Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Catcalling

Catcalling

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
  • visibility 322
  • comment 0 komentar

Senja kala itu, saat perjalanan pulang dari bekerja. Saya mendapati hal yang tak seharusnya terjadi. Saya naik motor dengan pelan karena melewati jalan persawahan yang tak seberapa lebar. Maklum desa saya dikelilingi oleh banyak sawah. Barangkali jika dilihat dari atas terlihat seperti pulau. Waktu itu saya mengenakan helm, masker, jilbab, jaket, dan celana panjang.

Saat mulai masuk jalan persawahan, saya melewati beberapa tongkrongan orang-orang yang tengah menikmati senja. Bahasa sekarang para pemburu senja. Tampak ada tiga gerombolan, seolah mereka membagi berdasarkan usia. Dewasa, remaja, dan anak-anak. Saat saya melewati gerombolan dewasa yang notabene adalah para bapak dengan salah satu membawa putri kecilnya, saya merasa biasa saja dan aman. Lalu saat saya melewati tongkrongan yang kedua, para remaja yang kira-kira usianya tak terpaut jauh dari saya, rupanya satu diantara mereka melakukan Catcalling kepada saya. Suuttt…..suutt….. dan dengan cengengesan.

Saat satu orang diantara mereka melakukan hal demikian, lainnya ikut tertawa. Jelas hal itu membuat saya tak nyaman. Saya menggerutu dalam hati. Padahal saya sudah memakai pakaian tertutup kok masih saja digoda. Barangkali mereka menganggapnya itu hanya sebuah candaan belaka. Saya memaklumi mungkin saja mereka tak pernah mengerti bahwa hal tersebut sudah termasuk sebuah pelecehan.

Lalu, yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa hal itu bisa terjadi. Seandainya mereka tetap melanjutkan obrolan satu sama lain tanpa bersiul dan menggoda saya saat lewat, saya akan lebih merasa nyaman. Toh meskipun setelah digoda saya berlalu saja tanpa harus turun dari motor lalu memarahi mereka.

Sesampainya dirumah saya termenung dan memikirkan kejadian sore itu. Saya kira hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh budaya patriarki yang masih kental dalam masyarakat. Sehingga laki-laki merasa lebih berkuasa daripada perempuan dan laki-laki bebas melakukan apa saja terhadap perempuan termasuk melakukan pelecehan seksual.

Saya pernah membaca disalah satu media bahwa, pelecehan seksual Catcalling tak lepas dari konsep seksisme dan gender. Secara tak langsung, pelaku Catcalling telah merendahkan harga diri dan martabat perempuan sebagai korban karena mereka telah dilecehkan secara visual dan verbal dengan “panggilan manja”. Meski tak hanya perempuan, laki-laki juga bisa menjadi korban kekerasan seksual tersebut.

Saya membayangkan, jika seandainya sore itu saya berhenti dan marah kepada pemuda tersebut, saya yakin perkataan pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Gitu aja kok marah. Jangan jual mahal jadi perempuan.”

Saya menyadari jika saya telah membiarkan pelaku catcalling tersebut suatu ketika bisa mengulangi perbuatannya, entah kepada saya lagi atau korban lainnya. Karena saya tak terus terang menegurnya sebab saya berpikir kalau saya ladeni, urusannya bisa panjang. Saya hanya berharap dia dan para pelaku Catcalling diluaran sana maupun pelaku pelecehan dan kekerasan seksual segera bertobat dan memahami bahwa yang dilakukannya adalah tak baik.

Tak seharusnya orang melakukan Catcalling atau pelecehan dalam hal apapun dan terhadap siapapun. Jika masing-masing individu sudah memahami peran dan posisi satu sama lain, maka ketimpangan, ketidakadilan, atau pun bias gender tak akan pernah terjadi. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.785
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke -14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya. […]

  • Bupati Semarang Instruksikan Disdikbudpora Pimpin Sinergi Lintas Sektor Bentuk Pokja Pendidikan Inklusif

    Bupati Semarang Instruksikan Disdikbudpora Pimpin Sinergi Lintas Sektor Bentuk Pokja Pendidikan Inklusif

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.621
    • 0Komentar

      UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang mengambil langkah progresif dalam memperkuat layanan bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam gelaran “Gebyar Pendidikan Inklusif 2026” di Pendopo Kabupaten Semarang (14/2), Bupati Semarang memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga memberikan instruksi khusus kepada Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikbudpora) untuk segera mengoordinasikan pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menikah Tepat dan Akurat. Photo by Jeremy Wong Weddings on Unsplash.

    Menikah Tepat dan Akurat

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah. Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera […]

  • Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 371
    • 0Komentar

    PATI – Para pengurus PC Muslimat NU dan Fatayat NU menghadiri apel Hari Ibu, Kamis (22/12) pagi. Agenda ini diadakan oleh pemerintah Kabupaten Pati dan berlokasi di halaman Pendopo Kabupaten. Kehadiran lima puluhan ibu-ibu NU tersebut atas undangan dari Pemkab Pati. Selain Fatayat dan Muslimat, turut juga ratusan kaum hawa baik dari elemen pemerintah maupun […]

  • UPZIS Winong Setorkan 5% dari Rp 82 Juta kepada Lazisnu Cabang

    UPZIS Winong Setorkan 5% dari Rp 82 Juta kepada Lazisnu Cabang

    • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Zainul Wafa, manager UPZIS Kecamatan Winong (kiri) memperlihatkan bukti serah terima setoran UPZIS Kecamatan Winong kepada PC Lazisnu Pati, Senin (26/7). PATI-Upzis (Unit Pengelola Zakat, Infaq, dan Shodaqoh) Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong Menyetor koin 5% bulan Juni 2021 di kantor PC Lazisnu Pati, senin (26/7). Setoran ini merupakan hajat rutin bulanan yang diserahkan UPZIS Kecamatan […]

  • Harta Karun Terpendam di Pati

    Harta Karun Terpendam di Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Kabupaten Pati, memang memiliki sejumlah “harta karun” terpendam. Salah satunya adalah Kopi Plukaran yang memiliki warna dan cita rasa berbeda dengan kopi-kopi lain seperti Kopi Lampung, Kopi Lasem, Kopi Kudus, Kopi Luwak dan berbagai jenis kopi. Salah satu pegiat, yang juga penjual Kopi Plukaran adalah Niam. Menurut dia, Plukaran memiliki sejumlah harta karun terpendam yang […]

expand_less