Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Shalihin*
Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah hingga bertahun-tahun setelahnya, penulis selalu dihinggapi kegelisahan ketika menjelang peringaan isra’ mi’raj. Hal ini berkaitan dengan rasionalitas para Sahabat Khususnya Abu Bakar RA.
Mengapa Abu Bakar percaya begitu saja dengan cerita isra’ mi’raj Nabi Muhammad yang di luar nalar. Padahal, dilihat dari latar belakang keilmuan, Abu Bakar termasuk kalangan terpelajar.
Sebagai notice saja, alat transportasi pada masa itu belum secanggih sekarang. Kendaraan tercepat mereka adalah kuda, yang bias menempuh perjalanan Makkah ke Yerussalem selama 20 hari bahkan lebih. Teori relatifitas yang kabarnya bisa membuat objek berpindah dengan cepat pun belum dirumuskan. Jadi sangat berat bagi sekalangan sahabat untuk mengiyakan peristiwa malam 27 Rajab itu.
Banyak asumsi timbul mengapa Abu Bakar mempercayai nabi. Sebagian ustadz menjawab dengan jawaban yang agak absurd: karena Nabi Muhammad tidak pernah bohong sekalipun, sehingga Abu Bakar yakin. Adapula muballigh yang memberi tanggapan lain: karena yang bercerita adalah seorang nabi.
Hemat penulis pada waktu itu, hanya ada dua opsi: jika jawaban para muballigh ini benar total, maka penulis mempertanyakan intelektualitas Abu Bakar, namun jika sahabat nabi yang terpelajar ini menggunakan kecerdasannya sebagai pembenar—penulis yakin—pasti ada jawaban lain.
Yaps, opsi kedua terbuka! Seorang kiai alim allamah ‘menampar’ peulis melalui ceramahnya pada peringata isra’ mi’raj sekitar 2016 lalu. Beliau menjabarkan bahwa, Abu Bakar RA. gercep membenarkan isra’ mi’raj ialah karena didukung rasio yang kuat. Padahal pendapatnya ini berrisiko tinggi, sebab kontradiksi dengan logika manusia kebanyakan.
Begini! Rasulullah menjelaskan peristiwa isra mi’raj yang dialaminya itu menggunakan bumper QS. Al Isra’ ayat pertama, yang menyatakan bahwa beliau digerakkan oleh Allah.
Sahabat yang lain nggak ngeh, kalau yang memperjalankan Nabi Dzat yang maha suci yang bisa segalanya, sehingga mereka menolak mentah-mentah dongeng Nabi Muhammad itu bahkan dengan umpatan kasar. Tapi Abu Bakar tanggap dengan dawuh Nabi. Ia tak mau terkecoh dengan logika serampangan kebanyakan temannya.
Logikanya berkata bahwa, Kalau Muhammad bin Abdullah melakukan perjalanan sunyi itu atas dirinya sendiri dengan mengandalkan kemampuan fisiknya, maka mustahil isra’ m’raj terjadi. Namun karena Nabi Muhammad mengakui bahwa yang menggerakkannya adalah Allah SWT., tiada yang tidak mungkin bagi-Nya.
Sejak saat itu, selain bisa tidur pulas, penulis juga semakin mengagumi sosok Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu sebagai sahabat sejati Rasul sekaligus sebagai seseorang yang mempu menggunakan kejernihan fikiran meski ditengah chaos. Wallahu a’lam.

*Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr PCNU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Yuriy Vertikov

    Mengeja Abjad

    • calendar_month Jum, 21 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Aktivitas saya setelah maghrib kembali belajar bersama anak-anak lagi. Setelah liburan akhir semester usai, kini mereka silih berganti berdatangan untuk belajar bersama. Tak hanya yang telah rutin, kini bertambah satu anak. Baru saja ia menginjak kelas 1 MI. Datang untuk belajar mengerjakan tugas-tugas dan soal-soal dalam buku pelajaran. Saya kira awalnya […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Literasi Digital Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.982
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Masih pentingkah literasi digital saat bulan Ramadan? Ya, penting lah. Jawaban singkat ini saya jawab sendiri dari pertanyaan yang saya buat sendiri. Meski bulan suci Ramadan selalu datang membawa jeda, koma, waktu rehat sejenak, atau sebutan lain. Apa maksudnya? Jeda dari tradisi makan dan tradisi minum, dari marah, dari kesibukan dunia, […]

  • PCNU-PATI

    (Ber) Money Politik

    • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Pada suatu hari saya pernah mengikuti seminar dengan mengambil tema besar yaitu tentang pentingnya melek politik untuk kaum muda. Dan rentetan apa yang disampaikan narasumber seakan kaum mudalah yang di tuntut untuk memahami dan mencegah money politik dan melek perpolitikan. Apakah yang selain muda tak perlu? Maka saya tak setuju dengan apa […]

  • Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

    Dua Kendala Pengembangan Ilmu Falak di Pesantren

    • calendar_month Kam, 12 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Dr. Ahmad Izzuddin, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU saat menyanpaikan kendala pengaplikasian ilmu falak di pesantren dalam acara Peluncuran Lajnah Falakiyah Salafiyah Kajen via zoom meeting PATI-Ilmu Falak atau dalam istilah modern dikenal sebagai ilmu astronomi merupakan satu cabang ilmu yang sangat penting. Sebab bukan hanya mempelajari bintang, ilmu ini juga digunakan hampir dalam segala […]

  • PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ASWAJA NAHDLIYAH

    PENGEMBANGAN PEMIKIRAN ASWAJA NAHDLIYAH

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Karakteristik komunitas NU adalah menjadikan Ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) sebagai paham keagamaan yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Secara simplistik, aswaja mempunyai tiga dimensti, yaitu dalam aqidah mengikuti salah satu dari Imam Abu Hasan al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi, dalam syari’ah mengikuti salah satu dari empat mazhab, yaitu mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, dalam […]

  • Pagar Nusa Selenggarakan UKT

    Pagar Nusa Selenggarakan UKT

    • calendar_month Jum, 22 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Pati. Pencak Silat NU Pagar Nusa Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat (UKT) di Goa Manik Jepara, Kamis 21 Desember 2017. Sebanyak 34 pendekar mengikuti UKT dari berbagai rayon. Pelatih Pencat Silat NU Pagar Nusa Dukuhseti, Muh Khoirul Fatihin mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk menguji peserta untuk kenaikan tingkat terhadap apa yang telah […]

expand_less