Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep ‘Kopi, Buku, Makan Enak’

Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep ‘Kopi, Buku, Makan Enak’

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Aroma kopi yang harum menyeruak di antara pilar-pilar kayu sebuah rumah tua di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Di sudut ruangan, sebuah radio kuno dan mesin ketik ditata apik, memberikan kesan vintage rustic yang kuat. Di sinilah Mirza (38), anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Pati, menyemai mimpi barunya.

Lelaki kelahiran 1988 ini baru saja membuka kedai kopi unik bernama Nuk Inuk. Nama yang terdengar menggelitik di telinga ini ternyata diambil dari filosofi sederhana, “enak-enak”.

​Perjalanan Nuk Inuk sendiri tidak instan. Sebelum memiliki bentuk fisik seperti sekarang, usaha ini sudah berjalan secara daring selama lima tahun dengan menu andalan es teler. Dorongan kuat dari para pelanggan setia yang menginginkan tempat berkumpul, akhirnya Mirza melahirkan kedai ini.

​Ia bercerita bahwa ide membangun kedai ini muncul secara tidak sengaja saat ia sedang menikmati kopi di wilayah Kecamatan Margoyoso. Di tengah perjalanan pulang, tebersit pikiran untuk membuka tempat ngopi sendiri di desanya. Apalagi, Desa Gerit terbilang jauh dari pusat Kecamatan Cluwak dan belum memiliki tempat mengopi yang representatif.

​”Kami terbiasa terbawa iklim Jogja, di mana ada tempat ngopi yang bisa sekaligus dijadikan ruang diskusi dan membaca,” ujar alumnus salah satu kampus di Yogyakarta ini, Ahad (5/7/2026).

​Bukan sekadar tempat nongkrong biasa, Nuk Inuk dibangun dengan konsep matang yang memadukan tradisi dan estetika. Kedai ini resmi dibuka pada Minggu Legi, 28 Juni 2026 lalu. Pemilihan waktu ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan filosofi Jawa yang diyakininya, memulai usaha yang baik sangat tepat jika diawali pada hari Minggu Legi.

​Untuk memperkuat konsep jadulnya, Mirza rela berburu barang-barang lama dari tempat rongsokan. Radio lawas dan mesin ketik tua sengaja ia kumpulkan untuk dijadikan hiasan, menciptakan atmosfer nostalgia bagi siapa saja yang berkunjung. Meski mengusung konsep lawas, kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas utama, salah satunya dengan menyediakan fasilitas musala di area kedai.

​Menariknya, Nuk Inuk mengusung tagline yang kuat, yakni “Kopi, Buku, Makan Enak”. Tempat ini dirancang bukan hanya untuk mengisi perut atau melepas dahaga, melainkan juga sebagai ruang baca. Mirza mengungkapkan bahwa ke depannya, ia berencana memanfaatkan kedai ini sebagai wadah untuk berbagai kegiatan literasi masyarakat.

​Soal urusan perut, Nuk Inuk menawarkan variasi menu yang sangat beragam. Untuk pencinta minuman hangat, tersedia pilihan Kopi Lasem, Kopi Gembong, hingga Kopi Temanggung. Sementara untuk pencinta menu segar, ada salad buah, mango sticky rice, aneka jus segar, hingga menu legendaris yang mengawali bisnis ini yaitu Es Teler Nuk Inuk.

​Tak kalah menggoda, bagian dapur siap memanjakan lidah pengunjung dengan kudapan seperti mendoan, ketan cokelat, ketan susu keju, hingga burger. Bagi yang datang dengan perut lapar, kedai ini menyediakan makanan berat mulai dari nasi bakar, mi, katsu, pempek, hingga nasi kucing yang merakyat.

​Keunikan konsep dan kelezatan menu yang ditawarkan Nuk Inuk mulai memikat hati warga, bahkan dari luar kecamatan. Hanafi, salah seorang pembeli yang rela datang jauh-jauh dari Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, mengaku sangat terkesan dengan suasana kedai ini.

​”Suasananya dapet banget, tenang dan bikin betah. Di wilayah Cluwak sini sepertinya baru ini ada tempat ngopi yang merangkap ruang baca dengan konsep seunik ini. Paket lengkap, bisa ngopi, baca buku, sambil makan enak,” ungkap Hanafi.

​Berjarak hanya sekitar 100 meter di sebelah selatan Balai Desa Gerit, Kedai Nuk Inuk kini berdiri bukan sekadar sebagai tempat melepas penat, melainkan sebagai oase literasi baru yang siap menginspirasi dari sudut desa. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Center INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan Nasional di Rakornas BPJPH 2026

    Halal Center INISNU Temanggung Raih Dua Penghargaan Nasional di Rakornas BPJPH 2026

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.381
    • 0Komentar

    ‎ ‎JAKARTA – Halal Center Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Rapat Koordinasi Nasional Pendamping Proses Produk Halal (Rakornas LP3H) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Hotel Grand Mercure Jakarta KeKemayoran pada 2–4 Februari 2026, lembaga ini berhasil memboyong dua penghargaan sekaligus. […]

  • PCNU-PATI

    Lagi, Lazisnu Klakahkasihan Bikin Gebrakan

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    GEMBONG – pcnupati.or.id – Lagi, Lazisnu Ranting Desa Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan. Bukan hanya memburu Mobil Layanan Ummat, mereka justru membuat kegiatan yang lebih bersifat urgent, yaitu Santunan yatim, dhuafa dan partisipasi pendidikan. Kegiatan bertajuk Lazisnu Klakahkasihan Progresif di Bulan Ramadhan tersebut dipusatkan di tiga dukuh, yaitu Salak, Domo dan Segawe. Sedikitnya, 15 yatim, 140 […]

  • Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Almaghfurlah KH Ahmad Suyuthi merupakan sosok kiai yang alim tetapi rendah hati. Kontribusinya dalam forum Sidang Syuriah Bulanan di pendopo maqbaroh Syeikh KH Ahmad Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diakui para ulama dan tokoh masyarakat. Khususnya ketika PCNU dipimpin oleh sahabat karibnya, KH Suyuthi Abdul Qodir, Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan.Katib Syuriah KH Abdul […]

  • Orientasi DKC CBP-KPP, Ketum IPNU : Kita Wajib Faham Tupoksi!

    Orientasi DKC CBP-KPP, Ketum IPNU : Kita Wajib Faham Tupoksi!

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 642
    • 0Komentar

      Orientasi DKC CBP-KPP di Aula Lantai 3 kantor PCNU Pati PATI—Jum’at (10/12), Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Kabupaten Pati  melaksanakan orientasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung PC NU Pati ini diawali dengan pembekalan materi yang bersifat umum, seperti menganalisis berbagai macam potensi yang dimiliki CBP KPP […]

  • a large auditorium filled with lots of wooden seats

    Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Oleh: Zaenal Arifin* Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya […]

  • Yayasan PIM Mujahidin Bageng Kukuhkan Pengurus Baru, Bertekad Kembalikan Kejayaan

    Yayasan PIM Mujahidin Bageng Kukuhkan Pengurus Baru, Bertekad Kembalikan Kejayaan

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.373
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Jajaran Pengurus Yayasan Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, mengukuhkan pengurus baru untuk masa khidmah 2025-2030. Pengukuhan dan serah amanah dilaksanakan di Pusat Kegiatan (Pusgia) PIM Mujahidin, Ahad (19/10/2025). Kegiatan ini ditandai secara simbolis dengan pengambilan ikrar pengurus yang dipimpin oleh Ketua Pembina Yayasan, H. Wahuri Muchtar. “Mudah-mudahan […]

expand_less