Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

Relawan NU dan Warga Gotong Royong Pindahkan Rumah Pasca Banjir Bandang di Peunaron Aceh

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 7.311
  • comment 0 komentar

Aceh Timur — Banjir bandang itu datang tanpa memberi waktu. Dalam hitungan menit, air setinggi enam meter menyeret rumah, sawah, ternak, kendaraan, dan seluruh harta warga Dukuh Dataran Indah, Kecamatan Peunaron. Di antara ratusan korban, rumah milik Maslukin, Wagiran, Adnan, dan Efendy ikut tergeser puluhan meter dari tempat semula.

Hari itu, Jumat 16 Januari 2026, mereka berdiri menatap rumah yang tak lagi berada di pondasinya. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung keluarga, tempat anak-anak belajar mengaji, tempat doa-doa dipanjatkan setiap malam, kini hanya tersisa rangka kayu penuh lumpur.

Namun mereka tidak sendiri.

Sejak pukul 07.00 WIB, Relawan NU Peduli Jawa Tengah datang bersama warga. Tanpa alat berat, tanpa mesin, mereka mengangkat rumah-rumah itu dengan tangan. Rumah Maslukin diangkat perlahan, disusul rumah Wagiran, Adnan, dan Efendy. Setiap kayu dipanggul bersama, setiap langkah dijaga agar rumah bisa kembali berdiri.

Aba-aba terdengar lantang dari megafon Bapak Saeroji, anggota Banser sekaligus tokoh masyarakat.
“Siap… angkut!”
Seruan itu menjadi napas bersama puluhan relawan dan warga yang memeras tenaga di tengah lumpur dan puing.

Maslukin hanya bisa menunduk menahan haru. Wagiran sesekali mengusap wajahnya yang basah oleh keringat dan air mata. Adnan dan Efendy membantu mengangkat rumah tetangganya, meski rumah mereka sendiri juga rusak parah. Di tengah bencana, mereka memilih saling menguatkan.

Hingga pukul 11.00 WIB, tahap pertama pemindahan rumah berhasil diselesaikan. Rumah-rumah itu memang belum sepenuhnya layak huni. Dinding rusak, lantai hilang, perabot lenyap. Namun satu hal telah kembali: harapan.

Bencana ini menyisakan luka mendalam. Warga kehilangan sumber penghidupan, lahan pertanian rusak, ternak mati, dan kebutuhan hidup mendesak belum terpenuhi. Mereka masih membutuhkan uluran tangan kita semua untuk bangkit kembali.

“Mereka tidak meminta belas kasihan. Mereka hanya ingin kembali hidup dengan layak.
“Mari kita bantu Maslukin, Wagiran, Adnan, Efendy, dan ratusan keluarga lainnya untuk membangun kembali rumah dan masa depan mereka.

Donasi Anda hari ini adalah pondasi bagi rumah yang runtuh, harapan bagi keluarga yang kehilangan, dan bukti bahwa bangsa ini tidak pernah meninggalkan saudaranya saat tertimpa musibah.

Saatnya kita bergotong royong, meski dari jarak jauh.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.000
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan bantuan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatrea Barat, pada Jumat, (5/12/25). Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan pakaian layak pakai yang selanjutnya akan disalurkan kepada para penyintas. Aksi penggalangan bantuan […]

  • Santri Membangun Negeri

    Santri Membangun Negeri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.779
    • 0Komentar

      Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Dosen IPMAFA, Penulis Buku   Hari santri nasional yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2025 menjadi momentum bangsa ini untuk meneguhkan spirit nasionalisme di tengah gempuran globalisasi dan modernisasi yang menghancurkan pondasi utama bangsa di segala aspek kehidupan. Latar historis hari santri berupa resolusi jihad yang dikumandangkan Hadlratussyaikh KH. M. […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 1

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin Nembak cewek mana pun yang lewat, di depan umum? “Siapa takut?!” tukas cowok itu tanpa gentar sembari bangkit dari duduk. Bukan sifatnya memang jika harus merasa ketakutan atau gemetaran sejak kotak tempat kertas berisi tantangan itu diedarkan ke sepenjuru aula. Namun, dia sempat heran. Dari sekian banyak gulungan kertas yang disodorkan pada […]

  • PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    PAC Ansor Batangan Miliki Pengurus Baru

    • calendar_month Sen, 15 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

    BATANGAN- Gerakan Pemuda Ansor Kec. Batangan Kab. Pati sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab), Senin (15/7) malam. Kegiatan yang diselenggarakan di gedung TPQ Masjid Baitul Makmur Gadel, Batangan berhasil memilih ketua baru. Pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Gerakan Pemuda Ansor Batangan berlangsung tertib dan damai itu menghasilkan nama Darno sebagai pemimpin baru PAC Ansor Kec. […]

  • Fidyah Aneh (2

    Fidyah Aneh (2

    • calendar_month Kam, 2 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Bolehkah membayar fidyah setiap tahun pada bulan wafatnya orang yang difidyahi, dan dapatkah menggugurkan / meringankan tuntutan meninggalkan sholat / puasa mayat yang ketika hidupnya sudah biasa meninggalkannya ?   Jawaban : Boleh karena tidak ada kewajiban fauron (seketika) dalam mengkafarohi mayit, dan tidak dapat menggugurkan tuntutan meninggalkan sholat/puasa akan tetapi dapat sedikit meringankan dosanya. […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Rapat Tikus di Kamar Bersalin

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Kalau nggak pergi, aku teriak nih.” Shanaya mendekap sebuah bantal dan siap menimpukkan bantal itu ke arah Nikhil. Sudah hampir tengah malam dan sedang tidak ada pasien di RB. Jadi suasana rumah bersalin kali ini sangat sepi. Bisa dipastikan Tita dan Bu Eko sudah lelap di tempat peristirahatan masing-masing. Tubuh Shanaya […]

expand_less