Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 7.372
  • comment 0 komentar

Aceh Timur — Banjir bandang itu datang tanpa memberi waktu. Dalam hitungan menit, air setinggi enam meter menyeret rumah, sawah, ternak, kendaraan, dan seluruh harta warga Dukuh Dataran Indah, Kecamatan Peunaron. Di antara ratusan korban, rumah milik Maslukin, Wagiran, Adnan, dan Efendy ikut tergeser puluhan meter dari tempat semula.

Hari itu, Jumat 16 Januari 2026, mereka berdiri menatap rumah yang tak lagi berada di pondasinya. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarga, tempat anak-anak belajar mengaji, tempat doa-doa dipanjatkan setiap malam, kini hanya tersisa rangka kayu penuh lumpur.

Namun mereka tidak sendiri.

Sejak pukul 07.00 WIB, Relawan NU Peduli Jawa Tengah datang bersama warga. Tanpa alat berat, tanpa mesin, mereka mengangkat rumah-rumah itu dengan tangan. Rumah Maslukin diangkat perlahan, disusul rumah Wagiran, Adnan, dan Efendy. Setiap kayu dipanggul bersama, setiap langkah dijaga agar rumah bisa kembali berdiri.

Aba-aba terdengar lantang dari megafon Bapak Saeroji, anggota Banser sekaligus tokoh masyarakat.
“Siap… angkut!”
Seruan itu menjadi napas bersama puluhan relawan dan warga yang memeras tenaga di tengah lumpur dan puing.

Maslukin hanya bisa menunduk menahan haru. Wagiran sesekali mengusap wajahnya yang basah oleh keringat dan air mata. Adnan dan Efendy membantu mengangkat rumah tetangganya, meski rumah mereka sendiri juga rusak parah. Di tengah bencana, mereka memilih saling menguatkan.

Hingga pukul 11.00 WIB, tahap pertama pemindahan rumah berhasil diselesaikan. Rumah-rumah itu memang belum sepenuhnya layak huni. Dinding rusak, lantai hilang, perabot lenyap. Namun satu hal telah kembali: harapan.

Bencana ini menyisakan luka mendalam. Warga kehilangan sumber penghidupan, lahan pertanian rusak, ternak mati, dan kebutuhan hidup mendesak belum terpenuhi. Mereka masih membutuhkan uluran tangan kita semua untuk bangkit kembali.

“Mereka tidak meminta belas kasihan. Mereka hanya ingin kembali hidup dengan layak.
“Mari kita bantu Maslukin, Wagiran, Adnan, Efendy, dan ratusan keluarga lainnya untuk membangun kembali rumah dan masa depan mereka.

Donasi Anda hari ini adalah pondasi bagi rumah yang runtuh, harapan bagi keluarga yang kehilangan, dan bukti bahwa bangsa ini tidak pernah meninggalkan saudaranya saat tertimpa musibah.

Saatnya kita bergotong royong, meski dari jarak jauh.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Foto : Zahir Media Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi […]

  • Berawal dari YouTube, Eks Santri Kajen Sukses Rintis Bisnis Kue Balok Lumer di Kayen

    Berawal dari YouTube, Eks Santri Kajen Sukses Rintis Bisnis Kue Balok Lumer di Kayen

    • calendar_month Sel, 23 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.998
    • 0Komentar

      PATI ‐ Aroma sedap cokelat dan pandan akan menyapa siapa saja yang berhenti atau melintas di lampu lalu lintas tepi Jalan Raya Pati-Purwodadi, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. ​Aroma manis nan menggugah selera itu bersumber dari lapak dagangan milik Hendri Irawan. Di lapak sederhana tersebut, pemuda 27 tahun ini berupaya membangkitkan kembali geliat […]

  • Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 511
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Prestasi membanggakan berhasil diraih salah satu guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Juremi, di tingkat Kabupaten Pati. Melalui salah satu karyanya, yakni Buku Ajar Kimia untuk pembelajaran di MA/SMA, dirinya berhasil meraih penghargaan kategori The Best Achievement “The Best Innovative Teacher 2024”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten […]

  • Bicara Pilpres 2024, Ini Kata Syuriyah NU

    Bicara Pilpres 2024, Ini Kata Syuriyah NU

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Rapat Koordinasi (Rakor) PCNU Kabupaten Pati bersama Lembaga Banom dan MWCNU se-Kabupaten Pati berhasil digelar, Ahad (17/9) siang. Rakor tersebut merupakan amanat rekomendasi pada saat Konferensi PCNU beberapa tahun lalu. Sedikitnya, setiap tiga bulan PCNU Pati melaksanakan Rakor untuk membahas permadalahan jama’ah dan jam’iyyah. “Koordinasi bulan ini, dijalankan setidaknya sampai Desember, setelah itu […]

  • PCNU-PATI

    Dialog Interaktif RMI Cabang Pati Bersama Pengasuh Pon Pes Se Kab Pati

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerjasama dengan BRI Cabang Pati dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional mengadakan dialog Interaktir dengan tema Pentingnya Digitalisasi Dalam Memujudkan Pesantren Yang Tertib Administrasi bertempat di Gendung PCNU Lantai 3 Ahad, 24 September 2023 Harapan kami pesantren harus berbenah diri untuk mengikuti perkembangan zaman. 50 pesantren akan menjadi […]

  • Majelis Masyayikh Kritik Paradoks Pendanaan Pendidikan: Sekolah Dibiayai, Pesantren Hanya Dibantu

    Majelis Masyayikh Kritik Paradoks Pendanaan Pendidikan: Sekolah Dibiayai, Pesantren Hanya Dibantu

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.529
    • 0Komentar

    Jakarta – Majelis Masyayikh menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional. Pandangan tersebut disampaikan dalam keterangan sebagai Pihak Terkait pada persidangan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam Perkara Nomor 75/PUU-XXIV/2026 tanggal 3 Juni 2026 […]

expand_less