Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lebih dari 100 Guru dan Pimpinan Sekolah Ma’arif Jawa Tengah Mengikuti Forum Penguatan Pembelajaran Bahasa Inggris Berstandar Global

Lebih dari 100 Guru dan Pimpinan Sekolah Ma’arif Jawa Tengah Mengikuti Forum Penguatan Pembelajaran Bahasa Inggris Berstandar Global

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 15.664
  • comment 0 komentar

Semarang, 30 Mei 2026 — Lebih dari 100 guru dan Kepala sekolah/madrasah dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengikuti kegiatan workshop yang diselenggarakan di hotel Novotel Semarang. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.30 WIB ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Inggris melalui kolaborasi strategis bersama Medan Pustaka Mas dan Pearson Indonesia.
Forum ini menjadi ruang bersama bagi para pemimpin sekolah dan guru bahasa Inggris untuk menyamakan persepsi mengenai arah pembelajaran bahasa Inggris di masa depan, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan peserta didik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan dibuka oleh Dr. Hidayatun, M.Pd., Plh. Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, yang menegaskan bahwa kemampuan berbahasa Inggris tidak lagi dapat dipandang sebagai kompetensi tambahan, melainkan salah satu bekal penting yang perlu dipersiapkan sejak dini agar peserta didik mampu memanfaatkan berbagai peluang yang terbuka di era global.
Dalam sambutannya, Dr. Hidayatun, M.Pd., menyampaikan bahwa LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terus membuka berbagai peluang kolaborasi dengan institusi nasional maupun internasional, termasuk dalam menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Oleh karena itu, penguatan kompetensi bahasa Inggris menjadi salah satu fondasi penting agar peserta didik memiliki kesiapan untuk bersaing dan berkontribusi di tingkat global.
“Program ini merupakan wujud dari mimpi yang sudah lama kami bangun. Berangkat dari kebutuhan agar anak-anak memiliki daya saing internasional, program ini tidak hanya menghadirkan sumber belajar berstandar global, tetapi juga pendampingan selama satu tahun penuh untuk meningkatkan profisiensi guru. Kita perlu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa anak-anak kita harus dipersiapkan untuk berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat global,” ungkap beliau.
Pada sesi utama, Business Development Manager Medan Pustaka Mas, Derby BS, mengajak para peserta untuk melihat kembali arah pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar memastikan siswa menyelesaikan materi pelajaran, tetapi bagaimana sekolah mampu membangun sistem pembelajaran yang secara konsisten menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Derby menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang sering muncul adalah adanya perbedaan ekspektasi antara guru, sekolah, orang tua, dan peserta didik mengenai hasil belajar bahasa Inggris. Tidak sedikit sekolah yang mengukur keberhasilan hanya berdasarkan nilai ujian atau kemampuan mengerjakan soal, sementara kompetensi berbahasa yang sesungguhnya membutuhkan proses yang lebih panjang dan terukur.
Oleh karena itu, diperlukan kerangka acuan yang jelas agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai target pembelajaran dan indikator keberhasilannya. Melalui pengenalan Common European Framework of Reference (CEFR) dan Global Scale of English (GSE), peserta diajak memahami bagaimana standar internasional dapat membantu sekolah merancang perjalanan belajar yang lebih terstruktur, menetapkan target yang realistis, serta mengukur perkembangan peserta didik secara lebih objektif dan bermakna.
Sementara itu, pada sesi khusus guru, Ibu Dian Fransiska Maharani, S.Pd., Pearson Master Trainer, mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pembelajaran bahasa Inggris di ruang kelas. Salah satu tantangan terbesar, menurutnya, adalah paradigma pembelajaran yang masih terlalu berpusat pada penguasaan struktur bahasa dan tata bahasa semata.
Beliau menjelaskan bahwa proses pemerolehan bahasa (language acquisition) tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak aturan tata bahasa yang dipahami siswa, tetapi juga oleh seberapa sering mereka terpapar dan menggunakan bahasa tersebut dalam konteks yang bermakna.
Untuk membantu peserta memahami konsep tersebut, Ibu Dian memberikan analogi sederhana yang dekat dengan keseharian para guru. Ketika seorang anak belajar bahasa Jawa dan melakukan kesalahan dalam berbicara, orang tua atau lingkungan sekitar umumnya tidak langsung menjelaskan aturan tata bahasa secara rinci. Sebaliknya, mereka akan memberikan contoh penggunaan yang benar, mengulanginya dalam berbagai situasi, hingga pada akhirnya anak mampu menggunakannya secara alami. Prinsip yang sama berlaku dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Karena itu, guru perlu mulai menggeser perannya dari sekadar pemberi informasi menjadi fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan interaksi dan penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa Inggris sebagai medium of instruction di kelas juga menjadi salah satu strategi penting agar peserta didik mendapatkan paparan bahasa yang lebih banyak dan lebih autentik.

Selain mendapatkan paparan konsep dan strategi pembelajaran, para peserta guru juga mengikuti berbagai aktivitas praktik menggunakan sumber belajar internasional serta pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik di kelas.
Forum ini sekaligus menjadi momentum refleksi atas perjalanan kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari Program Pendampingan Guru Bahasa Inggris Batch 1 yang telah diikuti oleh 27 peserta dari sekolah-sekolah Ma’arif NU di Jawa Tengah dalam program peningkatan profisiensi bahasa Inggris.
Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan capaian selama mengikuti program, penghargaan diberikan kepada Ibu Kishartini dari SMK NU Lasem, Rembang dan Ibu Ria Perdani dari SMK Ma’arif Salam, Magelang yang dinilai menunjukkan dedikasi, konsistensi, dan perkembangan positif selama proses pendampingan berlangsung.
Menjelang penutupan kegiatan, Ibu Dr. Hidayatun, M.Pd. kembali mengingatkan para pimpinan sekolah bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan secara individual. Menurut beliau, sekolah perlu aktif memanfaatkan berbagai peluang, jejaring, dan program pengembangan yang telah dibuka oleh LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah.
Beliau menegaskan bahwa kolaborasi merupakan salah satu kunci penting untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan, terutama di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, sekolah perlu berani membuka diri terhadap praktik-praktik baik, inovasi pembelajaran, dan kemitraan yang dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas peserta didik.
Komitmen yang sama juga ditegaskan oleh Bapak Christian Puguh Sulistyo, Business Development Manager Pearson Indonesia & Malaysia, yang menyampaikan kesiapan Pearson Indonesia untuk terus mendukung sekolah-sekolah Ma’arif dalam membangun perjalanan pembelajaran bahasa Inggris yang berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi yang telah berjalan, Pearson Indonesia bersama Medan Pustaka Mas berkomitmen memberikan berbagai bentuk dukungan kepada sekolah, termasuk kesempatan memperoleh layanan placement test secara gratis bagi sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam program pengembangan pembelajaran bahasa Inggris. Langkah ini diharapkan dapat membantu sekolah memetakan kemampuan peserta didik secara lebih akurat sehingga program pembelajaran dapat dirancang sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Menutup rangkaian kegiatan, Ibu Melvi Tan, Chief Executive Officer (CEO) Medan Pustaka Mas, mengajak para pimpinan sekolah untuk tidak takut memulai proses perubahan.
Menurut beliau, transformasi pendidikan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan yang konsisten dan berkelanjutan justru sering kali lahir dari keberanian untuk mengambil langkah kecil yang dilakukan secara serius dan terarah.
“Transformasi besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Yang terpenting bukan seberapa cepat kita bergerak, tetapi keberanian untuk memulai dan terus berproses demi menyiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Medan Pustaka Mas, dan Pearson Indonesia, diharapkan lahir ekosistem pembelajaran bahasa Inggris yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah-sekolah Ma’arif NU.
Lebih dari sekadar meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas akses peserta didik terhadap peluang global, memperkuat daya saing generasi muda, serta mengokohkan posisi LP Ma’arif NU sebagai jaringan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman, terbuka terhadap kolaborasi internasional, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam menyiapkan generasi masa depan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Pati Buka 3 Posko Mudik

    GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di 3 Lokasi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ansor Banser Pati membuka Posko Mudik menjelang hari raya Idulfitri 1444 H ini. Posko itu dibuka langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muadz Thohir, Minggu (16/4) malam.  Pembukaan secara simbolis Posko Mudik Ansor Banser Pati dilakukan di Posko Margorejo, tepatnya di depan Plaza Pragola. Hadir dalam kesempatan itu Kapolresta […]

  • Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    Peringati Harlah ke-92, PC GP Ansor Pati Sukses Gelar Turnamen Futsal Antar-PAC

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.849
    • 0Komentar

      PATI — Memperingati Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-92, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pati sukses menggelar Turnamen Futsal Antar-Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Pati. Kompetisi yang berlangsung di GOR Pesantenan pada 28–30 April 2026 ini menjadi ajang unjuk sportivitas sekaligus penguat solidaritas kader. ​Turnamen ini diikuti oleh perwakilan PAC dari berbagai […]

  • PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Para pengurus PCNU Pati bersama dengan Petinggi Ipmafa PATI – PCNU Pati dan Ipmafa melakukan pertemuan internal, Kamis (10/3) kemarin. Persoalan yang dibahas dalam agenda tersebut ialah terkait kerjasama antar keduanya.  “Kita bekerjasama, intinya saling membantu,” ungkap K. Yusuf Hasyim, paska pertemuan.  Sebelumnya, PCNU Pati memang telah banyak melakukan kerjasama dengan kampus yang berada di […]

  • Pagar Nusa Gabus Raih 9 Emas di  KEJURCAB 2015

    Pagar Nusa Gabus Raih 9 Emas di KEJURCAB 2015

    • calendar_month Jum, 11 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Pada akhir bulan November 2015 kemarin bertempat di SMPN 01 Juwana Pati Pimpinan Cabang Pagar Nusa Pati mengadakan kompetisi Kejuaraan Pencak Silat Cabang antar pelajar SMP/MTs dan SMA/MA/SMK se Kabupaten Pati, acara tersebut hampir di ikuti sebagian besar sekolah yang mempunyai kegiatan ekstra pencak silat.             Dan pada kesempatan ini Pagar Nusa Kecamatan Gabus meraih […]

  • From above of crowded square around Kaaba cube in Great Mosque of Mecca at night time

    Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

    • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Senja masih seperti kemarin, ada guratan mega memerah. Mendung bergelantungan. Hujan tak datang. Mendung terus menghadang menemani perjalanan pulang dari rutinitas harian. Pergi pagi pulang sore hari. Maklum karyawan kantoran seperti yang dikatakan orang-orang. Perjalanan masih panjang. Mendung masih menghadang. Notifikasi pesan masuk di whatshap berdatangan tak karuan. Sesekali panggilan masuk berurutan. Saya tak peduli […]

  • Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Oleh : Nur Hidayatun Nikmah* Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini.  Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol […]

expand_less