Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

Suluk Maleman Kali ini Menyoal Punjernya Peradaban

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
  • visibility 421
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke-166 kembali mengulik hal-hal yang menarik. Lewat tema “Sejarah Dimulai Dari Rumah”, yang digelar pada Sabtu (18/10) ngaji budaya tersebut memantik persoalan keberadaan sosok ibu sebagai pusat peradaban.

Bagi Anis Sholeh Ba’asyin, penggagas Suluk Maleman, hadits “surga di bawah telapak kaki Ibu” tak hanya untuk dilihat dari sisi seorang anak ke ibunya. Dia justru memiliki sudut pandang terkait bagaimana seorang ibu mempersiapkan surga bagi anaknya.

“Barangkali bisa juga, bagaimana ibu mendidik anak-anaknya agar dapat selamat di dunia dan akhirat. Cara ibu mendidik anak bisa jadi akan sangat berpengaruh ke anaknya kelak,” celetuk Anis membuka ruang kontemplasi dalam acara tersebut.

Maka Anis menekankan bagaimana seorang perempuan dan ibu harus benar-benar terdidik, karena ibu merupakan ruang sekolah pertama bagi anak-anaknya.
“Ibu akan menciptakan peradaban. Mengambil dari masa lampau dan nilai-nilai yang diserap untuk diajarkan ke anak-anaknya. Maka ibu harus benar-benar terdidik untuk menciptakan generasi masa depan,” imbuh dia.

Dia juga menyoroti syair Kahlil Gibran tentang anak merupakan anak panah yang dilepaskan. Penggalan sastra itu bukan mengajarkan bagaimana orangtua terpisah dari anak-anak namun sebaliknya.

“Anak panah sebelum diluncurkan tentu akan dipersiapkan dengan sedemikian rupa. Bagaimana arahnya, kekuatan hentakan dan lainnya. Persiapan sedemikian rupa itu agar anak punya nilai yang dasar sehingga mampu diaplikasikan saat dewasa,” imbuh dia.

Anis justru menyayangkan pemahaman emansipasi yang kerap disalah artikan. Emansipasi banyak dipahami tentang kebolehan istri bekerja hingga meninggalkan tugas utamanya dalam mendidik anak-anaknya.

“Emansipasi sebenarnya harus lebih kepada keterdidikan. Karena dengan pendidikan itu akan berpengaruh besar,” tambahnya.
Meski begitu, Anis menyadari saat ini ada sistem besar yang membuat hal itu harus terjadi. Yakni kapitalisme. Sistem itu memaksa kedua orangtua sama-sama sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Sistem kapitalisme, lanjut Anis, memaksa orang untuk hidup dengan standar hidup tertentu. Ironisnya standar itu didasarkan pada yang bersifat duniawi. Hal itu pulalah yang memaksa kedua orangtua bekerja bersama-sama agar bisa memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.

“Anak yang kurang mendapat perhatian dari orangtua justru mendapatkannya dari gawai yang tentu banyak memiliki sisi negatif,” terang dia.
Saat anak bermain dengan lingkungan tentu akan mudah diperhatikan dan dikontrol. Hal itu justru jauh berbeda dengan penggunaan gawai. Sistem pengawasan akan semakin sulit dan dengan nilai yang tidak lagi bisa terkontrol.

“Dulu orangtua bisa mengontrol bagaimana tindak laku, maupun dengan siapa saat anaknya bermain. Tapi sekarang tidak bisa. Karena bukan lagi anak keluar untuk menemukan nilai-nilai di lingkungan. Namun sekarang justru nilai luar yang masuk ke ruang keluarga tanpa terkontrol,” khawatir Anis.

Oleh karena itulah Anis menyebut peradaban harus dimulai dari rumah. Masa depan seharusnya dibentuk dari rumah.
“Ada situasi yang dapat direnungkan. Jika seorang anak tiba-tiba datang ke orangtuanya membawa uang hasil korupsi, lantas bagaimana sikap orangtua? Apakah menolak, menerima atau bahkan bangga? Sikap seperti inilah yang kemudian juga akan berdampak besar pada peradaban kita nantinnya,” imbuh dia.

Anis juga memberi contoh lainnya. Seorang istri yang mengatakan ketertarikannya pada hal bersifat duniawi seperti mobil atau rumah, akan menjadi godaan terbesar seorang suami untuk berperilaku korupsi nantinya.

“Maka tonggak pertama penjagaan harus dari rumah. Nilai-nilai harus dibangun dari rumah. Ibu membangun pintu surga, tapi bapak membuka pintu dunia,” ujar dia.
Anis juga mengingat pengajaran dari KH Abdullah Salam. Dimana selalu beranggapan perempuan harus terdidik untuk mendidik anaknya. Oleh karena itulah dia menyayangkan anggapan sekolah hanya untuk bekerja.

“Dulu itu profesi ibu rumah tangga justru yang paling mulia. Kenapa sekarang malah dianggap rendah?,” sesal dia.
Budayawan asal Kudus, Dr Abdul Jalil menambahkan nilai yang diajarkan Al Ghozali pada 700 tahun lalu mengajarkan urutan prioritas dalam menjalani hidup. Yakni ilahi, agama, kecerdasan otak, baru kapital dan terakhir nilai keluarga.

“Tapi kenapa sekarang terbalik, kapital dan keluarga justru menjadi nomor 4 dan lima. Sementara ilahi, agama dan kecerdasan justru menjadi belakang?,” imbuh dia.
Dia menyebut sistem kapitalisme lah yang membuat fenomena itu terjadi. Dalam sistem itu memberi penegasan bahwa nilai itu adalah kapital. Sehingga menempatkan siapapun yang memiliki uang banyak yang menang.

“Maka saya bersepakat dengan Bib Anis, bahwa peradaban harus dimulai dari terkecil yakni keluarga. Penting juga menyamakan persepsi antar keluarga akan nilai apa yang dipakai dalam keluarga tersebut,” terang dia.

Menurut Dr. Abdul Jalil, lini tersebut juga harus merangkum keluarga inti, keluarga besar mau pun lingkungan pendidikan. Ini yang harus diperkuat, karena harus menghadapi tantangan dari lingkungan makro yang tidak sederhana,

Diskusi yang begitu mendalam membuat ribuan masyarakat yang menyaksikan secara langsung maupun lewat berbagai kanal media sosial itu terlarut dalam ngaji budaya Suluk Maleman. Penampilan musik dari Sampak GusUran membuat acara yang rutin digelar setiap bulan itu kian hangat.(*)

Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dan Dr. Abdul Jalil dalam NgAllah Suluk Maleman “Sejarah Dimulai Dari Rumah” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (18/10).

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.415
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda secara resmi meluncurkan Tax Center INISNU pada Jumat (27/2/2026) di ruang rektorat lantai I kampus setempat. ‎ ‎Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional pusat edukasi perpajakan tersebut. Launching ini menjadi […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Dalam Tradisi Pesantren. Photo by Mufid Majnun on Usnplash.

    Perempuan dalam Tradisi Pesantren

    • calendar_month Ming, 17 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Tradisi pesantren selama ini yang kita kenal mempunyai kehidupan yang diwarnai dengan norma-norma ajaran Islam. Di mana ajaran Islam ini menekankan pada sikap patuh dan tawadlu’ kepada pengasuh pesantren (kiai). Seperti yang dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofir dalam bukunya, Tradisi Pesantren, sikap patuh dan tawadlu’ ini bisa terbentuk. Hal ini tidak lepas setiap harinya di lingkngan […]

  • KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual. Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas. Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika […]

  • Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma'arif Sapuran

    Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma’arif Sapuran

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.461
    • 0Komentar

    WONOSOBO – MTs Ma’arif Sapuran menggelar acara pelantikan Kepala Madrasah baru pada Sabtu (1/8/2026). Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi dilantik sebagai Kepala MTs Ma’arif Sapuran, menggantikan Arif Muchtar, S.E. yang telah menuntaskan masa khidmahnya selama dua periode atau delapan tahun. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Sapuran KH. Yahya, […]

  • IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

      Para pemgurus IPNU dan IPPNU Ranting Bumiayu usai dilantik pada Selasa (2/11) WEDARIJAKSA – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Bumiayu Bapoh Resmi Dilantik Di Gedung TPQ Raudathul Mujawidin, Selasa (02/11) Acara Tersebut Dihadiri oleh Bapak Muhadi, Bapak Heru Budi Cahyono selaku Pembina IPNU IPPNU Ranting Bumiayu, Ibu Miryati selaku ketua Muslimat Desa Bumiayu, Bu […]

  • Mahasiswa KKN Dermaya IPMAFA Gelar Pelatihan Ecoprint Bersama Ibu-ibu PKK di Desa Dermolo

    Mahasiswa KKN Dermaya IPMAFA Gelar Pelatihan Ecoprint Bersama Ibu-ibu PKK di Desa Dermolo

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Jepara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dermaya IPMAFA melaksanakan program kerja berupa pelatihan ecoprint bersama Ibu PKK Desa Dermolo, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 4 September 2025, bertempat di Balai Desa Dermolo mulai pukul 14.00 WIB. Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja unggulan KKN Dermaya IPMAFA yang bertujuan memberikan […]

expand_less