Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Melawan Gerakan Sosmed Wahabi

Melawan Gerakan Sosmed Wahabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
  • visibility 620
  • comment 0 komentar

 Oleh : M. Dani Habibi*

Kita tentu sudah mengetahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini tentu menjadi lahan subur bagi para penggerak Islam baik yang bersifat tradisonal, modern atau fundamental. 

Setiap gerakan Islam, pastinya punya ciri khas masing-masing. Mulai dari yang bercorak tradisionalis seperti menjaga tradisi leluhur sampai yang bercorak modern seperti memajukan sistem pendidikan dan rumah sakit. Bahkan aliran ketiga, Islam yang fundamental seperti meneguhkan konsep syari’at Islam yang berkepemimpinan khilafah juga turut mewarnai ‘pasar’ khazanah islam (khususnya) di Indonesia.

Perkembangan Teknologi dan Informasi (TI) menjadi salah satu alat penting dalam menyebarkan dakwah Islam lengkap dengan berbagai corak tersebut. Seperti kita lihat, tumbuh-kembang ajaran Wahabi di Indonesia yang saat ini begitu gencar mendakwahkan Islam melalui media-media TI. Realitas ini sangat menarik untuk dikaji. Karena, seperti kita tahu bahwa Wahabi adalah ajaran yang penuh kontroversi di kalangan masyarakat muslim Indonesia.

Sejarah Singkat

Wahabi di dirikan oleh Muhammad ibn ‘Abd Wahhab. Ia dilahirkan di dusun Ujainah (Nejd), timur Saudi Arabia. Dari ayahnya yang menjabat sebagai Kadi (hakim), ia memperoleh pengetahuan di bidang fikih dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Kemudian ia merantau ke Hijaz. Di negeri ini Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab memperoleh pengetahuan agama dari ulama-ulama Mekkah dan Madinah.

Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab dengan gerakannya untuk memurnikan ajaran Islam, khususnya dalam bidang tauhid sebagai  ajaran pokok Islam. Ia tidak ingin mengubah ajaran Islam dengan penafsiran baru terhadap wahyu, melainkan membawa misi memberantas unsur-unsur (yang menurutnya) di luar ajaran Islam, seperti bidah, khufarat, dan takhyul. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu faktor penolakan gerakan Wahabi oleh sebagian besar kalangan di Indonesia. Resistensi ini terjadi di beberapa lini, baik masyarakat umum, maupun ormas. 

Abdurrahman Wahid dalam bukunya yang berjudul ‘Ilusi Neggara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia’, menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejak munculnya Wahabi di Indonesia, wajah Islam berubah menjadi agresif, beringas, intoleran dan penuh kebencian. Hal inilah yang melahirkan stigma di masyarakat bahwa Wahabi adalah gerakan Islam radikal atau Islam ekstrim. Sebab, mereka telah berani menyerang, merusak dan memberatas adat kebiasaan masyarakat Indonesia yang telah ada sejak dulu.

Gerakan

Lebih jauh, perkembangan gerakan Wahabi yang semakin ekspansif, tak mengherankan lagi jika kehadirannya menimbulkan masalah baru bagi Indonesia. Sebab, faham ini bukan hanya menjadi toxic bagi lestarinya adat timur Indonesia, namun Wahabisme di Bumi Pertiwi juga dinilai telah membahayakan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Parahnya, akhir-akhir ini perkembangan gerakan Wahabi merambah kepada media. Baik dalam media sosial, sperti Youtube, Istagram, Facebook dan juga website-website.

Sekarang media menjadi salah satu alat untuk mengembangkan ajaran Wahabi. Gerakan mereka bersifat tertutup dan tidak mau terbuka. Namun di dalam media, mereka sangat gencar mengemborkan ajaran Wahabisme. Banyak tokoh-tokoh yang saat ini aktif di media sosial seperti  Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas, Ust. Badrusalam dan Ust. Firanda. Tiga orang tersebut yang hingga saat ini aktif di media sosial baik yang bersifat visual atau tulisan.

Gerakan Wahabi di media telah menjadi ranjau bagi orang-orang awam. Bagaimana tidak, banyak sekali kasus seseorang (khususnya para perantau) yang awalnya berniat mencari ilmu atau berkerja namun setelah ia pulang ke kampung halaman, ia telah berubah haluan aqidahnya. Tak berhenti sampai di situ, biasanya mereka akan  melarang keluarga, tetangga dan juga temen-temennya untuk tidak menjalankan lagi tradisi Islam Nusantara yang telah ada sejak dulu. 

Hal tersebut menjadi penting untuk diwaspadai, karena jika kita terlena dan terpengaruh dengan ajaranya maka tidak menutup kemungkinan semua kegiatan Islam yang bersinggungan dengan tradisi dan adat istiadat akan dengan mudah disalahkan.

Dengan demikian, perkembangan gerakan Wahabi di media baik di Yotube, Facebook, Istagram dan Website harus di saring kembali. Karena jika kita menerima saja tanpa adanya filterisasi maka kita akan dengan mudah dan menuduh orang lain salah dan hanya menganggap ajarannyalah yang telah sesuai dengan tuntunan nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, netizen harus benar-benar budiman dalam menentukan sosok sebagai ‘guru agama’. Hemat penulis, boleh saja belajar agama dari sosmed, tapi, jika tokoh yang kita anggap sebagai ustadz telah menyebarkan benih-benih kebencian, saran penulis, tinggalkan!.(*)


*Dosen Sekolah Tinggi Darussalam Lampung, pegiat Sejarah Islam Nusantara


Editor : Maulana Luthfi Karim

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    Aswaja: Manhaj Nahdlatul Ummah

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Aswaja adalah golongan yang konsisten mengikuti tradisi dan metode yang dipraktekkan Nabi dan Para sahabat (ma ana alaihi al-yauma wa ashhabi).Aswaja dalam kontek Indonesia adalah golongan yang secara mayoritas mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari dalam bidang akidah, Imam Asy-Syafi’I dalam bidang fiqih, dan Imam Abu Hamid Al-Ghazali dan Imam Abi al-Hasan Asy-Syadzili dalam bidang tasawuf. […]

  • Terpusat di MAN 1 Pati, 366 Kafilah Ikuti MTQ Umum XXXIII Tingkat Kabupaten

    Terpusat di MAN 1 Pati, 366 Kafilah Ikuti MTQ Umum XXXIII Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.026
    • 0Komentar

    Pati, Sebanyak 366 kafilah perwakilan kecamatan mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXIII 2026 tingkat Kabupaten Pati. Kegiatan perlombaan dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati pada Rabu, (30/9/2026). Ketua panitia MTQ Kabupaten Pati sekaligus Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku menjelaskan bahwa peserta merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kabupaten […]

  • Ikhtiar Hadapi Kemarau, Warga Binaan Lapas Pati Gelar Salat Istisqa

    Ikhtiar Hadapi Kemarau, Warga Binaan Lapas Pati Gelar Salat Istisqa

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.743
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama dalam menyikapi musim kemarau panjang yang melanda wilayah Bumi Mina Tani. ​Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Pati, M. Ahsin, mengungkapkan […]

  • Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma'arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma’arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.572
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan resmi menggandeng Institut Widya Pratama (IWIMA)Kota Pekalongan. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui program pelatihan khusus bagi pengelola media sosial di lingkungan sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pekalongan. Tak kurang dari 100 peserta dintanggal […]

  • PCNU- PATI

    Keistimewaan Puasa Tarwiyah dan Arafah di Bulan Dzulhijjah

    • calendar_month Jum, 8 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Bulan Dzulhijjah adalah bulan di mana umat muslim di dunia diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Karena ibadah haji merupakan salah satu bentuk rukun Islam yang ke lima, sehingga bagi umat muslim yang mampu dan sudah memenuhi syarat diwajibkan untuk menjalankan ibadah haji tersebut. Sedangkan bagi umat muslim yang tidak mampu dalam melaksanakan […]

  • Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film "Pesta Babi"

    Pantik Nalar Kritis Kader, IPNU IPPNU Pati Bedah Film “Pesta Babi”

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.336
    • 0Komentar

      ​pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar acara nonton bareng (nobar) film dokumenter di halaman Gedung PCNU Pati, Sabtu (16/5/2026) malam. ​Film yang diputar adalah karya terbaru dari sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale yang berjudul “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”. […]

expand_less