Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan Kinerja Akademik, Akselerasi Internasionalisasi, dan Kesiapan Alih Bentuk Institusi

Wisuda ke-32 INISNU, Rektor Laporkan Lonjakan Kinerja Akademik, Akselerasi Internasionalisasi, dan Kesiapan Alih Bentuk Institusi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 7 Jul 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

TEMANGGUNG — Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-32 pada Selasa, 7 Juli 2026 di Gedung Pemuda Temanggung. Momentum sakral ini tidak sekadar menjadi panggung seremoni kelulusan bagi 122 wisudawan, melainkan bertransformasi menjadi forum akuntabilitas publik yang komprehensif.

Di hadapan para tokoh penting Nahdlatul Ulama, koordinator Kopertais, serta jajaran pimpinan daerah, Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan pidato laporan kinerja akademik yang merefleksikan lompatan strategis institusi menuju panggung global (internasionalisasi) sekaligus memaparkan cetak biru perubahan struktural berskala besar.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna, Kapolres Temanggung AKBP. Zamrul Aini, S.H., S.I.K., M.H., M.B.A., Ketua BAZNAS Temanggung Drs. KH. Muhammad Manshur Asnawi, M.S.I., Sekretaris PCNU Temanggung H. Sukron Wahid, S.Pd.I, M.Ag., Ketua Dewan Pengurus BPP INISNU Temanggung Drs. KH. Nur Makshun, M.S.I., perwakilan Kemenag Temanggung, Kodim 0706/Temanggung, Pengadilan Agama Temanggung, Pengadilan Negeri Kelas 1B Temanggung, Kejaksaan Negeri Temanggung, Pimpinan Cabang BSI Kantor Cabang Temanggung, KBIHU Babussalam NU Temanggung, Direktur Akademi Keperawatan (Akper) Al Kautsar Temanggung, Ibu Tri Suraning Wulandari, S.Kep., Ners., M.Kep., Lembaga dan Badan Otonom NU, serta ratusan hadirin.

Kehadiran para petinggi lintas sektoral ini mempertegas posisi strategis INISNU sebagai salah satu episentrum pendidikan tinggi berbasis keagamaan dan kebangsaan di Jawa Tengah. Pada wisuda periode ini, INISNU meluluskan 122 wisudawan, yang terdiri atas 32 magister (Magister Pendidikan Agama Islam dan Magister Hukum Keluarga Islam) serta 90 sarjana.

Dalam laporan kinerjanya, Dr. Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa INISNU Temanggung saat ini ditopang oleh 3 Unit Pengelola Program Studi (UPPS), yaitu Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam (FSHEI), serta Program Pascasarjana. Institusi ini mengelola total 8 Program Studi (6 program sarjana dan 2 program magister) dengan status akreditasi yang sangat kompetitif secara nasional.

“Saat ini, institusi kita berdiri dengan fondasi mutu yang kokoh. Dari 8 program studi yang kita kelola, satu program studi telah berhasil meraih akreditasi tertinggi yakni predikat Unggul (S1 PGMI). Empat program studi meraih predikat Baik Sekali / B (S1 HKI, S1 PIAUD, S1 PAI, S1 MPI), dan tiga program studi berpredikat Baik (S2 PAI, S2 HKI, dan S1 ES),” papar Rektor dalam pidatonya.

Akselerasi mutu kelembagaan ini secara teoretis merujuk pada konsep manajemen mutu komprehensif yang diartikulasikan oleh Joseph M. Juran dalam buku monumentalnya, Juran on Leadership for Quality (1989). Rektor menekankan bahwa mutu pendidikan tinggi harus diukur dari kesesuaian pada tujuan dan kebutuhan nyata para pengguna (fitness for use). “Berpijak pada paradigma tersebut, keunggulan kelembagaan tidak semata dinilai dari kemegahan fisik, melainkan dari efektivitas tata kelola internal, kepuasan mahasiswa, serta kontribusi konkret kepada para pemangku kepentingan melalui penerapan prinsip Trilogy Quality: perencanaan mutu (quality planning), pengendalian mutu (quality control), dan peningkatan mutu secara konsisten (quality improvement),” kata Ibda.

Salah satu sorotan utama dalam laporan rektorat kali ini adalah masifnya internasionalisasi institusi. Mengembangkan konsep “Kampus Berdampak” yang menyelaraskan diri dengan arah kebijakan Diksainteks dan Kementerian Agama RI, INISNU membuktikan diri tidak lagi terjebak dalam sindrom lokalisme.

Sepanjang tahun akademik berjalan, kampus ini telah menginisiasi tiga forum ilmiah global papan atas yang melibatkan jejaring akademis lintas negara. Pertama, Seminar Internasional “The Transformation of Eco-Theology Education”, diselenggarakan pada 19 Januari 2026, berkolaborasi secara strategis dengan Global Interfaith University, Amerika Serikat. Kedua, Seminar Internasional “War and The Global Economic Impact”, terlaksana pada 12 Februari 2026, bermitra dengan Tezpur College, Assam, India, yang sekaligus menggerakkan kolaborasi taktis dengan 8 Perguruan Tinggi di Indonesia. Ketiga, Seminar Internasional “Peace Education and Religion”, digelar pada 16 April 2026, bekerja sama dengan Hallym University, Korea Selatan.

Tidak berhenti pada tataran konseptual di ruang seminar, langkah ekspansif ini diwujudkan secara riil melalui program Pancadharma Internasional yang sukses dilaksanakan pada Agustus 2025. Kampus berhasil memberangkatkan sebanyak 157 peserta untuk melaksanakan integrasi kegiatan akademik meliputi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), studi banding (benchmarking), dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di tiga negara Asia Tenggara sekaligus: Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Hingga pertengahan tahun 2026, jaringan kemitraan aktif yang dimiliki oleh INISNU telah mencapai angka yang impresif, yaitu 16 kerja sama lokal, 41 MoU / 38 MoA berskala Nasional, serta 6 MoU / 9 MoA tingkat Internasional. Beberapa mitra strategis luar negeri yang terikat komitmen aktif antara lain UniSHAMS Malaysia, Ma’ahad Tahfiz An-Nur (MATAN) Malaysia, Ma’ahad Tahfiz Vokasional Aman Bistari Selangor, Istana Kehakiman Putrajaya, Mahkamah Syariah Wilayah Persekutuan Malaysia, serta Chariyatham Suksa Foundation School Thailand. Kapasitas ini diperkuat oleh kualitas sumber daya manusia internal dengan kepemilikan 19 dosen bergelar Doktor (S3).

Dampak nyata dari transformasi manajemen mutu ini berbuah pada pengakuan kelembagaan tingkat nasional. Sepanjang tahun 2026, INISNU memanen berbagai penghargaan prestisius. Pertama, Penghargaan BPJPH Nasional. Pada tanggal 2-4 Februari 2026, INISNU menyabet dua penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag RI dalam kategori Pendamping Proses Produk Halal (P3H) terbaik nomor 2 dan 6 di tingkat nasional. Halal Center INISNU tercatat berhasil menerbitkan 7.015 sertifikat halal dan melakukan pendampingan pada lebih dari 10.000 pelaku UMKM, melanjutkan prestasi sebelumnya sebagai 20 LP3H Terbaik dalam Konferensi Internasional Halal H-20.

Kedua, LPTNU PBNU Awards. Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menganugerahkan tiga penghargaan sekaligus. Juara II Kategori Dosen dengan Karya Ilmu Agama Berpengaruh Bidang Fikih diraih oleh Dr. Dwanda Julisa Sistiyawan, S.H., M.H.; Juara II Duta PTNU Bidang Keagamaan disabet oleh Anas Rodin (mahasiswa PAI); dan Juara II Kategori Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Pembangunan Komunitas dimenangkan oleh Pusat Kajian Bahasa, Budaya, dan Gender (PKBBG) INISNU.

Ketiga, Top 10 Kampus NU Terbaik di Jawa Tengah. Berdasarkan data resmi Sinta Kemendiktisaintek, INISNU dinobatkan dalam jajaran 10 besar Kampus NU Terbaik di Jawa Tengah dengan raihan Sinta Score 3 Yr sebesar 3.278 dan Sinta Score Overall mencapai 5.918.

Keempat, Penghargaan PD-PGMI Indonesia Award 2026. Dalam ajang nasional yang diselenggarakan di UNISMA Malang pada 25-27 Juni 2026, Rektor INISNU, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., meraih penghargaan prestisius sebagai Juara I Dosen Teladan Sitasi Scopus.

Menatap masa depan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan sosiologis Gen Z, INISNU Temanggung sedang mengawal agenda makro yang sangat krusial, yaitu proses alih bentuk dan penyatuan institusi dengan Akademi Keperawatan (Akper) Al-Kautsar Temanggung di bawah satu atap pengelolaan. Langkah strategis ini diambil guna memperluas relevansi integrasi antara sains, teknologi modern, dan nilai-nilai luhur Aswaja Annahdliyah.

Secara metodologis, Rektor menerangkan bahwa proses transformasi kelembagaan berskala besar ini mengadopsi teori manajemen perubahan dari John P. Kotter dalam karyanya Leading Change (2012). Berdasarkan teori tersebut, keberhasilan restrukturisasi institusi sangat bergantung pada kemampuan kepemimpinan dalam membangun koalisi yang kokoh (guiding coalition) serta mengomunikasikan visi baru secara sistemis ke seluruh lini organisasi.

“Diperlukan penyelarasan standar akademik dan integrasi budaya kerja yang solid antara INISNU dan Akper Al-Kautsar. Efikasi kolektif, yakni kesadaran dan keyakinan bersama seluruh pimpinan beserta sivitas akademika, menjadi motor penggerak utama. Penggabungan ini adalah ikhtiar visioner untuk menciptakan entitas pendidikan baru yang jauh lebih kuat, adaptif terhadap kebutuhan Gen Z, serta tetap berdiri kokoh di atas pilar sains dan peradaban Islam,” tegas Dr. Hamidulloh Ibda.

Guna mengawal keberlanjutan visi besar tersebut, rektorat menetapkan empat komitmen strategis ke depan, yakni memperkuat internasionalisasi kampus secara terstruktur, mengembangkan kurikulum adaptif berbasis teknologi modern yang berorientasi pada Outcome-Based Education (OBE) tanpa menepikan penguatan karakter, meningkatkan secara agresif kualitas riset, publikasi, serta sitasi dosen-mahasiswa, mengukuhkan peran kampus sebagai pusat Pancadharma yang mencakup Pendidikan-Pengajaran, Penelitian, PkM, Penguatan Kaderisasi NU, hingga Pengembangan Peradaban Islam yang inklusif-berkelanjutan.

Menutup pidatonya, Rektor menyampaikan untaian apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang menyokong ekosistem akademik INISNU, mulai dari Pemerintah Kabupaten Temanggung dan BAZNAS atas kucuran Program Beasiswa Sarjana Temanggung, Kopertais Wilayah X, LPTNU PBNU, jajaran PWNU dan PCNU, hingga para wali wisudawan yang telah memercayakan pendidikan putra-putri mereka pada kampus yang didirikan oleh ulama kharismatik K.H. Abdul Hadi Shofwan ini.

Kepada para wisudawan, Dr. Hamidulloh Ibda menitipkan pesan moral yang mendalam agar gelar akademik yang diraih menjadi instrumen pembawa dampak positif bagi transformasi sosial di masyarakat. Mengutip sebuah adagium Arab, “Su’ul khuluqi yu’di” (سُوءُ الْخُلُقِ يُعْدِي) yang berarti “akhlak yang buruk itu mudah menular”, lulusan diingatkan untuk senantiasa selektif dan menjadi episentrum kebaikan di lingkungan baru mereka.

Pesan tersebut diperkuat dengan rujukan Hadis Riwayat Al-Bukhari Nomor 5108 mengenai analogi pergaulan, yang mengibaratkan bersahabat dengan orang baik seperti berteman dengan penjual minyak wangi yang selalu mendatangkan keharuman, sementara pergaulan yang buruk diibaratkan seperti mendekati pandai besi yang berisiko membakar baju atau menyisakan bau tak sedap.

Melalui perhelatan Wisuda ke-32 ini, INISNU Temanggung tidak hanya melahirkan lulusan berdaya saing, tetapi secara tegas memproklamirkan kesiapannya untuk beranjak dari status kampus lokal menjadi institusi bereputasi global yang adaptif, transformatif, dan berdampak luas.

Ketua Dewan Pengurus BPP INISNU Temanggung Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., menyampaikan bahwa perubahan INISNU Temanggung dilakukan sejak awal dilantiknya BPP INISNU dengan melakukan sejumlah percepatan. Dari percepatan jumlah doktor melalui Beasiswa BPP INISNU bagi dosen yang biaya mandiri, percepatan Kerjasama internasional, sarana dan prasarana, dan rencana alih bentuk atau penggabungan dengan AKPER Alkautsar menuju universitas.

Wakil Bupati Temanggung drg. Nadia Muna, dan Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., juga mengapresiasi kinerja INISNU yang turut membangun SDM di Temanggung dan di Jawa Tengah. “Dengan Ketua BPP INISNU yang visioner, dan Rektor yang muda, saya yakin INISNU bisa segera alih bentuk dan berdampak lebih luas lagi,” kata Prof Musa. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, IPNU Jadi Vasilitator Kegiatan LDK

    Lagi, IPNU Jadi Vasilitator Kegiatan LDK

    • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    JUWANA-SMK Diponegoro Juwana melaksanakan program LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Kegiatan ini dihelat oleh pengurus Osis SMK yang berada di Jalan Kamboja No. 1 Juwana Tersebut. “Kami menyelenggarakan LDK setiap tahunnya yang diikuti oleh seluruh pengurus Osis di masing-masing perioda” ungkap Aroyan, ketua panitia penyelenggara. Para pengurus Osis SMK Diponegoro berpose bersama dua Pengurus Cabang IPNU […]

  • Kios Kaffah, Pusatnya Perlengkapan Haji dan Oleh-Oleh Khas Pati

    Kios Kaffah, Pusatnya Perlengkapan Haji dan Oleh-Oleh Khas Pati

    • calendar_month Kam, 16 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Pati – Masyarakat Kabupaten Pati tak perlu kebingungan jika ingin mendapatkan oleh-oleh khas Pati.  Pasalnya, telah hadir Kios Kaffah yang menjual berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Pati.  Kios yang terletak di kompleks Gedung Haji Kabupaten Pati atau di depan Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati itu buka setiap hari mulai pukul […]

  • Muslimat NU Pati Gelontorkan Rp 3M untuk Santuni Yatim

    Muslimat NU Pati Gelontorkan Rp 3M untuk Santuni Yatim

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    PATI-Gedung Haji Pati mendadak menjadi lautan putih, Sabtu (5/10) pagi tadi. Sedikitnya, 6000 anggota Muslimat NU se-Kabupaten menghadiri acara istighotsah dan selawat bersama. Santunan yatim piatu secara simbolis oleh Pengurus Cabang Muslimat NU Pati Ibu-ibu Muslimat tersebut, atas intruksi pengurus cabang datang dengan mengenakan dresscode serba putih. Jamaah terbanyak datang dari PAC Pucakwangi sebanyak 750 […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Keputusan Bahtsul Masail Maudhu’iyah

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 786
    • 0Komentar

    Di bumi Nusantara (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI) terdapat tradisi danbudaya dalam sistem pengimplementasian ajaran agama, sehingga hal itu menjadi ciri khasIslam di Nusantara yang tidak dimililiki dan tidak ada di negeri lain. Perbedaan tersebutsangat tampak dan dapat dilihat secara riil dalam beberapa hal, antara lain:

  • GP Ansor Pati Ikut Demo di Ponpes Ndholo Kusumo, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

    GP Ansor Pati Ikut Demo di Ponpes Ndholo Kusumo, Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan Seksual

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.446
    • 0Komentar

      ​Pcnupati – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati mengambil sikap tegas dengan ikut serta dalam aksi massa menggeruduk Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Sabtu (2/5/2026). ​Ansor Pati mendesak pihak kepolisian untuk segera meringkus pengasuh pesantren terduga pelaku berinisial A dan memberikan hukuman maksimal guna menyelamatkan masa depan […]

  • Lazisnu Ranting Dukuhseti Gelar Santunan Yatim Piatu

    Lazisnu Ranting Dukuhseti Gelar Santunan Yatim Piatu

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      Pati – Bertajuk Indahnya Berbagi Bersama, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ranting Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati menggelar santunan yatim piatu se wilayah ranting Dukuhseti, dengan batasan maksimal jenjang SMP sederajat pada Jumat 21 Maret 2025 . Acara ini diselenggarakan di Musholla Al-Hassn Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Ketua […]

expand_less