Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenang Jejak Kyai Sahal

Mengenang Jejak Kyai Sahal

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
  • visibility 477
  • comment 0 komentar
Pati, Ada seorang Nahdliyyin tulen yang berjasa bagi NU. Dia seorang pemikir, mastur (tertutup), tidak banyak yang tahu. Dialah dokter Fahmi Dja’far Saifuddin. Dekan sebuah fakultas ternama di Universitas Indonesia inilah yang meramal Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur jadi presiden pada tahun 2000.
Putra sulung KH Saifuddin Zuhri ini tidak meramal berdasar hitungan weton atau klenik. Akan tetapi, melihat orang dan sosoknya serta mempelajarinya dari sisi biologi dan anatominya. Walhasil, kesimpulannya, Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur harus jadi presiden.
Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat didaulat memberikan taushiyah pada Haul ke-1 Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/01/15) malam.
Ironisnya, lanjut Gus Mus, saat Gus Dur jadi presiden ternyata dokter Fahmi justru sedang sakit keras. “Jadi, sebelum ke Kajen Presiden Abdurrahman Wahid terlebih dahulu mengunjungi sahabatnya itu. Dokter Fahmi nangis karena merasa enggak bisa bantu sahabatnya yang telah jadi presiden,” ujarnya.
Gus Mus mengatakan, ramalan dokter Fahmi terkait Kiai Sahal ternyata benar. Pada Muktamar NU ke-31 di Lirboyo, Kediri tahun 1999 terpilihlah Kiai Sahal sebagai Rais Aam menggantikan ajengan asal Cipasung, KH M Ilyas Ruchiyat.
“Meski meleset sedikit, karena Kiai Sahal terpilih sebelum tahun 2000. Namun, ramalan dokter Fahmi cukup menarik karena dia melihat Kiai Sahal sebagai tokoh yang konsisten, luas ilmunya, dan benar-benar memikirkan masyarakat,” ujar Gus Mus mengutip dokter Fahmi.
Selain karena luasnya ilmu, lanjut Gus Mus, Kiai Sahal termasuk kategori ulama yang memiliki perhatian, keberpihakan, dan melihat persoalan masyarakat dengan penuh kasih sayang. “Saya selalu mengistilahkannya yandzuruunal ummah bi ‘ainir rahmah, yang memandang umat dengan mata kasih sayang,” tuturnya.
Bagi Gus Mus, Kiai Sahal merupakan tokoh yang memiliki lompatan fenomenal. Sebab pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen ini bisa menembus ulama generasi pertama dan kedua.

“Mestinya, Kiai Sahal itu generasi ketiga. Jadi, generasi pertama ada Mbah Hasyim Asyari, Mbah Wahab, Mbah Bisri. Generasi kedua, ada Kiai Wahid Hasyim, Kiai Mahfudh Shiddiq. Ternyata Kiai Sahal ini sering diajak bicara beliau-beliau itu karena keluasan ilmunya,” ungkap Gus Mus. (Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMKNU di Bangun Agustus

    SMKNU di Bangun Agustus

    • calendar_month Jum, 2 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Pati, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama menyelenggarkan rapat terkait pembangunan gedung SMKNU di jl. Pati Kudus Km 5 Pegandan Margorejo Pati, yang akan dilaksanakan bulan Agustus nanti, dengan menghadirkan Pengurus Syuriah NU, Pengurus Tanfidziayah NU, Tim pendiri SMKNU, 23/7 kemarin.             KH. M. Aniq Muhammadun selaku Rois Syuriah menjelaskan, bahwa sebelum acara peletakan batu pertama yaitu […]

  • Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Tahta. Photo by Vienna Reyes on Unsplash.

    Saat Timnas Garuda dan Pejuang Kemerdekaan Merebut Takhta

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* SEA Games Kamboja 2023 bakal menjadi kenangan manis di album Timnas Garuda. Bagi penulis dan pastinya Sebagian besar manusia Indonesia, sepakat bahwa, kita tak perlu jadi juara umum, asalkan tim bola kita menang, itu sudah lebih dari cukup. Pasalnya, puasa gelar dalam SEA Games selama 32 tahun akhirnya terbayar. Timnas sepak […]

  • NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.345
    • 0Komentar

    Temanggung – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun Kabupaten dalam Apel dan Parade 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100 Masehi. Momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya pada hari Sabtu Pagi […]

  • NU Pati Plus Banom Nyatakan Siap Dukung Pemerintah Tumpas Prostitusi

    NU Pati Plus Banom Nyatakan Siap Dukung Pemerintah Tumpas Prostitusi

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Potongam video pernyataan sikap PCNU Pati dan Banom-Banomnya dalam usaha penutupan bisnis prostitusi di Kabupaten ini.  PATI – Masih hangat dibicarakan berita soal deklarasi penutupan bisnis-bisnis prostitusi yang ada di kabupaten Pati oleh Bupati Haryanto. Pernyataan yang dilaksanakan Rabu (18/8) itu disaksikan oleh banyak pihak, salah satunya adalah NU.  Di kesempatan lain setelah deklarasi tersebut, […]

  • Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Baca Puisi Pada Ultah JSM Ketiga di Cafe Sastra Balai Pustaka

    Penyair Pulo Lasman Simanjuntak Baca Puisi Pada Ultah JSM Ketiga di Cafe Sastra Balai Pustaka

    • calendar_month Sel, 17 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin, 16/10/2023,- Penyair Pulo Lasman Simanjuntak, 62 tahun diundang ikut baca puisi karya sendiri berjudul KALAH ATAU MENANG pada penghujung acara pesta ulangtahun (ultah) ketiga JAGAT SASTRA MILENIA di Cafe Sastra, Balai Pustaka, di Jakarta, Minggu sore (15/10/2023).” Sekarang kita sambut Lasman Simanjuntak untuk giliran baca puisi,” ujar Rissa Churria yang menjadi MC […]

  • PCNU-PATI Photo by Aditya Nara

    Hujan

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Hujan masih tetap air. Belum berubah menjadi gumpalan es. Dan hujan pun masih biasa biasa saja, tak akan membawa bencana ketika manusianya tak sewena wena. Hujan adalah anugerah bagi siapa saja yang bisa berpasrah. Hujan adalah air yang bisa mengalir, menumbuhkan rerumputan dan segala macam tanaman yang berada di permukaan bumi. […]

expand_less