Mandiri Lewat Bisnis Kuliner, Sekretaris LTNNU Pati Bangun Visi Pendidikan dari Kedai “Ayam-Ayam”
- account_circle admin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 16.161
- comment 0 komentar

Mandiri Lewat Bisnis Kuliner, Sekretaris LTNNU Pati Bangun Visi Pendidikan dari Kedai "Ayam-Ayam"
PATI — Menjadi pengusaha kuliner kecil-kecilan tidak membuat Maulana Luthfi Karim (31) bermental kerdil. Pemuda asal Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ini membuktikan bahwa dari kedai ayam sederhana, ia mampu merajut visi masa depan yang besar bagi keluarganya.
Langkah ini dimulai usai Luthfi menyelesaikan kuliahnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bukannya mencari kerja di kota besar, ia justru memilih pulang ke kampung halaman untuk merintis usaha kuliner mandiri.
Keberanian Luthfi membuka kedai bernama “Ayam-Ayam” tidak didapat dari pinjaman besar, melainkan dari kedisiplinannya semasa kuliah. Ia telaten menyisihkan uang saku selama bertahun-tahun hingga akhirnya terkumpul modal awal sebesar Rp10 juta.
Di kedainya, Luthfi menjajakan menu merakyat seperti ayam geprek dan ayam krispi. Strategi harganya pun sangat ramah di kantong, mulai dari Rp7.000 hingga Rp12.000 saja, pembeli sudah bisa mendapatkan paket lengkap ayam beserta nasi.
Konsistensi itu berbuah manis. Kini, Kedai Ayam-Ayam milik Luthfi semakin ramai dan mampu menjual 50 hingga 100 porsi setiap harinya. Tak mau cepat puas, ia juga mulai melebarkan sayap bisnisnya ke dunia katering untuk melayani berbagai acara.
Bagi Luthfi, keuntungan dari tiap potong ayam yang terjual tidak sekadar habis untuk konsumsi sehari-hari. Sebagian laba usahanya sengaja ia putar kembali sebagai investasi jangka panjang, termasuk untuk membiayai kelanjutan studi akademisnya sendiri di UIN Sunan Kudus pada tahun 2025 lalu.
Ia menegaskan, keputusannya untuk terus belajar bukan demi gengsi atau status sosial, melainkan untuk meletakkan batu pertama bagi standar pendidikan anak-cucunya kelak.
“Paling tidak, anak saya punya standar pendidikan yang baik. Biar anak bisa mencontoh bapaknya yang terus belajar. Syukur-syukur nanti dia bisa menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi,” ungkap sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pati ini.
Cita-cita dan kerja keras Luthfi ini pun mendapat apresiasi dari lingkungan sekitar. Zaenal Arifin, salah satu pelanggan setia, mengaku sangat senang makan di Kedai Ayam-Ayam karena kecocokan rasa dan harganya.
“Saya sering sekali makan di sini karena rasanya memang enak, ayamnya renyah, dan sambalnya mantap. Porsinya juga bikin kenyang tapi harganya sangat ramah di kantong. Penjualnya juga ramah,” tutur Zaenal.
Perjalanan Luthfi menjadi bukti nyata di lapangan bahwa modal materi hanyalah stimulus awal. Kunci utama dari kokohnya sebuah usaha adalah modal mental dan konsistensi. Lewat kepulan asap dari dapur “Ayam-Ayam”, Luthfi tidak hanya menjemput rezeki, tetapi juga sedang menyiapkan fondasi masa depan yang kuat bagi generasi penerusnya.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar