Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mengenang Jejak Kyai Sahal

Mengenang Jejak Kyai Sahal

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
  • visibility 498
  • comment 0 komentar
Pati, Ada seorang Nahdliyyin tulen yang berjasa bagi NU. Dia seorang pemikir, mastur (tertutup), tidak banyak yang tahu. Dialah dokter Fahmi Dja’far Saifuddin. Dekan sebuah fakultas ternama di Universitas Indonesia inilah yang meramal Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur jadi presiden pada tahun 2000.
Putra sulung KH Saifuddin Zuhri ini tidak meramal berdasar hitungan weton atau klenik. Akan tetapi, melihat orang dan sosoknya serta mempelajarinya dari sisi biologi dan anatominya. Walhasil, kesimpulannya, Kiai Sahal bakal jadi Rais Aam dan Gus Dur harus jadi presiden.
Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Musthofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat didaulat memberikan taushiyah pada Haul ke-1 Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Pesantren Maslakul Huda Kajen-Margoyoso-Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/01/15) malam.
Ironisnya, lanjut Gus Mus, saat Gus Dur jadi presiden ternyata dokter Fahmi justru sedang sakit keras. “Jadi, sebelum ke Kajen Presiden Abdurrahman Wahid terlebih dahulu mengunjungi sahabatnya itu. Dokter Fahmi nangis karena merasa enggak bisa bantu sahabatnya yang telah jadi presiden,” ujarnya.
Gus Mus mengatakan, ramalan dokter Fahmi terkait Kiai Sahal ternyata benar. Pada Muktamar NU ke-31 di Lirboyo, Kediri tahun 1999 terpilihlah Kiai Sahal sebagai Rais Aam menggantikan ajengan asal Cipasung, KH M Ilyas Ruchiyat.
“Meski meleset sedikit, karena Kiai Sahal terpilih sebelum tahun 2000. Namun, ramalan dokter Fahmi cukup menarik karena dia melihat Kiai Sahal sebagai tokoh yang konsisten, luas ilmunya, dan benar-benar memikirkan masyarakat,” ujar Gus Mus mengutip dokter Fahmi.
Selain karena luasnya ilmu, lanjut Gus Mus, Kiai Sahal termasuk kategori ulama yang memiliki perhatian, keberpihakan, dan melihat persoalan masyarakat dengan penuh kasih sayang. “Saya selalu mengistilahkannya yandzuruunal ummah bi ‘ainir rahmah, yang memandang umat dengan mata kasih sayang,” tuturnya.
Bagi Gus Mus, Kiai Sahal merupakan tokoh yang memiliki lompatan fenomenal. Sebab pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen ini bisa menembus ulama generasi pertama dan kedua.

“Mestinya, Kiai Sahal itu generasi ketiga. Jadi, generasi pertama ada Mbah Hasyim Asyari, Mbah Wahab, Mbah Bisri. Generasi kedua, ada Kiai Wahid Hasyim, Kiai Mahfudh Shiddiq. Ternyata Kiai Sahal ini sering diajak bicara beliau-beliau itu karena keluasan ilmunya,” ungkap Gus Mus. (Musthofa Asrori/Mahbib)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    WINONG – 12 Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Winong baru saja dilantik tepat pada Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10). Berlokasi di Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, agenda pelantikan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Ana Nailul Rohmah, ketua PAC Fatayat NU Winong, 12 Pimpinan Ranting tersebut di antaranya, Pagendisan, Padangan, Kudur, […]

  • Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.859
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, kemarin dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat layak Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional karena pemikiran dan perjuangannya yang luar biasa. Dalam konteks pemikiran, banyak sekali gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur. Antara lain: Pertama, pribumisasi Islam. Islam adalah doktrin […]

  • DKC CBP KPP Pati Donasikan Satu Truk Bantuan untuk Korban Bencana

    DKC CBP KPP Pati Donasikan Satu Truk Bantuan untuk Korban Bencana

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Pati, 02 Februari 2021 DKC CBP KPP Pati donasikan satu truk bantuan yang berisi 15 dos Mie instan, 4 Karung beras dan selebihnya pakaian. Bantuan tersebut hasil dari penggalangan donasi oleh beberapa DKAC CBP KPP di antaranya DKAC Dukuhseti, DKAC Gunungwungkal, DKAC Juwana, DKAC Kyen, DKAC Trangkil, PR IPNU IPPNU Gabus dan PR IPNU […]

  • Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan. Photo by Ny Menghor on Unsplaash.

    Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* “Halah, cuma banjir ndak sampai se lutut,” celetuk seorang kawan di antara riuh hujan. Seketika telinga penulis memanas. Belum usai gemuruh dalam dada akibat ungkapan nyelekit itu, ternyata masih berlanjut. “Media terlalu membesar-besarkan.” Nah, kalau yang ini sudah ndak bisa di biarkan. Uraian ‘khotbah’ unfaedah itu harus segera di sliding […]

  • Kolom Ramadan Tanpa Honor

    Kolom Ramadan Tanpa Honor

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Ramadan 1445 H lalu, saya berkomitmen menulis artikel sebulan penuh di pcnupati.or.id. Terlaksakanah? Ya, terlaksana. Anda bisa cek sendiri di Kolom Ramadan. Pada Ramadan 1446 H tahun 2025 ini, saya kembali lagi berkomitmen menulis artikel di rubrik Kolom Ramadan. Tanpa honor. Tanpa gaji. La kok iso piye kuwi leh? Ya iso lah. […]

  • Kejurkab Pagar Nusa Pati

    Kejurkab Pagar Nusa Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Pati. Pagar Nusa Kabupaten Pati mengadakan Kejuaraan Kabupaten yang berlangsung di Gor Margoyoso Pati, 28-29 Oktober 2017 kemarin. “ Dalam acara Kejurkan ini kami melibatkan seluruh kader-keder muda Pagar Nusa se Kabupaten Pati, dengan di ikuti sekitar 290 atlit dari masing- masing perwakilan dari anak Cabang maupun sekolah, “jelas Edi Suyono, S.Pd.I Pada kejuaraan tahun […]

expand_less