam, 27/7/2023,-Pada Perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI) Ke-11 tahun (sesi pertama) yang berlangsung di Teater Kecil, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu sore, 26 Juli 2023 mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Penyair dan Sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak (62 tahun) dipanggil oleh protokol (MC) acara HPI ke-11 […]

expand_less