Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mandiri Lewat Bisnis Kuliner, Sekretaris LTNNU Pati Bangun Visi Pendidikan dari Kedai “Ayam-Ayam”

Mandiri Lewat Bisnis Kuliner, Sekretaris LTNNU Pati Bangun Visi Pendidikan dari Kedai “Ayam-Ayam”

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar

​PATI — Menjadi pengusaha kuliner kecil-kecilan tidak membuat Maulana Luthfi Karim (31) bermental kerdil. Pemuda asal Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ini membuktikan bahwa dari kedai ayam sederhana, ia mampu merajut visi masa depan yang besar bagi keluarganya.

​Langkah ini dimulai usai Luthfi menyelesaikan kuliahnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bukannya mencari kerja di kota besar, ia justru memilih pulang ke kampung halaman untuk merintis usaha kuliner mandiri.

​Keberanian Luthfi membuka kedai bernama “Ayam-Ayam” tidak didapat dari pinjaman besar, melainkan dari kedisiplinannya semasa kuliah. Ia telaten menyisihkan uang saku selama bertahun-tahun hingga akhirnya terkumpul modal awal sebesar Rp10 juta.

​Di kedainya, Luthfi menjajakan menu merakyat seperti ayam geprek dan ayam krispi. Strategi harganya pun sangat ramah di kantong, mulai dari Rp7.000 hingga Rp12.000 saja, pembeli sudah bisa mendapatkan paket lengkap ayam beserta nasi.

​Konsistensi itu berbuah manis. Kini, Kedai Ayam-Ayam milik Luthfi semakin ramai dan mampu menjual 50 hingga 100 porsi setiap harinya. Tak mau cepat puas, ia juga mulai melebarkan sayap bisnisnya ke dunia katering untuk melayani berbagai acara.

​Bagi Luthfi, keuntungan dari tiap potong ayam yang terjual tidak sekadar habis untuk konsumsi sehari-hari. Sebagian laba usahanya sengaja ia putar kembali sebagai investasi jangka panjang, termasuk untuk membiayai kelanjutan studi akademisnya sendiri di UIN Sunan Kudus pada tahun 2025 lalu.

​Ia menegaskan, keputusannya untuk terus belajar bukan demi gengsi atau status sosial, melainkan untuk meletakkan batu pertama bagi standar pendidikan anak-cucunya kelak.

​“Paling tidak, anak saya punya standar pendidikan yang baik. Biar anak bisa mencontoh bapaknya yang terus belajar. Syukur-syukur nanti dia bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi,” ungkap sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati ini.

​Cita-cita dan kerja keras Luthfi ini pun mendapat apresiasi dari lingkungan sekitar. Zaenal Arifin, salah satu pelanggan setia, mengaku sangat senang makan di Kedai Ayam-Ayam karena kecocokan rasa dan harganya.

​“Saya sering sekali makan di sini karena rasanya memang enak, ayamnya renyah, dan sambalnya mantap. Porsinya juga bikin kenyang tapi harganya sangat ramah di kantong. Penjualnya juga ramah,” tutur Zaenal.

​Perjalanan Luthfi menjadi bukti nyata di lapangan bahwa modal materi hanyalah stimulus awal. Kunci utama dari kokohnya sebuah usaha adalah modal mental dan konsistensi. Lewat kepulan asap dari dapur “Ayam-Ayam”, Luthfi tidak hanya menjemput rezeki, tetapi juga sedang menyiapkan fondasi masa depan yang kuat bagi generasi penerusnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Leo Sagala

    Jalan Kaki

    • calendar_month Sen, 19 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dear kawan. Ada sebuah buku yang menurut saya layak Anda baca. Judulnya A Philosophy of Walking karya Frederic Gros. Jangan-jangan Anda sudah membacanya? Syukurlah jika sudah baca. Tapi anggap saja Anda belum membacanya biar saya punya alasan untuk menulis ini. Buku ini sudah diterjemahkan oleh penerbit Renebook dan terbit pada […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I)

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.400
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Rekan saya kemarin turut membaca tulisan pada Mutiara Ramadan bertajuk Pendidikan Karakter Perspektif Ki Hajar Dewantara. Usai membaca, ia justru request tulisan khusus tentan sarung dan kiai. Dalam hati saya “Wah, dupeh arep bada, bahasane sarung”. Ya, ia adalah Sofyan Bachri (Direktur PT. Suave Health Medika), sahabat saya yang makin rajin ikut […]

  • Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Tayu. Puncak Acara Kegiatan Bulan Bahasa SMA Negeri 1 Tayu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96. Tema kegiatan “Bangkit Bersama Bahasa dan Budaya untuk Bangsa” yg dimotori oleh GANTARI (Gerakan Literasi Mandiri) SMA Negeri 1 Tayu, Senin, 28 Oktober 2024 di aula SMA Negeri 1 Tayu “Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah (peserta […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Raih Juara 1 MSQ Tingkat Nasional 

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Raih Juara 1 MSQ Tingkat Nasional 

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Peserta didik Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, meraih juara pertama Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) kategori umum tingkat Nasional dalam even Semarak Ilmu Al Qur’an dan Tafsir 2024. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, UIN Walisongo Semarang, Rabu (9/10/2024). Adapun […]

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • Menjaga Kekhusu’an Sholat

    Menjaga Kekhusu’an Sholat

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Seorang yang khusyuk dalam menjalankan sholat, maka orang tersebut akan menemukan kenikmatan yang tak bisa diuraikan melalui kata-kata. Sebab hanya dia dan Allah sajalah yang mengetahui hal tersebut. Karena sholat mampu menyejukkan hati bagi mereka yang mencintai Allah dengan sungguh-sungguh dan menjahui segala laranganya. Yaitu bagi mereka ketika melakukan sholat dengan penuh ke khusyukan. Lebih dari […]

expand_less